
Setelah William mengetahui bahwa ia adalah seorang pangeran dan bukan hanya seorang rakyat atau manusia biasa, ia merasakan beragam emosi. Dia bingung, cemas, dan juga marah. Namun, setelah ia menenangkan dirinya dan merenungkan identitas barunya, akhirnya dia merespons dengan sikap yang berbeda juga.
'Ternyata pertanyaan besar yang selama ini menjadi misteri adalah ini jawabannya.'
'Aku seorang pangeran kerajaan Couthel.'
William merasa bangga atas identitas barunya dan mulai berpikir untuk mempelajari sebanyak mungkin tentang kerajaan Couthel dan sejarah keluarganya. Hal ini akan membantu William merasa lebih dekat dengan warisan keluarganya dan mengetahui identitasnya dengan lebih baik.
'Tapi, kemana aku mencari tahu sejarah leluhurku?' batin William bertanya-tanya.
'Harusnya sebagai seorang ratu, ibuku tidak pendek akal dengan bersekutu dengan raja Iblis yang pada akhirnya menghancurkan mereka juga!'
William juga merasa marah dan ingin membalas dendam atas keluarganya yang telah dibantai. Namun, ia juga menyadari bahwa tindakan balas dendam tidak akan mengembalikan apa pun.
'Apakah aku harus memaafkan Putri Nania dan Raja Iblis untuk mengetahui segalanya?'
William menghela nafas berat saat banyak memikirkan masa lalu dan identitas dirinya yang baru saja dia ketahui. Namun, William akhirnya memutuskan untuk mengubah sikapnya agar bisa lebih percaya diri dan menunjukkan keberanian yang sebelumnya tidak terlihat. Ia menjadi lebih ambisius dan berusaha untuk mencapai kesuksesan atas perang yang terjadi sekarang ini.
'Hahhh!'
'Aku akan berhasil. Aku tidak mau terpuruk hanya karena masa lalu.'
Namun, meskipun William merasa bangga atas identitas barunya dan bertindak sesuai dengan sikap yang berbeda, ia juga merasa tertekan dengan beban yang besar dari sejarah keluarganya. William membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dalam hidupnya dan menemukan keseimbangan yang tepat antara masa lalunya dan masa depannya yang baru.
***
Sosok William akhirnya banyak di cari orang, bukan hanya karena sosoknya yang gagah saat memimpin prajurit kerajaan Bhojong Noghoro yang sedang berperang melawan kerajaan Counthel. Karena kabar yang beredar mengenai dirinya sebagai ahli waris dan keturunan terakhir dari kerajaan Couthel yang hilang, akhirnya banyak sekali gadis-gadis yang mengelu-elukan William, menyukai dan mencari perhatiannya.
"Hei, kamu lihat siapa itu? Itu William. Ahhh... pemimpin militer kita! Dia terlihat sangat gagah saat memimpin pasukan kita ke medan perang."
"Iya, aku juga merasa begitu. Tapi bukan hanya itu, aku juga mendengar bahwa dia adalah ahli waris kerajaan Counthel yang hilang. Bagaimana jika dia benar-benar pewaris tahta?"
"Wow, benarkah? Tidak heran dia begitu karismatik dan menarik perhatian. Aku juga mendengar dia sangat pandai dalam strategi perang dan ilmu sihir."
Penyebab William banyak dicari orang adalah karena kabar yang santer terdengar.
Pertama, William adalah seorang pemimpin yang gagah saat memimpin prajurit dalam perang antara kerajaan Bhojong Noghoro dan Counthel. Apalagi William memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik dan memimpin pasukan dalam pertempuran.
Kedua, kabar yang beredar mengenai William sebagai ahli waris keturunan terakhir dari kerajaan Counthel yang hilang, menambah daya tarik dan menimbulkan rasa ingin tahu dari masyarakat. William memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, sebagai penasehat raja Shawighuno dan jika kabar bahwa dia adalah seorang pangeran itu benar, dia bisa menjadi pewaris tahta kerajaan Counthel dan menjadi raja di kerajaan tersebut.
Selain itu, kehadiran banyak gadis yang menyukai William dan mencari perhatiannya karena William juga memiliki daya tarik personal yang kuat. Hal ini berdampak pada situasi sosial di sekitar William, karena kehadiran banyak orang yang mencari perhatiannya menciptakan lingkungan sosial yang berbeda dari sebelumnya.
William akhirnya bingung sendiri dengan keadaan dirinya yang sekarang, meskipun dia berusaha untuk tetap seperti biasanya.
Apalagi William memiliki banyak pilihan dan tindakan yang dapat diambilnya sekarang. Dia bisa memilih untuk mengejar kedudukan di kerajaan Counthel, atau memilih untuk tetap fokus pada perannya sebagai pemimpin militer di kerajaan Bhojong Noghoro.
Selain itu, banyaknya gadis dan orang tua gadis yang membicarakan tentang dirinya, sedikit menganggu konsentrasi William.
"Kamu sudah melihat William hari ini? Dia terlihat sangat tampan dalam baju zirahnya."
"Aku juga melihatnya! Dia benar-benar memiliki penampilan yang mengagumkan, tapi itu tidak hanya penampilannya. Dia juga memiliki kepemimpinan yang kuat dan karisma yang menarik."
"Aku setuju. Aku benar-benar terkesan dengan kemampuannya memimpin pasukan. Dan aku suka bagaimana dia selalu menyapa dan menghargai para prajurit kita. Andai aku bisa menjadi pendamping hidupnya..."
__ADS_1
Sedangkan para orang tua, juga mulai memberikan penilaian untuknya.
"Aku dengar William adalah keturunan terakhir dari kerajaan Counthel yang hilang. Bayangkan jika dia benar-benar bisa menjadi raja! Mungkin anakku bisa jadi ratu dan mendampinginya."
"Aku sudah membayangkannya. Dia pasti akan menjadi pemimpin yang hebat, mengingat kemampuan kepemimpinannya yang sudah terbukti dalam perang. Dan dia juga memiliki daya tarik pribadi yang kuat, banyak gadis yang menyukainya."
"Tapi, apakah dia benar-benar ingin menjadi raja? Bagaimana jika dia lebih suka tetap menjadi pemimpin militer?"
"Itu juga mungkin, tapi aku yakin dia akan sukses dalam apa pun yang dia pilih."
Bahkan, ada juga yang memberinya semangat dan perhatian dengan mengirimkan sebuah puisi cinta.
Untuk kekasihku
Di tengah-tengah medan perang yang penuh dengan kekacauan dan ketakutan, cinta masih tetap bersemi.
Ku tatap dirimu di antara deru senjata,
Dalam benakku terus membayangkan,
Wajahmu yang selalu menghiasi impian,
Di antara kengerian perang yang berkecamuk.
Ku lihat matamu memandangku,
Tak kuasa untuk mengelak,
Dalam setiap detik mu, ku merasa,
Meski perang terus berkecamuk,
Dan ketakutan selalu mengintai,
Namun cinta yang ku simpan dalam hati,
Takkan pudar meski badai datang.
Ku ingin kau tahu, meski kita terpisah,
Namun cintaku takkan pernah surut,
Dan ketika perang telah berakhir,
Ku akan kembali pada dirimu.
Dalam setiap hembusan nafasku,
Ku selalu menyimpan cinta,
Yang hanya untukmu, satu-satunya,
Di tengah-tengah medan perang yang sunyi.
__ADS_1
Di dalam diri seorang prajurit sejati,
Tersembunyi rasa gundah yang terpendam,
Cinta yang tumbuh dalam hatinya,
Tak mampu bebas terpancar dalam semangatnya.
Meski hatinya meronta dan merindu,
Namun ia harus menahan perasaannya,
Karena tanggung jawab yang harus ia jalani,
Sebagai seorang prajurit yang berbakti.
Di malam yang sunyi, ketika senjata terdengar,
Hatinya merasakan kesepian yang teramat dalam,
Tak ada yang dapat memahami perasaannya,
Karena ia sendirian dalam gelapnya malam.
Ia ingin memeluk dan mencium mu,
Namun keadaan tak mengizinkannya,
Karena tugas dan tanggung jawabnya yang harus dipenuhi,
Sebagai seorang prajurit yang menjunjung tinggi kehormatan.
Di dalam suara deru senjata dan teriakan perang,
Terdengar rintihan hatinya yang terpendam,
Gundah yang merusak jiwanya,
Karena cinta yang tak bisa ia ungkapkan.
Namun ia tetap bertahan dengan semangatnya,
Menjaga kehormatan dan melindungi rakyatnya,
Walaupun hatinya pilu dan rindu padamu,
Namun ia harus menjadi prajurit sejati.
Inilah perasaan gundah ku,
Yang tak bisa diungkapkan pada siapapun,
Karena aku adalah seorang prajurit sejati,
__ADS_1
Yang menjunjung tinggi tanggung jawab dan kehormatan.