The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Mencari Bantuan


__ADS_3

Putri Nania sendiri merasa penasaran, sama seperti raja iblis yang penasaran. Siapa yang telah mengalahkan sihir kirimannya sehingga mereka meminta pada jin cermin supaya mencari tahu siapa sebenarnya yang telah menangkal sihir tersebut.


Putri Nania dan raja iblis duduk bersama di ruang istana yang megah. Mereka tengah merenungkan siapa yang bisa mengalahkan sihir kirimannya dengan mudah.


Putri Nania mengambil inisiatif untuk memecahkan kebingungan tersebut. "Raja iblis, kita harus mencari tahu siapa yang telah mengalahkan sihir mu. Kita tidak bisa membiarkan orang tersebut bebas berkeliaran," ujarnya dengan tegas.


Raja iblis mengangguk setuju, "Kamu benar, putri Nania. Kita harus mengetahui siapa orang tersebut dan menghukumnya dengan segera dan setimpal!"


Mereka berdua memanggil jin cermin yang segera muncul di hadapan mereka. "Apa yang bisa saya bantu, tuanku?" tanya jin cermin sopan.


Raja iblis menjawab, "Kami ingin kamu mencari tahu siapa yang telah mengalahkan sihir ku. Kamu harus menemukan identitas orang tersebut, dari ras manapun!"


Jin cermin mengangguk dan berkata, "Baiklah, tuanku. Saya akan segera memulai pencarian."


Setelah beberapa saat, jin cermin kembali dengan informasi yang mereka cari. "Maafkan saya, tuanku. Saya tidak bisa menemukan identitas orang tersebut. Namun, saya merasakan kekuatan sihir yang sangat kuat. Saya yakin bahwa orang tersebut adalah penyihir yang sangat terampil."


Raja iblis dan Putri Nania saling bertatapan, mereka menyadari bahwa mereka telah menemukan lawan yang sepadan. "Kami akan mencari tahu siapa orang tersebut dengan cara apapun," kata Putri Nania dengan tegas.


Raja iblis mengangguk setuju, "Kami akan memperkuat sihir kami dan mencari tahu siapa orang tersebut. Kami tidak akan berhenti sampai kami menemukannya."


Kedua pemimpin itu saling berjabat tangan sebagai tanda persetujuan dan bersumpah untuk menemukan siapa yang telah mengalahkan sihir mereka.


Setelah kekalahan sihirnya, Raja Iblis merasa terhina dan tidak berdaya. Ia merasa tidak bisa membiarkan kekalahan ini tanpa balas dendam, terlebih lagi karena perbuatan William dan teman-temannya yang telah merusak kehormatan dan kekuasaannya. Maka, ia memutuskan untuk meminta bantuan pada putri Nania yang juga putri Iblis.


"Putri Nania, aku membutuhkan bantuanmu untuk menyerang Kerajaan Bhojong Noghoro. Sihirku telah kalah, dan aku tidak bisa membiarkan kekalahan ini tanpa balas dendam." Raja iblis memberitahu.

__ADS_1


Putri Nania adalah putrinya yang berkuasa di kerajaan Couthel. Putri Nania memiliki keahlian sihir yang luar biasa sejak lahir, bahkan mungkin melebihi Raja Iblis sendiri. Ia sangat dihormati di kerajaan Iblis dan dianggap sebagai salah satu pemimpin kaum iblis yang paling kuat dan bijaksana yang saat ini memimpin kerajaan ras manusia.


"Tentu saja Raja Iblis, aku siap membantu. Tapi aku memiliki satu syarat." Putri Nania mengajukan persyaratan.


Raja Iblis menyahut cepat. "Apa syaratnya?"


Namun, Putri Nania memiliki satu permintaan sebagai syarat untuk membantu Raja Iblis menyerang Kerajaan Bhojong Noghoro. Ia meminta untuk diberikan ilmu sihir tertua dan terkuat yang hanya Raja Iblis sendiri yang bisa memilikinya, yang dulu pernah diiming-imingi ke William supaya mau menjadi anak asuhnya raja iblis.


"Aku ingin kamu memberikan ilmu sihir tertua dan terkuat yang hanya kamu sendiri yang bisa memilikinya. Itu adalah harga yang harus kamu bayar untuk bantuan ku," terang putri Nania dengan persyaratan yang dia miliki.


Raja Iblis terdiam sejenak untuk berpikir. "Itu adalah permintaan yang sulit, Putri Nania. Tapi jika itu satu-satunya syaratmu untuk membantuku, maka aku akan memenuhinya. Bagaimanapun juga, kita membutuhkan semua kekuatan yang bisa kita dapatkan untuk memenangkan perang ini." Akhirnya Raja Iblis setuju dengan persyaratan tersebut.


Putri Nania tersenyum penuh kemenangan. "Baiklah, Raja Iblis. Aku akan membantumu dengan sekuat tenaga dan memastikan bahwa kerajaanmu kembali meraih kekuasaan yang berkuasa atas seluruh dunia iblis, apalagi hanya kerajaan kecil seperti kerajaan Bhojong Noghoro."


Putri Nania tentu saja ingat dengan kejadian yang terjadi pada saat kerajaan Couthel di serang oleh pasukan raja Shawighuno. Nyatanya dia bisa mengalahkan mereka dengan sangat mudah.


Raja Iblis terpaksa setuju dengan syarat Putri Nania karena ia sangat membutuhkan bantuannya untuk merestorasi kekuasaannya yang telah terguncang akibat kekalahan sihirnya. Ia tidak ingin kekuasaannya semakin goyah dengan tidak adanya aksi balasan.


***


William dan kedua temannya telah berhasil menang dalam perlombaan besar yang diadakan oleh Raja Bhojong Noghoro dan kini mereka diundang ke istana untuk menerima hadiah mereka. Ternyata, hadiah yang diinginkan oleh William bukanlah hadiah yang biasa-biasa saja. William meminta agar diberikan satu gunung kecil yang berada di wilayah kerajaan Bhojong Noghoro dan gunung tersebut harus dipisahkan dari wilayah kerajaan manapun.


Raja Bhojong Noghoro terkejut mendengar permintaan William yang aneh ini. Dia bertanya, "William, saya kagum dengan kemenangan mu dan saya berjanji akan memberikan hadiah mu. Tapi, mengapa kamu meminta gunung kecil ini dan harus dipisahkan dari kerajaan manapun?"


William menjawab dengan percaya diri, "Saya ingin menjadikan gunung itu sebagai tempat tinggal kami bertiga, dengan kedua teman saya. Kami ingin hidup di sana, menjauh dari keramaian dan rutinitas kota. Selain itu, kami ingin merasa bebas dan tidak terikat oleh kerajaan manapun."

__ADS_1


Raja Bhojong Noghoro memikirkan permintaan William dengan serius dan akhirnya ia menyetujuinya. "Baiklah, William. Saya akan memberikan gunung itu kepadamu dan teman-temanmu. Tapi, kamu harus berjanji bahwa kamu akan menjaga keamanan kerajaan ku dan tidak melakukan tindakan yang merugikan rakyatku."


William mengangguk dan berterima kasih pada raja. "Terima kasih, Raja Bhojong Noghoro. Kami akan menjaga gunung itu dengan baik dan tidak akan melakukan tindakan yang merugikan kerajaan Anda."


Dalam waktu dekat, gunung kecil yang diinginkan William dan teman-temannya menjadi tempat tinggal mereka nantinya. Mereka sangat senang dan merasa bebas karena tidak terikat oleh kerajaan manapun. Mereka merasa hidup mereka akan lebih tenang dan damai di sana.


William berpikir jika tinggal di gunung Surya Kencana bersama dengan kedua temannya, maka kedua temannya tidak perlu menyamar sebagai manusia biasa lagi karena mereka memang dari ras goblin dan raksasa.


Sponsored dan Squidwored senang dengan ajakan William untuk tinggal di gunung tersebut sehingga mereka bisa bebas melakukan apa saja dan belajar sihir serta dapat mengembangkan diri dengan cara apapun yang mereka inginkan.


"Sungguh indah tempat ini," ujar William sambil memandang sekelilingnya. "Terima kasih atas hadiahnya, Raja Bhojong Noghoro."


William mengucapkan terima kasih kepada Raja Shawighuno, saat mereka di antar ke gerbang pegunungan oleh pasukan khusus raja Shawighuno, yang memang tidak mau mereka pergi sendirian. Dia ingin memastikan bahwa William dan kedua temannya sampai di gunung Surya Kencana dengan benar.


"Saya senang kamu suka, William. Kamu pantas mendapatkan hadiah yang kamu inginkan setelah berhasil mengalahkan sihir kirimannya raja iblis," ujar Raja Bhojong Noghoro, raja Shawighuno.


Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, William, Sponsored, dan Squidwored akhirnya tiba di gunung kecil yang akan menjadi tempat tinggal mereka. Gunung tersebut terletak di tengah hutan yang rimbun dan jauh dari keramaian. Mereka pun sangat senang bisa tinggal di sana.


"Saya ingin belajar sihir lebih dalam lagi dan juga ingin membantu teman-teman saya untuk mengembangkan diri mereka. Di sini, kami akan bebas melakukan apa saja dan tidak terikat oleh aturan yang ada di kerajaan," jawab William.


"Saya sangat menghargai semangatmu untuk terus belajar dan berkembang, William. Semoga gunung ini bisa menjadi tempat yang tepat bagi kalian untuk melakukannya," kata Raja Bhojong Noghoro.


Sponsored dan Squidwored juga tidak sabar untuk mulai mengeksplorasi tempat tinggal mereka yang baru. Mereka berlari-lari kecil di sekitar gunung, mengeksplorasi setiap sudutnya.


"Wow, ini luar biasa!" ujar Sponsored sambil melompat-lompat kecil di atas bebatuan. "Kita bisa berlatih sihir di sini sepuasnya tanpa gangguan dari siapapun!"

__ADS_1


"Sungguh menyenangkan, kita bisa bermain-main dengan sihir dan belajar hal-hal baru tanpa ada batasan," tambah Squidwored sambil memasukkan tangan ke dalam kantongnya untuk mengeluarkan bola api.


William tersenyum melihat kebahagiaan kedua temannya. Ia tahu bahwa kebahagiaan dan kebebasan adalah yang mereka cari, dan di gunung ini mereka akan menemukannya.


__ADS_2