The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Tidak Percaya


__ADS_3

Di kerajaan Couthel, Putri Nania dibuat penasaran dengan sosok William yang diceritakan oleh raja Iblis. Dia tidak percaya jika ada ras manusia yang hebat secara alami tanpa belajar terlebih dahulu. Apalagi tentang sihir yang tidak semua bisa mempelajarinya dengan mudah.


Putri Nania berpikir bahwa raja iblis hanya membual untuk mengejeknya karena tidak pernah mau belajar sebagaimana mestinya seorang putri yang berkuasa.


"Maafkan saya, ayah. Saya ingin bertanya tentang William yang ayah ceritakan. Apa benar ada ras manusia yang hebat secara alami tanpa belajar terlebih dahulu? aku tidak percaya dengan perkataan ayah."


Dengan percaya diri, Putri Nania meragukan semua perkataan ayahnya mengenai William.


Raja Iblis tersenyum tipis mendengar pertanyaan yang diajukan oleh putrinya, yang sejak lahir sudah diasuh oleh ras manusia. Putrinya juga yang sudah menghancurkan keluarga manusia tersebut, yang sudah memberinya kehidupan.


"Tentu saja, Nania. William adalah salah satu contohnya. Dia memiliki kemampuan yang luar biasa dan sangat jarang dimiliki oleh ras manusia lain."


Putri Nania merasa penasaran dengan sosok William yang diceritakan oleh raja Iblis. Dia tidak percaya jika ada ras manusia yang hebat secara alami tanpa belajar terlebih dahulu. Apalagi tentang sihir. Putri Nania berpikir bahwa raja iblis hanya membual dengan maksud untuk mengejeknya karena tidak pernah mau belajar secara formal.


Sejak kecil, Putri Nania sudah menjadi sosok yang penuh dengan rasa penasaran. Dia selalu ingin tahu tentang segala hal, terutama hal-hal yang tidak biasa atau aneh. Tak heran jika ketika mendengar cerita dari raja Iblis tentang sosok William yang hebat secara alami tanpa belajar terlebih dahulu, Putri Nania langsung penasaran dan tidak percaya.


"Bagaimana mungkin ada orang yang bisa hebat secara alami tanpa belajar terlebih dahulu? Apalagi tentang sihir yang dianggap sebagai kemampuan yang sulit dikuasai!"


Putri Nania merasa bahwa raja Iblis hanya ingin mengejeknya dan membuatnya merasa tidak berdaya karena dia tidak pernah mau belajar sebagaimana mestinya.


"Tapi ayah, bagaimana bisa seseorang menjadi hebat secara alami tanpa belajar terlebih dahulu? Saya pikir semua orang harus belajar terlebih dahulu untuk menjadi hebat." Putri Nania melanjutkan kalimatnya yang penuh dengan ketidak percayaan.

__ADS_1


"Memang benar, Nania. Namun, William adalah pengecualian. Dia memiliki bakat bawaan yang sangat kuat, sehingga dia bisa menguasai berbagai macam keahlian tanpa belajar terlebih dahulu." Raja iblis berkata dengan penuh penekanan.


"Bukankah itu sama seperti, kamu?" tanya raja iblis, yang sebenarnya tidak memerlukan sebuah jawaban.


"Aku tentu saja berbeda, ayah. Bagaimana mungkin ada orang yang memiliki bakat bawaan seperti itu? Apakah itu anugerah atau kutukan?" tanya putri Nania ragu.


"Mungkin saja, Nania. Namun, tidak semua orang bisa menjadi seperti William. Orang seperti dia sangat langka dan hanya terjadi sekali dalam beberapa generasi."


Putri Nania mengangguk paham dengan maksud perkataan ayahnya. Tapi dia tetap tidak mempercayainya dengan mudah.


"Saya tidak percaya, ayah. Saya pikir ayah hanya membual untuk mengejek saya karena saya tidak pernah mau belajar sebagaimana mestinya." Senyuman sinis terletak di wajah putri Nania yang tampak cantik.


"Jadi, apa yang harus saya lakukan, ayah? Apakah ada cara untuk saya bisa bertemu dengan William dan belajar dari dia?" sarkas Putri Nania yang jengah dengan ayahnya.


"Itu sulit, Nania. William sangat sulit ditemukan dan dia juga sangat jarang bertemu dengan orang lain. Namun, jika kamu ingin belajar, kamu bisa meminta bantuan dari para ahli sihir di kerajaan kita. Mereka mungkin bisa membantumu untuk mencari tahu lebih banyak tentang William dan kehebatannya."


Raja iblis justru berkata dengan maksud membuat putri Nania merasakan rasa penasaran yang semakin besar.


Penasaran Putri Nania semakin memuncak ketika dia mendengar cerita tentang kehebatan William dari beberapa pengawal kerajaan ayahnya. Mereka mengatakan bahwa William bukan hanya pandai dalam sihir, tapi juga ahli dalam memikirkan sesuatu dalam jangka waktu yang lama, khas seorang pemimpin masa depan.


"Baiklah. Aku akan mencari tahu sendiri tentang William." Tekadnya.

__ADS_1


Putri Nania pun memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang William dan kehebatannya. Dia meminta bantuan kepada para penjaga kerajaan dan meminta mereka untuk mencari informasi tentang William di kerajaan lain. Dia juga meminta bantuan kepada para ahli sihir di kerajaannya untuk mencari tahu apakah ada kemungkinan seseorang bisa menjadi hebat secara alami tanpa belajar terlebih dahulu.


"Jika bisa, bawa William ke hadapanku!" perintahnya yang tidak bisa dibantah.


Putri Nania lupa, jika ayahnya jauh lebih berkuasa sehingga bisa mendapatkan William dengan mudah.


Putri Nania kesal dan marah saat mendengar cerita tentang William yang dipuji-puji oleh Raja Iblis. Wajahnya tegang dan ekspresinya memperlihatkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan. Dia merasa bahwa dia seharusnya menjadi yang terbaik dan paling hebat di antara semua ras di dunia, terutama dalam hal sihir.


Putri Nania telah tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan penghargaan dan pengakuan atas kehebatannya. Sebagai seorang putri kerajaan yang berkuasa, dia telah terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan dan dianggap sebagai sosok yang paling istimewa di antara semua orang. Namun, ketika dia mendengar tentang William, dia tentu merasa terancam dan terganggu oleh kemampuan luar biasanya William. Bahkan raja iblis sendiri mengakui kehebatan anak laki-laki tersebut.


"Aku akan membuktikan siapa yang paling hebat!" ucap putri Nania dengan geram.


Dia merasa bahwa kehebatan William menempatkannya pada posisi yang lebih tinggi darinya. Dia tidak terima jika ada orang lain yang melebihi dirinya, terutama dalam hal sihir. Putri Nania merasa bahwa dia harus menjadi yang terbaik dan tidak ada yang bisa menandinginya.


Ketika Raja Iblis memuji-muji William dan menjelaskan kemampuan luar biasanya, Putri Nania merasa tidak percaya dan tidak ingin menerimanya. Dia merasa bahwa itu semua hanyalah kebohongan dan bahwa Raja Iblis hanya mencoba mengejeknya. Dia merasa bahwa ayahnya tidak menghargai dirinya dan tidak memberikan pengakuan yang pantas atas kemampuan dan prestasinya.


Putri Nania memiliki ego yang sangat besar dan merasa bahwa dia harus menjadi yang terbaik dalam segala hal. Dia merasa tidak nyaman dan tidak mampu menerima kenyataan bahwa ada orang lain yang lebih hebat darinya, padahal hanya berasal dari ras manusia saja.


"Aku adalah putri Nania. Putri Iblis yang tidak akan pernah terkalahkan hanya karena manusia biasa seperti William!"


"Aku akan membuatnya bertekuk lutut!"

__ADS_1


__ADS_2