The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Keberhasilan Mega Proyek


__ADS_3

Percakapan-percakapan antara seorang Iblis dengan warga ras lain masih saja terdengar.


"Sepertinya kuda Anda akan menikmati jalan yang baru ini," kata seseorang dari ras goblin.


Seorang dari ras Centaur menjawab dengan senang hati. "Ya, tentu saja! Akses yang lebih baik akan memudahkan perjalanan kami dan memperluas daerah yang dapat kami eksplorasi. Juga, kami berharap dapat mengadakan pertukaran kebudayaan dan pengetahuan tentang kehidupan pedalaman antara Kerajaan Iblis dan Couthel."


"Bagaimana perasaan Anda tentang jalan lintas ini?" tanya seseorang dari ras manusia.


Ras Fairy yang menjawab. "Saya sangat antusias! Jalan ini akan memudahkan perjalanan kami, dan kami dapat berinteraksi lebih banyak dengan kerajaan Anda. Kami dapat saling belajar tentang magic dan keajaiban alam antara Kerajaan Iblis dan Couthel."


Percakapan-percakapan mereka ini mencerminkan semangat saling pengertian dan keinginan untuk membangun hubungan yang kuat antara rakyat dari berbagai ras yang sekarang ada di dua kerajaan tersebut. Mereka menunjukkan rasa hormat dan minat yang terhadap kebudayaan dari masing-masing kerajaan.


Tapi tentu saja ada beberapa makhluk dari berbagai ras, ada juga yang tidak menyukai kepemimpinan raja iblis maupun putri Nania yang terkenal kejam dan diktator.


Percakapan antara sekelompok iblis yang tidak setuju dengan kebijakan Raja Iblis juga terdengar di beberapa sudut suasana pesta.


"Ini semua hanya sebuah sandiwara. Raja Iblis mengadakan pesta besar ini hanya untuk mencuci tangannya dari kekejaman yang ia lakukan kepada rakyat kita." Seseorang dari ras Iblis juga ada yang merasakan rasa tidak sukanya.

__ADS_1


"Saya setuju. Kami hidup dalam ketakutan dan penindasan di bawah pemerintahannya. Sangat sulit untuk menikmati perayaan ini ketika kehidupan kita terus-menerus dikendalikan dan dipermainkan olehnya." Iblis lainnya menyahuti perkataan temannya yang lain, yang sama-sama tidak suka.


Di tengah perayaan yang meriah, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa makhluk yang tidak menyukai kepemimpinan Raja Iblis maupun Putri Nania yang terkenal kejam dan diktator. Meskipun suasana perayaan mempengaruhi banyak orang untuk menahan diri dan menjaga sikap yang sopan, beberapa percakapan diam-diam tetap terjadi di antara kelompok-kelompok yang merasa tidak puas dengan pemerintahan mereka.


Percakapan antara sekelompok ras Couthelian yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap Putri Nania juga terdengar.


"Putri Nania mungkin menjadi pemimpin, tetapi kekejamannya telah menyebabkan penderitaan di seluruh kerajaan ini sejak lama, sejak raja dan keluarganya meninggal dunia tanpa sebab yang jelas."


"Kami tidak bisa berdiri diam melihatnya menguasai dengan caranya yang sewenang-wenang. Saya berharap ada cara untuk menggulingkannya dan membawa kedamaian kembali ke Couthel."


Percakapan antara makhluk dari berbagai ras yang merasa terancam oleh pemerintahan Raja Iblis dan Putri Nania juga terdengar dari ras Elf dan ras Dwarf.


"Setuju. Kita harus mencari sekutu dan memperjuangkan kebebasan dan keadilan di Kerajaan Iblis dan Couthel."


Ras Merfolk ada yang menyahuti. "Ini bukan hanya masalah satu ras, tapi masalah semua makhluk hidup di sini. Kita harus menolak dominasi mereka dan bekerja sama untuk membawa perubahan yang positif."


Percakapan-percakapan ini mencerminkan ketidakpuasan dan keinginan untuk melawan pemerintahan yang otoriter dan kejam. Meskipun dilakukan dengan hati-hati dan dalam kelompok-kelompok kecil, mereka menggambarkan semangat perlawanan dan harapan untuk membawa perubahan di Kerajaan Iblis dan Couthel.

__ADS_1


Tentu saja sikap suka dan tidak suka dari rakyatnya diketahui oleh raja Iblis dan putri Nania. Tapi mereka tidak peduli. Mereka hanya ingin membuat sebuah kekuasaan dan kekuatan yang lebih besar dan ingin diakui. Apalagi mereka juga ahli sihir yang tidak perlu banyak belajar sebab ilmu sihir tersebut adalah warisan yang bisa dimiliki mereka secara alami.


'Aku tahu, jika kalian membicarakan tentang aku dan putri Nania. Hahaha... apa peduliku?' batin raja iblis tak peduli dengan ungkapan kekecewaan rakyatnya.


Raja Iblis dan Putri Nania, penguasa Kerajaan Iblis dan Couthel, memang dikenal sebagai sosok yang tidak peduli dengan sikap suka atau tidak suka rakyat mereka. Mereka memiliki ambisi yang besar untuk menciptakan kekuasaan dan kekuatan yang tak terbantahkan, dan mereka berpegang teguh pada keyakinan bahwa mereka adalah pemimpin yang paling pantas dan memiliki hak istimewa untuk mengendalikan nasib kerajaan mereka.


'Aku bisa melakukan apa saja tanpa kalian. Apalagi jika aku sudah bekerja sama dengan putri Nania, yang merupakan putriku sendiri. Hahaha... dunia akan aku kuasai dengan mudah, dengan atau tanpa kalian!'


Raja iblis dan putri Nania juga memiliki keahlian dalam ilmu sihir yang merupakan warisan turun-temurun dan diperoleh secara alami, sehingga merasa diri mereka memiliki keunggulan dan kekuatan yang tak terkalahkan.


Bagi Raja Iblis dan Putri Nania, kekuasaan adalah tujuan utama mereka. Mereka tidak terlalu memedulikan opini atau kebutuhan rakyat mereka selama itu tidak mengancam posisi mereka sebagai penguasa. Mereka percaya bahwa sebagai pemimpin yang memiliki kekuatan sihir yang hebat, mereka memiliki hak prerogatif untuk mengambil keputusan tanpa harus mempertimbangkan suara rakyat atau konsekuensinya.


Sikap mereka yang tidak peduli terhadap pendapat rakyatnya karena disebabkan oleh keyakinan mereka berdua bahwa, rakyat adalah alat untuk mencapai tujuan mereka. Mereka melihat rakyat sebagai subjek yang harus tunduk dan taat pada kekuasaan mereka, bukan sebagai individu yang memiliki hak-hak dan aspirasi mereka sendiri. Bagi Raja Iblis dan Putri Nania, stabilitas dan kekuasaan adalah yang utama, bahkan jika itu berarti mengorbankan kesejahteraan dan kebebasan rakyat mereka.


Pada saat yang sama, keahlian mereka dalam ilmu sihir memberi mereka kepercayaan diri yang besar. Mereka merasa bahwa ilmu sihir yang mereka miliki merupakan kekuatan yang melekat pada diri mereka, tidak memerlukan upaya belajar atau pertumbuhan.


Hal ini membuat mereka merasa superior dan tidak perlu menghargai pengetahuan atau pengalaman yang diperoleh dari rakyat atau bangsa lain. Keyakinan mereka terhadap keahlian sihir yang alami menguatkan keyakinan mereka bahwa mereka adalah pemimpin yang tidak dapat digulingkan dan memperkuat ambisi mereka untuk mencapai kekuasaan yang lebih besar.

__ADS_1


Namun, sikap mereka yang acuh tak acuh terhadap suka atau tidak suka rakyatnya dan ketidaktertarikan mereka pada perkembangan atau belajar dapat menjadi kelemahan yang potensial. Dalam mengabaikan aspirasi rakyat dan berpegang teguh pada kekuasaan mereka sendiri, Raja Iblis dan Putri Nania jadi menimbulkan ketidakpuasan yang lebih besar di antara rakyat dan membangun oposisi yang lebih kuat. Selain itu, sikap mereka yang tidak terbuka terhadap pengetahuan baru atau pengalaman dari orang lain dapat membatasi kemajuan kerajaan mereka dan membatasi potensi mereka untuk mencapai prestasi yang lebih besar.


Dalam jangka panjang, kekuasaan dan otoriter mereka akan menemukan titik jenuh dan ketidakpuasan berbagai ras makhluk sebagai rakyatnya.


__ADS_2