The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Danau Hitam


__ADS_3

Sekolah sihir Castello Bruxo, yang terletak di pinggir hutan jauh dari pusat kerajaan Iblis. Daerah itu terlihat gelap dan misterius, sehingga menjadi tempat yang menakutkan bagi kebanyakan orang yang tidak mengenalinya dengan baik.


Akan tetapi, bagi William, sekolah sihir tersebut adalah tempat yang sangat berarti baginya. William adalah seorang pelajar baru di sekolah sihir tersebut dan ia sangat menyukai semua hal tentang sekolah itu. Namun, kejadian yang terjadi di kelas sihir William, membuat hidupnya menjadi berubah.


William sedang duduk di kelas sihir bersama dengan teman-temannya yang lain. Mereka belajar tentang cara memelihara tanaman langka yang sangat sulit untuk tumbuh dan berkembang. Ketika guru mereka sedang memberikan penjelasan dari jarak jauh, tiba-tiba saja, sebuah kekacauan terjadi di dalam kelas.


Squidwored mengucap mantra aneh, yang belum pernah didengar oleh william sebelumnya.


"Dressblack Cross!"


Blug


Blegulll...


Sreeekkk...


Pletak pletak pletak


Pot-pot tanaman yang sebelumnya ditunjukkan oleh guru mereka menjadi rusak dan hancur. Semua orang di dalam kelas terkejut dan bingung, dan William melihat bahwa teman-temannya Sponsored, Squidwored, dan Jojo sedang melarikan diri.


"Ayo cepat!"


"Awas!"


Brug brug brug


Mereka bertiga lari dengan cepat, meninggalkan jejak atas kelakuan yang sudah mereka lakukan.


William yang tidak ingin disalahkan atas kekacauan yang terjadi tersebut, segera berlari ke luar kelas untuk mengejar teman-temannya. Namun, mereka telah kabur dan meninggalkan William di dalam kelas bersama dengan pot-pot tanaman yang rusak. William merasa sangat kesal dan tidak tahu harus berbuat apa.


Tiba-tiba, seorang guru datang ke dalam kelas dan melihat kekacauan yang terjadi. Ia meminta pada William, yang sedang membereskan pot-pot tanaman tersebut untuk memberikan penjelasan mengenai kejadian yang menjadi kacau.


"Apa yang terjadi William!"


Sandy, bertanya dengan berteriak. Dia sangat marah karena pot-pot tanaman berantakan.


William merasa sangat frustasi karena ia tidak tahu harus memberikan penjelasan apa. Ia tahu bahwa ia tidak melakukan kekacauan tersebut, tetapi ia juga tidak punya bukti untuk membuktikan bahwa teman-temannya yang bersalah.


"Wiliam, cepat jawab!"

__ADS_1


"Apa kamu yang melakukan semua ini?!"


"Baiklah, saya makan memberikan kamu hukuman."


Akhirnya, guru tersebut mengambil kesimpulan bahwa William yang melakukan kekacauan tersebut dan memberinya hukuman.


"Sa_ya tidak, bukan saya!"


"Saya tidak perlu mendengar penjelasan mu. Saya akan memberikan hukuman yang pantas, yaitu merenung di danau hitam." Sandy membuat keputusan.


William merasa sangat takut dan sedih, ketika ia mengetahui hukuman yang akan diterimanya. Ia harus menjaga danau sekolah sihir yang berwarna hitam dengan ikan langka yang sangat jahat di dalamnya. Ikan-ikan tersebut bisa merusak danau dan membuat airnya menjadi beracun.


William tahu bahwa hukuman ini sangat berat dan berbahaya, tetapi ia juga tahu bahwa ia harus menyelesaikan tugas tersebut dengan baik.


"Cepat pergi, sebelum saya memberikan hukuman yang lebih berat!"


Akhirnya dengan kepala menunduk, William pergi ke danau hitam tersebut. Ia merasa sangat kesepian karena tidak ada orang yang menemaninya di sana. Ia harus menghabiskan waktu berjam-jam di tepi danau untuk menjaga ikan-ikan tersebut agar tidak merusak danau. Meskipun sangat sulit, William bisa bertahan dan menjaga danau dengan baik.


"Hahaha, kamu diberi hukuman menjaga danau itu, Will. Baguslah, sekarang kamu bisa bermain-main dengan ikan-ikan jahat itu!" Spongebob menegur William.


Di tengah perjalanan menuju ke danau hitam, William bertemu dengan teman-temannya, yang sebenarnya membuat kekacauan tadi terjadi. Tapi sepertinya mereka tidak merasa bersalah sama sekali.


Squidward juga tersenyum senang, kemudian berkata, "bisa-bisa kamu jadi ikan yang jahat juga nanti, Will. Hahaha... jangan sampai kamu terkena kutukan dari ikan-ikan itu!"


"Kalian... kalian tidak bisa melakukan hal-hal itu pada saya! Saya tidak melakukan apa-apa, dan ini pantas jika saya mendapatkan hukuman ini!" Willian membela diri.


Tapi Sponsored tidak peduli. "Oh, jangan pura-pura tidak tahu, Will. Kami semua tahu bahwa kamu melakukan itu. Sekarang kamu harus menanggung akibatnya!"


Squidwored juga ikut menyalahkan, padahal dia salah satu dari penyebab kekacauan. "Ya, dan jika kamu tidak bisa menjaga danau itu dengan baik, maka kamu akan diberi hukuman yang lebih berat lagi! Hahaha..."


"Jangan khawatir, Will. Kami akan senang-senang saja sambil menonton kamu menjaga danau itu! Weee..." Bahkan Jojo mengolok-ngolok Willian dengan kepuasan yang dia miliki.


"Kalian benar-benar kejam. Saya tidak tahu kenapa kalian bisa melakukan ini pada saya."


Sponsored langsung menyahuti perkataan William. "Kami hanya bercanda, Will. Tidak perlu terlalu serius."


"Iya, jangan marah-marah. Kita masih teman, kok." Squidwored juga berkata dengan sinis.


"Ya, begitulah. Dan kamu masih bisa bergabung dengan kami setelah menjaga danau itu selesai! Hahaha..."

__ADS_1


William menghembuskan nafas kesal. "Saya tidak yakin apakah saya masih ingin bergabung dengan kalian setelah ini."


Setelah itu dia berjalan dengan cepat, meninggalkan ketiganya dengan perasaan kesal dan tersinggung.


***


William yang sedang merasa sedih dan frustasi, ketika teman-temannya mengejeknya karena mendapatkan hukuman dengan menjaga danau yang berbahaya tersebut, Dia merasa kesal karena dia tahu dia tidak bersalah atas kerusakan yang terjadi di kelas sihir dan merasa sangat tidak adil bahwa dia yang harus menanggung hukuman.


William merasa sangat bosan karena tidak ada yang terjadi selama berjam-jam. Dia berjalan-jalan di sekitar danau dan tanpa sengaja menjatuhkan sebuah batu ke dalam air. Tak lama kemudian, ia melihat beberapa gerakan aneh di bawah permukaan air dan beberapa ikan mengerikan muncul dan mulai menyerangnya.


Wrauuung


Swuuushhh


"Hahhh..."


William merasa panik dan takut karena tidak tahu harus berbuat apa. Dia tidak tahu bagaimana cara melindungi dirinya dari ikan-ikan jahat tersebut dan merasa sangat terancam. Dia mencoba untuk lari, tetapi ikan-ikan tersebut mengejarnya dan semakin mendekat.


Bruk bruk bruk


William merasa seperti tidak ada jalan keluar, tetapi kemudian dia ingat sebuah mantra sihir yang dia pernah dengar di kelas sihir.


"Vindictus Tikuysss!"


Tanpa ragu-ragu, William mengucapkan mantra tersebut dengan suara keras dan tiba-tiba ikan-ikan tersebut mereda dan tidak menyerangnya lagi. William terkejut dan merasa heran karena mantra tersebut berhasil mengusir ikan-ikan tersebut.


William merasa lega karena berhasil mengatasi situasi yang sangat berbahaya dan menyeramkan. Dia tidak tahu bagaimana mantra sihir tersebut bisa bekerja, tetapi dia merasa sangat berterima kasih bahwa dia bisa selamat dari bahaya tersebut. Dia menyadari bahwa mantra sihir tersebut mungkin sangat kuat dan berbahaya, tetapi dia merasa bersyukur bahwa dia menguasainya pada saat yang tepat.


"Apa? Aku tidak sedang bermimpi, kan?"


Setelah kejadian itu, William merasa lebih percaya diri dan lebih baik dalam menghadapi tantangan dalam kehidupannya. Dia tahu bahwa dia bisa mengatasi masalah bahkan dalam situasi yang sangat buruk, dan itu memberinya keyakinan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.


Saat William berhasil mengatasi ikan-ikan jahat yang menyerangnya di danau hitam, penjaga sekolah sihir yang berada tak jauh dari tempatnya berada, merasa kaget dan terkesima dengan apa yang terjadi.


Dia melihat bagaimana William dengan keberanian dan keterampilan yang luar biasa berhasil mengusir ikan-ikan jahat tersebut menggunakan sebuah mantra sihir yang sangat kuat.


"Aku belum pernah melihat siswa ini? apa ini siswa baru? tapi sepertinya kemampuannya unggul."


Penjaga sekolah sihir tersebut merasa terpukau oleh kemampuan William dalam mengatasi situasi yang sangat berbahaya dan menantang tersebut. Dia tahu bahwa tidak semua siswa memiliki keberanian dan keterampilan untuk menghadapi situasi seperti itu, dan dia kagum dengan ketangguhan dan kemampuan William.

__ADS_1


Penjaga sekolah sihir tersebut mengamati William dari jauh dan terus memperhatikan gerak-geriknya. Dia melihat bagaimana William memeriksa danau hitam tersebut dengan teliti, mengecek apakah ada bahaya atau tanda-tanda yang mencurigakan di sekitarnya. Dia juga melihat bagaimana William berjalan-jalan di sekitar danau, memperhatikan setiap detail dengan cermat.


"Sepertinya dia belum menyadari kemampuannya," gumam penjaga tersebut.


__ADS_2