The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Raja Iblis Marah


__ADS_3

Situasi ini terjadi ketika Raja Iblis merasa marah dan kesal karena Sir Plangtoon menolak permintaannya untuk menyerahkan murid berprestasi dari sekolah sihir Castello Bruxo. Raja Iblis sangat ambisius dan ingin memperluas pengaruhnya melalui pengambilalihan murid-murid yang berprestasi di berbagai sekolah sihir di dunia.


Ketika Sir Plangtoon menolak permintaannya, Raja Iblis menjadi sangat marah. Dia merasa bahwa Sir Plangtoon telah menghina kekuasaannya dan keinginannya sebagai raja. Raja Iblis memutuskan untuk menemui Sir Plangtoon secara langsung untuk memaksa agar permintaannya dipenuhi.


Ketika Raja Iblis bertemu dengan Sir Plangtoon, dia langsung menunjukkan kemarahannya. Dia mengeluarkan kata-kata yang kasar dan mempertanyakan keberanian Sir Plangtoon untuk menolak permintaannya.


"Saya tidak percaya ini terjadi!" ucap Raja Iblis dengan nada suara yang meninggi. "Kau menolak permintaanku, Sir Plangtoon! Apakah kau benar-benar berani melawan kekuasaanku sebagai raja?"


Sir Plangtoon mencoba untuk menjelaskan alasannya, namun Raja Iblis tidak mendengarkan penjelasannya. Sebaliknya, dia semakin marah dan mengancam akan menghancurkan sekolah sihir Castello Bruxo jika Sir Plangtoon tidak memenuhi permintaannya.


"Jangan mencoba untuk menantang ku, Sir Plangtoon!" tegas Raja Iblis. "Jika kau tidak memenuhi permintaanku, maka aku akan menghancurkan sekolahmu dan memberikan hukuman yang sangat kejam pada kau dan murid-murid mu. Ingatlah bahwa kau tidak bisa menghindari takdirmu yang buruk jika kau melawan kekuasaanku!"


Ketika mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Raja Iblis, Sir Plangtoon merasa sedih dan khawatir dengan nasib sekolahnya dan murid-muridnya. Namun, dia tetap berpegang pada prinsipnya untuk melindungi murid-muridnya. Dia yakin bahwa dia telah melakukan yang terbaik untuk melindungi sekolah dan murid-muridnya, meskipun itu berarti harus melawan Raja Iblis.


***


Meskipun Sir Plangtoon memiliki keahlian sihir yang tinggi, mencari William adalah sebuah tugas yang sulit dan berat. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh Sir Plangtoon dalam mencari William.


Pertama, sir Plangtoon tidak tahu dimana William berada. Setelah William resmi menjadi anak asuhnya raja iblis dan tinggal di istana Raja Iblis, Sir Plangtoon tidak tahu dimana William berada. Ia tidak memiliki petunjuk yang jelas tentang keberadaan William, sehingga sulit untuk menemukannya.


Yang kedua adalah wilayah kerajaan iblis merupakan wilayah yang sangat berbahaya dan sulit diakses dengan sihir. Selain itu, wilayah ini juga dilindungi oleh banyak sihir hitam dan mantra yang sangat kuat, sehingga sulit untuk masuk ke dalam wilayah kerajaan iblis tanpa adanya ijin dari raja Iblis sendiri.


Yang berikutnya adalah, Raja Iblis dan para pengikutnya menggunakan sihir penghalang untuk melindungi William dari siapa saja yang mencoba untuk menemukannya. Sihir penghalang ini sangat kuat dan sulit untuk dilumpuhkan, sehingga sulit bagi Sir Plangtoon untuk menemukan William.


Sedang yang tidak pernah diketahui oleh sir Plangtoon adalah penyamaran William.

__ADS_1


Kemungkinan besar William telah mengubah penampilannya dan menyamar untuk menghindari pengawasan Raja Iblis, bahkan tempatnya bersembunyi juga tidak diketahui oleh siapapun, termasuk raja iblis sendiri.


Hal ini membuatnya sulit untuk dikenali dan ditemukan oleh Sir Plangtoon dalam pencariannya yang mengunakan mantra sihir.


Wilayah kerajaan iblis adalah tempat yang sangat berbahaya dan penuh dengan banyak makhluk jahat.


Selain itu, Sir Plangtoon juga harus menghadapi risiko ditangkap atau dibunuh jika ia tertangkap oleh pasukan Raja Iblis saat mencari William.


Kesulitan-kesulitan tersebut membuat Sir Plangtoon harus berpikir keras untuk menggunakan sihirnya untuk bisa menemukan William dengan aman dan berhasil membawanya pulang ke sekolah sihir Castello Bruxo.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya sir Plangtoon saat melamun seorang diri di dalam ruangannya.


Dalam kemarahannya, Raja Iblis telah mengeluarkan kata-kata yang keras dan mengancam Sir Plangtoon dengan konsekuensi yang serius jika ia tidak mengizinkan William untuk diambil.


Raja Iblis juga menyebutkan kekuasaannya sebagai penguasa kerajaan iblis dan meminta Sir Plangtoon untuk tunduk pada kehendaknya.


Raja Iblis menggunakan intimidasi dan ancaman untuk memaksa Sir Plangtoon agar mengubah keputusannya. Ia telah menunjukkan kemarahannya dengan cara yang jelas, meskipun tidak melemparkan benda-benda atau merobek sesuatu di sekitarnya tadi.


***


Malam ini tampak lebih mencekam dari biasanya. Suasana penuh ketakutan sehingga terasa sangat gelap dan sunyi.


Angin kencang mungkin berhembus, membuat suara gemerisik di sekitar rumah atau gedung. Pohon-pohon besar dapat terlihat seperti bayangan menyeramkan yang terayun-ayun di bawah cahaya bulan.


Di kejauhan, terdengar suara hewan-hewan yang menakutkan, seperti serigala atau hantu.

__ADS_1


Suara-suara tersebut menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan pada semua orang yang berada di dalam rumah atau di luar.


Cahaya yang samar-samar dapat bahkan memperlihatkan bayangan-bayangan yang mengerikan pada dinding, membuat orang merasa seperti ada sesuatu yang mengintip atau mengikuti mereka.


Ketika orang mendengar suara di sekitar mereka, mereka merasa seperti ada orang atau makhluk yang mengamati mereka dari kegelapan.


Ketika malam semakin larut, kesan mencekam dan ketakutan semakin terasa.


Bayangan dan suara yang menyeramkan membuat perasaan menjadi merasa tidak aman. Hal-hal ini membuat malam terasa sangat menakutkan dan membangkitkan imajinasi buruk bagi semua siswa-siswi yang berada di sekolah sihir Castello Bruxo.


Suasana mencekam itu memang diciptakan oleh raja iblis untuk memberikan tekanan secara mental pada seluruh penghuni sekolah sihir Castello Bruxo. Bukan hanya sekedar sir Plangtoon saja.


Raja Iblis adalah sosok yang sangat ambisius dan tidak kenal lelah dalam mencapai tujuannya. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan siswa berprestasi di sekolah sihir Castello Bruxo. Namun, sayangnya keinginan tersebut tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Sir Plangtoon, seorang guru di sekolah tersebut.


Sir Plangtoon memiliki pandangan yang berbeda dengan Raja Iblis. Bagi Sir Plangtoon, mendapatkan siswa berprestasi bukanlah segalanya. Menurutnya, yang terpenting adalah melindungi siswanya dari kejahatan dan pengaruh yang bisa merugikan mereka. Dia sangat memperhatikan keamanan dan kesejahteraan siswanya dan tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu.


Namun, Raja Iblis tidak mengerti pandangan Sir Plangtoon dan merasa bahwa keinginannya harus diutamakan. Dia merasa bahwa Sir Plangtoon terlalu keras kepala dan tidak mau mendengarkan alasan. Oleh karena itu, Raja Iblis memutuskan untuk memberikan pelajaran agar Sir Plangtoon mau tunduk pada keinginannya.


Namun, Sir Plangtoon tetap pada pendiriannya. Dia tidak ingin melakukan apa yang diminta oleh Raja Iblis karena dia tahu bahwa itu tidak benar dan tidak baik untuk siswanya. Sir Plangtoon memilih untuk mengambil tindakan yang tepat dan melindungi siswanya dari pengaruh buruk yang bisa datang dari Raja Iblis.


Tindakan yang diambil oleh Sir Plangtoon membuat Raja Iblis semakin marah dan tidak puas. Dia merasa bahwa Sir Plangtoon tidak menghargai keinginannya dan tidak menghargai posisinya sebagai raja.


Oleh karena itu, Raja Iblis akan mengambil tindakan yang lebih drastis untuk membuat Sir Plangtoon menyerah pada keinginannya.


"Rasakan saat aku melakukan semuanya, sir Plangtoon. Dan di saat kamu sadar, hanya ada penyesalan yang tidak berguna!"

__ADS_1


__ADS_2