The Magical Elf

The Magical Elf
Menghadapi Masalah


__ADS_3

Saat melakukan perjalanan tiba-tiba rombongan dihadang oleh segerombol orang yang tidak dikenal dengan tampang yang cukup menyeramkan.


"Berhenti serahkan barang bawaan kalian!" kata orang tersebut sudah mirip perampok Hal itu membuat Pika dan lainnya juga waspada dengan langsung memasang kuda-kuda perlawanan.


"Saya tidak akan menuruti apa kemauanmu jika kau ingin barang-barang bawaan kami hadapi dulu kami," kata Retra, yang tidak takut untuk bertarung karena dia tahu anggotanya memiliki kekuatan dan hal itupun membuat retra berani menantang keamanan perampok tersebut.


"Beraninya kalian ini," kata pemimpin perampok tersebut langsung menyerang rombongan rakyat yang mana akhirnya mereka pun bertarung satu sama lain.


Pika yang saat itu pun berusaha untuk tidak panik karena ini merupakan pertarungan pertamanya, Ia selalu menanamkan dalam diri jika dia tidak melawan maka ia pun yang akan mati.


Apalagi keinginan untuk kembali ke dunia asalnya benar-benar membuat Pika, harus perjuangan ini dia pun melawan perampok tersebut dengan pedang yang dia dapatkan dari Faras.


Trank, Trank, Trank.


Suara pedang beradu satu sama lain mereka semua sibuk dengan lawan yang mereka hadapi begitu juga retrak yang sibuk melawan kawanan perampok tersebut, jika juga tidak kalah sibuknya melawan mereka dan mencoba untuk mengimbangi jurus mereka.


Untung saja Pika sudah berlatih sebelumnya jika tidak ya benar-benar berada dalam bahaya, tapi karena latihannya juga usaha kerasnya kali ini pun ya akhirnya bisa melawan musuh.

__ADS_1


Melihat yang lain juga sudah dengan mudah melumpuhkan musuh hal tersebut membuat kelompok retra pun akhirnya menang melawan para perampok.


"Makanya jangan melakukan hal-hal yang tidak pantas dengan menghadang perjalanan kami," kata Retra saat itu pun meninggalkan para perampok tersebut yang dalam kondisi kalah.


Retra belum mengizinkan anggotanya untuk beristirahat Apalagi setelah dia menghadang para perampok tadi membuat ternyata juga tidak ingin menempatkan kelompok mereka dalam bahaya lagi.


Perjalanan pulang terus dilakukan oleh retra hingga sampai ke tempat yang benar-benar aman menurut mereka.


"Sebentar sepertinya ini merupakan tempat aman di peta lihatlah," kata Retra saat itu menunjukkan peta yang harus ia bawa.


Hal itu membuat semua rekannya pun menganggukkan kepala dan akhirnya mereka beristirahat di tempat tersebut untuk melepas lelah setelah melakukan perlawanan pada para perampok dan juga mengalahkan mereka bukan hal yang mudah bagi Pika yang baru pertama kali menggunakan pedang.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Fira pada Bika yang terlihat begitu kelelahan karena mungkin ini baru pengalaman pertama mereka melawan para musuh.


Untung saja Pika selama ini sudah berlatih dengan paras, walaupun musuh mereka banyak dan juga lebih besar dari ukuran tubuh Fika tapi dengan kemampuan dan juga kekuatan yang ia miliki pun ia bisa mendengar muda mengalahkan mereka semua.


"Tenang saja aku baik-baik saja dan tidak ada masalah apa-apa," Jawab Pika yang saat itu merasa lebih tenang daripada sebelumnya karena ia bisa beristirahat dengan tenang pula dan Ia pun segera menyantap makanan untuk bisa menambah tenaga yang terkuras setelah bertarung.

__ADS_1


"Di luar dugaan ternyata kok benar-benar hebat dan lebih siap daripada kami," kata Retra saat itu memuji kemampuan Fika yang tahu juga itu merupakan kali pertama dia melawan para perampok tersebut tanpa takut dan bahkan tidak terlihat kesulitan sama sekali membuat Retra pun memuji kehebatan Pika.


"Bukannya sudah melatihku sejak kemarin untuk ini, dan aku jelas tidak akan menunjukkan rasa takutku sama sekali kepada musuh titik karena aku sudah terlatih. Terima kasih selama ini sudah membuatku lebih berani lagi, dengan menggunakan kekuatan ini yang benar-benar membuatku juga bisa menjaga diriku," kata Pika yang saat itu juga benar-benar merasa tenang setelah apa yang ia berdapi dan Baru kali ini dia bisa melawan musuh dengan benar dan tidak merasa takut sama sekali.


Ini karena dia sudah pernah bertemu dengan musuh yang lebih menyeramkan daripada para perampok tersebut apalagi melihat para peri dengan postur yang lebih besar daripada mereka pasti akan kuat mereka juga merasa ketakutan. Tapi kali ini mungkin Musuh yang dihadapi oleh mereka cuman merupakan bangsa Elf saja yang sering melakukan kejahatan Jadi bukan masalah besar bagi pikiran selama itu bukan bangsa peri.


Lain halnya jika dia berhadapan dengan bangsa pria yang memiliki postur lebih besar daripada Pika dan muka lebih menyeramkan ia menekan kesulitan untuk melawannya. Apalagi satu lawan satu hal itu juga sudah membuat Pika, tidak percaya diri, maka dari itu pada saat pertama kali berhadapan dengan bangsa perika saat itu lebih memilih untuk bersembunyi.


Bukan ini merupakan kali pertama bagi kita melawan musuh dan merupakan pengalaman yang benar-benar berharga untuk bisa melawan musuh berikutnya dia tidak gemetar dan bahkan tidak takut sama sekali. Retra juga mengagumi kehebatan yang dimiliki oleh Pika. Walaupun selama ini yang mengajari Pika dan selalu saja memberikan pelatihan setiap harinya.


Tapi melihat perkembangan Pika yang begitu luar biasa dan Bahkan dia bisa mengalahkan musuh dengan mudah membuat Retra, juga bangga dia merasa tidak akan ada kesulitan untuk kedepannya lagi jika ada bangsa elf, yang seperti tadi menghadang dan juga menyerang mereka.


"Pertarungan tadi benar-benar melelahkan aku juga kaget, dengan kedatangan musuh yang tiba-tiba aku kira jika hutan ini masih aman, tapi ternyata banyak hal yang sudah terlewatkan dan tidak kita ketahui tentang masa es yang sepertinya sudah menyebar ke berbagai tempat," kata Leon yang saat itu mencoba untuk memahami situasinya.


Melihat musuh mereka yang merupakan bangsa elf itu sendiri membuat hewan bisa menarik kesimpulan jika bangsa air juga tidak hanya ada di tempat mereka tinggal.


Tapi mungkin sudah menyebar di beberapa. hingga membuat mereka pun kadang melakukan hal jahat sedemikian rupa yang menyerang sesama elf.

__ADS_1


Padahal di tempatnya harus tidak pernah menyerang sesama mereka dan musuh mereka sama yaitu para Peri, mungkin di sana tidak ada bangsa perih hingga membuat para elf akhirnya menyerang orang lain.


"Tapi kenapa para elf menghadang kita bukankah kita sama dengan mereka?" tanya Pika saat itu baru menyadari sesuatu membuat yang lain juga memandang Fika dengan rasa kaget karena baru menyadarinya.


__ADS_2