
"Akhirnya kita sampai, seperti nya Fira belum pulang," kata Pika sampai ke rumah Pak Sami terlebih dahulu dan bersiap untuk membuat makanan bagi mereka yang membutuhkan.
Ia benar-benar berusaha sebisa mungkin untuk bisa menyiapkan makanan bagi orang-orang yang kelaparan, sesuai dengan yang dikatakan oleh Pak Sami jika Desa bambu tersebut sedang mengalami kelaparan dan juga kekeringan hingga membuat banyak orang-orang yang terkena penyakit.
Hal itu juga tidak bisa membuat pikat menutup mata jelas Ia pun akan membantunya apalagi Ia juga memiliki kemampuan untuk membantu tentunya dia melakukan itu semua dengan niat hati agar bisa mengurangi beban di desa tersebut.
"Ya kau benar mungkin banyak pasien di sana," kata Retra yang sudah menebak jika banyak pasien akan datang, mendengar dari cerita Pak Sami saja Retra sudah bisa tahu jika banyak sekali orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Jadi sudah sangat jelas jika Fira tidak bisa pulang dengan cepat itulah mengapa mereka pulang telat titik di mana kali ini Pika benar-benar pulang lebih awal, dan ia berencana ingin membuat makanan yang mana hal itu akan membantu mereka.
kini usaha mereka benar-benar fokus untuk bisa membantu Desa bambu, dia mengeluarkan seluruh tenaganya, untuk menyiapkan makanan agar orang-orang di sana bisa menanggulangi kelaparan meskipun hanya sedikit.
Pika tidak ingin melihat orang menderita, jadi dia dengan cepat dan segar pun melakukan, hal yang bisa dilakukan untuk bisa memberikan bantuan kepada orang-orang di desa bambu.
"Mempersiapkan makanan kau bantu aku," kata Pika pada retra mengikuti apa yang sering katakan kepada dirinya.
Hingga membuat tikar dengan mudah mengatakan hal tersebut, yang mana hal itu jelas terdengar tidak enak, karena retra seakan-akan merasa disuruh oleh Pika dan hal itu juga membuat Retra, segera menegur apa yang dilakukan oleh Pika.
Karena perkataannya tersebut jelas terdengar sangat tidak nyaman, dia sebagai ketua dari rombongannya tersebut tidak enak jika harus diperintahkan oleh anak buahnya. Apalagi dengan perkataan mereka, yang seharusnya digunakan oleh dirinya, untuk bisa membantu teman-teman banyak tersebut dan hal itu juga membuat Retra pun akhirnya menegur apa yang dikatakan oleh Pika tersebut.
"Sejak kapan kau menyuruh ku, sekarang sudah mulai berani," kata Retra sambil mencubit hidung Pika, yang mana hal itu benar-benar membuat Pika juga merasa malu, karena mengatakan hal tersebut dan sadar dengan kesalahannya tersebut.
Hal itu membuat kita langsung meminta maaf kepada Retra, dia memang tidak sengaja mengatakan hal itu karena kebiasaan retra saja hingga membuat Pika pun mengikutinya, yang mana mungkin retra hanya menegur Pika.
Agar mereka tahu bagaimana cara bicara dengan retra dan hal itu juga membuat Pika sadar jika dia bersalah. Jadi dengan cepat dia pun meminta maaf pada Pika dan tahu jika Retra merasa tidak nyaman.
"Ah iya maaf, tolong bantu aku ketua," kata Pika yang akhirnya meminta maaf kepada Retra karena dia tahu kesalahannya, dia pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Tapi kata-kata itu memang sangat mudah diucapkan dan juga sangat familiar hingga membuat Pika pun benar-benar tahu jika itu memang kata-kata yang sering dilakukan oleh Retra.
retra yang sering memerintahkan ia dengan kata-kata tersebut jelas membuat Pika tahu, jika dia juga mengikuti apa yang dikatakan oleh Retra. Dedang bermaksud menyinggung. Hanya saja dia memang suka dengan kata-kata itu dan berusaha untuk bisa membuat Retra membantunya karena kebiasaan itu lama-lama membuat kita mengatakan hal yang biasa dikatakan oleh Retra.
Retra tersenyum melihat tingkah Pika, yang benar-benar sangat menggemaskan dia tidak kesal sama sekali badan kita tidak hanya berusaha untuk memperingati Pika jika itu merupakan kata-katanya, dan seakan merasa tidak nyaman jika kata-kata itu dikatakan oleh Pika yang benar itu membuat kita tahu besar hanya tersebut dan berusaha untuk meminta maaf.
Dengan cepat rata juga memaafkan apa yang dikatakan oleh Pika dan dia tidak mempermasalahkan. Hal tersebut karena tahu jika memang kita sedang terburu-buru dan ingin mengatakan hal itu jadi tidak masalah baginya.
"Baiklah, lagipula aku tidak ada kerjaan lain," kata Retra yang akhirnya mengingatkan dan juga membantu Pika.
__ADS_1
Karena mereka akan menyiapkan makanan dalam jumlah yang sangat besar tentunya membutuhkan kerjasama di mana Hal itu membuat Retra pun membantu Pika, dan tidak ingin membuat mereka bekerja sendiri.
Karena tujuan mereka sama ingin membantu orang-orang yang berada di kerajaan bambu, tentunya mereka berdua pun harus bekerja sama dan tidak saling mengabaikan satu sama lain. Dengan kekuatan yang dimiliki.
Tentunya hal itu membuat keduanya benar-benar bisa mengerti kondisi dan juga keadaan di desa bambu tersebut dan berusaha bisa mengenal untuk menunjukkan kemampuannya membangun membantu Desa bambu.
Itu hal itu juga tidak lebih mudah oleh mereka karena dia memiliki keinginan yang besar untuk bisa membantu Desa bambu berusaha sebesar mungkin untuk tidak mengabaikan apapun yang menjadi tugasnya maka dari itupun retra dengan rendah hati membantunya.
"Terima kasih, bisa nyalakan api untuk ku," kata Pika yang meminta bantuan kepada Retra untuk secepatnya menyalakan api karena ia akan secepatnya memasak.
Dimana hari juga sudah semakin sore dan hal tersebut membuat mereka juga memikirkan untuk bisa menyiapkan makanan, untuk orang-orang yang ada di sana walaupun jumlahnya sedikit.
Tapi makanan yang menyebabkan pasti akan cukup untuk mengisi perut mereka dan hal itu jelas merupakan makanan bergizi dan juga sehat sesuai dengan apa yang bisa dilakukan oleh Retra.
Untuk bisa membantu orang-orang yang ada di sana mereka pasti akan senang mendapatkan makanan itu walaupun sedikit dimana Hal itu merupakan usaha Pika, untuk bisa memberikan semangat dan juga dukungan kepada orang-orang dari Desa bambu untuk bisa bangkit dan juga tidak terpuruk dalam kondisi yang sedang dialami oleh desa bambu.
Bencana kelaparan bukanlah hal yang sulit untuk bisa dihadapi, tapi dengan kemauan pasti semua itu akan bisa mereka selesaikan yang mana hal itu jelas membuat sang raja juga tersentuh dengan nama lain yang dikatakan oleh nya.
Hingga membuatnya pun terbebas dari kutukan yang mengikatnya dia benar-benar sudah tidak lagi selesai kita minum sudah kembali ke alamnya banyak hal yang bisa didapat oleh kisah hidupnya dan mudah hanya orang yang bertentangan dengan tempat beliau yang mana hal itu memang merupakan rumah terbesar.
Hingga semua orang bisa suasana sesuai dengan keinginan mereka, menemui orang yang ia cintai dan juga menemui hal-hal yang menarik di sana. Hingga membuat orang-orang itu tidak merasa senang, bisa berkunjung ke kerajaan itu dan dia juga merasa senang bisa memiliki pencapaian yang luar biasa.
Ia pun menyiapkan makanan dalam jumlah yang banyak agar mereka semua mendapat kebagian sesuai, dengan apa yang dijanjikan oleh Pika.
Karena melihat situasinya kota itu akan terlihat semakin kecil dengan adanya gelombang pasang, yang mengapung hingga merendam sebagian besar rumah.
Yang mana hal itu juga membuat Retra merasa lelah jika harus terus berdiam diri di sana, dia tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal tersebut entah apa yang harus dilakukan beristirahat bukalah pilihan yang tepat.
Saat orang-orang sedang membutuhkan bantuan maka dari itu saat semua orang juga sibuk Pika dan juga Retra juga sibuk membagi-bagikan makanan itu kepada orang-orang yang lewat sana, agar bisa memberitahukan yang lain jika sedang berwat karena makanan itu hanya sebuah makanan kecil ringan jadi hanya boleh dimintai satu orang satu saja.
Yang mana Hal itu membuat aku juga mengatur jika nanti ada yang dengan mantral tersebut didengar oleh
"Susah siap semua, ini jadi banyak sekali, aku berharap ini cukup untuk semua orang," kata Pika yang memiliki harapan besar bisa cukup untuk semua orang dia tahu jika orang-orang yang ada di sana memang membutuhkan makanan tersebut.
Karena sudah beberapa hari tidak makan tentunya untuk menjadi tanggung jawab dari kepala desa, tapi tidak mereka tidak bisa membiarkannya begitu saja saat dia melihat ada hal yang tidak baik-baik saja.
Maka di saat itulah dia langsung membantu dan tidak selesaikan melakukan apa yang dilakukan sebisa mungkin untuk bisa membantu orang-orang yang ada di.
__ADS_1
Mencari makan makanan yang bisa dimakan bersama-sama yang mana itu bisa digunakan sebagai ganti protein dan itu jelaskan menemukan umbi-umbian yang sangat banyak untuk orang-orang yang ada di sana.
Jelas dibutuhkan hal tersebut karena itu merupakan makanan yang dibutuhkan oleh orang-orang di kerajaan bambu dan berusaha untuk bisa membantu orang-orang di sana. Walaupun hanya sedikit dan hal itu jelas dilakukan oleh karena tahu jika mereka membutuhkan bantuan Piam, agar mereka benar-benar bisa makan makanan yang dicarikan oleh Pika.
"Jelas cukup kan bisa berbagi kalau ada yang tidak kebagian," kata Retra yang sudah memprediksi sejak awal dan tahun sejak awal jika makanan itu pasti akan cukup.
Karena dalam jumlah yang banyak seperti itu jelas mereka semua akan cukup walaupun hanya sedikit. Walaupun tidak suka mereka bisa berbagi satu sama lain dengan teman-temannya dan harus memperhatikan makanan itu cukup untuk mereka semua.
Bahagia apa yang akan datang juga tidak akan semuanya merediksi, karena semuanya sendiri dalam kondisi yang tidak mungkin mereka masih akan datangnya untuk mengambil makanan tersebut sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Pika, itu ia hanya membagikan makanan untuk orang-orang yang tidak memiliki bahan makanan agar mereka bisa tetap makan.
"Kau benar, mari berbagi," kata Pika yang tidak masalah sama sekali jika dia harus berbagi dengan Retra.
Karena dia tahu itu juga makanan untuk orang lain bukan dirinya, jadi tidak masalah jika ayah harus berbagi hal itu akan lebih menyenangkan jika dia bisa berbagi satu sama lain.
Berusaha sebisa mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik, karena mereka semua benda-benda dalam kondisi yang tidak baik jadi saling bekerja sama adalah hal yang paling bagus untuk bisa meningkatkan kepercayaan orang-orang di desa bambu, dengan memberikan makanan sebagai motivasi agar mereka semua bisa melakukan yang terbaik dan membantunya.
"Iya, tenang saja. Nanti jatahku akan ku bagi dua denganmu," kata retra yang tidak masalah dengan hal tersebut dan tidak masalah makanannya dibagi dua dengan Pika.
Apalagi mereka juga sering melakukannya dan hal itu bukan hal yang sangat sulit bagi dirinya, dia pun sangat senang bisa berbagai makanan dengan Pika dan juga bisa berbagi makanan dengan orang-orang yang ada di sana, selama seharian penuh mereka mencari makanan tersebut.
Untuk dibagikan orang-orang di desa bambu mengetahui jawabannya sendiri, sebuah ubi membutuhkan banyak makanan dan juga asupan hasil makanan tersebut tentunya mereka bisa mengolahnya sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Pika, karena mengolah bahan itu tidaklah Sulit.
"Ketua benar-benar baik hati, aku sangat berterima kasih," kata Pika yang menyindir piletera dengan memanggilnya ketua karena dengan apa yang dikatakan oleh Retra sebelumnya, jika dia ingin dihormati dan juga tidak boleh mengatakan apa yang sering ia katakan.
Maka dari itupun mereka berusaha sebisa mungkin untuk mengatakan hal tersebut kepada Retra, agar sikap ingin tahu bagaimana reaksi Pika saat dia mengatakan hal tersebut.
Yang mana hal itu membuat returan benar-benar juga merasa tidak nyaman, jika dirinya harus dipanggil ketua, dia lebih nyaman jika dirinya dipanggil Rets seperti biasa
Tidak dipakai ketua seperti apa yang dilakukan oleh Pika, jelas membuat ramalan terlihat seperti orang lain.
"Kenapa kau memanggil ku seperti itu, apa Kau sudah lupa namaku?" tanya Retra yang benar-benar merasa kesal saat Pika sendiri memanggil dirinya dengan Ketua yang benar Hal itu membuat Retra juga merasa tidak nyaman dan merasa tidak suka dengan panggilan tersebut.
Jadi memperingati ketika untuk mengingat kembali harusnya bagaimana Dia memanggil Retra karena retra sendiri tidak suka dengan panggilan yang diucapkan oleh Pika dan membuat mereka pun harus merevisi panggilannya itu.
Mungkin karena merasa tidak nyaman maka dari itu Retra pun tidak memperbolehkan Pika, pembeli seperti itu dan lebih suka dipanggil dengan apa seperti biasa. Seperti apa yang dilakukan oleh mereka sebelum-sebelumnya, karena jika dipanggil sedemikian rupa hingga membuat mereka juga merasa tidak nyaman.
"Tentu saja untuk menghormati mu," kata Pika yang menjelaskan apa tujuannya memanggil dengan nama.
__ADS_1
Hal tersebut dikembangkan dan dilakukan agar bisa menghormati Retra, sesuai dengan keinginannya, yang mana hal itu membuat kita juga mengatakan hal tersebut. Agar Retra nyaman jika dia dipanggil nama seperti itu oleh Pika yang memang sedang mengerjai retrta dan memang suka dengan ekspresi Retra saat dia kesal.