The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Penahanan Rose di Couthel


__ADS_3

Rose menyesal karena mengabaikan pesan yang disampaikan oleh Reimon dan kedua saudara kembar sial, Sponsored dan Squidwored.


"Kenapa aku begitu nekad dan bodoh, mengabaikan pesan mereka? Sekarang aku tersandera dan tidak bisa berbuat apa-apa. Maafkan aku, Reimon, Sponsored, dan Squidwored. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang."


Ruangan tempat Rose ditahan merupakan ruangan yang cukup besar dan terlihat mewah karena itu adalah istana milik Putri Nania. Namun, meskipun begitu, ruangan ini terasa mencekam dan menyebabkan rasa takut bagi Rose. Di dalam ruangan itu ada beberapa hiasan atau ornamen mewah, seperti permadani yang halus dan sofa yang empuk, namun itu semua tidak dapat mengurangi perasaan kegelapan dan ketakutan yang dirasakan oleh Rose karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya selanjutnya. Ada beberapa penjaga yang berjaga-jaga di luar ruangan untuk memastikan bahwa Rose tidak akan melarikan diri.


Utusan dari kerajaan Bhojong Noghoro juga telah kembali dari kerajaan Couthel. Mereka melaporkan bahwa Rose telah ditahan oleh putri Nania di kerajaan Couthel. Hal ini tentu saja membuat raja Shawighuno, Reimon, Sponsored dan Squidwored geram. Sekarang, yang ditahan oleh putri Nania di kerajaan Couthel bukan hanya William saja yang tadinya datang untuk berunding demi kedamaian. Tapi ada Rose yang juga di tahan saat datang dengan maksud membantu William di sana.


Ketika berita tentang penahanan Rose oleh Putri Nania di Kerajaan Couthel mencapai Kerajaan Bhojong Noghoro, gelombang kemarahan menyapu di antara penguasa mereka. Raja Shawighuno, Reimon, Sponsored, dan Squidwored, yang telah memulai perjalanan ke Kerajaan Couthel dengan tujuan mencapai perdamaian, merasa dikhianati dan geram oleh tindakan Putri Nania.


Keberangkatan mereka dari Kerajaan Bhojong Noghoro merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada antara dua kerajaan tersebut. William, seorang diplomat terkemuka dari Bhojong Noghoro, telah mengajukan permintaan untuk berunding demi kedamaian antara kedua kerajaan. Namun, ketika Rose, memutuskan untuk datang demi William, mereka tidak menyangka akan terjerat dalam keadaan yang tak terduga.


Rose adalah seorang wanita yang cerdas, berpengetahuan luas, dan memiliki keterampilan sihir yang hebat.


Raja Shawighuno dengan suara gemetar berkata, "ini tidak mungkin! Bagaimana bisa Putri Nania melakukan ini terhadap kita? Rose adalah salah satu orang terbaik saya!"


Reimon mengernyitkan kening. "Saya setuju, Raja. Rose telah bekerja keras untuk sampai di sana. Dan dia tidak begitu paham dengan keadaan perang. Mengapa dia malah ditahan tanpa diadili terlebih dahulu?"


Sponsored berkata dengan marah. "Tindakan Putri Nania adalah penghinaan yang tak termaafkan! William pergi ke sana dengan tujuan mencapai perdamaian, dan dia justru menyerang secara terang-terangan."

__ADS_1


Squidwored juga setuju dengan perkataan saudara kembarnya. Dia mengangguk dengan tegas. "Kita harus segera mengambil tindakan tegas. Mereka tidak boleh menganggap kita lemah. Kita harus menegaskan kehadiran dan kekuatan Kerajaan Bhojong Noghoro."


Kehadirannya dalam negosiasi diharapkan dapat memberikan pandangan yang berbeda dan memberikan kontribusi berarti dalam mencapai perdamaian yang diinginkan. Namun, niat baik mereka untuk membangun hubungan yang harmonis telah berubah menjadi situasi yang tegang dan berbahaya.


Dengan penahanan Rose, rasa kemarahan dan kekesalan merajalela di antara Raja Shawighuno, Reimon, Sponsored, dan Squidwored. Mereka merasa dihina dan ditantang oleh tindakan Putri Nania, dan kepercayaan mereka pada upaya perdamaian telah dikhianati. Kerajaan Bhojong Noghoro merasa perlu untuk menanggapi dengan tegas terhadap pelanggaran tersebut, untuk melindungi kehormatan mereka dan menuntut pembebasan Rose.


Raja Shawighuno menghela nafas panjang untuk menenangkan diri.


"Tenang. Tenang dulu teman-teman. Kita harus mempertimbangkan setiap langkah dengan bijaksana. Jika kita bereaksi secara agresif, kita bisa memperburuk situasi. Mari kita pertimbangkan opsi diplomasi terlebih dahulu, agar putri Nania bisa berpikir."


Reimon mengangguk setuju. "Benar, Raja. Menggunakan kekuatan militer hanya akan mengakibatkan lebih banyak pertumpahan darah, dan itu terjadi beberapa waktu terakhir ini. Kita harus mencoba menyelesaikan masalah ini melalui perundingan."


Raja Shawighuno sebenarnya juga ragu, melihat bagaimana cara Putri Nania bertindak selama ini. Dia sudah berkali-kali merasa tidak dihargai sebagai seorang raja dari sebuah kerajaan.


"Aku tahu keraguan kalian. Tapi kita harus memberikan mereka kesempatan untuk berbicara. Mari kita bentuk delegasi khusus yang akan pergi ke Kerajaan Couthel untuk bernegosiasi dengan Putri Nania. Kita akan menuntut pembebasan Rose dan menegaskan bahwa kita tidak akan mentolerir tindakan sembrono mereka."


Squidwored akhirnya mengangguk setuju.


"Saya setuju dengan rencana itu, Raja. Delegasi kita harus terdiri dari orang-orang yang berpengalaman dalam diplomasi dan negosiasi. Kita harus menunjukkan bahwa kita serius dalam mencapai perdamaian."

__ADS_1


Raja Shawighuno bersiap-siap untuk melakukan perundingan dengan petinggi kerajaan.


"Baiklah, mari kita segera mengumpulkan delegasi dan memberikan mereka mandat yang jelas. Saya berharap perundingan ini dapat menghasilkan solusi yang adil dan membawa Rose pulang dengan selamat."


Kegelisahan, kemarahan, dan ketegangan yang dirasakan oleh Raja Shawighuno, Reimon, Sponsored, dan Squidwored tampak jelas setelah mendengar laporan tentang penahanan Rose.


Mereka berusaha mempertimbangkan berbagai opsi tindakan, tetapi pada akhirnya memilih jalan diplomasi untuk menyelesaikan masalah ini dengan harapan mengembalikan Rose ke kerajaan mereka dan memulihkan hubungan yang tegang antara dua kerajaan yang telah lama bertikai.


Raja Shawighuno, sebagai pemimpin Kerajaan Bhojong Noghoro, segera mengadakan rapat darurat dengan para penasihat dan pejabat tinggi lainnya. Mereka membahas berbagai kemungkinan tindakan yang dapat diambil untuk menghadapi situasi ini. Beberapa saran termasuk meluncurkan serangan militer sebagai balasan, mengutus utusan khusus untuk bernegosiasi dengan Putri Nania, atau bahkan meminta bantuan dari kerajaan lain yang bersimpati dengan situasi mereka.


Namun, dalam upaya untuk menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik yang lebih besar, Raja Shawighuno memutuskan untuk memilih jalan diplomasi yang lebih tenang. Dia memerintahkan pembentukan delegasi khusus yang terdiri dari anggota terpilih dari Kerajaan Bhojong Noghoro. Delegasi ini akan bertugas untuk mengadakan perundingan damai dengan Putri Nania dan meminta pembebasan Rose.


Sementara delegasi sedang dipersiapkan, para penasihat kerajaan Bhojong Noghoro melakukan penyelidikan mendalam tentang motif di balik penahanan Rose. Mereka mencoba untuk memahami alasan Putri Nania untuk


Pada saat yang sama, raja Shawighuno menerima jawaban dari beberapa kerajaan tetangga, termasuk dari kerajaan Den Merk juga, bahwa mereka menyetujui permintaan raja Shawighuno untuk membantunya melawan kerajaan Couthel yang dipimpin oleh putri Nania yang katanya terkenal kekejamannya.


"Yang Mulia Raja Shawighuno. Beberapa utusan kerajaan tetangga telah datang memberikan jawaban atas surat yang Tuan Raja kirimkan beberapa waktu lalu."


Pengawal istana memberikan laporan atas kedatangan para utusan kerajaan tetangga.

__ADS_1


Semuanya yang ada di dalam aula kerajaan Bhojong Noghoro bersuka cita, dengan adanya dukungan yang signifikan bagi Raja Shawighuno dalam upayanya melawan Kerajaan Couthel dan penahanan Rose oleh Putri Nania. Jawaban positif dari beberapa kerajaan tetangga, termasuk Kerajaan Den Merk, menunjukkan bahwa mereka mengakui kekejaman Putri Nania dan bersedia membantu Bhojong Noghoro dalam menghadapinya.


__ADS_2