The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Bantuan


__ADS_3

Suatu hari, raja iblis memberikan tugas khusus pada William. Ia diminta untuk mengambil artefak kuno yang berada di tempat yang sangat berbahaya. William merasa takut dan ragu-ragu, namun ia menyadari bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan keberanian dan kemampuannya pada raja iblis.


"Berangkat sekarang, Wililam!" titah raja iblis.


"Apakah saya diperbolehkan untuk membawa kedua teman saya?" tanya William memberanikan diri untuk bertanya.


"Pergilah. Aku juga tidak mau mengurus mereka berdua jika tidak ada kamu di sini." Dengan senang hati raja iblis memberikan izin pada Sponsored dan Squidwored untuk ikut bersama dengan William melaksanakan tugasnya.


William pergi dengan kedua teman kembar sialnya ke tempat yang ditunjuk oleh raja iblis. Tapi mereka harus menghadapi berbagai rintangan dan bahaya, karena tempat itu memang bukan tempat yang mudah dijangkau.


Di sana, tempat yang digunakan untuk menyimpan barang-barang antik atau artefak kuno, di jaga ketat oleh sekelompok monster iblis yang sangat kuat dan berkuasa. Para monster tersebut tidak akan mudah untuk ditaklukkan, apalagi hanya diperintahkan oleh anak-anak seperti William maupun kedua temannya itu.


Namun dengan keberanian dan kekuatan mereka, mereka bertekad untuk berhasil mendapatkan artefak kuno tersebut. Raja iblis harus senang dan bangga jika mereka bisa pulang dengan membawa keberhasilan.


"Kita bisa. Pasti bisa!"


Begitulah semboyan mereka bertiga pada saat seperti melaksanakan tugas. Sedangkan raja iblis hanya tersenyum penuh misteri ke arah anak asuhnya yang pergi bersama dengan kedua teman kembar sialnya.


***


Di rumah Anthoni, keluarga angkat William sedang kedatangan tamu dari perwakilan kerajaan. Mereka mendapat banyak bantuan dari kerajaan Iblis.


Jhonatan maupun Samanta tidak tahu jika sekarang William, anak angkatnya yang dari ras manusia sudah menjadi anak asuhnya raja iblis, dan sekarang ini William juga berada di kerajaan, tidak lagi di sekolah sihir Castello yang. Dengan demikian, keluarga mereka tidak akan mendapatkan kesulitan dalam hal apapun karena diperlakukan istimewa oleh sang raja.


Tapi William juga tidak tahu, jika raja iblis memberikan bantuan pada keluarga angkatnya. Dia benar-benar tidak tahu apa yang menjadi rencana raja iblis.


Cuaca hari yang ini cukup cerah. Jonatan sedang duduk di teras rumahnya sambil menikmati secangkir teh hangat, tanpa makanan pendamping yang lain. Dia merenungkan tentang keadaan yang ada pada keluarganya, termasuk tentang William, anak angkatnya.


Jonathan merasa bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk merawat dan membesarkan William, bahkan menyekolahkannya juga. Tapi yang menjadi pemikirannya adalah, perekonomian keluarga mereka saat ini sedang sulit akibat dampak dari Mega Proyek kerajaan.

__ADS_1


"Bagaimana jika keadaan perekonomian tetap seperti ini? aku tidak akan bisa sama seperti dulu lagi dalam hal keuangan."


Jonathan khawatir jika dia tidak akan bisa membiayai uang sekolah kedua anaknya yang saat ini belajar di sekolah sihir Castello Bruxo. Anthoni tidak bisa membayangkan seandainya dirinya benar-benar tidak mampu membayar iuran sekolah kedua anaknya.


Tapi dia juga bersyukur setelah pikirannya kembali tentang kebaikan yang telah diberikan raja iblis kepada keluarganya beberapa hari yang lalu. Dia ingat bahwa keluarnya telah menerima banyak bantuan dari kerajaan iblis dalam bentuk makanan, pakaian, dan peralatan rumah tangga. Jonathan merasa bersyukur karena keluarganya tidak pernah mengalami kesulitan dalam hal keuangan dan kebutuhan sehari-hari berkat bantuan tersebut. Namun, Anthoni juga merasa bimbang tentang apakah kebaikan itu datang dengan harga yang mahal.


"Tapi, kenapa hanya keluargaku yang mendapatkan perhatian dari kerajaan?"


"Ini bisa membawa dampak yang tidak baik untuk tetangga, karena kecemburuan sosial."


Sedari tadi Jonathan masih memikirkan banyak hal tentang apa yang terjadi pada keluarganya akhir-akhir ini.


Jonathan tahu bahwa raja iblis adalah sosok yang sangat kuat dan kejam. Dia dikenal sebagai penguasa yang tak kenal ampun dan sering menindas penduduk kerajaannya, yang berasal dari berbagai ras. Dia juga tidak tahu apa yang membuat pihak kerajaan melakukan semua itu.


"Apa yang sebenarnya diinginkan oleh raja Iblis?" pertanyaan itu muncul lagi di dalam benaknya.


"Jonathan! Apa kamu tahu? aku ada berita yang sangat penting!" Jonathan melihat ke arah ke arah tetangganya yang berteriak memanggil-manggil namanya.


"Ada apa?"


Tidak menunggu lama, tetangganya itu menceritakan apa yang dia ketahui pada saat dia datang ke kerajaan Iblis untuk suatu urusan tadi pagi.


"Ya. Aku melihat anak angkat mu, William, keluar dari sana dengan diantar aja iblis sendiri. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka."


"Apa maksudmu?"


"Wiliam berada di kerjaan iblis?"


Jonathan terkejut mendengar cerita tetangganya itu. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada William setelah tinggal bersama keluarga raja iblis, sesuai dengan cerita tersebut. Apakah dia juga di bawah pengaruh raja iblis? Apakah William menjadi bagian dari tindakan kejam yang dilakukan raja iblis? Dan masih banyak lagi pertanyaan demi pertanyaan yang singgah di benak Jonathan.

__ADS_1


Jonathan merasa cemas dan gelisah karena tidak bisa memastikan keadaan William. Dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anak angkatnya, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.


Akhirnya dia memutuskan untuk berbicara dan bertanya-tanya dengan teman-temannya yang tinggal di dekat kerajaan iblis. Mereka mungkin bisa memberikan informasi tentang keadaan William.


"Aku akan pergi. Aku akan mencari informasi tentang kebenaran berita yang kamu bawa."


Jonathan menemui teman-temannya untuk mendapatkan informasi yang dia inginkan. Dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada William, yang sudah dianggap seperti anak sendiri. Sama seperti Anthoni.


Akhirnya Jonathan benar-benar mencari tahu tentang keadaan william pada sumber yang tepat dipercaya di sekitar kerajaan iblis.


Sayangnya, sebelum Jonathan pergi,ada pihak utusan kerajaan iblis yang datang ke rumah. Sama seperti kedatangan mereka sebelumnya, mereka juga membawa banyak bahan makanan dan keperluan lainnya sehari-hari yang biasa digunakan oleh keluarga ras elf.


"Selamat siang, tuan Jonathan."


"Selamat siang, apa yang bisa saya bantu?" tanya Jonathan ramah.


Perwakilan kerajaan iblis membungkuk memberikan penghormatan. " Saya adalah perwakilan dari kerajaan iblis. Kami datang membawa bantuan untuk keluarga Anda."


Jonathan cepat berpikir. "Terima kasih. Saya sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Apa yang telah dikirimkan oleh kerajaan iblis? Apakah saya boleh bertanya sesuatu?"


Perwakilan kerajaan iblis tidak menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Jonathan. "Kami telah mengirimkan makanan, pakaian, dan beberapa peralatan rumah tangga yang mungkin Anda butuhkan. Semua bantuan ini diberikan secara cuma-cuma oleh raja iblis."


Sayangnya para utusan tersebut tidak memberikan jawaban yang tepat dan dibutuhkan oleh Jonathan.


"Saya bersyukur atas bantuan yang diberikan. Namun, saya juga ingin memastikan bahwa bantuan ini datang tanpa syarat. Saya khawatir bahwa ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan bantuan dari kerajaan iblis." Terang Jonathan mengutarakan kekhawatirannya.


Perwakilan kerajaan iblis terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab. "Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Bantuan ini diberikan tanpa syarat dan tidak ada yang diharapkan dari keluarga Anda. Raja iblis hanya ingin membantu rakyatnya dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan."


Tapi tentu saja Jonathan tidak mudah untuk ditipu. Dia tidak yakin jika jawaban tersebut benar, karena raja iblis tidak mungkin memberikan bantuan tanpa persyaratan tertentu.

__ADS_1


__ADS_2