The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Pilihan Sulit


__ADS_3

"Tidak akan ada yang tahu keberadaan William di kerajaan kita. Kita hanya perlu membuat William merasa nyaman dan bahagia di sini, sehingga dia tidak ingin kembali ke sekolah."


Raja Iblis mendengarkan nasehat dan usulan dari salah satu menterinya. Dia memang ingin menahan William supaya berada di kerajaan Iblis dan tidak udah kembali ke sekolah sihir Castello Bruxo.


Di kerajaan Iblis ini, Raja juga memiliki ahli sihir yang handal. Bahkan dia juga ahli sihir, dan belum ada yang bisa mewarisi keahlian yang dimiliki dari ras selain Iblis.


"Apa yang terjadi jika ras manusia mewarisi ilmu sihir milikku?" tanya Raja Iblis pada menterinya yang tadi.


Sang menteri terdiam sejenak seakan-akan sedang berpikir dan mempertimbangkan pertanyaan maupun keinginan dari sang raja.


"Sifat manusia itu bisa berubah-ubah sesuai dengan keadaan mereka. Raja hanya perlu membuat William merasa dibutuhkan, atau bisa juga merasa berhutang budi."


Mendengar perkataan menteri, raja mulai berpikir keras bagaimana caranya agar bisa membuat seperti nasehat yang diberikan padanya. Dia juga berpikir ke arah sana, tapi dia perlu dukungan dan nasihat yang lebih baik sebelum bertindak.


"Tapi bagaimana jika kita dituntut pertanggungjawaban oleh sekolah sihir jika mereka mengetahui tentang keadaan William yang kita tahan di sini?" Salah satu menteri bertanya dengan ragu


Raja Iblis menyahut cepat. "Kita akan menemukan cara untuk mengatasi hal tersebut. Tapi untuk saat ini, saya sangat membutuhkan kehadiran William di kerajaan kita. Apakah kalian ada yang bisa membantu saya untuk meyakinkan dia?"


Para menteri mengangguk mengiyakan permintaan sang raja. "Tentu Raja, saya akan berbicara dengan William dan mencoba meyakinkannya untuk tetap tinggal di sini. Tapi saya akan menyarankan agar menerima tawaran Anda, Yang Mulia."


Raja Iblis tersenyum puas. "Terima kasih, kalian semua mau memberikan saran dan juga nasehat untuk kepentingan kerajaan ini. Saya sangat menghargai apapun yang kalian rencanakan. Kita akan membuat William merasa seperti berada di rumahnya sendiri. Kerajaan kita akan memperlakukan dirinya dengan sangat baik yang tidak akan memberinya alasan yang cukup untuk tinggal menolak tawaran kita."


***

__ADS_1


William duduk di kamarnya sendiri memikirkan tawaran dari Raja Iblis, sedangkan Sponsored dan Squidwored sudah kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


William merasa bingung dan ragu untuk menerima tawaran tersebut. Di satu sisi, dia merasa terhormat mendapatkan tawaran untuk menjadi seseorang yang dibutuhkan di


kerajaan Iblis. Di sisi lain, dia merasa tidak yakin apakah dia memiliki kemampuan untuk memenuhi ekspektasi yang diletakkan pada dirinya oleh Raja Iblis.


William tahu bahwa menjadi pemimpin dalam kerajaan Iblis bukanlah tugas yang mudah. Ada banyak tanggung jawab dan tuntutan yang harus dipenuhi, dan dia tidak yakin apakah dia cukup kuat untuk mengatasi semua itu. Dia merasa bahwa dia masih memiliki banyak yang harus dipelajari, dan dia merasa khawatir bahwa kekurangannya akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri dan juga kerajaan Iblis.


"Apakah aku mampu?"


"Apakah raja tidak akan kecewa padaku?"


"Tapi, ini juga kesempatan yang langka dan aku harus bisa memanfaatkannya untuk mengetahui tentang asal-usulku. Apa memang ini kesempatan yang diberikan untukku?"


Di sisi lain, William tidak ingin mengecewakan Raja Iblis. Dia tahu bahwa mereka telah memberinya kesempatan besar, dan dia tidak ingin membuat mereka kecewa. William merasa terhormat dan bersyukur atas kesempatan ini, dan dia tahu bahwa jika dia menolak tawaran itu, dia mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan seperti itu lagi.


William merenungkan semua pilihan yang ada di hadapannya. Dia merasa bahwa dia harus membuat keputusan yang tepat, karena pilihan yang dia buat akan memengaruhi masa depannya. Dia bertanya-tanya apakah dia memiliki keberanian untuk mengambil risiko dan mencoba menjadi pemimpin yang Raja Iblis harapkan darinya, atau apakah dia harus tetap mengikuti jalan hidupnya yang biasa-biasa saja. Dia tahu bahwa keputusan itu harus dibuat secepat mungkin, dan dia merasa tertekan oleh semua pikiran dan keraguan yang menghantuinya.


***


Sir Crab sendiri juga sedang meminta pertimbangan dalam menentukan pilihan atas permintaan raja Iblis dengan William yang akan tinggal di kerajaan Iblis. sir Crab melakukan meditasi dan dengan mantra sihirnya bisa bertemu dan berbicara dengan sir Plangtoon yang merupakan kepala sekolah sihir melalui kaca yang ada di dalam kamarnya.


Sekarang Sir Crab duduk di atas karpet dengan posisi yang nyaman. Ia menutup matanya dan mulai merapalkan mantra sihirnya dengan konsentrasi penuh. Setelah beberapa saat, ia membuka matanya dan terkejut melihat kaca di depannya berubah menjadi gambar dari sir Plangtoon, kepala sekolah sihir Castello Bruxo.

__ADS_1


Sir Crab mengucapkan salam hormat kepada sir Plangtoon. "Selamat malam, sir Plangtoon. Saya Sir Crab, masih berada di Kerajaan Iblis. Saya membutuhkan bantuan mu dalam hal yang sangat penting."


Sir Plangtoon mengangguk menerima salam hormat dari bawahannya. "Selamat malam Sir Crab, apa yang bisa saya bantu?"


Sir Crab mulai membicarakan tentang permintaan praja iblis. "Saya ingin membicarakan tentang William. Raja Iblis meminta izin untuk menariknya dari sekolah dan memintanya untuk tinggal di Kerajaan Iblis. William akan dijadikan anak angkat sang raja. Bagaimana menurut Anda, sir Plangtoon?"


Sir Plangtoon terdiam sejenak untuk berpikir. "Ah, saya mengerti. Tapi William masih perlu belajar lebih banyak lagi untuk mengasah kemampuannya. Dia adalah satu siswa terbaik di sekolah. Mengapa Raja Iblis ingin menariknya?" tanya sir Plangtoon.


"Raja sangat kagum karena keahlian sihirnya William yang luar biasa. Namun, William juga ragu-ragu untuk menerima tawaran tersebut. Dia khawatir tidak bisa memenuhi harapan Raja Iblis dan mendapatkan hukuman. Apa saran sir Plangtoon dalam situasi ini?" sir Crab bertanya dan meminta saran pada kepala sekolah.


Sir Plangtoon mengangguk. "Saya mengerti kekhawatiran William. Namun, saya yakin dia memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi harapan Raja Iblis. Saya juga percaya bahwa Raja Iblis tidak akan memintanya untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukannya. Namun, jika William tetap ragu, mungkin Anda bisa membantu untuk memberikan pemahaman dan dukungan untuk mengatasi kekhawatirannya."


Sir Crab mengerti maksud dari perkataan sir Plangtoon. "Terima kasih, sir Plangtoon. Saya sangat menghargai saran darimu. Saya akan berbicara dengan William dan membantu dia untuk mengatasi kekhawatirannya. Apakah ada hal lain yang harus saya ketahui?"


"Saat ini tidak ada. Namun, jika ada hal lain, jangan ragu untuk menghubungi saya kembali. Semoga Anda bisa memberikan pemahaman kepada William, dengan cara yang bisa dia pahami, Sir Crab." kata sir Plangtoon memberikan nasehat.


"Terima kasih banyak, sir Plangtoon."


Setelah itu, kaca berubah kembali menjadi biasa dan Sir Crab kembali ke ruangannya, merenungkan kata-kata sir Plangtoon. Ia berencana untuk berbicara dengan William dan membantunya mengatasi kekhawatirannya.


Tapi semua keputusan tetap berada di tangan William sendiri sebagai seorang anak yang bebas menentukan pilihan dan masa depannya.


Emhhh, kira-kira William jadi tinggal di kerajaan iblis atau kembali ke sekolah sihir Castello Bruxo???

__ADS_1


__ADS_2