The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Sihir Kerajaan Couthel


__ADS_3

Kerajaan-kerajaan tetangga, memiliki penilaian mereka sendiri tentang kerajaan Couthel yang damai..


"Apakah kalian merasa kagum dengan Kerajaan Couthel? Mereka selalu terlihat mandiri dan menjadi panutan bagi kerajaan-kerajaan lainnya."


Salah satu dari petinggi kerajaan tetangga, memuji kerajaan Couthel yang selalu mandiri dan bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya.


"Ya, saya juga merasa demikian. Mereka selalu berhasil mempertahankan kekuatan mereka tanpa bantuan dari kerajaan lainnya. Ini sungguh menakjubkan. Padahal yang memerintah di kerajaan Couthel adalah putri Nania yang belum cukup dewasa."


"Saya pernah mengunjungi Kerajaan Couthel beberapa waktu yang lalu, dan saya harus mengakui bahwa mereka benar-benar luar biasa. Kota mereka begitu indah dan rakyatnya sangat sejahtera. Mereka memiliki infrastruktur yang baik dan tata kota yang teratur." Puji yang lainnya..


"Saya juga mendengar bahwa mereka memiliki pemerintahan yang stabil dan efektif. Itu sebabnya mereka bisa menciptakan kondisi yang aman dan sejahtera bagi rakyatnya."


"Mungkin itu juga karena kepemimpinan Putri Nania yang hebat. Saya pernah mendengar bahwa dia sangat disegani dan dicintai oleh rakyatnya."


"Sangat mengagumkan dan inspiratif."


"Itu benar. Dia benar-benar seorang pemimpin yang berdedikasi dan peduli terhadap rakyatnya. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Kerajaan Couthel juga memiliki keberuntungan karena memiliki sumber daya alam yang melimpah."


Para petinggi kerajaan lainnya memandang Kerajaan Couthel sebagai kerajaan yang mandiri, kuat, dan sejahtera. Namun, mereka tidak sepenuhnya mengetahui situasi dan kondisi sebenarnya yang dimiliki oleh kerajaan tersebut. Dan juga bagaimana keadaan rakyat yang sebenarnya menderita.


Semua keadaan yang sebenarnya di Kerajaan Couthel sangat berbeda dengan citra yang diproyeksikan kepada kerajaan-kerajaan lainnya, maka pernyataan seperti "yang sekarang ini sudah seperti neraka untuk para rakyatnya atas tindakan dan aturan-aturan yang berlaku di kerajaan Couthel" benar adanya. Namun, tanpa informasi yang lebih jelas dan terpercaya, sulit untuk mengambil kesimpulan yang pasti.


keadaan yang sebenarnya memang seperti itu, dan menjadi sebuah tragedi bagi rakyat Kerajaan Couthel. Sebagai kerajaan yang dilihat sebagai panutan oleh kerajaan-kerajaan lainnya, nyatanya semua hanyalah kebohongan belaka.


Kerajaan Couthel dianggap sebagai kerajaan yang mandiri dan menjadi panutan oleh kerajaan-kerajaan lainnya. Namun, informasi tersebut sebenarnya hanya merupakan hasil dari sihir yang dilakukan oleh Putri Nania.


Tidak diketahui secara pasti bagaimana Kerajaan Couthel sebenarnya dalam hal pemerintahan, ekonomi, keamanan, dan kesejahteraan rakyatnya. Informasi yang ada hanya berkaitan dengan citra yang diproyeksikan oleh Putri Nania melalui sihirnya. Membutakan mata semua orang yang ada di luar wilayah kerajaan Couthel.


Keadaan yang sebenarnya di Kerajaan Couthel tidak seindah yang dipercayai oleh kerajaan-kerajaan lainnya. Hal ini karena pemerintahannya tidak stabil, ekonominya lemah, atau rakyatnya tidak sejahtera, bahkan bisa dikatakan sengsara dan menderita.


Putri Nania berhasil menciptakan sihir untuk memperoleh citra yang baik bagi Kerajaan Couthel yang ada di bawah kepemimpinannya. Dan dia selalu bisa merahasiakan sihir tersebut hingga tidak bisa terbongkar. Citra yang dibangun membuat semua kerajaan tetangga kagum atas keberhasilannya memimpin, meskipun usianya masih sangat kecil sebagai seorang pemimpin kerajaan besar seperti Couthel.

__ADS_1


"Bagaimana jika pangeran mengajukan lamaran untuk Putri Nania?"


"Ya, itu bisa membuat jalinan persahabatan yang baik bagi Kerajaan kita."


Pangeran yang sedang duduk diam hanya tersenyum tipis, tanpa memberikan tanggapan apapun. Dia belum mengenal siapa Putri Nania, tapi dia juga kagum disaat mendengar banyak orang yang membicarakannya dengan bangga dan banyak pujian untuk putri tersebut.


***


Di sekolah sihir Castello Bruxo, William baru kembali ke dalam kamar setelah selesai menjalani hukumannya.


William yang baru saja selesai menjaga danau hitam, kembali ke asrama. Tapi ia melihat Sponsored dan Squidwored sedang berada di dalam kamar asrama dengan kekacauan yang terlihat jelas. Kamar mandi dalam kamar tersebut hancur, dan barang-barang seperti handuk dan sabun berserakan di lantai.


Sponsored dan Squidwored terlihat sangat senang dengan kekacauan yang mereka buat, mereka terus bergurau dan menertawakan orang-orang yang panik karena kekacauan tersebut.


"Ha ha ha! Kita berhasil membuat kamar mandi ini hancur Squidwored, keren sekali!"


Sponsored justru tertawa dengan senang karena bisa menjadi pusat perhatian teman-temannya.


Squidwored juga menyahut cepat. "Iya, benar-benar keren. Tidak ada yang bisa mengalahkan kita berdua dalam kekacauan, hahaha..."


"Ha ha ha! Tentu saja, kita akan selalu menjadi raja kekacauan di asrama ini. Tidak ada yang bisa menghentikan kita!"


Namun, sementara Sponsored dan Squidwored merasa senang dengan kekacauan mereka, teman-teman yang lainnya tentu terganggu dan kesal dengan perilaku mereka. William terlihat marah dan frustasi saat melihat kekacauan yang dibuat oleh Sponsored dan Squidwored.


"Hai-hai, apa yang terjadi?"


"Apa ini? kenapa semua rusak dan berantakan?" tanya penjaga asrama yang biasa berkeliling datang karena mendengar suara-suara di dalam asrama mereka.


Sayangnya, di saat ada penjaga asrama yang datang, Sponsored dan Squidwored terdiam. Begitu juga dengan yang lainnya, karena tidak ada yang menjawab pertanyaan penjaga.


"William..."

__ADS_1


Squidwored justru menyebut nama William, mati pun tidak melanjutkan kalimatnya. Hal ini membuat salah paham penjaga, yang akhirnya berpikir bahwa kekacauan ini dibuat oleh William, bukan Sponsored dan Squidwored.


Akhirnya William kembali dihukum dan disalahkan oleh staf penjaga asrama karena dianggap melakukan vandalisme pada kamar mandi. William merasa tidak bersalah dan mencoba untuk membela diri.


"Saya tidak melakukan apapun, saya baru saja kembali dari menjaga danau hitam!" William berkata ya sebenarnya.


Squidwored tidak terima dan berkata dengan cepat. "Ha! Jangan berbohong, William. Kami tahu bahwa kamu yang merusak kamar mandi ini."


Sponsored juga ikut-ikutan. "Iya, kamu pasti melakukan ini hanya untuk mencari perhatian."


"Tidak, aku benar-benar tidak melakukan apapun! Tolong percayalah padaku."


Namun, tidak ada yang berani memberikan kesaksian, sehingga William tetap akan mendapatkan hukumannya. Namun, ketika staf penjaga asrama memeriksa jam dinding di kamar mandi tersebut, dia menemukan bukti yang membuktikan bahwa William tidak bersalah.


"Tunggu sebentar, jam dinding di sini menunjukkan bahwa kamar mandi ini hancur pada saat William sedang menjaga danau hitam. Jadi, ia tidak mungkin yang melakukan ini." Staf penjaga asrama memeriksa kesaksian jam dinding.


Squidwored terdiam sejenak, kemudian kembali berkata pura-pura tidak tahu. "Oh, benar juga. Jadi siapa yang merusak kamar mandi ini?"


Sponsored tetap menunjuk ke arah William. "Dia!"


William terkejut dengan tuduhan Sponsored. "Apa? aku tidak melakukan apapun."


"Maksudnya aku, dan dia."


Akhirnya Spongebob menuju ke arah dirinya sendiri dan juga Squidward. "Karena kami bosan, dan ingin bersenang-senang."


"Ya, kami tidak berpikir bahwa akan berdampak buruk seperti ini." Squidwored menunduk takut.


Staf penjaga asrama mengelengkan kepalanya beberapa kali. "Ini sangat salah. Kamu berdua seharusnya tahu batas-batas yang tidak boleh dilanggar."


Akhirnya, Sponsored dan Squidwored dihukum dan diminta untuk membersihkan kamar mandi yang mereka hancurkan. Mereka belajar dari kesalahan mereka dan berjanji untuk tidak melakukan kekacauan lagi.

__ADS_1


"Maaf, kami akan melakukannya lagi di kemudian hari."


William melotot dan tidak percaya mendengar perkataan yang mereka ucapkan.


__ADS_2