
Dalam dunia yang dipenuhi dengan keajaiban dan sihir, terjadi konflik antara dua kerajaan yang bertikai, Couthel dan Bhojong Noghoro.
Di tengah konflik ini, terjalinlah kisah cinta antara William, seorang pemuda yang sebenarnya adalah pangeran dari kerajaan Couthel sendiri, dan Rose, seorang gadis yang dengan setia mencintainya. Namun, nasib buruk menghampiri mereka saat mereka justru menjadi tahanan Putri Nania, seorang gadis jahat yang memiliki kekuatan iblis sejak kecil dan menguasai kerajaan Couthel karena sebuah perjanjian.
Kerajaan Couthel, yang dipimpin oleh Raja yang rakus dan egois akhirnya berambisi untuk bisa mendapatkan seorang putri. Hal ini membuat permaisuri justru melakukan perjanjian gaib dengan iblis sehingga bayinya harus tertukar.
Sang pangeran yang sebenarnya, yaitu William, justru lahir di wilayah kerajaan Iblis. Namun, ia tumbuh dalam rahasia karena terancam oleh kekuatan iblis yang mengincar kekuatan rahasia yang ada dalam dirinya.
Sejak kecil, William telah mendapatkan pelatihan dalam ilmu sihir yang kuat, setelah diambil sebagai anak angkat dari Jonathan dan Samanta agar ia bisa mengendalikan kekuatan yang ada dalam dirinya.
Di sisi lain, kerajaan Bhojong Noghoro, yang dipimpin oleh Raja Shawighuno memiliki pandangan yang berbeda tentang kekuatan sihir dan menganggapnya sebagai ancaman bagi perdamaian dan keseimbangan.
Konflik antara Couthel dan Bhojong Noghoro bermula ketika Couthel mencoba untuk memperluas wilayahnya dengan memanfaatkan kekuatan sihir. Apalagi kerajaan Bhojong Noghoro dianggap telah menyembunyikan fakta tentang keberadaan William dan kedua temannya, si kembar sial yang saat itu menjadi buruan raja iblis.
Ini menimbulkan kekhawatiran di kerajaan Bhojong Noghoro, yang menganggap Couthel sebagai ancaman yang harus dihadapi. Untuk menghindari pertumpahan darah, Raja Shawighuno akhirnya berperang. Tapi setelah sekian lama tidak ada titik terang dengan kemenangan maka William berinisiatif sebagai utusan perundingan untuk mencari solusi damai.
William mengemban misi penting ini dengan harapan bisa membangun jembatan perdamaian antara kedua kerajaan.
Namun, ketika tiba di kerajaan Couthel, Putri Nania, yang dikenal karena kekejaman dan ambisinya yang tak terkendali, mengetahui identitas sebenarnya William sebagai pangeran Couthel. Dengan menggunakan ilmu sihir yang kuat, Putri Nania menangkap William, kemudian memenjarakannya di dalam istana yang gelap dan terkesan angker.
Setelah beberapa saat kemudian, Rose justru datang menyusul William ke kerajaan Couthel. Putri Nania juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan akhirnya menahan Rose juga.
__ADS_1
Putri Nania tidak mau jika keduanya tenang dan nyaman menjadi tahanannya. Apalagi dia juga sudah tahu jika kerajaan Bhojong Noghoro bersiap untuk menyerangnya lagi dengan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan yang kemarin-kemarin. Itulah sebabnya, putri Nania kesal pada William dan Rose sebagai pelampiasan.
Dalam penahanannya, William dan Rose merasakan siksaan dan penyiksaan yang tak terhitung jumlahnya. Putri Nania menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuat kehidupan mereka menjadi neraka. Mereka ditahan di ruang gelap yang dingin dan lembab, di mana jeritan dan tangisan orang-orang yang pernah menjadi korban Putri Nania terdengar samar-samar.
"Kamu, William, yang selama ini aku anggap sebagai saudara kembar yang terpisah, sekarang kau hanyalah musuh yang harus aku hancurkan. Kekuatan iblisku akan menelan mu, meremukkan wujudmu."
Situasi di kerajaan Couthel semakin tegang setelah Putri Nania mengetahui rencana kerajaan Bhojong Noghoro untuk menyerangnya lagi dengan kekuatan yang lebih besar. Rasa marah dan takut mencengkeram hati Putri Nania, dan ia mencari pelampiasan untuk emosinya. William dan Rose, sebagai tahanannya, menjadi sasaran kekesalan dan amarahnya.
Putri Nania dengan kejam memanfaatkan kekuatannya untuk menguji batas daya tahan William dan Rose. Mereka dipaksa melakukan pekerjaan berat, seperti membersihkan istana, mengangkut beban berat, atau dihukum dengan kutukan sihir yang menyebabkan rasa sakit tak terbayangkan.
"Kalian berdua adalah tikus yang terperangkap di sarang ku. Kekuatan iblis dalam diriku akan meremukkan kalian seperti serpihan-serpihan debu. Hahaha..."
Putri Nania menikmati pemandangan dengan melihat mereka menderita dan menginginkan mereka hancur secara fisik dan emosional.
"Kalian berdua adalah pengkhianat yang menyamar sebagai pelayan cinta. Aku akan menghancurkan cinta kalian dan menjadikan kalian puing-puing kesedihan dan keputusasaan."
Namun, di tengah siksaan dan kesulitan yang mereka alami, William dan Rose tetap tegar. Cinta mereka satu sama lain menjadi sumber kekuatan dan harapan dalam situasi yang putus asa ini. Mereka saling mendukung dan berjanji untuk tetap kuat, meskipun tanpa harus diucapkan serta berusaha mencari peluang untuk melarikan diri dari penjara mereka dan menghadapi Putri Nania.
"Rose, kau pikir cinta akan melindungi mu? Cuihhh! Cinta hanya akan menjadi alatku untuk melihatmu menderita. Kau akan menyesali telah jatuh cinta padanya. Hahaha..."
"Apakah kalian berdua berharap mendapat belas kasihan dariku? Tidak ada belas kasihan untukmu, hanya siksaan yang tak berujung."
__ADS_1
"Dalam kegelapan ini, kalian tidak akan melihat cahaya lagi. Kekuatan iblisku akan menguasai dan memadamkan setiap harapan yang kalian miliki."
William dan Rose menyadari bahwa mereka tidak bisa terus menderita dalam tahanan Putri Nania. Mereka harus menemukan cara untuk melawan dan melarikan diri agar dapat memperingatkan kerajaan Bhojong Noghoro tentang rencana jahat Putri Nania. Mereka memanfaatkan pengetahuan dan kecerdikan mereka untuk mengembangkan rencana melarikan diri yang berani.
"Kalian pikir dengan melarikan diri, kalian bisa menghindari takdir yang telah aku atur sedemikian rupa? Sialan, kalian tidak akan pernah lolos dariku."
"Ketahuilah, kalian hanyalah boneka dalam permainanku yang sadis. Kalian tidak memiliki harapan untuk keluar dari penjara ini, kecuali dengan kematian."
Putri Nania melihat semua yang dilakukan oleh Wililam dan Rose. Dia tahu semuanya!
Meskipun William dan Rose sudah hati-hati, saat mereka mulai mengumpulkan informasi tentang istana dan kekuatan Putri Nania. Mereka berusaha mengidentifikasi kelemahan dan celah dalam sistem penjara yang dijaga ketat. Selain itu, mereka menjalin persekutuan dengan tahanan lain yang ingin melawan tirani Putri Nania, yang menyediakan bantuan dan dukungan dalam upaya melarikan diri.
Tapi sepertinya semua sia-sia.
"Kalian merasa mencintai? Cinta hanya akan menjadi racun yang membakar jiwamu. Kalian akan merasakan penderitaan yang mendalam karena cinta kalian."
Sifat jahat dan kejam Putri Nania serta niatnya untuk menghancurkan William dan Rose secara fisik dan emosional, telah dilakukan selama mereka ada di dalam penjara dan pengawasan dirinya secara langsung.
Meskipun William dan Rose berhati-hati saat mulai pengamatan dan pengumpulan informasi yang cermat, William dan Rose tidak bisa menemukan kelemahan dalam pertahanan istana. Mereka tidak akan bisa mengetahui apapun yang menjadi rahasia putri Nania dan kerajaan Couthel.
Semua telah dirancang khusus sedemikian rupa sehingga tidak bisa ditembus oleh kekuatan apapun kecuali Putri Nania sendiri.
__ADS_1
William dan Rose kembali akhirnya terus menerus mendapatkan siksaan dengan ilmu sihir yang diucapkan Putri Nania. Dia telah merasakan cemburu dan kesakitan rasa cinta sehingga lebih kejam lagi.