The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
William Bernegosiasi


__ADS_3

Perang yang sedang berkecamuk antara kerajaan Bhojong Noghoro dan kerajaan Couthel telah menimbulkan kehancuran dan penderitaan bagi rakyat kedua belah pihak.


William duduk di ruangan kerajaan, menunggu Raja Shawighuno. Ketika Raja Shawighuno tiba, William bangkit dan memberikan hormat. Raja Shawighuno duduk di takhta dan menatap William dengan tajam.


"Ada apa yang ingin kamu bicarakan dengan saya, William?" tanya Raja Shawighuno dengan suara rendah.


William menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab. "Saya ingin melakukan negosiasi dengan Putri Nania dan raja iblis dari kerajaan Couthel untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung."


Raja Shawighuno menatap William dengan tatapan tajam. "Negosiasi? Apa yang membuatmu berpikir bahwa Putri Nania dan raja iblis akan mau bernegosiasi denganmu?"


"Saya percaya bahwa mereka juga ingin mengakhiri perang ini, Raja. Saya ingin berbicara dengan mereka dan mencari solusi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak," jawab William dengan tekad.


Raja Shawighuno menggelengkan kepala. "Saya tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja dan menempatkan nyawa dan keamananmu dalam bahaya. Kami tidak tahu apa yang mereka rencanakan. Mereka bisa saja menangkapmu dan membuatmu sebagai tawanan perang."


William, dari pihak kerajaan Bhojong Noghoro, merasa bahwa ini adalah saat yang tepat untuk melakukan negosiasi dengan Putri Nania dan raja iblis dari kerajaan Couthel untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan ini. Namun, raja Shawighuno justru tidak memberikan izin untuk melakukan negosiasi dengan pihak lawan.


Untuk menghentikan perang, William berpikir bahwa dia akan berunding dengan Putri Nania dan raja iblis. Dia akan melakukan apa saja asal perang bisa berhenti. Dia tidak mau kerusakan semakin besar dan rakyat menderita. Tapi nyatanya raja Shawighuno tidak memberikan ijinnya pada William, yang ingin bernegosiasi dengan pihak kerajaan Couthel. Padahal William bertujuan baik demi rakyat Bhojong Noghoro juga.


"Raja, saya mengerti risiko yang saya hadapi. Tapi ini adalah kesempatan untuk mengakhiri perang dan menyelamatkan nyawa banyak orang. Saya meminta izin Anda untuk melakukan negosiasi ini," pinta William dengan tegas.


Raja Shawighuno mengangkat tangannya dan memberi isyarat untuk diam. Dia berpikir sejenak sebelum berkata, "Baiklah, William. Aku akan memberimu izin untuk melakukan negosiasi dengan Putri Nania dan raja iblis. Tapi kamu harus berjanji untuk berhati-hati dan tidak mengambil risiko yang berlebihan."


William merasa lega mendengar keputusan Raja Shawighuno. Dia memberikan hormat dan berkata, "Terima kasih, Raja. Saya tidak akan mengecewakan kepercayaan Anda."


Untuk pergi dengan tujuan negosiasi dengan Putri Nania dan Raja Iblis, William segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke kerajaan Couthel. Dia membawa beberapa prajurit sebagai pengawalnya dan membawa surat yang berisi niat baiknya dari Raja Shawighuno.

__ADS_1


"Hati-hati, Wililam."


Raja Shawighuno memberikan beberapa pesan dan nasehat pada William, sebelum pergi untuk berunding dengan Putri Nania dan Raja Iblis.


Setelah beberapa hari perjalanan yang melelahkan, mereka tiba di istana Couthel.


William yang telah melakukan perjalanan jauh dengan tujuan untuk menghentikan perang, mendapati bahwa niat baiknya disalahartikan oleh Putri Nania dan Raja Iblis dari kerajaan Couthel. Mereka menganggap tawaran negosiasi William sebagai tanda kekalahan dan penyerahan dari Kerajaan Bhojong Noghoro.


Putri Nania dan Raja Iblis mengadakan pertemuan dengan William di istana Couthel. Putri Nania yang dikenal dengan segala tipu daya dan kekuatan sihir serta pandai dalam memimpin negara, duduk di atas singgasana sambil melihat William dengan tatapan tajam.


"Pangeran William, kami terkejut dengan tawaran negosiasi Anda. Kami tidak menyangka bahwa Kerajaan Bhojong Noghoro akan menyerah dan tunduk kepada Kerajaan Couthel," ujar Putri Nania dengan suara lantang.


William menggelengkan kepala, "Tidak, Putri Nania. Kami tidak menyerah dan tidak ada niat untuk menyerah. Kami hanya ingin mengakhiri perang yang tidak menguntungkan kedua belah pihak. Kami percaya bahwa dengan negosiasi, kami bisa mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak."


Raja Iblis, yang duduk di samping Putri Nania, tertawa sinis dan berkata, "Solusi yang menguntungkan kedua belah pihak? Apakah kamu berpikir bahwa kami akan menyerahkan wilayah kami dan menjadikan Kerajaan Bhojong Noghoro sebagai penguasa? Jangan bermimpi kamu, William!"


Putri Nania terdiam sejenak sebelum berkata, "Kami akan mempertimbangkan tawaran negosiasi Anda, Pangeran William. Tapi Anda harus tahu bahwa kami tidak akan menyerah dan tidak akan mengorbankan kepentingan Kerajaan Couthel untuk mencapai perdamaian."


William mengangguk mengerti dan berkata, "Saya mengerti itu, Putri Nania. Saya tidak akan meminta Anda untuk menyerah atau mengorbankan kepentingan Kerajaan Couthel. Saya hanya ingin mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak."


Setelah percakapan singkat, Putri Nania dan Raja Iblis meninggalkan ruangan, meninggalkan William dan pengawalnya di sana. William merasa sedikit kecewa karena reaksi Putri Nania dan Raja Iblis. Namun, dia tidak putus asa dan bertekad untuk mencari solusi untuk mengakhiri perang.


Setelah beberapa hari, William diberitahu oleh pengawalnya bahwa Putri Nania dan Raja Iblis ingin bertemu dengannya kembali. Dia segera menuju istana dan duduk dengan tenang menunggu mereka berdua datang.


Putri Nania memang merasa tertarik dengan sosok William sejak awal. Namun, keinginannya untuk mendapatkan cinta William semakin kuat setelah mereka bertemu kembali. Putri Nania mulai menggunakan segala cara untuk mempengaruhi William agar mau menyerah dan mengikuti keinginannya.

__ADS_1


"Saya sudah berpikir tentang tawaran negosiasi Anda, Pangeran William. Namun, saya harus memberitahu Anda bahwa Kerajaan Couthel tidak akan mengorbankan kepentingannya untuk mencapai perdamaian," ucap Putri Nania dengan suara tegas.


William mengangguk dan menjawab, "Saya mengerti itu, Putri Nania. Tapi saya yakin kita bisa mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa harus mengorbankan kepentingan masing-masing."


Putri Nania tersenyum sinis dan berkata, "Anda tidak mengerti keadaan sebenarnya, Pangeran William. Saya memahami keadaan lebih baik dari Anda. Jika Anda tidak mau menyerah, maka saya harus menggunakan cara lain untuk memaksa Anda."


Putri Nania yang awalnya sudah tertarik dengan sosok William, kini semakin tergila-gila dengan William. Dia ingin mendapatkan cinta William, sehingga berlaku kejam dengan memberikan tekanan agar William menyerah saja.


William merasa terkejut dan bingung dengan perkataan Putri Nania. Dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Putri Nania dengan "cara lain" yang dikatakannya tadi.


Putri Nania melanjutkan, "Saya sangat tertarik dengan Anda, Pangeran William. Saya ingin Anda menjadi bagian dari Kerajaan Couthel, sebagai Pangeran Consort saya. Jika Anda mau menyerah dan bergabung dengan Kerajaan Couthel, maka saya akan memberikan segalanya untuk Anda. Kekuasaan, kekayaan, dan tentu saja, cintaku."


William terkejut dengan penawaran yang diajukan oleh Putri Nania. Dia merasa kebingungan dan tidak tahu harus berkata apa.


"Putri Nania, saya menghargai tawaran Anda, tapi saya tidak bisa menerima itu. Saya sudah memiliki tanggung jawab pada rakyat Bhojong Noghoro dan tidak bisa meninggalkan mereka," ucap William dengan tegas.


Putri Nania merasa kesal dengan jawaban William. Dia merasa kecewa karena tidak bisa mendapatkan cintanya. Dia memutuskan untuk meninggalkan ruangan dengan marah.


"Tapi kamu adalah pangeran William, yang sebenarnya berasal dari kerajaan Couthel ini!"


William merasa sedih dan kecewa dengan situasi ini. Dia tahu bahwa tawarannya untuk menghentikan perang tidak akan mudah. Dia merasa tertekan dengan tekanan yang diberikan oleh Putri Nania dan Raja Iblis. Namun, dia masih bertekad untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa harus mengorbankan kepentingan masing-masing.


Putri Nania yang sudah dikuasai emosi justru menyerang William secara tiba-tiba, membuat William terluka karena tidak siap dengan serangan mendadak dari putri Nania.


Siuuttt...

__ADS_1


Brakkk


__ADS_2