The Magical Elf

The Magical Elf
151


__ADS_3

Aku ingat Kita pernah berkata jika Azam playboy, jadi aku mengatakan langsung di hadapannya, yang sepertinya ia tidak suka dengan kata-kata itu, walau entah benar atau tidak, aku yang masih belum mengetahui dengan jelas bagaimana sifat asam yang sebenarnya di luar, jiak ada di lama rumah ia lembut dan tidak banyak tingkah,


Tapi kalau di luar aku belum tahu, makanya kau ingin lebih sering bertemu dengan teman-teman Azam yang ada diluar dan ingin tahu lebih lagi tentang dia, walau butuh waktu itupun tak masalah bagiku.


Melihatnya yang tidak senang jelas membuatku makin suka menggodanya, jarang sekali dia berekspresi seperti itu. Membuatku ingin terus di sana, tapi aku tak punya alasan untuk tinggal.


"Ya tidak Kata siapa aku playboy," kata azam yang membantah pernyataan itu dan tidak terima dengan apa yang aku katakan yang elas informasi itu au apakan uga dari adik tirinya.


Tidak mungkin aku tahu tentang dia kenal saja tidak bagaimana bisa ku mengetahui masa lalu dan berusaha dekat dengan nya,jadi apa aku bilang apa adanya seperti apa yang aku tahu.


Sambil tertawa kecil entah kenapa aku suka melihat ekspresinya itu, sambil memakan bekal yang ku bawakan, bisa mengobrol dan bercanda dengan Azam adalah hal yang menyenangkan.


"Kata Nita adik tiri masih sendiri,” jawabku menyampaikan apa yang aku tahu tana menutupi kalau tahu hubungan mereka tidak dekat sebagai keluarga tiri aku juga tidak suka dengan sifat Nita.


"Nggak usah percaya,” katanya lagi yang memang tidak aku percaya.


Tahu jika Nitata suka denganku dari tatapannya saja orang juga bisa langsung tahu, hal yang membuatmu enggan berada di rumah sekara. aku harus mencari kesempatan untuk bisa tinggal, aku tak ingin pulang. Melihat azam yang hampir selesai menghabiskan makanan dan jam yang masih menunjukan jam istirahat. Membuatku meuli mencari-cari alasan untuk bisa tetap tinggal di sana.


"Lah sudah terlanjur percaya," kataku bercanda karena aku juga belum tahu seperti azam sepenuhnya, masih banyak hal yang ingin aku tau dan aku juga ingin selalu berada disampingnya saat ia berkera sagar aku tahu apa saja yang ia lakukan.


Memang aku sangat egois tapi untuk kali ini saja aku ingin seperti itu, liburan emarn bahaan cuman saatu haru karean ada masalah di perusahaan yang tadinya akan libur satu minggu jadi gagal. Bunga kemari kau hanya ke puncak bogor obat kalau keluar negeri bukankah itu makin menghabiskan uang saya.


"Iya jangan dong," Azam yang melarangku untuk tidak mengetahuinya Playboy karena jelas dia tidak sehat seperti itu Aku hanya bercanda dan senang melihat ekspresinya itu.

__ADS_1


Sama kantor yang sudah mulai ramai kembali sepertinya istirahat pun sudah berakhir, rasanya aku enggan pergi dari sana dan ingin terus bersama dengan Azam tapi aku juga tidak ingin mengganggu pekerjaannya bagaimanapun Dia sedang bekerja dan aku hanya mengantarkan makanan saja maka Setelah dia selesai makan pun aku harus kembali pulang.


"Mau pulang dengan siapa?" Tanya Azzam saat itu pun membuatku menatap ke arahnya tajam.


"Bukan fungsi mu tapi aku tidak bisa mengantarkanmu karena masih sibuk," kata Azzam yang mengetahui ekspresiku tidak senang karena Azam seperti mengusirku.


Padahal aku sengaja datang ke kantornya sudah menanyakan pulang setelah dia selesai makan dan jelas aku tahu jika orang-orang sudah mulai masuk karena memang sudah mulai jam kerja memang aku terkesan sangat mengganggu tapi mau bagaimana lagi itu aku enggan pulang ke rumah apalagi di rumah ada Nita dan juga Bu Kamila yang membuatku benar-benar kesulitan untuk bisa menyesuaikan diri di sana.


"Bagaimana kalau dia di sini saja toh kok perhatiin kan dulu dia pernah jadi bagian administrasi setidaknya dia sudah mengetahui tentang dokumen Aku butuh seorang karena ada yang tidak masuk," kata Doni untuk membuatku tersenyum-senang aku pun langsung menyetujuinya tapi tidak dengan Azam yang mengurutkan dayanya seperti dia tidak setuju dengan usulan dari Doni.


"Boleh, aku males pulang lagian aku tidak punya kerjaan di rumah," kataku senang membuat Doi senang tapi kami berdua menunggu keputusan dari azam karena dia belum memberikan keputusan apapun hingga membuat kami berdua pun menunggu keputusan dirinya.


Sedang menimbang keputusannya tersebut aku menunggu jika dia akan benar-benar mengizinkanku berada di sana, lagi pula aku tidak menganggur sama sekali dan bisa membantu Doni di sana tapi entah apa yang membuat asam keberatan aku teringat jika asam melarangku untuk dekat-dekat dengan Doni Tapi kali ini dunia yang menolongku untuk memberikan pekerjaan hal itu jelas membuat es campur mempertimbangkan keputusannya.


Doni mau menyetujui apa yang ia katakan lagi pula jika aku membantunya pun bisa meringankan bebannya adalah salah satu yang tidak masuk di divisinya jadi membuat dia pun membutuhkan orang lain untuk bisa merapikan dokumen maka dari itupun aku yang sudah pernah bekerja pun mungkin bisa membantunya karena pekerjaan itu tidak sulit jika memang bisa dipelajari.


"Baiklah boleh tapi aku akan mengawasimu jangan sampai kau menggoda istri ku," kata Azam dengan nada yang lancar Yang sepertinya sangat serius.


"Kalau pun terjadi akubpun taka kan tergoda. Twnang saja," kataku meyakinkan azab membuat es campur benar-benar menyetujui dan akhirnya kuberpikat tempat makan kami setelah habis itu baru aku menaruh kembali di belakang sebelum melanjutkan pekerjaan yang akan aku lakukan sebelumnya pun buat aku serius untuk bisa membantunya karena jelas aku enggan untuk pulang lagi pulang aku juga sudah meminta untuk bekerja di tempat lain alasan tidak mengizinkannya.


Ketidak ada salahnya bermain-main di perusahaan untuk beberapa waktu ke depan dan mana aku bisa meluangkan waktuku daripada harus di rumah.


rumah Belanda sudah tidak nyaman setelah kedatangan kedua orang itu yang mana membuatku merasa terganggu entah apa yang membuat mereka berdua harus tinggal di rumah itu Padahal mereka kemarin sudah pulang dan tidak ada yang memaksa mereka untuk pergi hingga membuatku pun merasa tidak enak dan tidak tenang harus bersama dengan mertua dan juga adik ipar yang benar-benar tidak menyukaiku.

__ADS_1


Semua perkataan mereka hanya meremehkanku dan membuatku benar-benar merasa kesal aku sendiri tidak memiliki pemberian diri saat izin bekerja Maka hal itu pun aku memutuskan untuk tempat dan ke kantor Azam. Untuk mengantarkan makanan tak disarankan dia benar-benar mengusir untuk bekerja beberapa saat karena aku tidak ingin pulang.


"Baiklah kalau begitu aku hanya akan membantuku merapikan dokumen ini tidak akan sulit lihatlah aku tinggal mengurutkan berdasarkan tanggal waktu dan juga tempatnya nanti kau bisa menyimpannya di file dan menaruhnya di lemari," kata Doni menjelaskan dan menerangkannya setelah memberikan contoh kepada dokumen di sana yang masih perlu dirapikan hal itu membuatku pun benar-benar melakukan pekerjaan yang tidak sulit sama sekali tapi memang butuh ketelitian karena hal itu juga membuat dunia pun bisa mempercayaiku.


Walaupun dulu pernah menjadi bagian administrasi tapi aku benar-benar berbeda dulu membuat laporan tentang keuangan tapi tidak seperti ini dan berhadapan dengan komputer itu lebih jauh lebih memusingkan Saya melihat pekerjaan yang tidak begitu sulit pun membuatku merasa tenang dan juga senang dan tidak akan mungkin melakukan kesalahan aku yakin akan hal itu.


"Baiklah aku akan kerjakan dengan cepat kau akan lihat hasilnya aku benar-benar teliti dalam melakukan hal ini," kataku yang langsung bersiap dan bekerja akan hal tersebut aku tidak memperhatikan asam jika sudah dari tadi dia terus memperhatikan kontak aku mengganggu pekerjaannya atau tidak yang penting aku bisa mengisi waktu luang ku.


Sudah lama sekali Aku berhenti bekerja ini benar-benar sangat menyenangkan bagiku bisa membantu pekerjaan orang lain, walaupun tidak mendapatkan gaji sidangnya aku mengisi waktu luang ku dengan benar dan tidak hanya rebahan.


Hal itu membuat keseluruh tangan dan kakiku juga bergerak otak maupun dipakai dan tidak terus merasa kesal ataupun lelah sama sekali aku nikmati pekerjaan itu karena memang tidak ada target yang membuatku harus kesulitan seperti halnya biasanya bekerja di tempat lain.


Tapi sekarang aku yang hanya bekerja sekedar membantu saja pun gua tangani hal tersebut dengan tenang dan juga rapi asalkan semua itu bisa beres dan tidak membuat kesalahan.


Karena sudah diajari sejak awal oleh Done Jadi aku berusaha sebesar mungkin untuk bisa melakukannya dengan baik karena memang pekerjaan itu tidaklah sulit sama sekali.


"Karyawan baru dan tanya seseorang yang datang ke ruangan tersebut dari divisi lain.


"Bukan istri bos," jawab Doni dia pun tidak perlu menutupinya karena memang asem juga sudah memperkenalkan kepadaku semua karyawan yang ada di sana.


"Melihat Ibu maafkan saya," kata orang itu langsung meminta maaf kepadaku membuatku pun tersenyum saja karena memang kemarin aku diperkenalkan kepada seluruh karyawan hanya saja mungkin mereka tidak bersatu apalagi dia yang baru saja masuk.


"Halo nggak bilang sih ada istri bos di sini akhirnya karyawan baru," kata orang tersebut yang mendekati Doni dan mengobrol setelah menyapaku.

__ADS_1


"Lu datang-datang langsung bilang begitu harusnya tanya dulu," kata Doni dari kejauhan yang masih terdengar oleh ke percakapan mereka berdua benar-benar membuatku merasa lucu.


Aku mengabaikan percakapan mereka dan fokus lagi dengan pekerjaan gua di mana memang banyak file yang masih perlu dirapikan Entah berapa lama sudah orang yang seharusnya menangani itu tidak masuk mungkin belum ada penggantinya hingga membuat mereka pun menumpuk tugas sampai sebanyak itu. Tahu memang bagian memiliki pekerjaan dan tugasnya masing-masing dimana Hal itu pun membuat mereka harus bekerja dengan keras.


__ADS_2