
Di tempatnya yang masih ada di jarak yang jauh dari Kerajaan Couthel, Raja Shawighuno bersama pasukannya telah bersiap-siap untuk datang menyerang. Mereka telah mengumpulkan segala kekuatan dan persiapan yang matang untuk membalas dendam atas perbuatan kejam Putri Nania dan para pengusaha Kerajaan Couthel.
Raja Shawighuno merasa marah dan muak dengan tindakan kejam Putri Nania yang menahan William dan Rose. Ia melihat penahanan mereka sebagai bukti keserakahan dan kejahatan yang memenuhi kerajaan Couthel. Rasa keadilan dan kemarahan membara di dalam dirinya, mendorongnya untuk bertindak dan mengakhiri tirani Putri Nania.
Raja Shawighuno, yang juga dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan kuat, telah mempersiapkan strategi yang matang untuk menyerang Kerajaan Couthel. Dia mengumpulkan pasukan terbaiknya, melatih mereka dengan ketat, dan mempersenjatai mereka dengan peralatan perang yang canggih. Dia merencanakan serangan yang efektif dan menyeluruh untuk menghancurkan kekuasaan Putri Nania dan memberikan keadilan bagi William, Rose, dan rakyat Couthel.
"Kita tidak bisa membiarkan Putri Nania bertindak sesuka hati! Kita akan membuat perhitungan dengannya dengan segera."
Sponsored dan Squidwored bahkan sudah menyatukan gigi-gigi mereka sedari tadi, saat melihat bagaimana keadaan William yang ada di dalam penjara. Mereka berdua melihatnya dari sebuah cermin yang sudah diberikan mantra-mantra sihir untuk menjadi cermin ajaib yang bisa melihat keadaan William.
"Kita cincang putri Nania, seandainya berhasil kita tangkap." Sponsored berkata lirih di dekat telinga saudara kembar sialnya.
"Hemmm... tanganku sudah sangat gatal ingin merobek mulutnya!" sahut Squidwored geram dengan perilaku Putri Nania yang sangat kejam.
Tidak hanya Raja Shawighuno yang marah, teman-teman dan sekutunya William juga bersemangat untuk membalas dendam. Mereka merasa terpanggil untuk membantu William dan Rose, serta mengakhiri kekejaman Putri Nania. Bersama-sama, mereka membentuk aliansi yang kuat dan menyatukan kekuatan mereka untuk melawan tirani dan keserakahan yang ada di Kerajaan Couthel.
"Rose. Seharusnya kamu tidak membantah nasehatku," guman Reimon menyesali keputusan adiknya yang nekad.
Dalam persiapan menuju pertempuran besar melawan Putri Nania dan kekuasaannya, Raja Shawighuno telah berhasil mengumpulkan prajurit dari kerajaan-kerajaan lain yang bersedia bergabung dengan kerajaan Bhojong Noghoro. Keberanian mereka yang datang bersama dengan tekad kuat untuk mengakhiri tirani Putri Nania telah menambah kekuatan bagi pasukan Raja Shawighuno.
Para prajurit yang datang dari kerajaan-kerajaan lain ini membawa pengalaman dan keahlian tempur yang beragam. Setiap individu membawa latar belakang unik mereka, tetapi semuanya bersatu dalam tujuan yang sama: menghancurkan kekuasaan kejam dan diktator Putri Nania, serta mengembalikan keadilan kepada rakyat Couthel yang tertindas.
"Kalian sudah siap semuanya?" tanya panglima perang kerajaan Bhojong Noghoro.
"Siap...."
__ADS_1
"Kami siap berperang membela kerajaan Bhojong Noghoro tercinta!"
Semangat prajurit-prajurit seakan-akan ikut terbakar mendengar pertanyaan dari panglima perang kerajaan Bhojong Noghoro yang menggetarkan jiwa patriotisme mereka.
Mereka adalah pejuang yang tangguh dan tak kenal takut, siap menghadapi segala tantangan yang mungkin muncul dalam pertempuran mendatang. Persiapan mereka sangat matang, dengan latihan intensif dan peningkatan kekuatan serta keterampilan tempur. Raja Shawighuno dan para pemimpin pasukan mengatur strategi dan taktik yang cermat untuk memaksimalkan kekuatan prajurit yang telah mereka kumpulkan.
Di kerajaan Bhojong Noghoro, semangat juang berkobar di antara pasukan yang berkumpul. Mereka merasa terhormat dapat bergabung dalam perjuangan melawan tirani. Setiap prajurit merasa yakin bahwa bersama-sama mereka akan membawa perubahan yang berarti dan mengembalikan kebebasan yang dirampas oleh Putri Nania.
Tentara-tentara ini membawa persatuan dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan kebiasaan. Namun, mereka menemukan persamaan dalam tekad mereka untuk mengakhiri penderitaan rakyat Couthel dan memulihkan perdamaian yang lama hilang. Kerajaan Bhojong Noghoro menjadi tempat di mana persatuan dan solidaritas tumbuh, dan ikatan di antara prajurit semakin kuat.
Situasi ini menciptakan ketegangan yang meningkat antara dua kerajaan. Raja Shawighuno dan pasukannya bersiap untuk melakukan serangan besar-besaran, sementara Putri Nania dan pengusaha Couthel menyadari ancaman yang mengintai mereka. Pertempuran yang akan datang dipenuhi dengan tekanan, intrik politik, dan hasrat untuk keadilan. Dalam pertempuran ini, kehidupan William dan Rose menjadi titik fokus, dan keberanian mereka menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang yang berjuang melawan tirani.
Drap drap drap...
Drap drap drap
Dalam perjalanan menuju pertempuran, para prajurit berkumpul untuk memeriksa senjata mereka, memperbaiki perisai mereka, dan melatih strategi tempur. Mereka berbagi pengalaman, tips, dan cerita yang memperkuat semangat dan persahabatan di antara mereka. Para pemimpin militer memberikan motivasi dan instruksi, memastikan bahwa pasukan Bhojong Noghoro siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi.
Semua ini menciptakan atmosfer yang penuh semangat, keberanian, dan keyakinan dalam pasukan yang telah berkumpul di kerajaan Bhojong Noghoro. Mereka bersama-sama menghadapi tantangan besar, dengan harapan bahwa kekuatan persatuan dan tekad mereka akan mengatasi segala rintangan yang mungkin muncul selama pertempuran.
Di tengah kegembiraan dan antisipasi akan pertempuran yang akan datang, Raja Shawighuno dan pasukan-pasukannya bersiap dengan semua rencana dan strategi mereka yang sudah diperhitungkan dengan matang.
Apakah Raja Shawighuno akan berhasil mengalahkan Putri Nania dan membawa keadilan bagi William dan Rose? Atau apakah Putri Nania akan menggunakan segala kekuatannya untuk melawan serangan itu?
Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sementara situasi semakin memanas di antara dua kerajaan yang berkonflik.
__ADS_1
***
"Maju..."
"Serang!"
Perang besar antara kerajaan Bhojong Noghoro dan kerajaan Couthel akhirnya pecah. Di medan perang yang luas, prajurit dari kedua kerajaan bersiap untuk bertempur dengan keberanian dan tekad yang tinggi.
Pasukan Bhojong Noghoro melancarkan serangan terhadap pasukan Couthel di medan terbuka. Ribuan prajurit saling berhadapan dalam barisan yang rapat. Derap langkah kaki, sorakan perang, dan bunyi senjata memenuhi udara saat pertempuran dimulai. Banyak pasukan yang bertempur dengan keahlian dan disiplin yang tinggi, sementara semangat juang yang meluap membara di antara mereka
Sliinggg bom
Drap drap drap
Srak cras bug
Trang slep brukkk
Mereka akan berdiri di atas medan perang yang dipenuhi dengan debu dan asap dari peledakan senjata dan api yang berkobar di sekitar mereka. Mereka saling menatap dengan tajam, mempelajari setiap gerakan lawan mereka dan mencari celah untuk menyerang.
Trang slep trang
Srekk tag slep
Pertarungan antara kedua panglima perang dimulai dengan serangkaian gerakan cepat dan berbahaya, seperti serangan dan blokade yang saling bertubi-tubi. Kedua panglima perang mencoba untuk menemukan kelemahan lawan mereka dan mengambil keuntungan dari setiap kesempatan yang ada.
__ADS_1
Penahan terhadap William dan Rose telah memicu api dendam yang membakar dalam diri mereka semua. Mereka seakan-akan ikut merasakan rasa sakit dan nyeri atas penderitaan yang dialami oleh William serta Rose, ketika mereka mendapatkan siksaan demi siksaan dari Putri Nania di dalam tahanan kerajaan Couthel sana.