
Para juri mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh sir Plangtoon. Kecerobohan Anthoni bisa mengenai siapa saja, dan jika sampai menang, kemudian mengambil tugas untuk membangkitkan mayat-mayat yang harus datang langsung ke kerajaan Iblis akan lebih memalukan jika mantra tersebut mengenai sang raja.
Akibat kejadian ini, Anthoni tidak mendapatkan nilai apapun pada saat sesi kedua kompetisi.
Guru Juri yang memberikan persetujuan. "Saya setuju. Kita harus mengevaluasi setiap peserta dengan objektif dan adil. Kita harus melihat kualitas mantra, keamanan, kemudahan penggunaan, dan juga kinerja masing-masing peserta secara menyeluruh."
Sir Plangtoon juga setuju dengan perkataan juri tadi. "Betul, saya setuju dengan Anda. Kita akan memberikan penilaian yang adil dan akurat untuk memilih pemenang perlombaan. Terima kasih atas pandangan Anda."
"Benar. Kecerobohan adalah kegagalan yang tidak seharusnya ada. Sayangnya, Anthoni telah melakukan kecerobohan yang tidak seharusnya dia lakukan." Ucap juri yang lain.
Semua juri dan utusan kerajaan, termasuk sir Plangtoon menggangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh juri tersebut.
***
Pesona dari kerajaan Couthel memang membuat kerajaan lainnya tergiur. Mereka tertarik untuk melakukan kerjasama dengan kerajaan Couthel yang dinilai makmur dan sejahtera. Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di kerajaan Couthel.
Utusan kerajaan tidak tahu, jika semua yang dia lihat adalah pengaruh sihir Putri Nania yang memang keturunan raja Iblis.
Salah satu kerajaan tetangga akhirnya mengutus salah satu orang terbaiknya untuk melakukan negosiasi dan membicarakan kerjasama dengan kerajaan Couthel.
Keadaan kerajaan Couthel yang terlihat makmur dan sejahtera, tidak mereka ketahui bahwa itu karena pengaruh sihir Putri Nania, yang sebenarnya merupakan keturunan raja Iblis yang bisa melakukan apa saja yang diinginkannya.
Sayangnya, hal ini tidak pernah mereka sadari. Jadi mereka tidak merasa kekhawatiran saat ingin melakukan kerjasama bilateral yang tentunya bisa saling menguntungkan.
Utusan kerajaan tetangga telah sampai di kerajaan Couthel, langsung diterima para prajurit dan di bawa ke hadapan putri Nania langsung, sebagai pemimpin kerajaan.
__ADS_1
Meskipun masih sangat muda, bisa dikatakan di bawah umur, tapi nama Putri Nania sudah tersohor ke seluruh penjuru dunia. Jadi mereka juga mengagumi sosoknya yang terkenal tegas dan pandai dalam memimpin kerajaan dengan usianya yang masih sangat muda belia.
Kini, utusan tersebut sudah bertemu dengan putri Nania langsung, jadi bisa langsung menyampaikan maksud kedatangannya.
"Salam, Putri Nania. Kami dari kerajaan lain tertarik untuk berkerjasama dengan kerajaan Couthel yang terlihat makmur dan sejahtera. Kami ingin memastikan bahwa kerjasama kita nanti bisa saling menguntungkan."
"Tentu saja, tuan. Saya memahami bagaimana caranya melakukan kerjasama yang baik. Saya bisa memastikan bahwa kami mampu melakukan kerjasama dengan kerajaan manapun hingga memiliki hubungan yang baik."
"Apakah saya bisa bertemu dengan menteri perdagangan dan perekonomian? Mungkin ada beberapa hal yang bisa kami bicarakan. Jika dirasa cukup untuk bisa melakukan kerjasama, saya akan menemui Putri Nania lagi untuk memberikan keputusan."
"Saya mengerti kekhawatiran Anda. Namun, saya ingin memastikan bahwa kerajaan Couthel selalu berusaha untuk menjalin hubungan yang jujur dan adil dengan kerajaan lain. Dan kerajaan Couthel tidak memiliki menteri perekonomian ataupun perdagangan. Semua bisa dibicarakan dengan saya sendiri."
Utusan tersebut cukup terkejut dengan penjelasan yang diberikan oleh putri Nania. Dia tidak pernah tahu, jika sebuah kerajaan bisa di handle oleh satu orang dan itu adalah pemimpin kerajaan itu sendiri.
"Terima kasih atas penjelasannya, Putri Nania. Kami akan mempertimbangkan tawaran kerjasama dari kerajaan Couthel dengan lebih hati-hati dan memeriksa kembali kekhawatiran kami."
Putri Nania benar-benar bersikap ramah, profesional, anggun dan cantik. Tidak ada tanda-tanda jika dia adalah seorang gadis kecil yang sangat jahat dan mengerikan.
"Bolehkah saya berjalan-jalan sebentar? mungkin di luar sana saya bisa menemukan produk atau hasil pertanian yang bisa diperdagangkan di wilayah kerajaan kami."
Utusan tersebut meminta izin untuk bisa berkeliling di sekitar kerajaan. Dia ingin memastikan bahwa apa yang terlihat di luar sana memang benar-benar ada.
"Tentu saja. Silahkan menikmati perjalanan anda di kerajaan Couthel." Putri Nania tidak keberatan dengan keinginan utusan tersebut.
"Apa perlu prajurit untuk mengawal?" Putri Nania memberikan penawaran pelayanan pengawal untuk utusan tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih tuan Putri. Saya rasa tidak perlu. Saya bisa melakukannya sendiri."
Setelah diberikan ijin, utusan tersebut berlalu dan berkeliling ke sekitar pasar atau toko-toko milik rakyat kerajaan Couthel. Tapi nyatanya memang semuanya seperti yang dia inginkan, yaitu sebuah kemakmuran untuk seluruh rakyat kerajaan Couthel.
Akhirnya dia kembali menemui putri Nania, dengan memberikan keputusan bahwa dua akan melakukan kerjasama setelah memberikan kabar pada rajanya.
Putri Nania juga tidak merasa keberatan dan mempersilahkan pada utusan tersebut melakukan tugasnya dengan baik.
Setelah semua di rasa cukup, urusan tersebut pulang. Tapi di saat dia pulang dan ada di tengah-tengah perjalanan, dia melihat banyak rakyat yang menderita. Utusan kerajaan tersebut mengerutkan keningnya heran melihat keadaan ini.
"Apakah semua yang aku lihat tidak nyata?" gumam utusan tersebut mengingat apa yang dia lihat saat berkeliling dengan sekarang.
Dia baru sadar jika ada yang tidak beres, sehingga segera memberikan laporan lagi kepada rajanya lewat surat yang dibawa oleh burung merpati khusus. Sayangnya dia tidak tahu jika apa yang dia lakukan diperhatikan oleh Putri Nania dari mangkuk besar berisi air mata gadis-gadis yang dia sekap di tahanan untuk dijadikan sebagai air ajaib.
Ketika utusan kerajaan lain meninggalkan kerajaan Couthel, ia memang tidak menyadari bahwa Putri Nania memantau setiap gerakannya. Meskipun utusan tersebut memiliki kekhawatiran tentang keadaan rakyat kerajaan Couthel yang nyatanya tidak sama seperti yang dia bayangkan sebelumnya.
Semuanya bertolak belakang dengan apa yang diperkirakan di luar sana, dengan kejadian yang ada di kerajaan Couthel. Dia merasa kekhawatiran yang sebenarnya lebih besar terletak pada kondisi rakyat di kerajaan itu sendiri.
Selama kunjungannya, utusan tersebut memang menyaksikan betapa makmur dan sejahteranya kerajaan Couthel. Namun, setelah dia berbicara dengan beberapa warga dan melihat lebih dekat situasi di sekitar kerajaan, ia menyadari bahwa ada banyak rakyat yang menderita.
Utusan tersebut melihat bahwa beberapa warga di Couthel hidup dalam kemiskinan, dan beberapa bahkan terlihat sakit atau kekurangan gizi. Namun, saat ia mencoba bertanya lebih jauh, ia tidak dapat menemukan jawaban yang jelas dari warga, yang mengalihkan pembicaraan atau terlihat ketakutan.
Ketika utusan tersebut bermaksud untuk kembali ke kerajaan guna berbicara dengan Putri Nania, dia terkena panah tombak yang beracun sehingga membuatnya mati di tempat itu juga.
Jleb
__ADS_1
"Argh..."