
Sementara pasukan dilatih, pandai besi bekerja keras untuk merakit peralatan senjata dan perang yang dibutuhkan. Dia membuat senjata modern seperti senapan serbu, senapan mesin ringan, dan mortir. Dia juga membuat perlengkapan pelindung seperti helm dan baju besi yang akan melindungi prajurit kerajaan dari serangan musuh.
Sponsored dan Squidwored duduk bersama dengan pandai besi yang telah didatangkan. Mereka membuka beberapa gambar dan rancangan senjata perang yang telah mereka buat. Setelah beberapa saat, mereka mulai berdiskusi dengan pandai besi tentang bagaimana merealisasikan desain tersebut.
Sponsored mulai memberikan penjelasan. "Pak Pandai Besi, kami ingin membuat beberapa pedang baru yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Kami ingin pedang-pedang tersebut dirancang agar lebih kuat dan lebih tajam dari pedang biasa. Apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu kami?"
Pandai Besi mendengarkan perkataan dan penjelasan yang diberikan oleh Sponsored. "Saya bisa membuatkan pedang-pedang yang Anda inginkan. Namun, untuk membuatnya lebih kuat dan lebih tajam dari pedang biasa, saya akan memerlukan bahan-bahan khusus. Apa bahan yang ingin Anda gunakan untuk membuat pedang tersebut?"
"Kami telah memilih bahan-bahan yang tepat untuk membuat pedang-pedang ini. Kami ingin menggunakan logam yang kuat dan tahan lama untuk menjaga pedang tetap tajam dan awet. Kami juga ingin menambahkan beberapa perlengkapan lain seperti hulu yang dibuat dari tanduk naga untuk meningkatkan daya tariknya."
Pandai Besi mengangguk. "Saya melihat Anda sudah memiliki beberapa gambar dan rancangan yang sangat bagus. Tapi, untuk membuat pedang seperti yang Anda inginkan, saya akan memerlukan waktu yang cukup lama dan tentunya biaya yang tidak sedikit."
"Kerajaan Bhojong Noghoro siap membayar biaya yang diperlukan, Pak. Kami ingin pedang-pedang ini dibuat dengan sempurna, karena kita akan menggunakannya untuk perang yang akan datang."
"Baiklah, saya akan membuatkan pedang-pedang tersebut sebaik mungkin. Tapi, saya juga ingin menyarankan agar Anda membuat beberapa senjata lain seperti tombak dan perisai untuk melengkapi pasukan Anda. Senjata-senjata ini juga bisa membantu Anda dalam pertempuran."
Pandai besi tersebut memberikan usulan, sesuai dengan kebutuhan perang.
Squidwored menyetujui usulan tersebut. "Kami sepakat dengan saran Anda, Pak Pandai Besi. Kami juga ingin membuat beberapa senjata lain untuk melengkapi pasukan kami. Bisakah Anda membuat beberapa tombak dan perisai untuk kami?" tanyanya mamastikan.
__ADS_1
"Tentu saja, saya akan membuatkan senjata-senjata tersebut untuk Anda. Dalam beberapa minggu, semuanya akan siap dan bisa digunakan."
Setelah diskusi yang panjang, Sponsored dan Squidwored menyelesaikan rencana mereka dengan pandai besi. Mereka berjanji akan mengajukan pemberian bayaran yang cukup besar pada pihak kerajaan untuk pekerjaannya dan menunggu senjata-senjata yang dibuat dengan penuh kesabaran dan ketelitian.
Setelah beberapa minggu persiapan, pasukan kerajaan Bhojong Noghoro siap untuk melawan kerajaan Couthel. Mereka memiliki senjata modern dan perlengkapan pelindung yang akan melindungi mereka dari serangan musuh. Mereka juga telah dilatih untuk menggunakan mantra sihir yang akan membantu mereka dalam pertempuran.
***
Di lain tempat, sekolah sihir Castello Bruxo sedang dalam masalah. Sejak William dan kedua temannya pergi dari kerajaan iblis, raja iblis selalu memberikan tekanan dan intimidasi terhadap sekolah tersebut. Bahkan raja iblis seakan-akan menyetir semua kegiatan sekolah sihir Castello Bruxo, sehingga kegiatan sekolah tidak bisa bebas melakukan kreasi dengan ekperimen yang biasa mereka lakukan.
"Sudah beberapa waktu terakhir, raja iblis terus memantau setiap aktivitas di sekolah kita," keluh kepala sekolah Castello Bruxo, sir Plangtoon kepada para guru di ruang guru.
"Dia bahkan mengirimkan utusan untuk memeriksa catatan-catatan sekolah dan menyuruh kita untuk menghentikan beberapa eksperimen yang kita lakukan." Sir Plangtoon kembali melanjutkan kalimatnya.
"Kita seharusnya bebas untuk bereksperimen dan mencari cara baru dalam belajar sihir," sahut salah satu guru. "Ini sangat merugikan para murid kita dan akan menghambat kemajuan mereka."
"Saya setuju," ujar guru lainnya.
"Kita harus melakukan sesuatu untuk menarik perhatian raja iblis dan membuatnya mengerti bahwa sekolah kita tidak bisa beroperasi dengan cara yang terus-menerus dipantau dan dibatasi seperti ini."
__ADS_1
Kepala sekolah Castello Bruxo mengangguk, tapi dia juga mengatakan kekhawatirannya.
"Tapi kita harus tetap berhati-hati, kita tidak ingin menarik perhatian yang salah dari raja iblis dan berakhir dalam masalah yang lebih besar lagi. Saya pikir kita perlu mengadakan pertemuan dengan para ahli sihir dan merencanakan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah ini."
Para guru yang hadir sepakat dengan saran kepala sekolah dan segera merencanakan pertemuan dengan para ahli sihir. Mereka berharap bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah di Castello Bruxo dan memberikan kebebasan untuk sekolah mereka berinovasi dan mencari cara baru untuk belajar sihir.
Di sekolah sihir Castello Bruxo, ada dua anak ras manusia yang menjadi sorotan para guru dan siswa lainnya karena kemampuan dan bakat sihir mereka yang sangat besar.
Keduanya telah tumbuh besar dan selalu bersemangat dalam belajar sihir, seperti yang pernah dilakukan oleh William saat masih berada di sekolah sihir Castello Bruxo ini.
Anak pertama bernama Reimon, yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen air. Dia bisa dengan mudah membuat air keluar dari tanah, mengalir melalui udara, dan membentuknya menjadi berbagai bentuk yang diinginkannya. Bakat sihir Reimon yang luar biasa ini sudah terlihat sejak dia masih sangat muda, dan kini semakin berkembang seiring berjalannya waktu.
Anak kedua bernama Rose, adiknya Reimon. Ia memiliki kemampuan untuk memanipulasi kekuatan sihir dari benda-benda di sekitarnya. Dia bisa membuat benda-benda terbang dan bergerak sesuai keinginannya, bahkan bisa mengendalikan benda-benda besar seperti meja dan kursi. Bakat sihir Rose ini juga sudah terlihat sejak usia dini dan semakin berkembang seiring berjalannya waktu.
Para guru di Castello Bruxo sangat terkesan dengan kemampuan dan bakat sihir dari keduanya kakak beradik ini. Mereka selalu memberikan perhatian khusus kepada keduanya dalam pelajaran sihir dan membimbing mereka untuk mengembangkan kemampuan sihir mereka.
Para siswa di Castello Bruxo pun mengagumi dan terinspirasi oleh Reimon dan Rose, yang selalu bersemangat dalam belajar sihir dan tidak pernah ragu untuk mencoba hal baru.
"Kalian berdua adalah contoh yang baik bagi para siswa lainnya," kata salah satu guru.
__ADS_1
"Ya. Kalian juga menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan semangat yang tinggi, kita bisa mencapai kemampuan sihir yang luar biasa. Teruslah belajar dan berlatih, kalian pasti akan menjadi ahli sihir yang hebat di masa depan."
Sir Crab juga ikut memberikan pujian yang sama karena kekagumannya untuk kedua muridnya yang berasal dari ras manusia, sama seperti William yang kini tidak diketahui keberadaannya.