
"Sekarang kalian akan merasakan kekuatan api yang menyala-nyala. Terbakar lah dalam nyala ini dan rasakan panasnya menyengat tubuhmu! Ignis Ardere!"
Dengan mantra ini, Putri Nania menciptakan lingkaran api yang menyelubungi William dan Rose, menyebabkan mereka terbakar dan merasakan rasa panas yang menyiksa.
"Dalam kegelapan ini, kalian akan terperangkap. Terjebak lah dalam kegelapan yang abadi, di mana tak ada cahaya yang menyinari jalanmu! Tenebrae Obligare!"
Putri Nania menggunakan mantra ini untuk menciptakan lingkaran kegelapan yang menutupi William dan Rose, menjebak mereka dalam kegelapan total dan menghilangkan segala kemampuan mereka untuk melihat atau bergerak.
"Bahkan pikiran kalian tidak akan menjadi tempat berlindung. Kegilaan akan menyelimuti pikiran kalian dan menghancurkan akal sehatmu! Insanitas Invadere!"
Dengan menggunakan mantra ini, Putri Nania menciptakan gelombang energi kegilaan yang mempengaruhi pikiran William dan Rose, membuat mereka terhanyut dalam kebingungan dan ketidakwarasan.
"Tubuh kalian akan menjadi beban yang tak terlupakan. Setiap gerakan akan terasa seperti beban berat yang tak mampu kalian angkat! Gravitas Opprimere!"
Putri Nania menggunakan mantra ini untuk mengurangi gravitasi di sekitar William dan Rose, menyebabkan mereka merasa berat dan terjebak, membuat setiap gerakan mereka menjadi lambat dan melelahkan.
"Kuasa sihirmu akan kubungkam. Setiap mantra yang kalian ucapkan akan menjadi hampa, tak berdaya! Silentium Vincula!"
Dengan mantra ini, Putri Nania menciptakan ikatan sihir yang menutup mulut William dan Rose, menyebabkan mereka tidak dapat mengucapkan mantra atau menggunakan kekuatan sihir mereka.
Dengan menggunakan mantra-mantra sihir ini, Putri Nania berusaha untuk mengendalikan William dan Rose, menekan keahlian sihir mereka sendiri dan membuat mereka terjebak dalam kekuasaannya. Namun, meskipun terkekang, William dan Rose tetap mencoba mencari cara untuk melawan dan melarikan diri dari penjara Putri Nania.
***
William, meskipun terjebak dalam tahanan yang kecil dan tidak nyaman, tidak kehilangan harapan untuk melawan dan melindungi dirinya dari serangan sihir Putri Nania. Dengan pengetahuan dan keahlian sihirnya, ia mencoba menemukan cara untuk menghindari serangan dan membalasnya dengan mantra sihir sendiri.
Dalam tahanan yang sempit dan terbatas, William berusaha merangkai mantra sihir dengan hati-hati, menggunakan kecerdikan dan pengetahuan yang dimilikinya untuk menangkap dan membelokkan serangan sihir Putri Nania. Meskipun keterbatasan fisik dan lingkungan yang tidak menguntungkan, dia fokus pada kekuatan sihirnya dan tekad untuk melindungi dirinya dan Rose.
"Sangkarkan ikatan, lawan serangan, tangkap energi yang dilancarkan! Contego Praesidium!"
__ADS_1
Dengan mantra ini, William mencoba menciptakan perisai magis untuk melindungi dirinya dan menghalau serangan sihir yang datang dari Putri Nania. Ia berusaha menangkap energi sihir yang dilancarkan olehnya dan mengarahkannya supaya kekuatan tersebut menjauh dari dirinya.
"Taklukkan cahaya jahat yang menyilaukan, balas dengan kekuatan cahaya suci yang bersinar! Lumen Aequilibrium!"
William menggunakan mantra ini untuk mengonversi energi gelap yang dilepaskan oleh Putri Nania menjadi cahaya yang suci dan membalas serangan dengan kekuatan positif yang bersinar. Ini bertujuan untuk meredam kekuatan gelap Putri Nania dan memberikan peluang untuk melarikan diri.
"Pautkan kekuatan alam, biarkan angin membawaku pergi, bebas dari penjara ini! Ventus Liberare!"
Dalam situasi terbatas, William mencoba memanfaatkan kekuatan alam dan memanggil angin untuk membantu dirinya melarikan diri dari tahanan yang sempit. Mantra ini bertujuan untuk menciptakan angin yang kuat untuk membuka jalan keluar.
Meskipun William berusaha keras untuk menghindar dan menangkap serangan sihir Putri Nania, ia harus menghadapi keterbatasan ruang gerak dan situasi yang tidak menguntungkan. Namun, tekadnya yang kuat dan keahlian sihirnya menjadi sumber kekuatan dalam upayanya untuk melawan dan mencari kesempatan untuk melarikan diri dari penjara yang membelenggunya.
Rose, meskipun tidak memiliki keahlian sihir yang sehebat Putri Nania karena keturunan raja Iblis, tetap berusaha untuk melawan dan melindungi dirinya dari serangan sihir yang dilancarkan oleh Putri Nania. Namun, pengaruh mantra sihir yang kuat dari Putri Nania membuatnya kesulitan untuk menahan dan menghindar dari serangan tersebut.
"Lindungi diriku, lawan serangan gelap, bukalah jalan terang yang membimbing! Lux Protego!"
"Hentikan kekuatan gelap yang menyerang, putuskan pengaruh sihir yang menyakitkan! Negatio Tenebrae!"
Dengan mantra ini, Rose berusaha untuk memutuskan pengaruh kekuatan gelap yang merasukinya dan menyebabkan rasa sakit. Namun, upayanya tidak berhasil dan serangan sihir terus mengenainya.
Meskipun berusaha dengan tekad yang kuat, Rose akhirnya merasa putus asa dan terjebak dalam situasi yang sulit. Berikut adalah contoh perkataan Rose yang mengungkapkan keputusasaannya:
"Aku berjuang sekuat tenaga, namun kekuatanku tidak sebanding dengan sihirnya. Aku merasa lemah dan tak berdaya."
"Bagaimana aku bisa melawan kekuatan seperti ini? Sihirku tidak mampu menandingi kegelapan yang merajalela dalam dirinya."
"Aku berharap bisa melindungi diri dan William, tapi aku gagal. Aku merasa tak berdaya dan tidak mampu menghentikan serangannya."
"Rasa sakit ini begitu menyiksa. Setiap serangan sihirnya membuatku semakin putus asa. Apa yang bisa aku lakukan?"
__ADS_1
Dalam upayanya untuk melawan sihir Putri Nania, Rose mencoba memanfaatkan pengetahuan terbatasnya tentang sihir dan kemauan kuatnya. Ia mencoba merangkai mantra sihir dengan segenap kekuatannya, berharap dapat melawan dan menghalangi serangan sihir yang ditujukan padanya.
Namun, pengaruh mantra sihir yang kuat dari Putri Nania membuat Rose kesulitan dalam melawan dan menahan serangan. Meskipun ia berusaha keras untuk melindungi dirinya, mantra sihir yang diberikan oleh Putri Nania mampu menembus pertahanannya dan menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan.
"Aku mencoba dengan segenap hati dan kekuatanku, tapi tak ada yang berhasil. Aku terjebak dalam lingkaran kekuatan sihirnya."
Rose putus asa dan merasa tidak berdaya dalam menghadapi sihir yang kuat dari Putri Nania. Meskipun berusaha dengan segala yang dia miliki, Rose merasa terjebak dan merasakan kelemahan serta keterbatasannya dalam melawan sihir yang ia hadapi.
"Arghhh... ini sakit sekali..."
Rose merasakan kekuatan sihir yang menyerang tubuhnya, menyebabkan rasa sakit yang melanda setiap serat sarafnya. Ia merintih dan merasakan tubuhnya melemah di bawah pengaruh mantra sihir yang kuat. Meskipun tekadnya untuk melawan tetap ada, Rose kesulitan menahan serangan dan menyadari kelemahannya dalam menghadapi Putri Nania yang memiliki kekuatan sihir yang lebih besar.
Perjuangan Rose yang berusaha untuk melawan dan melindungi dirinya dari serangan sihir Putri Nania, nyatanya tidak ada hasilnya. Meskipun berusaha dengan segala yang dia miliki, Rose akhirnya harus menghadapi kenyataan bahwa dia belum mampu mengatasi kekuatan sihir yang dimiliki oleh Putri Nania. Rasa sakit yang dia rasakan sebagai akibat dari serangan sihir tersebut membuatnya merasa lemah dan terjebak dalam situasi yang sulit.
***
Putri Nania, yang jahat dan penuh kebencian, merasa bahagia dan puas melihat Rose tersiksa akibat mantra sihir yang diucapkan olehnya. Ungkapan perasaannya mencerminkan kegembiraan jahat yang ia rasakan ketika melihat orang lain menderita dan tak berdaya di bawah pengaruh kekuatan sihirnya.
"Lihatlah betapa rapuhnya kalian! Rasa sakit yang kurasakan membawa kepuasan yang tiada tara!"
"Kalian tak berdaya di bawah kekuatan sihir ku. Rasa sakit yang kurasakan membuatku merasakan kejayaan ku yang tak terbendung!"
"Hahaha! Inilah balasanku atas usaha kalian untuk melawan. Rasa sakit yang kalian alami adalah bukti kelemahan kalian yang tak ada bandingannya!"
"Setiap jeritan kesakitan yang kalian lontarkan memberiku kepuasan yang begitu besar. Kekuasaan ku melampaui segalanya!"
"Kalian merasakan derita karena berani melawan. Ini hanya awal dari siksaan yang kuberikan. Kegelapan ku tak akan pernah berhenti!"
Putri Nania mengungkapkan kepuasan hatinya yang kejam dan kegembiraannya di saat dia melihat Rose menderita akibat mantra sihirnya. Dia menikmati saat-saat di mana dia merasa memiliki kekuatan yang tak terbendung dan orang lain terjerat dalam rasa sakit dan putus asa. Kejahatan dan kepuasan jahatnya tercermin dalam kata-kata dan tindakannya, menunjukkan sifat kejam dan tanpa belas kasihan yang dimilikinya.
__ADS_1