The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Pertempuran Dua Kerajaan


__ADS_3

Pada hari yang sudah ditentukan, pasukan kerajaan Bhojong Noghoro menyerang kerajaan Couthel, karena surat peringatan yang tidak kirimkan tidak pernah kembali, atau tidak ada balasan respon dari kerajaan yang dipimpin oleh putri Nania.


Mereka menyerang sesuai dengan formasi taktik yang sudah dirundingkan sebelumnya. Tapi mereka tidak tahu, jika kerajaan Couthel sudah siap dengan serangan mereka, bahkan sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk memukul mundur pasukan kerajaan Bhojong Noghoro dengan mudah.


Sepertinya kerajaan Bhojong Noghoro dan kerajaan Couthel di mana kedua pihak sudah siap dengan merencanakan serangan dan pertahanan mereka. Namun, kerajaan Couthel memiliki keunggulan karena mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi serangan pasukan kerajaan Bhojong Noghoro, yaitu dengan pasukan tanpa harus adanya persiapan dan pelatihan para prajurit sebagai pasukan yang sebenarnya.


"Aku menyerahkan kehormatan kerajaan pada kalian semua, wahai para prajuritku! Aku minta kalian tetap semangat saat berperang, dan ingatlah akan kemenangan!"


Begitulah Raja Shawinghuno memberikan


semangat kepada prajuritnya, di saat melepas mereka berangkat ke medan perang.


Pasukan kerajaan Bhojong Noghoro yang sudah menyiapkan formasi taktik mereka sebelumnya, tetapi persiapan yang telah dilakukan oleh kerajaan Couthel jauh lebih menitikberatkan sebuah perhitungan yang tepat, sehingga bisa saja memaksa kerajaan Bhojong Noghoro untuk mengubah taktik mereka nantinya.


Dalam pertempuran ini, pasukan kerajaan Bhojong Noghoro bisa mengalami kesulitan karena mereka tidak mengetahui persiapan yang telah dilakukan oleh kerajaan Couthel.


Kerajaan Bhojong Noghoro yang hanya manusia biasa, harus menghadapi kerajaan Couthel yang di pimpin oleh seorang putri Iblis. Mereka tidak tahu, jika putri Iblis tersebut mengunakan sihir dalam menghadapi serangan mereka.


Para prajurit kerajaan Bhojong Noghoro harus menghadapi kerajaan Couthel yang dipimpin oleh seorang putri iblis yang memiliki kemampuan sihir. Hal ini tentu saja membuat situasi menjadi lebih sulit bagi pasukan Bhojong Noghoro karena mereka tidak tahu bagaimana cara menghadapi kekuatan sihir.


"Seraaanggg..."


Para prajurit sudah menempatkan diri sesuai dengan formasi yang telah ditentukan. Baik itu prajurit yang memegang panah, berkuda maupun peralatan senjata yang lainnya, menempatkan diri mereka masing-masing pada posisi yang sudah direncanakan.


Panglima perang memberi aba-aba saat sudah tiba di perbatasan kerajaan Couthel.


"Bagaimana keadaan pasukan kita?" tanya panglima perang, sesaat setelah memberikan perintah untuk menyerang.


"Panglima, pasukan kita terkena badai pasir dan angin besar. Banyak prajurit yang terjatuh dan mengalami luka-luka." Salah satu dari mereka memberikan laporan.


"Segera berikan perintah untuk membangun perlindungan dari angin dan pasir. Sampaikan ke semua pasukan bahwa yang paling penting sekarang adalah keselamatan diri mereka sendiri terlebih dahulu." Panglima memberikan pesantren perintahnya.

__ADS_1


"Panglima, saya akan langsung memerintahkan pasukan medis untuk memberikan pertolongan pada yang terluka." Prajurit yang lain datang memberikan laporan.


Panglima mengangguk cepat. "Baik. Selain itu, coba hubungi pasukan bantuan yang akan datang untuk meminta bantuan evakuasi dan menyelamatkan pasukan kita secepatnya!"


"Panglima, saya akan mengambil alih komando di lapangan dan memimpin pasukan yang masih dalam keadaan baik untuk membantu yang terjatuh dan membangun perlindungan." Prajurit lainnya datang memberikan laporan juga.


Panglima berpikir sebentar kemudian mengangguk setuju. "Baik, itu tugas yang penting. Saya percayakan kepada kalian untuk melakukan yang terbaik dalam situasi ini. Kita harus bekerja sama untuk menyelamatkan pasukan kita dan memastikan keselamatan kerajaan kita."


Di depan pasukan musuh kerajaan Bhojong Noghoro, badai tersebut sangat kuat dan membuat mereka kesulitan untuk bergerak maju atau mundur. Angin kencang membawa debu dan pasir ke arah mereka, membuat mereka tidak bisa melihat jarak yang jauh dan membuat pergerakan mereka terhambat.


Kemampuan sihir putri iblis, yaitu Putri Nania, membuat pasukan kerajaan Bhojong Noghoro kebingungan. Bahkan kini membuat mereka terkena kutukan sihir yang mengakibatkan kerugian besar dalam pertempuran. Selain itu, putri iblis juga memanipulasi situasi atau menggunakan kekuatan sihirnya untuk membingungkan pasukan Bhojong Noghoro dan memperoleh keuntungan di medan pertempuran.


Pasukan Bhojong Noghoro mulai meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik. Membuat panglima perang harus mencari tahu tentang kekuatan sihir putri iblis dan menemukan cara untuk melawannya.


"Apakah mungkin, apa yang dikatakan orang-orang di luar sana benar? Apa benar Putri Nania itu keturunan Iblis?" panglima perang mulai bertanya-tanya tentang berita burung yang pernah dia dengar.


Kini Panglima kerajaan Bhojong Noghoro kesulitan untuk menyelamatkan pasukannya yang tersapu angin dan badai pasir.


"Mundur..."


Panglima kerajaan Bhojong Noghoro memerintahkan pasukannya untuk segera mencari perlindungan dan membangun penjagaan terhadap angin dan pasir, kemudian memerintahkan pasukan medis untuk memberikan pertolongan pada mereka yang membutuhkan.


Dalam situasi seperti ini, panglima kerajaan Bhojong Noghoro merasa khawatir dan kebingungan. Dia tertekan karena pasukannya berada dalam bahaya. Dia merasa bertanggung jawab atas keselamatan pasukan dan merasa kecewa karena tidak dapat memberikan perlindungan yang cukup.


Selain itu, situasi ini juga bisa mengancam keselamatan kerajaan Bhojong Noghoro secara keseluruhan karena pasukan mereka akan melemah setelah mengalami bencana ini. Dan itu tidak bisa dibiarkan.


Dalam situasi seperti ini, panglima kerajaan Bhojong Noghoro tidak bisa tenang. Tapi dia harus tetap tenang dan bertindak dengan cepat dan tepat. Dia harus mencari cara untuk menyelamatkan pasukan mereka dan memastikan keselamatan kerajaan Bhojong Noghoro.


"Lebih baik mundur terlebih dahulu daripada hancur semuanya."


***

__ADS_1


Ketika serangan akhirnya datang, Putri Nania memerintahkan pasukan dengan menggunakan sihirnya. Dia mengeluarkan mantra khusus dan mengirimkan energi sihirnya ke dalam bahan-bahan yang telah dikumpulkan sebelumnya.


"Awan pasir yang terbentuk di langit gurun, dengarkan panggilan saya dan turun ke tanah di depan saya."


"Debu-debu halus, terbanglah dan berpadu menjadi badai yang menghancurkan."


"Kekuatan gurun, aku memanggil kamu, bantulah aku untuk menghancurkan musuh-musuhku."


"Angin, dengarkan suara saya dan bantu aku menciptakan badai pasir yang kuat dan mematikan."


"Dengan sihirku, aku memanggil kekuatan alam untuk membantu aku memenangkan perang ini."


Kejadian setelahnya, membuat pasukan musuh terkejut ketika mereka melihat badai debu dan pasir yang tiba-tiba muncul di depan mereka dan memporak-porandakan pasukan mereka.


Wuusss...


Wuusss...


"Ehhh..."


"Argh..."


Tagh clegh brukkk dugh breukk


Badai debu dan pasir terus berlanjut selama beberapa jam, membawa kekacauan ke dalam barisan musuh. Pasukan Putri Nania menunggu dengan sabar dan mengambil keuntungan dari kekacauan yang terjadi.


Setelah badai pasir berhenti, debu dan pasir yang tersebar di sekitar wilayah pertempuran, karena kuatnya sihir yang diucapkan oleh Putri Nania.


Badai pasir juga membuat musuh tercengang dan kebingungan, karena mereka tidak bisa melihat atau mendengar dengan jelas di tengah kekacauan tersebut. Beberapa dari mereka bahkan terjatuh karena tidak bisa berdiri tegak di bawah angin yang kencang.


Di sisi lain, pasukan Putri Nania menggunakan keunggulan dari badai tersebut. Mereka tahu bahwa badai debu dan pasir tersebut akan menghalangi pandangan musuh dan membuat mereka tidak bisa bergerak dengan leluasa. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan kekacauan tersebut untuk menyerang musuh dari sisi yang tidak terduga.

__ADS_1


Trang clang slass slub


Dalam hitungan jam, pasukan musuh menjadi kacau dan tak berdaya, terjebak di dalam badai pasir yang kuat dan tak berkesudahan. Pasukan Putri Nania berhasil memenangkan pertempuran dan melindungi kerajaan mereka dari ancaman kerajaan Bhojong Noghoro dengan mudahnya.


__ADS_2