The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Ancaman Raja Iblis


__ADS_3

Di kerajaan Iblis, raja iblis sedang menargetkan siswa berprestasi di sekolah sihir Castello Bruxo sama seperti dulu saat William dia bawa ke istana. Tapi kali ini sir Plangtoon, sebagai kepala sekolah sihir Castello Bruxo tidak memberikan ijin. Dia takut jika kedua muridnya yang berbakat, Reimon dan Rose, akan mendapatkan nasib yang sama seperti William, yang sampai sekarang tidak ada kabarnya.


Kerajaan Iblis selalu menjadi tempat yang gelap dan penuh dengan kejahatan. Di bawah pemerintahan raja iblis yang kejam dan tidak memiliki belas kasihan, siapa pun yang berani menentangnya akan menerima hukuman yang mengerikan.


Sekolah sihir Castello Bruxo adalah satu-satunya tempat di kerajaan ini yang memberikan harapan bagi siswa untuk belajar sihir dan berharap untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Namun, harapan itu terancam ketika raja iblis mengeluarkan perintah untuk mengejar siswa berprestasi di sekolah.


Saat itu, kepala sekolah sihir, Sir Plangtoon, menjadi semakin khawatir. Dia takut nasib yang sama akan menimpa kedua muridnya, Reimon dan Rose, seperti yang dialami William, salah satu muridnya yang pergi ke istana raja iblis dan tidak pernah kembali. Sir Plangtoon berusaha untuk melindungi murid-muridnya dengan cara tidak memberikan izin kepada raja iblis untuk mengejar siswa berprestasi.


Namun, raja iblis tidak akan berhenti untuk mencapai tujuannya. Dia marah dan tidak terima dengan penolakan itu. Ia mengirimkan utusan untuk menemui Sir Plangtoon dan memberitahunya tentang niatnya yang tegas.


Tapi karena usahanya tidak berhasil, maka raja iblis mengajak sir Plangtoon untuk bertemu dan bicara sendiri melalui cermin ajaib dan sihir yang mereka miliki.


"Saya sudah memberikan perintah, dan Anda harus mematuhinya. Saya ingin siswa berprestasi dari sekolah Anda dihadirkan di istana saya. Tidak ada yang bisa menghalangi rencana saya," kata raja iblis dengan nada yang keras.


Namun, Sir Plangtoon tetap kukuh dengan keputusannya. Dia tidak akan membiarkan murid-muridnya menjadi korban lagi.


"Saya tidak akan mengizinkan murid-murid saya dipaksa untuk menghadiri undangan Anda, Raja Iblis. Kami tidak ingin kehilangan siswa kami seperti William dan kedua temannya waktu itu," jawabnya dengan tegas.


Tapi raja iblis tidak merasa puas dengan jawaban itu. Dia merasa bahwa Sir Plangtoon telah menantang kekuasaannya.


"Jangan mempermainkan saya, kepala sekolah. Saya sudah memperingatkan Anda. Jika Anda terus menolak untuk mematuhi perintah saya, Anda akan menghadapi akibat yang sangat buruk. Saya akan mengambil tindakan tegas terhadap Anda dan sekolah Anda," ancam raja iblis dengan kemarahannya yang tampak nyata.


Sir Plangtoon merasa terancam oleh ancaman itu. Dia menyadari bahwa dia harus melindungi murid-muridnya dengan cara apa pun yang bisa dilakukannya.


Oleh karena itu, dia berencana untuk mengirimkan muridnya pulang ke rumah mereka, Reimon dan Rose, atau pergi dari sekolah dengan cara diam-diam. Dia berharap bahwa mereka akan selamat dari kejaran raja iblis dan terus hidup dengan damai.


Namun, Sir Plangtoon kembali berpikir jika rencananya itu tidak akan berhasil. Raja iblis pasti mengetahui tentang rencana itu dan bisa jadi akan segera mengirimkan pasukannya untuk mengejar murid-murid.


Hal itu akan jauh lebih berbahaya, seandainya Reimon dan Rose berhasil melarikan diri dari kejaran itu, tetapi mereka harus berjuang untuk bertahan hidup sendiri juga.


Sir Plangtoon duduk di ruang tamu sekolah sihir Castello Bruxo dengan rasa khawatir yang mendalam. Dia melamun dengan banyak pikiran yang membebaninya.

__ADS_1


Kepala sekolah sihir Castello Bruxo itu tahu, bahwa situasi yang sedang dihadapinya sangat berbahaya bagi murid-muridnya.


Tiba-tiba, dia melihat Sir Crab masuk ke ruangannya. Sir Crab adalah seorang guru senior yang sangat berpengalaman dan dia juga sempat ikut mendampingi William bersama dengan kedua muridnya yang lain, yaitu si kembar sial. Sponsored dan Squidwored, saat pergi ke istana kerajaan iblis.


Sir Plangtoon menyambut kedatangan sir Crab, kemudian langsung memberi tahu situasi yang sedang dihadapinya saat ini.


"Sir Crab, saya khawatir dengan situasi saat ini. Anda ragu sendiri, Raja iblis sedang mengejar siswa berprestasi di sekolah, dan saya takut murid-murid saya akan menjadi korban seperti William. Saya tidak tahu harus berbuat apa."


Ungkapan perasaan sir Plangtoon yang sedang gundah gulana ini membuat sir Crab ikut merasakan kegelisahan yang sama.


"Tenanglah, Sir Plangtoon. Saya mengerti bagaimana rasanya. Saya juga ikut bersama William dan kembar sial di istana raja iblis waktu itu. Saya akan memberikan saran kepada Anda."


"Mohon bantuannya, sir Crab. Saya sangat membutuhkan bantuan Anda." Sir Plangtoon benar-benar mengharapkan pendapat dan bantuan dari Sir Crab.


"Pertama-tama, jangan menyerah. Anda harus tetap mempertahankan prinsip Anda dan melindungi murid-murid Anda. Kedua, buatlah rencana dan strategi untuk melindungi mereka. Anda bisa menyembunyikan murid-murid Anda di tempat yang aman."


Mendengar usulan tersebut, sir Plangtoon terdiam sejenak. Tadi, dia sudah sempat berpikir seperti itu. Tapi dia tidak yakin jika muridnya justru selamat saat berada di perjalanan atau di tempat persembunyian mereka.


Sir Crab paham dengan maksud perkataan sir Plangtoon. "Jangan khawatir, Sir Plangtoon. Anda melakukan yang terbaik untuk melindungi murid-murid Anda. Dan jangan lupa, jika dibutuhkan, kita bisa mengandalkan kekuatan dan keahlian kita sebagai penyihir untuk melindungi mereka."


Sir Plangtoon menganggukan kepalanya mendengar perkataan sir Crab.


"Terima kasih, Sir Crab. Saya merasa lega mendengar saran Anda. Saya akan melakukan yang terbaik untuk melindungi murid-murid sekolah sihir Castello Bruxo ini."


"Saya tahu Anda akan melakukan yang terbaik, Sir Plangtoon. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika Anda membutuhkannya."


Percakapannya dengan sir Crab, membuat Sir Plangtoon merasa lebih percaya diri dan lega. Dia tahu bahwa dia bisa mengandalkan dukungan dari Sir Crab dan guru-guru lainnya untuk melindungi murid-muridnya.


Mereka berdua yakin bahwa mereka bisa melindungi murid-murid mereka dari kejaran raja iblis dan memastikan keselamatan mereka.


***

__ADS_1


Setelah mengetahui bahwa Sir Plangtoon menolak permintaannya untuk menyerahkan murid berprestasi dari sekolah sihir Castello Bruxo, Raja Iblis menjadi sangat marah. Dia merasa bahwa Sir Plangtoon telah menghina kekuasaannya dan keinginannya sebagai raja.


Raja Iblis memutuskan untuk menemui Sir Plangtoon secara langsung untuk memaksa agar permintaannya dipenuhi.


Suatu hari, Sir Plangtoon sedang berada di ruang kerjanya ketika dia mendengar suara keras di luar pintu. Dia membuka pintu dan terkejut melihat Raja Iblis dan pasukan iblis yang berdiri di depannya.


Sir Plangtoon merasa takut, tetapi dia tetap berdiri teguh di tempatnya.


"Salam, Sir Plangtoon. Saya datang untuk membicarakan masalah penting dengan Anda." Raja iblis berkata dengan ketus.


Sir Plangtoon berusaha untuk tetap tenang. "Salam, Raja Iblis. Apa yang bisa saya bantu?"


"Hemmm... Saya ingin membicarakan tentang permintaan saya untuk menyerahkan murid berprestasi dari sekolah sihir Castello Bruxo."


Sir Plangtoon tersenyum tipis mendengar perkataan yang diucapkan oleh raja Iblis. "Maaf, Raja Iblis. Saya tidak bisa memenuhi permintaan Anda."


"Apa maksudmu? Apakah kau menolak ku?" tanya raja iblis dengan cepat.


"Saya hanya ingin melindungi murid-murid saya, khususnya akan saya lakukan untuk Reimon dan Rose."


Raja Iblis memperlihatkan wajahnya yang tampak menyeramkan. "Kau menghina kekuasaan ku, Sir Plangtoon! Kau tahu konsekuensinya jika kau menolak permintaanku? Aku bisa menghancurkan sekolahmu ini dalam sekejap!"


Sir Plangtoon tetap berusaha untuk tenang.


"Saya memahami risikonya, Raja Iblis. Tapi saya harus mempertahankan prinsip saya sebagai kepala sekolah dan melindungi murid-murid saya," terang sir Plangtoon.


"Kau sangat berani, Sir Plangtoon. Kau akan menyesal karena keberaniannya ini." raja iblis memberikan ancaman.


Setelah mengatakan itu, Raja Iblis dan pasukannya pergi meninggalkan ruangan Sir Plangtoon.


Sir Plangtoon merasa sedih dan khawatir dengan ancaman Raja Iblis. Dia tahu bahwa situasi ini sangat berbahaya bagi sekolahnya dan murid-muridnya. Namun, dia tetap berpegang pada prinsipnya untuk melindungi murid-muridnya. Dia yakin bahwa dia telah melakukan yang terbaik untuk melindungi sekolah dan murid-muridnya.

__ADS_1


__ADS_2