
William yang berada di dalam tahanan kerajaan Couthel, mendapat siksaan dari putri Nania, yang sebenarnya merupakan putri Iblis. Putri Nania menyiksa William supaya William menyerah dan mau mengikuti permintaannya, tapi William tetap tidak mau menyerah dengan menahan rasa sakit atas kekejaman Putri Nania yang terus menyiksanya..
Hal ini membuat putri Nania geram dan sangat marah sehingga menambah berat hukuman untuk William.
Cetar cetar!
"Kau tahu, William, aku tidak suka orang yang keras kepala seperti dirimu. Aku berharap kau bisa membuka pikiranmu dan bergabung dengan kami." Putri Nania membujuk William.
"A-ku, aku tidak akan pernah bergabung denganmu. Kau dan orang-orangmu tidak memiliki kebenaran atau moralitas."
Situasi William sangat sulit dan menyakitkan. Dia berada di tahanan kerajaan Couthel yang dikuasai oleh kekuatan jahat, dan dia juga disiksa oleh Putri Nania yang merupakan putri Iblis. William dianiaya secara fisik dan menderita rasa sakit yang parah, tetapi dia tetap mempertahankan integritasnya dan menolak untuk menyerah pada permintaan Putri Nania.
Ketika Putri Nania semakin marah, William harus menghadapi hukuman yang lebih berat dan lebih kejam. Kondisi fisik dan mental William memburuk akibat perlakuan kejam yang diterimanya, dan dia merasa terisolasi karena sendirian dan putus asa dalam situasi yang begitu sulit dan tidak adil.
Namun, meskipun situasi William sangat buruk, dia menunjukkan keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa dengan menolak untuk menyerah pada tekanan dan intimidasi yang dia hadapi. William memiliki kemauan yang kuat untuk bertahan hidup dan melawan kejahatan, dan bahwa dia memiliki sumber kekuatan batin yang mampu membantunya mengatasi kesulitan meskipun tanpa disadari oleh William sendiri.
Putri Nania tersenyum sinis. "Kau terlalu naif. Kebenaran dan moralitas hanya ada dalam pandangan orang yang lemah. Kami, di sisi lain, memiliki kekuatan dan kebijaksanaan untuk memerintah dunia ini."
William mengeleng lemah. "Tidak, kau dan orang-orangmu hanya menghancurkan dunia ini. Kekuatan tanpa moralitas adalah kekuatan yang hancur."
"Hahaha... Kau tahu, William, kau sangat lucu. Hahaha... Tapi aku akan membuatmu berubah pikiran. Aku akan menyiksamu setiap hari sampai kau mengakui kebenaran yang sebenarnya."
Tawa Putri Nania membahana, membuat dinding-dinding dalam tahanan yang digunakan untuk menyekap William seakan-akan ikut bergetar karena pengaruh kekuatan yang luar biasa dari putri Nania.
"Aku lebih suka mati daripada bergabung denganmu dan kejahatan mu. Jangan harap aku akan menyerah."
__ADS_1
William dengan tegas menolak permintaan putri Nania, yang sudah menghancurkan keluarga besarnya dan juga rakyatnya di kerajaan Couthel.
Cetar cetar cetar!
Tubuh William sudah tidak berbentuk lagi. Semua kulitnya mengelupas dengan darah mengalir dari setiap luka yang ada pada tubuhnya itu. Tapi William tetap tidak mau menyerah meskipun Putri Nania memberinya kesempatan untuk menyerah.
Keteguhan William membuat putri Nania salut dengan pendirian pangeran yang dia impikan. Sebab itulah, di dalam hati putri Nania ada perasaan yang berkecamuk antara marah dan juga simpati yang datang secara bersamaan.
Kemarahan Putri Nania semakin meningkat karena William tetap tidak mau menyerah meskipun sudah disiksa secara brutal. Dia merasa frustrasi dan kesal karena usahanya untuk membuat William bergabung dengan pihaknya tidak berhasil.
Putri Nania merasa sangat terganggu oleh keteguhan dan ketabahan William yang begitu keras kepala, sehingga dia merasa campur aduk dengan rasa tersinggung dan merasa terancam oleh sikapnya. Hal ini menyebabkan Putri Nania lebih terobsesi dengan keinginannya untuk menaklukkan dan menghancurkan William sekaligus, bahkan jika itu berarti menyiksa atau membunuhnya.
"Aku akan membuatmu menyesali keputusan bodoh ini, pangeran William!"
"Padahal jika kamu mau, kita berdua bisa menaklukkan dunia dan menjadi penguasa sebagai pasangan yang bahagia."
Dalam situasi seperti ini, Putri Nania merasa terjebak dalam kebingungan dan emosinya, dan sulit untuk mengendalikan kemarahan yang semakin memuncak.
Putri Nania bertekad untuk mempengaruhi keputusan William dengan mantra sihir cinta, seandainya William masih tetap tidak tergoyahkan. Hal ini karena putri Nania merasa penasaran ilmu sihir dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh William, sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi dan ditaklukkan olehnya yang tentunya memiliki banyak cara dan pesona.
Akhirnya putri Nania membaca sebuah mantra sihir untuk bisa menembus hati pangeran William yang dia inginkan.
"Di dalam hatimu yang paling dalam
Kau akan melihat cintaku yang terang
__ADS_1
Takdir mempertemukan kita di sini
Dan kau takkan pernah terpisah dari diriku."
Mantra ini ditujukan untuk mempengaruhi perasaan William dan membuatnya jatuh cinta pada Putri Nania, atau setidaknya membuatnya lebih ramah dan bersedia bekerja sama dengan Putri Nania.
Putri Nania merasa putus asa dalam mencoba mempengaruhi William, dan akhirnya mencoba menggunakan kekuatan sihirnya untuk melakukannya. Namun, kegagalan ini membuatnya semakin tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang ilmu sihir dan pengetahuan yang dimiliki oleh William.
"Hehhh, itu tidak akan mempan, Putri Nania. Maaf, saya tidak tertarik."
Sayangnya, William masih tetap teguh pada pendiriannya dan tidak tergoyahkan oleh kekuatan sihir Putri Nania. Hal ini membuat Putri Nania semakin penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan dan pengetahuan William yang tidak mempan dengan kekuatan sihirnya.
"Arghhh.... Aku benci! Aku benci kau, William!"
Cetar cetar cetar!
William merasakan rasa sakit yang tak tertahankan di seluruh tubuhnya, ketika Putri Nania kembali menyiksanya dengan kejam. Namun, William tetap bertahan dan tidak menyerah pada putri iblis tersebut, meskipun siksaan itu semakin berat dari waktu ke waktu. William mempunyai sebuah kekuatan yang tidak dapat dijelaskan oleh akal manusia, suatu kekuatan yang mampu melindungi hatinya dari pengaruh sihir maupun mantra sihir apapun yang diucapkan oleh Putri Nania.
Saat Putri Nania mengucapkan mantra sihir cinta kepadanya, William merasakan energi gelombang positif dan negatif yang berlawanan. Namun, kekuatan dalam hatinya mampu menghambat energi negatif itu dan mengalihkannya dengan energi positif yang lebih tinggi. Ini membuat William tidak terpengaruh oleh mantra sihir Putri Nania.
Kekuatan ini tak hanya melindungi hati William, namun juga mampu mempertahankan integritas dan kemampuan berpikirnya, sehingga William tetap bisa bertahan dan tidak tergoyahkan oleh siksaan yang dideritanya.
Ternyata di dalam hatinya William, terdapat sebuah ilmu yang tidak diketahui oleh siapapun termasuk William sendiri. Hatinya dilindungi oleh kekuatan yang lebih murni dibanding dengan mantra apapun. Ini adalah anugerah dari para leluhurnya yang merupakan para raja di kerajaan Couthel, yang sekarang dikuasai oleh putri Nania.
William mulai merasa heran dengan kekuatan di dalam dirinya. Dia menyadari bahwa kekuatan itu berasal dari para leluhurnya yang merupakan para raja di Kerajaan Couthel, yang kini dikuasai oleh Putri Nania. Ia merasa bahwa kekuatan ini adalah anugerah yang diberikan kepada dirinya oleh para leluhurnya, sehingga dirinya dapat melindungi hatinya dari segala bentuk kejahatan dan sihir yang mungkin diberikan oleh Putri Nania.
__ADS_1
William tidak tahu bagaimana cara mengontrol kekuatan tersebut, namun dia berusaha untuk mempelajarinya dan menemukan cara untuk memanfaatkannya dengan baik.