The Magical Elf

The Magical Elf
Serangan Mendadak


__ADS_3

Setelah mereka selesai beristirahat, saat akan melanjutkan perjalanan kembali tiba-tiba mereka mendapatkan serangan mendadak.


"Kalian ternyata tidak bisa pergi jauh," kata pasukan yang menolak menghalangi mereka semua untuk tidak boleh melanjutkan perjalanan titik mereka memang belum jauh dari tempat mereka sekarang ini yang mana hal itu membuat mereka kembali dihadang apalagi setelah kita mendapatkan luka dan juga beristirahat dan hal itu jelas mengapa terjadi yang mana membuat orang-orang dari kerajaan.


Karena memang mereka sudah menjadi incaran Ratu kupu-kupu, apalagi setelah tahu jika mereka berasal dari bangsa elf. Jelas membuat Ratu tidak tinggal diam.


"Ada saja halangan,"


"Iya sangat menyebalkan,"


"Kita serang mereka,"


"Harusnya kami yang akan menyerang,"


"Baiklah dengan kemampuan ku sekarang aku pasti bisa mengalahkan mereka,"


"Kau sudah baik-baik saja Pika?"

__ADS_1


"Lumayan untuk bisa mengalahkan mereka semua,"


"Aku suka semangat mu, jangan terluka lagi,"


"Baik, ketua aku tidak akan terluka lagi,"


Sampai di kantor yang begitu lelah setelah saya menunggu mencari persetujuan dan akhirnya bisa menemukan tempat yang cocok kami pun biasa disambut oleh dunia mengharapkan hasil yang ia pikirkan sama dengan apa yang ia katakan bahwa tempat yang lebih jauh dari kantor itu lebih terlihat sangat ramai dan benar-benar daripada yang dekat dengan kantor Hal itu membuat Sempol menjelaskan prosedur selanjutnya.


"Kami sudah memberi tempat yang ini kau tinggal melanjutkan prosedurnya tolong bantu Nida aku akan menyelesaikan pekerjaanku sebentar kata Azzam saat itu meminta tolong kepada Doni untuk bisa membantuku Hal itu membuat aku pun menganggukkan kepala tanda setuju untuk menyelesaikan semua 25 yang belum Aku selesaikan untuk persiapan besok Hal itu pun membuatku tersebar siapkan hal-hal yang diperlukan karena membuka usaha ternyata serum itu dan Baru kali ini aku tahu mungkin banyak hal yang belum aku pernah tahu dan sedikit demi sedikit aku belajar.


Kebanyakan yang sudah aku pelajari, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bisa melangkah lebih baik lagi. Dan kali ini pun aku memiliki kesempatan peluang untuk bisa membuka usaha baru tersebut yang sudah aku identifikasi sejak lama Untung saja ada asam yang terus membantuku dan tidak mengabaikanku sama sekali kali ini aku dibantu oleh dunia untuk menyelesaikan hukumanku dan hari itu benar-benar sudah saya tinggal merapikan tempat usaha tersebut besok dan banyak hal yang masih harus aku beli.


Mungkin setelah semua Havana berpindah kepada kita pun kita bisa merenovasi ulang tempat itu dan bisa membuat tempat itu lebih nyaman lagi karena terlihat jelas namun tempat itu belum dibangun sama sekali dan memang ini usaha dari awal aku kira jika memang Azzam seserius itu maka aku pun harus lebih serius.


"Terima kasih dan aku akan menyelesaikan ini semua kok benar-benar baik mau membantuku," kataku sambil membawa dokumen contoh tersebut untuk selanjutnya aku selesaikan.


Kehidupan kantor yang tidak aku bayangkan sebelumnya melakukan hal yang di luar dugaanku sebelumnya dan kali ini aku bisa menyelesaikan dengan apa yang aku bisa karena dibantu oleh Azam dan aku selalu merasa senang jika tidak berada di rumah dan tanda tambah jika berada di rumahku benar-benar tertekan dengan apa yang dilakukan ibu mertua dan juga Nita yang tidak menyukaiku sama sekali membuatku benar-benar merasa kesal dan kali ini pun aku akan menunjukkan jika aku tidak bisa diremehkan oleh mereka berdua dengan aku bisa membuat usaha baru aku tidak menyia-nyiakan kesempatan.

__ADS_1


Saking sibuknya aku pun berhari-hari juga lupa mah baru tahu ibu dan jarang menelponnya kali ini biasanya aku paling sering melamun setiap hari sehari sekali dan hal itu jelas membuat ibuku merasa khawatir di mana Hal itu membuat aku pun tiba-tiba ditelepon oleh ibu saat aku bekerja dan aku pun langsung mengangkatnya.


"Mana bagaimana kabarmu Sudah lama tidak menelepon Ibu apakah baik-baik saja?" kata ibu saat itu pun membuat Aku kaget karena aku tahu jika memang aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan lupa tidak menghubungiku sama sekali.


"Tenang saja Bu aku baik-baik saja tidak terjadi sesuatu kepadaku Maaf aku belum sempat memberitahu ibu jika aku sedang bekerja jadi aku belum sempat menelpon Ibu nanti jika ada waktu luang aku akan berkunjung ke rumah," jawab ku yang merasa tidak enak dengan ibu yang selama ini sudah perhatian kepadaku malah aku mengabaikannya padahal aku pun harus memberitahu bahwa akan membuka usaha baru tapi aku belum ada sikap belum ada hasilnya.


"Oh kalau begitu baiklah Ibu tunggu di rumah dan jaga baik-baik jangan terlalu berlebihan dan juga jangan terlalu merasa sungguhan kita juga membutuhkan usaha kau juga harus bekerja dengan giat," kata ibu yang selanjutnya merebut telepon membuatku lebih bersemangat lagi kali ini karena mendapat telepon dari walaupun hanya sebentar tapi semua itu sudah membuatku motivasi dan juga berusaha agar bisa menyelesaikan dokumen yang diberikan oleh Doni saat itu.


Kata-kata yang diberikan oleh ibu tapi membuatku sudah bersemangat kali ini aku belum menggebu untuk menyelesaikan dokumen tersebut dan menunjukkan kemampuan dan juga Kakak yang akan aku buat karena Ibu adalah orang yang selalu mendukung setiap kali aku melakukan sesuatu.


Aku benar-benar terasa terbantu dengan suara Ibu kali ini dan berusaha lebih bersama lagi untuk bisa menyelesaikan dokumen yang ada di hadapanku.


Semua berjalan dengan racun yang berpuasa dengan mudah hanya untuk membuktikan kepada orang-orang yang sedang menghinaku selama ini dan menganggapku tidak bisa apalagi ibu mertua yang tidak menyukaiku yang sakit selalu membuat masalah di rumah dan hal itu pun aku tunjukkan bahwa aku tidak bisa diremehkan begitu saja disemangati oleh ibu jelaskan membuat kebun makin ingin menunjukkan bahwa aku tidak bisa diabaikan oleh mereka juga.


Itupun baru satu hal yang harus aku buktikan kepada ibu mertuaku belum lagi nanti kepada yang mertua yang masih benar-benar sibuk melebihi sibuknya Azam perusahaan mereka memang benar-benar dikelola dengan baik dan juga hal itu membuatku belajar dari mereka yang terlalu bekerja keras.


Kadang aku juga merasa kasihan kepada ayahnya azam yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk istri dan juga anaknya untuk ibu tiri dan juga anak adik dari Azzam tapi istrinya mereka hanya mengambil uang saja entah bagaimana nanti masa tuanya pasti akhirnya juga akan kembali ke Azam.

__ADS_1


__ADS_2