
William dan kedua temannya telah memulai perjalanan panjang mereka untuk menemui raja Shawighuno di istana kerajaan Bhojong Noghoro. Mereka bertekad untuk membantu jika kerajaan ataupun raja mendapatkan masalah. Mereka menghadapi banyak rintangan di sepanjang jalan, namun mereka tidak kehilangan semangat dan akhirnya tiba di kerajaan Bhojong Noghoro.
Setibanya di kerajaan, William dan kedua temannya segera mencari tahu tentang keadaan kerajaan dan raja Shawighuno. Mereka mengetahui bahwa raja Shawighuno menderita penyakit yang sangat parah dan belum ada tabib maupun dukun yang bisa menyembuhkannya. Mereka memutuskan untuk menemui raja Shawighuno dan menawarkan bantuan mereka.
Setelah melewati banyak ujian dan perjalanan yang melelahkan, William dan kedua temannya akhirnya diperbolehkan masuk ke istana. Mereka diterima oleh para pengawal istana yang kemudian membawa mereka ke hadapan raja Shawighuno.
"Benar kamu William?" tanya raja dengan tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.
William mengangguk mengiyakan pertanyaan tersebut, dan kedua temannya juga ikut mengangguk meyakinkan.
"Selamat datang di kerajaan Bhojong Noghoro, William." Raja Shawighuno dengan senyum lebar melihat dan menyambut kedatangan William.
"Saya sangat berterima kasih atas kunjungan kalian. Namun, saya harus mengakui bahwa saya tidak dalam keadaan yang baik. Saya menderita penyakit yang parah dan belum ada satupun dari tabib yang bisa menyembuhkannya."
William tersenyum dan mengeluarkan beberapa alat pengobatan dari tasnya. "Jangan khawatir, raja Shawighuno," kata William. "Saya telah belajar banyak tentang pengobatan dari dunia para naga dan saya yakin saya bisa menyembuhkan Anda."
Raja Shawighuno tersenyum kembali. "Saya sangat menghargai tawaranmu, William," katanya. "Namun, saya sudah mencoba segala macam pengobatan dan belum ada yang berhasil. Saya merasa tidak ada harapan lagi untuk saya sembuh."
William merasa terharu mendengar perkataan raja Shawighuno. Namun, dia tidak kehilangan harapan. Dia percaya bahwa dia bisa menyembuhkan raja Shawighuno.
"Mohon izinkan saya untuk memeriksa Anda, raja Shawighuno," kata William dengan penuh semangat.
Raja Shawighuno mengangguk dan memperbolehkan William memeriksa dirinya. William memeriksa kondisi tubuh raja Shawighuno dengan cermat dan melakukan beberapa tes.
__ADS_1
Setelah melakukan beberapa tes, William merasa yakin bahwa dia bisa menyembuhkan raja Shawighuno. Dia menjelaskan metode pengobatan yang dia gunakan dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada raja Shawighuno.
Raja Shawighuno mendengarkan dengan cermat dan kemudian setuju untuk mencoba metode pengobatan yang diajukan oleh William.
William bekerja keras untuk menyembuhkan raja Shawighuno. Dia menggunakan berbagai macam ramuan dan teknik pengobatan yang dia pelajari dari dunia para naga. Dia tidak pernah lelah dan terus berusaha sampai raja Shawighuno benar-benar sembuh.
Untuk Sponsored dan Squidwored, mereka membantu raja Shawighuno untuk melatih para prajurit kerajaan dengan semua strategi yang pernah dia pelajari pada saat berada di dunia modern setelah mendengar tentang situasi yang sedang dihadapi oleh kerajaan Bhojong Noghoro, mereka memutuskan untuk membantu dalam upaya mempersiapkan pasukan dan memperkuat pertahanan kerajaan.
Mereka mulai bekerja dengan prajurit kerajaan, memberikan pelatihan tentang teknik dan strategi perang modern. Mereka mengajarkan cara menggunakan senjata modern seperti senapan, pistol, dan granat untuk menambah kemampuan prajurit kerajaan.
"Mereka masih menggunakan pedang dan busur panah," kata Sponsored kepada Squidwored. "Kita perlu mengajarkan mereka cara menggunakan senjata modern. Ini akan membuat mereka lebih kuat dan lebih siap untuk melawan musuh."
"Setuju," jawab Squidwored. "Saya akan mulai merancang beberapa peralatan senjata dan senapan yang bisa mereka gunakan. Dengan senjata modern, mereka akan lebih efektif dalam melindungi kerajaan."
Namun, mereka tahu bahwa musuh mereka, kerajaan Couthel, dipimpin oleh putri Nania yang sebenarnya adalah putri Iblis. Mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa mengandalkan hanya persiapan militer saja untuk menghadapi kekuatan jahat yang mereka hadapi.
"Mereka memiliki kekuatan yang lebih besar dari sekadar senjata," kata Squidwored kepada Sponsored. "Kita perlu mencari cara untuk melawan kekuatan sihir yang mereka miliki."
"Mungkin William bisa membantu kita," jawab Sponsored. "Dia telah mengalami banyak hal selama dia berada di dunia para naga. Mungkin dia punya ide tentang cara melawan kekuatan sihir."
Sponsored dan Squidwored mencari William dan memberitahunya tentang situasi yang sedang dihadapi oleh kerajaan Bhojong Noghoro. Mereka bertanya padanya apakah dia memiliki ide tentang bagaimana melawan kekuatan sihir dari kerajaan Couthel.
William memikirkan ide-ide yang mungkin bisa membantu. "Saya pernah belajar tentang mantra perlindungan dari naga," katanya. "Mungkin kita bisa menggunakan mantra itu untuk melindungi pasukan kita dari serangan sihir."
__ADS_1
Sponsored dan Squidwored merasa terinspirasi oleh ide William dan mereka segera mulai bekerja untuk mempersiapkan mantra perlindungan tersebut. Mereka merancang amulet dan peralatan perlindungan yang akan membantu melindungi prajurit kerajaan dari serangan sihir.
Mereka juga merancang senjata yang lebih efektif dalam melawan kekuatan sihir. Senjata tersebut memiliki daya hancur yang tinggi dan mampu melumpuhkan kekuatan sihir dari musuh.
Akhirnya didatangkan seorang pandai besi untuk merakit beberapa peralatan senjata dan perang yang dibutuhkan Sponsored dan Squidwored. Mereka benar-benar mempraktekkan apa-apa yang telah mereka pelajari di dunia modern, begitu juga dengan beberapa mantra sihir yang mereka gunakan untuk kepentingan perencanaan perang yang sudah mereka pelajari dari desa Unggu.
Sebuah desa di sebuah pintu ajaib yang memberikan banyak warna karena sihir yang sangat penting didalamnya.
Ketika pandai besi tiba di kerajaan Bhojong Noghoro, Sponsored dan Squidwored senang sekali. Mereka merasa bahwa kehadiran pandai besi tersebut akan sangat membantu dalam merakit peralatan senjata dan perang yang mereka butuhkan.
"Mari kita berbicara dengan pandai besi," kata Sponsored kepada Squidwored. "Kita perlu memastikan bahwa dia memahami apa yang kita butuhkan."
"Mungkin kita bisa menunjukkan beberapa contoh senjata modern yang kita ketahui," saran Squidwored.
"Dia bisa melihat dan mempelajari tentang teknologi senjata modern yang kita gunakan di dunia modern," sambungnya kemudian.
Sponsored dan Squidwored kemudian bertemu dengan pandai besi. Mereka menjelaskan kebutuhan mereka dan menunjukkan beberapa contoh dengan memberikan gambaran tentang senjata modern yang mereka inginkan.
Untungnya pandai besi tersebut dengan cepat memahami apa yang mereka butuhkan dan mulai merancang beberapa peralatan senjata dan perang yang sesuai permintaan keduanya.
Sementara itu, William bekerja sama dengan Sponsored dan Squidwored untuk mengajarkan mantra sihir yang mereka pelajari dari desa Unggu. William memiliki pengalaman dalam menggunakan mantra sihir dan merasa bahwa itu akan sangat membantu dalam perencanaan perang melawan kerajaan Couthel.
"Mari kita latihan mantra sihir ini," kata William kepada Sponsored dan Squidwored. "Kita perlu memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam perang memahami bagaimana menggunakan mantra ini."
__ADS_1
Sponsored dan Squidwored setuju dan mereka mulai melatih pasukan untuk menggunakan mantra sihir. Mereka menjelaskan bagaimana cara menggunakan mantra tersebut dan apa efek yang dapat dihasilkan.