The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Permohonan


__ADS_3

"Saya mau mengajak pemenangnya untuk segera menghadap sang raja, sir Plangtoon."


Utusan kerajaan Iblis langsung meminta pada sir Plangtoon untuk membawa William ke kerajaan Iblis. Tapi sepertinya sir Plangtoon merasa ragu karena William adalah murid baru di sekolah yang dia pimpin.


"Emhhh... Begini saja. William bisa Anda bawa, tapi harus ada yang mengawal dari sekolah sihir ini." Akhirnya setelah berpikir sejenak, sir Plangtoon akan mengawal William dan memberikan kepercayaan pengawalan tersebut kepada sir Crab.


Utusan kerajaan Iblis ikutan berpikir setelah permintaannya pada sir Plangtoon untuk membawa William ke kerajaan Iblis ada persyaratannya. Tapi setelah beberapa saat berpikir dan memaklumi situasi sir Plangtoon yang merasa ragu, karena William adalah murid baru di sekolah yang dia pimpin, dan dia merasa bertanggung jawab atas keselamatan murid-muridnya, utusan tersebut mengangguk.


"Baiklah. Siapa yang akan ikut?" tanya utusan tersebut tidak sabar.


Setelah berpikir sejenak, sir Plangtoon akhirnya memutuskan untuk mengawal William dan memberikan kepercayaan pengawalan tersebut kepada sir Crab, salah satu pengawal terbaik di kerajaannya.


"Saya akan meminta kepada sir Crab untuk mengawal William. Tapi saya harus berbicara dengan sir Crab terlebih dahulu."


Utusan tersebut mengganggu setuju dan memberikan waktu kepada sir Plangtoon untuk berbicara dengan sir Crab segera. "Cepatlah! aku tidak banyak waktu.


"Sir Crab, ada tugas yang harus kamu lakukan. Utusan kerajaan Iblis meminta agar William diantar ke kerajaan mereka. Aku merasa ragu karena William adalah murid baru di sekolah kita ini, tapi aku tahu kamu adalah salah satu guru terbaik di sekolah sihir Castello Bruxo kita. Apakah kamu bisa mengawalnya dengan aman ke kerajaan Iblis?" sir Plangtoon berharap agar sir Crab mau menerima tugas ini.


Sir Crab terdiam sejenak kemudian mengangguk pasti. "Tentu saja, sir Plangtoon. Saya siap untuk tugas ini. Saya akan mengawal William dengan sangat hati-hati dan pastikan ia selamat sampai di kerajaan Iblis, bahkan kembali ke sekolah ini dengan selamat juga."


"Sangat baik. Kamu bisa mengatur segala sesuatu yang menyangkut keperluanmu untuk segera berangkat dan memberikan keamanan yang diperlukan selama perjalanan. Pastikan William tetap aman dan jangan sampai ada yang terjadi padanya. Ini adalah tanggung jawab besar, jadi berhati-hatilah." Sir Plangtoon memberikan nasehat dan pesan-pesannya.


"Saya mengerti, sir Plangtoon. Saya akan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan berusaha yang terbaik untuk menjaga keamanan William."


Sir Plangtoon tersenyum tipis mendengar kesanggupan sir Crab. Dia berharap semuanya akan baik-baik saja.


"Baiklah, itu semua yang perlu dikatakan. Semoga perjalananmu lancar dan selamat kembali ke sekolah kita ini setelah tugasnya selesai."

__ADS_1


Sir Crab mengangguk pasti. "Terima kasih, sir Plangtoon. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menjalankan tugas ini."


"Aku akan memberikan kabar ini pada william supaya dia juga bisa segera bersiap-siap."


***


Saat sir Plangtoon memberitahu William, William merasa ragu. Dia meminta kepada Sir Plangtoon untuk membawa temannya karena dia tidak ingin sendirian berada di kerajaan Iblis yang sudah pernah dia tinggal di dan sangat menakutkan.


"William, saya harus memberitahumu bahwa ada permintaan dari utusan kerajaan Iblis untuk mengantarmu ke kerajaan mereka. Dia ingin keberangkatan ini disegerakan karena tidak ada waktu lagi." Sir Plangtoon berharap agar William patuh dan tidak merasa keberatan.


William tampak pucat. Meskipun sebenarnya dia sudah tahu bagaimana keadaannya jika memenangkan kompetisi mantra baru tersebut, dia pasti akan dibawa ke kerajaan tapi dia tetap saja merasa ketakutan.


"Tapi, saya merasa ragu untuk pergi sendirian ke kerajaan Iblis, Sir. Bisakah saya membawa teman saya bersama saya?" William mengajukan permohonan.


"Maaf William, tapi permintaan tersebut hanya untukmu saja. Kamu harus pergi sendirian. Bukan, bukan sendirian. Ada sir Crab yang akan menemanimu," ujar sir Plangtoon memberi tahu.


Sir Plangtoon merenung sejenak. "William, aku mengerti perasaanmu. Namun, ini adalah tugas yang sangat penting. Kamu harus pergi sendirian agar bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Dan, aku sudah memberikan kepercayaan pengawalan ke Sir Crab, salah satu guru terbaik di sekolah kita ini. Kamu tidak akan merasa kesepian, aman dan selamat."


Penjelasan yang diberikan oleh sir Plangtoon, sangat jelas untuk William. Tapi sisi hatinya yang lain tetap merasa khawatir. Itulah sebabnya, dia ingin mengajak temannya, terutama kedua temannya yang merupakan kembar sial.


"Tapi Sir, saya masih merasa ragu dan takut. Bolehkah saya mengajak Anthoni? Dia adalah salah satu peserta kompetisi, tapi dia juga saudara angkat saya."


"Sudahlah William, kamu harus percaya pada dirimu sendiri. Aku tahu kamu akan baik-baik saja dan bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Percayalah pada dirimu sendiri dan jangan takut. Ini adalah kesempatanmu untuk menunjukkan kemampuanmu."


Sepertinya sir Plangtoon tidak menerima alasan apapun yang disampaikan oleh William. Apalagi sir Plangtoon berpikir bahwa William merasa tidak enak hati dengan Anthoni, sehingga kepikiran untuk mengecek saudara ungkapnya itu.


William mengusulkan untuk membawa saudara angkatnya, Anthoni, bukan tanpa alasan. Dia tidak ingin melihat saudara angkatnya itu merasa terkecil hati atau diri hati dengan keberhasilannya.

__ADS_1


Akhirnya sir Plangtoon meminta kepada salah satu penjaga sekolah untuk memanggil Anthoni. Dia akan meminta kepada Anthoni sendiri, supaya ikut sama William.


Tapi ternyata Anthoni tidak mau ikut, dan meminta maaf. William diminta untuk membawa temannya si kembar sial. Tapi karena kembar sial itu tidak bisa berpisah, mereka berdua pasti harus ikut serta.


Anthoni tidak mau ikut karena merasa malu saat kalah bertanding dengan William. Dia tidak ingin dianggap sebagai seorang benalu atas kemenangan William. Dia tidak dendam, tapi ingin belajar lebih banyak lagi di sekolah.


"Hai, Anthoni. Aku harus pergi ke kerajaan Iblis karena ada tugas yang harus aku selesaikan di sana setelah memenangkan kompetisi, tapi kenapa kamu tidak mau ikut?" William bertanya karena merasa penasaran.


Anthoni menggeleng. "Maaf, aku tidak bisa ikut. Aku harus belajar lebih banyak lagi di sekolah. Oh ya, selamat atas kemenangan mu, William." Anthoni justru memberikan ucapan selamat pada saudara angkatnya.


"Kenapa, Anthoni? Aku berharap kamu bisa ikut bersama saya ke sana." William masih mencoba untuk merayu.


"Maaf, William. Aku masih merasa malu karena kalah bertanding denganmu. Aku takut dianggap sebagai seorang benalu atas kemenangan yang kamu raih. Aku tahu aku harus bangga dengan kemampuanmu, tapi aku tidak bisa mengatasi perasaan malu itu."


"Anthoni, tidak perlu merasa malu atau merasa rendah diri. Kamu adalah temanku dan saudara angkat ku. Kita sama-sama belajar dan tumbuh bersama. Aku tahu kamu memiliki kemampuan yang hebat dan akan terus berkembang. Jangan pernah merasa rendah diri atau tidak cukup baik karena kemampuanmu. Kamu pasti bisa mencapai hal-hal yang luar biasa. Dan, kemenangan ini hanyalah keberuntungan saja. Mungkin di lain kesempatan keberuntungan itu akan berpihak padamu."


William berusaha menenangkan dan membesarkan hati saudara angkatnya.


"Terima kasih, William. Aku menghargai kata-katamu. Aku memang ingin belajar lebih banyak lagi di sekolah agar bisa menjadi lebih baik. Aku tidak dendam pada kamu, tapi aku hanya merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Semoga kamu bisa menyelesaikan tugas dengan baik di sana dan kembali dengan selamat."


"Tentu saja, Anthoni. Hhhh... Aku akan selalu mendoakan agar kamu berhasil. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu membutuhkannya. Kita semua belajar dan tumbuh bersama."


Akhirnya William mengusulkan kepada sir Plangtoon untuk mengajak Sponsored dan Squidwored sebagai teman perjalanannya.


"Sir Plangtoon. Jika diperbolehkan, saya ingin mengajukan permohonan untuk mengajak Sponsored dan Squidwored saja. Apakah itu tidak menjadi masalah?"


Sir Plangtoon menyipitkan matanya mendengar permintaan William barusan.

__ADS_1


"Kembar sial itu?" tanyanya kemudian.


__ADS_2