The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Menunggu Pahlawan


__ADS_3

Pintu ajaib yang menghubungkan dua dunia, antara dunia modern dengan gunung Surya Kencana tersebut terlihat tua dan usang.


Pintu itu kini tampak seperti dibuat dari kayu kuno dengan ukiran yang indah dan berdebu. Tanda-tanda penggunaannya yang sering terlihat di sekitarnya, seperti bekas goresan, bulu dan bulan sabit terlihat memudar dan mulai pudar.


"Ini, ini waktunya segera habis!"


Sponsored bisa merasakan bahwa waktu hampir habis dan pintu itu mungkin tidak akan terbuka lagi setelah ini.


Sponsored menjadi panik dan cemas, karena ia menyadari betapa pentingnya peran pintu itu dalam koneksi antara dunia modern dan dunia gunung Surya Kencana. Jika pintu itu hilang, maka dirinya dan kedua orang yang selalu bersamanya sekarang ini tidak dapat kembali ke dunia gunung Surya Kencana, dan hubungan antara dunia modern dan dunia gunung Surya Kencana akan terputus.


"Ayo kita lakukan sesuatu! Jika tidak, maka kita tidak bisa kembali ke gunung Surya Kencana."


"Benarkah? Ayo kalau begitu!"


"Iya, ayok!"


Sponsored mengajak William dan kembar sialnya untuk mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri dan mengambil tindakan segera untuk memperbaiki pintu ajaib itu. Ia merasa terpanggil untuk menyelamatkan pintu itu dan memperbaikinya agar dapat digunakan kembali.


Tanpa ragu, kini mereka bertiga berusaha untuk menemukan cara untuk memperbaiki pintu tersebut dan mempertahankan koneksi antara dua dunia itu agar terus terjalin.


Beberapa saat kemudian, sinar terang tampak seperti ingin menyedot kekuatan mereka. Tapi mereka juga tidak berkeinginan untuk melawan sinar tersebut, karena ini memang kekuatan dari pintu penghubung untuk membawa mereka kembali ke gunung Surya Kencana.


Sluuut...


Cling


Setelah mereka bertiga melewati pintu ajaib yang menghubungkan dunia modern dengan gunung Surya Kencana, mereka merasa seperti terbangun dari sebuah mimpi.


Segala sesuatunya terlihat berbeda.


Gunung Surya Kencana telah berubah, dan begitu pula dengan dia sendiri. Ia merasa seperti waktu telah berlalu begitu cepat dan kini ia telah menjadi seorang pemuda dewasa, bukan lagi seorang anak-anak.


"Ini, apakah ini benar kamu, William, Squidwored?" Sponsored bertanya dengan tidak percaya apa yang dia lihatnya.


"Tentu saja ini aku."

__ADS_1


"Iya, kamu aneh!"


Tapi setelah ketiganya saling melihat satu sama lain, mereka benar-benar menemukan sesuatu yang berbeda.


Di sekeliling mereka melihat banyak perubahan yang telah terjadi. Pohon-pohon di hutan telah tumbuh lebih besar, dan pepohonan yang dulu mereka kenal telah berganti dengan spesies yang berbeda.


Mereka tercengang melihat perubahan yang terjadi, dan tak bisa menahan rasa takjubnya.


"Sungguh menakjubkan! Segalanya telah berubah! Aku merasa seperti baru saja tidur, dan ketika bangun, kini aku sudah dewasa. Bagaimana ini bisa terjadi?" ucap Willian dengan suara heran.


Namun, mereka merasa bersyukur karena perubahan ini membawa banyak potensi dan peluang baru bagi mereka dan gunung Surya Kencana.


Mereka pun bersiap untuk menjalani peran baru sebagai pemuda dewasa yang bertanggung jawab dan memperbaiki masa depan gunung Surya Kencana dengan segala kemampuan dan keahlian yang mereka miliki.


***


Setelah William, Sponsored dan Squidwored tiba di gunung Surya Kencana, mereka baru mengetahui bahwa keadaan sekitar gunung telah berubah drastis setelah mencoba untuk turun gunung.


Kekacauan dan kegelapan menyelimuti kerajaan Bhojong Noghoro yang telah berhasil dijajah oleh kerajaan Couthel. Banyak warga yang hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan mereka.


"Bagaimana bisa ini terjadi?" tanya William tidak percaya.


"Raja Shawighuno jatuh sakit?"


"Apa?"


Tidak hanya itu, mereka juga mendengar raja Shawighuno yang dihormati oleh banyak orang, telah jatuh sakit menahun dan belum ada yang bisa mengobatinya. Banyak orang merasa sedih dan khawatir tentang kondisi raja mereka, karena ia adalah penguasa yang bijaksana dan disegani di kerajaan Bhojong Noghoro.


Di pasar kerajaan, para warga sekitar kerajaan Bhojong Noghoro sedang membicarakan situasi dan kondisi raja Shawighuno.


"Apakah Anda mendengar kabar terbaru tentang kondisi raja Shawighuno? Apakah ada yang bisa mengobatinya?" tanya seorang penjual sayuran kepada pelanggannya.


"Saya dengar ia masih sakit, dan para tabib kerajaan masih belum bisa menemukan obat yang tepat untuk penyakitnya," jawab seorang pelanggan dengan wajah sedih.


"Sungguh malang nasib kerajaan kita ini. Setelah berhasil dijajah oleh kerajaan Couthel, kini raja kita jatuh sakit. Siapa yang akan memimpin kita jika raja tidak segera sembuh?" ujar seorang pedagang pakaian dengan nada khawatir.

__ADS_1


Para warga saling berbincang-bincang dan merasa sedih dan cemas mengenai situasi dan kondisi kerajaan Bhojong Noghoro. Sponsored pun merasa prihatin dan ingin membantu dalam menyelamatkan kerajaan dan menyembuhkan raja Shawighuno.


William, Sponsored dan Squidwored saling pandang mendengar perbincangan beberapa orang yang mereka temui.


Di istana kerajaan Bhojong Noghoro, raja Shawighuno juga menantikan kehadiran ketiga orang yang menurutnya mampu membantu keadaannya saat ini.


"Bagaimana kabar pencarian mu mengenai keberadaan ketiga pemuda di gunung Surya Kencana? Sudah menemukan mereka?" tanya raja dengan suara yang lemah.


"Maaf, tuanku. Kami telah mencari di seluruh penjuru sisi gunung, namun belum berhasil menemukannya. Kami terus berusaha dan berharap dapat menemukannya secepat mungkin."


Orang kepercayaan tersebut hanya berani mencari William dan kedua temannya di pinggir-pinggir gunung Surya Kencana, sebab mereka sangat tahu betul apa yang akan terjadi pada mereka sendiri, jika mereka memasuki gunung tersebut.


"A-ku, aku sangat prihatin dengan situasi kerajaan kita saat ini. Kita membutuhkan bantuan mereka untuk menyelamatkan kerajaan dari jajahan Couthel. A-ku berharap kamu terus berusaha dan berdoa agar bisa menemukan mereka secepat mungkin."


Orang kepercayaan mengangguk mengiyakan. "Tentu saja, tuanku. Kami akan terus berusaha dan meminta bantuan dari orang-orang di sekitar gunung Surya Kencana. Kami tidak akan berhenti mencari hingga berhasil menemukan mereka."


Raja Shawighuno mengangguk lemah. "Baiklah, aku percayakan pencarian ini pada kamu. Segera berikan kabar kepadaku jika sudah menemukannya. Kita tidak bisa terus bergantung pada keberuntungan."


"Tentu saja, tuanku. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukannya."


Pagi harinya, Raja Shawighuno duduk di atas singgasananya dengan wajah penuh kekhawatiran. Orang kepercayaannya datang menghadap dan memberikan laporan bahwa mereka belum berhasil menemukan William dan kedua temannya di gunung Surya Kencana.


"Apakah kalian sudah mencari di seluruh pinggir penjuru gunung?" tanya raja Shawighuno dengan penuh harap.


"Ya, tuanku. Kami telah mencari ke seluruh sisi penjuru gunung, namun belum menemukan mereka."


Raja Shawighuno menghela nafas panjang. "Hhhh... A-ku tidak bisa terus menunggu. Kita butuh bantuan mereka untuk menyelamatkan kerajaan ini dari kerajaan Couthel. Apa yang harus kita lakukan?"


"Maafkan kami, tuanku. Namun kita harus bersabar dan terus mencari. Mereka bertiga pasti akan datang jika sudah waktunya."


"Aku mengerti, namun waktu kita semakin terbatas. Bagaimana jika kita mengirim pasukan untuk mencari mereka? Apa kalian yakin ini bisa berhasil? Atau kita perlu masuk ke dalam gunung Surya Kencana?"


Orang kepercayaan mengeleng cepat. "Maafkan kami, tuanku. Namun pasukan kita tidak akan bisa menembus wilayah gunung Surya Kencana. Kita harus sabar dan menunggu keajaiban."


"Baiklah, jika memang itu yang harus dilakukan. Kita harus bersabar dan menunggu kedatangan mereka bertiga. Aku yakin jika mereka akan datang dan membantu kita."

__ADS_1


"Ya, tuanku. Kita harus tetap berdoa dan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukannya."


Meskipun demikian, raja Shawighuno tetap merasa bersalah dan was-was karena keadaan kerajaannya yang tidak lagi memiliki kebebasan seperti dulu lagi.


__ADS_2