
Wiliam melihat sekeliling. Dia merasa was-was berada di atas panggung aula sekolah sihir Castello Bruxo, karena saat ini adalah penentuan dari kompetisi mantra baru yang akan dilakukan nanti di kerajaan iblis, jika dia menang.
Dia melihat ke arah tempat duduknya Sponsored dan Squidwored yang tadi, tapi ternyata tempat duduk tersebut kosong. William bergumam seorang diri karena takut jika kedua temannya tadi tidak bisa menolongnya. "Kemana mereka?"
Situasi yang terjadi di panggung aula sekolah sihir Castello Bruxo, tempat di mana William berada untuk mengikuti kompetisi mantra baru yang akan diadakan di kerajaan iblis sedikit tegang. William yang merasa khawatir karena teman-temannya, Sponsored dan Squidwored, yang seharusnya mendukungnya, tidak hadir di tempat duduk mereka juga.
William berbicara dengan dirinya sendiri sedari tadi, bergumam karena ia sangat khawatir dan tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Dia berpikir bahwa kedua temannya tidak datang karena mereka tidak percaya padanya atau bahkan meninggalkannya. Dia merasa sangat sendirian dan takut gagal dalam kompetisi tersebut.
"Mereka pasti tidak percaya padaku," gumam William dalam hati.
"Mereka berdua tidak ada di sini untuk mendukungku. Bagaimana jika aku gagal dalam kompetisi ini? Apa yang akan terjadi padaku? Aku merasa sangat sendirian dan takut." William bergumam lagi.
William merasa sangat tertekan dan cemas, namun ia mencoba untuk tetap tenang dan fokus pada persiapan untuk kompetisi mantra. Dia mengambil napas dalam-dalam dan mencoba untuk menghilangkan keraguan dan ketakutannya.
"Aku harus fokus pada persiapan ini dan melakukan yang terbaik," gumam William dalam hati."
"Aku telah bekerja keras untuk ini dan aku tidak boleh mengecewakan diriku sendiri, juga mereka berdua. Aku harus melupakan keraguan ini dan mempercayai kemampuanku sendiri." William bertekad.
Dengan berbicara dengan dirinya sendiri dan memotivasi dirinya sendiri, William berusaha untuk mengatasi ketakutan dan keraguannya. Dia percaya bahwa dia dapat melakukan yang terbaik dan memenangkan kompetisi mantra baru ini, dengan atau tanpa Sponsored dan Squidwored yang telah mengajarnya.
Sementara itu, ternyata di luar aula sekolah sihir, Sponsored dan Squidwored sedang berbincang serius untuk membantu William.
Kejadian gaduh di dalam tadi, sengaja mereka lakukan agar bisa lebih mudah keluar tanpa dicurigai oleh siapapun. Jika mereka masih ada di dalam dan membantu William, maka mereka berdua akan ketahuan jika menjadi backing mantra sihir yang diucapkan oleh William, kan???
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? William pasti membutuhkan bantuan kita di dalam sana. Aku takut jika dia mencari kita," ucap Sponsored bingung.
"Tapi jika kita tetap di dalam, kita akan dicurigai oleh para juri mantra sihir. Kita harus mencari cara lain untuk membantu William."
__ADS_1
Sponsored mengangguk dan kepala mendengar perkataan Squidwored. "Bagaimana jika kita mencari informasi tentang mantra sihir yang akan digunakan dalam kompetisi? Kita dapat membantu William dengan memberinya tips dan trik untuk mengalahkan lawan-lawannya."
"Baiklah, itu ide yang bagus. Kita dapat mencari tahu informasi dari sumber yang dapat dipercaya. Kita tidak ingin memberikan informasi yang salah dan membuatnya kehilangan kesempatan untuk menang."
"Saya setuju. Kita harus segera mencari tahu tentang mantra sihir yang akan digunakan dalam kompetisi dan memberikan tips dan trik terbaik untuk William."
"Mari kita cepat pergi ke perpustakaan dan mencari informasi tentang mantra sihir yang akan digunakan. Kita harus membantu William untuk memenangkan kompetisi ini."
Namun tanpa sepengetahuan Sponsored dan Squidwored, penjaga sekolah yang pernah melihat William di danau hitam memperhatikan keduanya. Penjaga tersebut mendekat dan bertanya pada mereka.
"Hai, kalian berdua! saya tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Saya melihat kalian berdua sangat khawatir tentang William di dalam sana. Tapi, kalian tidak perlu khawatir, William pasti bisa melakukannya sendiri secara alami karena jiwa murni dari dalam tubuh William." Penjaga tersebut berkata memberitahu.
Sponsored kaget, begitu juga dengan Squidwored.
"Jiwa murni? Apa Anda tahu maksud dari perkataan Anda?" tanya Sponsored memancing.
Penjaga sekolah menganggukkan kepalanya. "Ya, William memiliki kekuatan khusus karena jiwa murni yang dimilikinya. Dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan kekuatan alam dan memanipulasi energi dalam dirinya. Jadi, jangan khawatir tentang dia. Dia pasti bisa mengatasi tantangan di dalam sana dengan kemampuan yang dimilikinya. Bukankah kalian tahu juga?"
Sponsored dan Squidwored menggeleng dengan kompak.
"Wow, itu luar biasa. Saya tidak pernah mendengar tentang kemampuan semacam itu sebelumnya dari ras manusia." Sponsored berpura-pura kagum.
"Saya setuju. Tapi, apakah William tahu tentang kemampuan ini?" tanya Squidwored dengan mengetuk-ngetuk dagunya sendiri.
"Saya yakin dia sudah mengetahuinya, karena dia sering menggunakan kemampuan ini dalam pelatihan mantra sihir. Jadi, kalian tidak perlu khawatir, biarkan dia menunjukkan kemampuannya sendiri." Penjaga tersebut memberikan keterangan.
"Berlatih?" tanya Kedua saudara kembar sial tersebut saling pandang.
__ADS_1
"Ya. Saya pernah melihatnya mengalahkan monster air pada saat dia menjalani hukuman." Keduanya kembali terbelalak mendengar penjelasan dari penjaga tersebut.
"Terima kasih banyak, penjaga sekolah. Kami akan percayakan pada William untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya."
"Ya, kami akan mendukung dia dengan cara kami sendiri."
Keduanya kembali saling pandang dan menganggukkan kepalanya setuju.
"Baiklah, semoga kalian berdua membantu William dengan cara kalian masing-masing. Saya yakin dia pasti bisa melakukannya dengan baik." Penjaga tersenyum senang.
Setelah penjaga sekolah berlalu, Sponsored dan Squidwored kembali saling pandang kemudian masing-masing tersenyum miring dengan misterius.
***
Di kerajaan Bhojongnoghoro, Sang raja sedang mempersiapkan prajurit militer untuk menyerang kerajaan Couthel. Di aula kerajaan jadi sangat tegang dan penuh dengan wajah-wajah yang bersiap untuk perang.
Pemerintah kerajaan emang sedang fokus pada persiapan militer dan pengumpulan sumber daya untuk mendukung upaya perang. Hal ini meliputi pelatihan intensif untuk prajurit, pengadaan senjata dan perlengkapan, serta perencanaan strategi militer untuk menghadapi musuh.
Tapi karena ini juga, kerajaan akhirnya memberlakukan naiknya pajak dan memotong anggaran pada sektor non-militer untuk mendanai persiapan perang.
"Bagaimana persiapan kita untuk perang?" Sang raja, Shawinghuno bertanya pada perdana menterinya.
"Kami telah mempersiapkan pasukan kita dengan baik, Your Majesty. Semua prajurit telah melalui pelatihan yang ketat dan kami telah memperoleh senjata dan perlengkapan terbaik yang tersedia di pasar."
Raja mengangguk puas. "Apakah ada masalah dengan logistik? Apakah kita memiliki cukup sumber daya untuk mendukung pasukan kita?" tanya raja.
"Kami telah memastikan bahwa pasukan kita memiliki semua sumber daya yang diperlukan, dari makanan dan air hingga obat-obatan dan peralatan medis. Seluruh pasokan sudah siap di tempat penyimpanan yang aman." Perdana menteri memberikan penjelasan sejelas-jelasnya.
__ADS_1
Suasana aula terasa lebih panas, saat membicarakan perang.