
Pesta penobatan Raja William di Kerajaan Couthel merupakan perayaan yang meriah dan penuh kegembiraan. Para petinggi kerajaan lain dan teman-teman Raja William memberikan ucapan selamat dan bergabung dalam merayakan kesuksesannya.
Pesta diadakan di Aula Kerajaan yang megah, yang dihiasi dengan kain-kain warna-warni, bunga-bunga indah, dan hiasan-hiasan perak dan emas.
Musik yang menggema dan tarian yang riang mengisi udara, menciptakan suasana yang ceria dan mengundang semua orang untuk berjoget dan bersenang-senang.
Para tamu terlihat berpakaian mewah dan gemerlap, mengenakan pakaian istana dengan perhiasan berkilauan.
Di tengah pesta, para petinggi kerajaan lain dan teman-teman Raja William memberikan ucapan selamat dan doa untuk keberhasilannya.
"Saya, Raja dari Kerajaan Den Merk, bersama dengan rakyatku, ingin memberikan ucapan selamat yang tulus kepada Raja William atas penobatannya sebagai penguasa baru Kerajaan Couthel. Semoga Anda memiliki pemerintahan yang makmur dan sukses, dan semoga persahabatan antara kerajaan kita terus berkembang."
Raja dari kerajaan Den Merk, tempat asalnya Rose dan Reimon, ikut datang dan mengucapkan selamat pada William.
Ratu Arthovia juga ikut datang dan ucapan selamat kepada William, yang baru saja dinobatkan sebagai Raja di kerajaan Couthel.
"Sebagai perwakilan dari Kerajaan Arthovia, kami ingin mengucapkan selamat atas penobatanmu, Raja William. Semoga hubungan antara dua kerajaan kita nanti semakin kuat dan saling menguntungkan. Kami berharap untuk masa depan yang penuh dengan kesuksesan dan kemakmuran."
Raja Valoria juga mengucapkan hal yang sama seperti yang diucapkan oleh raja dan ratu lainnya, yang ikut datang sebagai penghormatan dan pengakuan kedaulatan Raja William.
Mereka adalah para pemimpin kerajaan tetangga yang memberikan dukungan pada raja Shawighuno saat perang menghadapi Putri Nania dan Raja Iblis.
"William, kini engkau adalah Raja Couthel! Kami begitu bangga padamu dan percaya bahwa kepemimpinanmu akan membawa perubahan positif bagi kerajaan ini. Selamat dan semoga perjalananmu sebagai raja dipenuhi dengan kebahagiaan dan kejayaan."
__ADS_1
Si kembar sial, mengucapkan selamat atas penobatan temannya itu. Mereka berdua adalah teman William yang tahu bagaimana perjuangan William selama ini.
Akhirnya pesta dilanjutkan dengan perjamuan mewah, di mana hidangan-hidangan lezat disajikan kepada para tamu, termasuk hidangan khas Kerajaan Couthel dan makanan istana yang istimewa.
Akhirnya, tiba saatnya William memberikan pidato kebesarannya untuk pertama kalinya.
"Terima kasih kepada Anda semua yang sudah ikut hadir di pesta penobatan ini dan memberikan ucapan selamat serta doa-doa yang tulus. Saya sangat terharu dan berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah Anda berikan kepada saya dalam momen yang bersejarah ini.
Ucapan selamat dari Raja-raja, ratu-ratu serta utusan kerajaan lainnya, dan semua tamu yang hadir di sini hari ini sangat berarti bagi saya. Persahabatan dan kerjasama antara kerajaan-kerajaan kita adalah aset berharga yang ingin saya jaga dan perkuat.
Teman-teman saya, kata-kata selamat dan dukungan kalian benar-benar menghangatkan hati saya. Kalian telah bersama saya melalui perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. Hari ini, kemenangan ini adalah kemenangan kita semua.
Saya berjanji bahwa saya akan memimpin Kerajaan Couthel dengan integritas, keadilan, dan kebijaksanaan. Saya akan berupaya untuk menciptakan masyarakat yang makmur, harmonis, dan adil bagi seluruh rakyat Kerajaan Couthel.
Dalam tugas dan tanggung jawab ini, saya tidak akan berjalan sendiri. Saya membutuhkan kerja sama dan bantuan dari semua pihak untuk mewujudkan visi dan misi yang kita miliki. Bersama-sama, kita akan membawa Kerajaan Couthel menuju masa depan yang gemilang.
Sekali lagi, terima kasih kepada semua yang hadir di sini dan memberikan ucapan selamat kepada saya. Saya berharap bahwa kita akan memiliki hubungan yang erat dan saling mendukung dalam perjalanan ini. Mari kita jalin kerjasama yang kuat untuk mencapai kemajuan dan kebahagiaan bersama.
Terima kasih, dan mari kita merayakan keberhasilan ini bersama-sama!"
Di akhir pesta, Raja William memberikan pidato penghargaan kepada semua tamu yang hadir, menyampaikan terima kasih dan mengungkapkan harapannya untuk masa depan kerajaan yang lebih baik.
Pesta penobatan Raja William diwarnai oleh keceriaan, ucapan selamat, dan keramaian. Semua tamu, termasuk para petinggi kerajaan lain dan teman-teman dekat Raja William, turut merayakan dan mengungkapkan harapan mereka untuk masa depan yang sukses dan makmur bagi Kerajaan Couthel di bawah kepemimpinan barunya.
__ADS_1
****
Pesta dan perayaan penobatan William telah berakhir. Dia berdiam diri merencanakan sesuatu untuk Rose.
William merasa terhutang budi kepada Rose, gadis yang telah bersamanya sepanjang perjuangan mereka melawan Putri Nania. Dia merasa bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya dan melamar Rose untuk menjadi pasangannya dalam hidup.
Dalam keadaan termenung, William berpikir untuk memilih lokasi yang romantis untuk melamar Rose. Mungkin itu adalah taman bunga yang indah atau tempat khusus yang memiliki makna khusus bagi mereka berdua. Tempat tersebut seharusnya dihias dengan bunga-bunga agar suasananya menjadi lebih romantis.
William ingin menyiapkan sesuatu yang spesial untuk momen ini. Dia ingin menulis surat cinta yang ditulis dengan hati yang tulus, disertai dengan hadiah yang memiliki makna emosional bagi keduanya. Dia ingin menunjukkan betapa berharganya Rose baginya untuk kehidupannya.
Rencananya, William akan jujur untuk mengungkapkan perasaan, betapa ia mencintai Rose. Dia ingin berbagi tentang perjalanan mereka bersama, melewati masa-masa sulit dan menyebutkan bagaimana cintanya tumbuh selama perjuangan itu. Dia akan menekankan betapa pentingnya Rose dalam hidupnya dan betapa dia tidak dapat membayangkan masa depan tanpa kehadirannya.
"Rose, kamu harus tahu dan mendengar janjiku." William bergumam seorang diri, dengan semua rencana yang dilakukannya.
William akan membuat janji-janji kepada Rose untuk masa depan mereka. Dia berkomitmen untuk menjadi pasangan yang setia dan mendukungnya dalam segala hal. Dia akan berbicara tentang rencana mereka bersama, impian dan tujuan yang ingin mereka capai sebagai pasangan.
"Semoga saja, Rose mau menerima lamaranku. Aku ingin Rose tahu bahwa aku sudah siap menghabiskan sisa hidup bersamanya dan ingin memulai babak baru dalam hubungan kami."
"Rose, kamu harus terima aku."
Setelah memantapkan hati, William berjalan menuju ke arah kamar Rose yang ada di istana para wanita. Rose masih ada di istana kerajaan Couthel, tapi mereka terpisah antara istana pria dan wanita.
"T-api, kenapa aku gugup?" tanya William lirih.
__ADS_1
Dia merasakan rasa gugup dan cemas saat sudah berada di dekat istana wanita. "Aku teruskan untuk menemuinya atau tidak?" tanya William ragu.