
"Hai, apa yang kamu lakukan di sini?"
Seseorang sedang menegur segerombolan orang, yang berduyun-duyun meninggalkan perkampungan mereka. Ada banyak barang yang mereka aku menggunakan hewan-hewan peliharaan mereka dan juga kereta-kereta dorong.
Ada anak-anak dan juga wanita, yang berada di dalam kereta kereta tersebut.
"Sama seperti kamu, aku juga memikirkan banyak hal, terutama untuk pindah dari sini."
"Oh, benarkah? Mengapa kamu ingin pindah dari sini? aku juga sedang berpikir demikian, tapi aku belum menemukan kelompok yang bisa aku ajak pergi."
"Kamu boleh bergabung, karena kita sebagai laki-laki harus melindungi mereka yang lemah terutama anak-anak kecil dan para wanita."
"Ya. Kamu mendengar tentang pembantaian massal yang terjadi di lapangan kerajaan? Semua pejabat kerajaan yang tidak patuh pada perintah Putri Nania disiksa dan dibunuh di depan umum. Itu sangat mengerikan! Dan aku ingin sekali meninggalkan kerajaan ini."
"Ya, aku mendengar tentang itu. Tapi, itulah alasan untuk meninggalkan kerajaan ini."
"Tentu saja. Saya tidak merasa aman tinggal di sini lagi. Saya takut bisa menjadi target berikutnya. Saya juga merasa tidak nyaman dengan semua perubahan yang dilakukan oleh Putri Nania. Dia memperketat aturan-aturan dan membuat hidup kita semakin sulit."
"Tapi bagaimana dengan keluarga dan teman-teman kita yang masih tinggal di sini? Apa yang akan terjadi pada mereka jika kita semua pergi?"
"Saya tahu itu sulit, tapi saya pikir kita tidak punya pilihan. Kita perlu memikirkan keselamatan kita sendiri terlebih dahulu. Selain itu, saya yakin banyak orang lain yang juga akan pindah. Mungkin kerajaan lain yang lebih baik menunggu kita di tempat baru."
"Hmm, saya memahami apa yang kamu maksud. Mungkin kamu benar. Kita perlu memikirkan masa depan kita dan mencari tempat yang lebih aman untuk tinggal.
__ADS_1
"Ya, tepat sekali. Kita harus melakukan apa yang terbaik untuk diri kita sendiri dan keluarga kita. Apa kamu tertarik untuk mencari tahu kerajaan lain atau wilayah lainnya, yang mungkin bisa menjadi tempat tinggal baru kita?"
"Tentu saja. Saya setuju. Kita harus memikirkan masa depan kita dan keluarga kita. Bagaimana seharusnya melanjutkan perjalanan dan kehidupan kita."
"Bagus, aku akan mencari tahu lebih banyak tentang kerajaan lain dan melihat apakah ada tempat yang lebih baik untuk kita tinggal. Kita bisa saling berbagi informasi nanti."
Perbincangan mereka akhirnya berlanjut dalam perjalanan menuju ke tempat baru, mencari kehidupan yang lebih baik daripada di kerajaan Couthel.
Pembantaian massal dan siksaan yang terjadi di kerajaan Couthel menjadi tragedi kemanusiaan yang tidak bisa diabaikan. Keberanian Putri Nania dalam memberikan perintah tersebut memang patut dipertanyakan oleh semua rakyatnya.
Konsekuensi dari tindakan tersebut tidak hanya melukai dan membunuh ratusan atau bahkan ribuan pejabat kerajaan, tetapi juga merusak kepercayaan rakyat pada pemerintahannya yang ekstrim.
Migrasi yang terjadi di kerajaan Couthel adalah reaksi yang wajar dari rakyat yang merasa takut dan khawatir akan keselamatan mereka sendiri. Pada saat yang sama, migrasi tersebut juga menjadi tantangan bagi putri Nania, yang memimpin kerajaan Couthel untuk menyatakan bahwa kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan keinginan rakyat.
Kerajaan Couthel adalah sebuah kerajaan yang terletak di ujung timur benua. Pada awalnya, kerajaan ini dikenal sebagai kerajaan yang makmur dan damai, yang dipimpin oleh raja yang bijaksana dan adil. Namun, setelah kematian raja dan keluarganya, putrinya Nania yang masih kecil mengambil alih kepemimpinan kerajaan dan mulai melakukan berbagai perubahan yang kontroversial.
Semua petinggi kerajaan yang dulu mengangkatnya juga sudah tidak ada semua. Mereka mati satu persatu, dengan alasan yang tidak jelas.
Keputusan terakhir Putri Nania untuk melakukan pembantaian massal terhadap pejabat kerajaan yang tidak tunduk pada perintahnya merupakan keputusan yang paling kontroversial dari semua kebijakan yang pernah ia ambil. Tujuan dari keputusan tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa ia tidak akan mentolerir ketidakpatuhan dan bahwa ia memiliki kekuatan untuk menghukum siapa pun yang tidak patuh.
Sangat kejam dan otoriter.
Namun, tindakan Putri Nania justru berbalik melawan dirinya. Tidak hanya pejabat kerajaan yang disiksa dan dibunuh, tetapi juga para pengikut mereka yang menentang perintah Putri Nania. Seiring berjalannya waktu, kebijakan Putri Nania semakin memperburuk kondisi kerajaan Couthel. Banyak orang yang kehilangan kepercayaan pada pemerintahannya, dan migrasi massal ke kerajaan lain menjadi semakin umum.
__ADS_1
Situasi di kerajaan Couthel semakin mencekam setelah rencana migrasi rakyat terungkap. Putri Nania, yang sangat khawatir bahwa situasi ini akan merusak citra kerajaannya, memutuskan untuk mengambil tindakan drastis untuk mencegah para rakyatnya meninggalkan wilayah kerajaannya.
Dia mengumpulkan seluruh kekuatan hewan beracun miliknya dan menyebarkan mereka di seluruh wilayah kerajaan untuk mencegah rakyatnya meninggalkan wilayah tersebut.
"Bunuh siapa saja yang kamu temukan di daerah perbatasan jangan sampai ada satu orang pun yang meninggalkan wilayah kerajaan Couthel!"
Putri Nania melepaskan semua hewan-hewan beracun yang dia miliki, untuk menjadi pasukan prajuritnya.
Kondisi di kerajaan Couthel menjadi sangat tegang dan tidak aman bagi para rakyatnya. Hewan-hewan beracun, seperti ular, laba-laba, dan kalajengking, berkeliaran di sekitar jalan-jalan dan tempat umum, membuat para rakyat merasa takut dan tidak nyaman. Mereka tidak berani keluar rumah, kecuali untuk mencari makanan dan air, karena takut diserang oleh hewan-hewan beracun itu.
Kondisi ekonomi kerajaan juga semakin buruk karena rakyat tidak berani keluar dari rumah untuk bekerja. Banyak toko dan bisnis tutup karena kurangnya pelanggan, dan banyak pekerja kehilangan pekerjaan mereka. Keadaan ini semakin memperburuk situasi kerajaan Couthel yang sudah menderita akibat kebijakan Putri Nania yang otoriter.
Sementara itu, Putri Nania tetap bersikeras pada keputusannya untuk tidak membiarkan para rakyatnya pergi. Apalagi dia sedang mempromosikan citra kerajaannya yang damai dan sejahtera ke negara-negara lain, sementara rakyatnya terjebak dalam situasi yang mencekam dan tidak aman.
Ini membuat para rakyat semakin tidak puas dengan pemerintahan Putri Nania, dan semakin banyak yang merasa bahwa migrasi adalah satu-satunya pilihan mereka.
Dalam keadaan ini, terjadi ketidakstabilan di kerajaan Couthel. Para rakyat semakin tidak bahagia dengan kebijakan Putri Nania dan semakin memilih untuk meninggalkan kerajaannya. Namun, dengan kekuatan hewan beracun yang menyebar di seluruh wilayah kerajaan, mereka merasa sulit untuk melakukannya. Situasi di kerajaan Couthel semakin sulit dan tidak aman, dan tampaknya tidak ada jalan keluar yang mudah bagi para rakyatnya.
"Bagaimana caranya kita pergi? kamu lihat, siapapun yang berniat pergi dan keluar dari rumah justru langsung mati!"
"Ya, sebenernya siapa Putri Nania? kenapa dia bisa sekejam itu ya?"
"Kelakuan dan sifatnya benar-benar tidak mencerminkan sikap dan perilaku orang-orang keturunan kerajaan Couthel!"
__ADS_1
"Atau jangan-jangan..."
Rakyat yang masih tersisa di wilayah kerajaan Couthel, justru memiliki pemikiran dan kecurigaan terhadap putri Nania.