The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Bingung Dan Lelah


__ADS_3

Dengan senang hati, raksasa itu berjanji akan membantu mereka memberikan perlindungan dari prajurit kerajaan iblis dan memberikan petunjuk untuk keluar dari hutan larangan, sesuai dengan kesepakatan di awal saat memberikan pertanyaan.


William dan kedua temannya merasa sangat bersyukur atas kesediaan raksasa itu untuk membantu mereka, dan mereka berjanji untuk tidak pernah melupakan pertolongan yang diberikan oleh makhluk besar itu.


"Terima kasih banyak. Kami tidak akan melupakan bantuan mu ini. Jika dikemudian hari nanti kami ada kesempatan untuk bisa menolong mu, kami pasti akan melakukannya."


"Hahaha... Apa yang aku perlukan semuanya sudah tersedia di hutan larangan ini. Kalianlah yang akan selalu memerlukan bantuan." Raksasa itu tertawa dengan sombongnya, menganggap William dan kedua temannya tidak memiliki kemampuan apa-apa.


William, Sponsored dan Squidwored saling pandang. Mereka tidak menanggapi perkataan raksasa yang meremehkan, yang penting mereka merasa lega setelah mendapatkan persetujuan dari makhluk raksasa tersebut.


Tak lupa mereka berterima kasih atas izin yang diberikan dan berjanji untuk menghormati tempat tersebut serta tidak melakukan hal yang dapat mengganggu makhluk raksasa tersebut. Setelah itu, mereka kembali duduk di depan api dan beristirahat, sambil tetap waspada dengan kehadiran makhluk raksasa yang tinggal di dalam goa tersebut.


Untungnya tadi mereka masuk ke dalam goa dan menemukan tempat yang aman untuk beristirahat, kemudian membangun api kecil untuk menghangatkan diri dan menikmati makanan yang mereka bawa. Meskipun akhirnya ada raksasa yang menakutkan, tapi semuanya sudah terlewati sehingga sekarang ini mereka bisa bercerita satu sama lain tentang kejadian hari ini dan tertawa bersama-sama.


"Hehehe... ini adalah pengalaman yang sangat penting dalam hidupku."


"Ini sangat mendebarkan!"


"Ya, dan aku hampir saja tak bisa bernafas karena bau mulut raksasa tersebut."


Yang terakhir ini adalah suara Squidwored. Dia mengeluhkan bau mulut raksasa yang memang sangat menyengat dengan baunya yang busuk.


"Jangan keras-keras! Hushhh...".


"Iya nih, nanti raksasanya bangun dan memakan kita. Kamu mau dipanggang hidup-hidup kemudian dijadikan santapan makan malamnya?"


Squidwored mengeleng cepat dengan nutup mulutnya sendiri. Dia tentu saja tidak mau mati sia-sia dijadikan makanan sang raksasa.

__ADS_1


Raksasa yang tinggal di dalam gua itu memiliki tubuh yang sangat besar dan terlihat kuat, bahkan tingginya bisa mencapai ketinggian 10 meter atau lebih. Wajahnya menyeramkan dengan kulit yang bersisik dan dua gigi taring yang besar menonjol dari bibirnya. Matanya yang besar dan tajam membuat William dan kedua temannya merasa sangat takut ketika pertama kali melihatnya.


Namun, ketika mereka berbicara dengannya, raksasa tersebut terlihat sangat ramah dan baik hati. Apalagi setelah William berhasil memberikan jawaban yang tepat atas teka-teki yang diberikan. Dia tidak memperlihatkan sikap yang kasar atau agresif, bahkan tertawa dan bercanda dengan mereka.


Tapi tetap saja ketiganya waspada, takut jika terjadi sesuatu sehingga raksasa itu marah.


Meski terlihat menyeramkan, raksasa itu terbukti memiliki kecerdasan dan kemampuan untuk membantu William dan kedua temannya keluar dari situasi buntu yang mereka hadapi. Dia memberikan syarat yang adil dan menghargai ketika mereka berhasil menjawab teka-teki yang sulit.


Raksasa tersebut juga memberikan petunjuk tentang jalur rahasia yang aman untuk keluar dari hutan larangan, serta berjanji akan memberikan perlindungan dari prajurit kerajaan iblis yang mengejar mereka. Dia bahkan menawari makanan dan minuman untuk mereka agar tetap bertahan hidup di dalam gua.


Sayangnya William belum bisa menerima tawaran tersebut karena makanan yang ditawarkan berubah daging mentah yang sudah diawetkan di dalam gua ini.


"Aku tidak menyangka jika raksasa itu bisa takluk padamu, Wil." Sponsored kagum dengan William yang bisa membuat raksasa itu tidak marah lagi.


"Dia hanya menepati janjinya setelah aku memberikan jawaban yang benar atas teka teki yang diberikan." William mengelak.


William mengangguki peryataan Squidwored yang menilai raksasa itu memiliki sifat kesatria yang menepati janjinya.


William dan kedua temannya merasa terharu atas kebaikan hati raksasa tersebut, dan mereka menyadari bahwa penampilan luar yang menyeramkan tidak selalu mencerminkan sifat hati yang buruk. Raksasa tersebut membuktikan bahwa setiap makhluk di dunia ini memiliki sisi baik dan buruk, dan itu tergantung pada bagaimana kita memperlakukan mereka.


***


Sementara itu, prajurit kerajaan iblis telah mengejar William dan kedua temannya ke dalam hutan larangan dengan tekad yang kuat untuk menangkap mereka. Namun, mereka tidak mengetahui jalur yang benar dan akhirnya tersesat di dalam hutan yang misterius itu. Mereka terus berjalan, mencari jejak William dan teman-temannya, tapi mereka semakin bingung dan tidak tahu harus ke mana.


Prajurit 1 berkata dengan kebingungan. "Apa yang kita lakukan sekarang? Kita sudah tersesat di dalam hutan ini selama berjam-jam."


Prajurit 2 menganggukkan kepalanya mengiyakan. "Aku tidak tahu, tapi kita harus tetap mencari. Jangan biarkan William dan teman-temannya lolos dari kita."

__ADS_1


Prajurit 3 juga setuju, meskipun dia tidak tahu harus bagaimana caranya menemukan buruannya. "Tapi bagaimana kita bisa menemukan mereka di dalam hutan yang besar ini? Kita sudah mengelilingi area ini berulang kali dan tidak menemukan jejak mereka. Malah seperti balik ke sini dan ke sini lagi," keluhnya lelah.


Prajurit 1 kembali berkata. "Kita harus mencoba lebih keras. Ini adalah perintah dari Raja Iblis, dan kita harus mengejar mereka sampai kita menangkap mereka."


Mereka tentu saja takut jika tidak menemukan William dan kedua temannya yang telah kabur dari istana saat istirahat belajar, sehingga tidak ada penjagaan ketat untuk mereka.


Prajurit 2 kembali mengatakan kekhawatirannya. "Aku setuju, kita tidak boleh menyerah. Kita harus menemukan jalan keluar dari hutan ini dan mengejar mereka."


Prajurit 3 juga kebingungan. "Tapi bagaimana caranya? Kita semua sudah kelelahan dan lapar. Mungkin sudah saatnya kita harus kembali ke istana dan melaporkan kegagalan kita kepada Raja."


Meskipun rasa takut menyerang mereka, tapi mereka harus menghadapi kemarahan raja iblis atas kegagalan mereka bertugas.


Prajurit 1. "Tidak, kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus mencoba. Jangan lupa, mereka hanya anak-anak, kita pasti bisa menangkap mereka."


Prajurit 2 tidak setuju. "Tapi hutan ini sangat sulit untuk dilalui. Bagaimana jika kita meminta bantuan kepada penghuni setempat?" usulnya.


Prajurit 3 tidak percaya dengan usulan tersebut. "Kau berbicara tentang raksasa itu? Apa kamu tidak tahu, dia terkenal kejam dan bisa saja menyerang kita jika kita mendekatinya."


Prajurit 1 mengangkat kedua bahunya. "Tapi kita tidak punya pilihan lain. Kita harus mencoba segala cara untuk menangkap mereka. Ayo kita bergerak dan mencari raksasa itu."


Prajurit-prajurit itu merasa lelah dan frustrasi karena tidak bisa menemukan jalan keluar dari hutan larangan. Mereka terus mencari dan mencari, tetapi semakin lama semakin kebingungan. Beberapa di antara mereka bahkan mulai kehilangan semangat dan merasa putus asa karena situasinya yang sulit hingga ada yang jatuh tak sadarkan diri.


"Arghhh... tidak!"


Saat mereka merasa hampir putus asa, tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan dari jauh. Mereka menyadari bahwa suara itu berasal dari William dan kedua temannya, yang tampaknya masih berada di dalam hutan larangan. Mereka merasa senang dan bersemangat kembali, percaya bahwa mereka sekarang memiliki kesempatan untuk menangkap orang-orang yang mereka cari.


"Awas!"

__ADS_1


__ADS_2