
Sementara itu, di tengah persiapan perang, Raja Shawighuno memimpin rapat tingkat tinggi dengan para panglima perang, penasihat militer, dan para pemimpin kerajaan tetangga yang memberikan bantuan.
Diskusi intensif dilakukan untuk merumuskan strategi terbaik dalam menghadapi koalisi yang dipimpin oleh Putri Nania dan raja Iblis. Perencanaan dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan keahlian dan taktik lawan, serta keunggulan yang dimiliki Bhojong Noghoro melalui bantuan dari kerajaan-kerajaan tetangga.
Dalam beberapa minggu mendatang, tentara Bhojong Noghoro terus melatih diri dan memperkuat kesiapan mereka. Latihan perang diadakan secara intensif, memastikan bahwa prajurit memiliki kekuatan fisik, keahlian tempur, dan kesiapan mental yang diperlukan untuk menghadapi ancaman yang akan datang. Mereka belajar berkoordinasi dengan pasukan dari kerajaan-kerajaan tetangga, mengasah strategi dan taktik yang telah dirumuskan, serta membangun kepercayaan satu sama lain.
Sementara itu, di Kerajaan Couthel, Putri Nania dan raja Iblis merasa puas dengan penangkapan William serta Rose dan dukungan yang mereka terima dari kerajaan-kerajaan yang sebelumnya setia kepada Bhojong Noghoro. Mereka merasa yakin bahwa mereka dapat menghancurkan Bhojong Noghoro dan mengunakan kekuatan mereka, baik dengan prajuritnya maupun dengan sihir mereka yang kuat dan besar.
***
Di tempat lain, saat yang sama dengan persiapan perang yang intens di Kerajaan Bhojong Noghoro, sebuah mega proyek besar telah selesai di Kerajaan Couthel. Proyek ini melibatkan kerja sama antara Kerajaan Couthel dan Kerajaan Iblis untuk membangun sebuah jalan lintas antar kedua kerajaan tersebut. Jalan ini dianggap sebagai tonggak sejarah yang penting, karena akan memperkuat hubungan antara Kerajaan Couthel dan Kerajaan Iblis, serta memfasilitasi perdagangan dan komunikasi antara kedua kerajaan.
Proyek ini telah menjadi fokus utama di Kerajaan Couthel selama beberapa puluh tahun terakhir. Pemerintah dan masyarakat kerajaan dengan penuh semangat menghadapi tantangan dalam membangun jalan ini. Rakyat Couthel berpartisipasi dalam pekerjaan fisik, sementara para ahli dan insinyur dari Kerajaan Iblis memberikan bantuan teknis dan pengetahuan dalam merancang dan membangun jalan yang aman dan efisien.
Setelah melewati berbagai tahap konstruksi yang rumit, jalan lintas antar kerajaan akhirnya selesai. Untuk merayakan momen bersejarah ini, Raja Iblis merencanakan sebuah pesta meriah yang akan dihadiri oleh semua rakyatnya. Pesta ini bertujuan untuk memperingati kerja keras dan kolaborasi antara Kerajaan Couthel dan Kerajaan Iblis dalam mencapai pencapaian yang luar biasa ini.
Pesta tersebut diadakan di istana Raja Iblis, yang telah dihiasi dengan megah untuk menyambut acara penting ini. Ratusan meja makan dipersiapkan untuk menampung ribuan tamu yang hadir, termasuk para pejabat kerajaan, bangsawan, dan rakyat biasa. Orkestra istana memainkan musik yang meriah, sementara para penari dan hiburan lainnya mengisi acara dengan kesenangan dan keceriaan.
Pada pesta tersebut, rakyat Couthel dan Iblis merayakan dengan sukacita. Mereka mengenakan pakaian-pakaian terbaik mereka, kemudian menikmati hidangan yang lezat, dan menari-nari dengan gembira diiringi musik yang menggema di ruang istana. Semangat persatuan dan kerjasama antara kedua kerajaan terasa begitu kuat dalam perayaan ini.
Namun, di balik kemeriahan pesta dan kebanggaan akan proyek ini, ketegangan dan konflik-konflik juga mewarnai berjalannya Mega proyek tersebut sejak awal.
Suasana peresmian jalan lintas antar Kerajaan Couthel dan Kerajaan Iblis begitu megah dan meriah. Istana Raja Iblis dihiasi dengan lampu-lampu berkilauan, bendera kerajaan berkibar di tiap sudut, dan taman istana dipenuhi dengan pohon-pohon bunga yang indah. Para tamu, baik dari Kerajaan Couthel maupun Kerajaan Iblis, tiba dengan pakaian pesta yang anggun dan bersinar, mencerminkan kegembiraan dan kebanggaan mereka atas pencapaian ini.
Di tengah perayaan peresmian jalan lintas antar Kerajaan Iblis dan Couthel, rakyat dari berbagai ras makhluk hidup berkumpul untuk merayakan momen bersejarah ini.
__ADS_1
Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan terasa di antara mereka, menciptakan kesempatan untuk berinteraksi dan berbicara satu sama lain.
Percakapan antara seorang Iblis dengan seorang Couthelian Elf ada di tengah-tengah kemeriahan dan semua yang hadir.
"Selamat datang di perayaan ini! Jalan lintas antar kerajaan kita adalah pencapaian yang luar biasa, bukan?" kata warga iblis.
Warga Elf menganggukkan kepalanya. "Tentu saja! Saya sangat terkesan dengan kerja keras yang telah dilakukan oleh kerajaan Anda. Ini akan membuka banyak peluang baru untuk perdagangan dan pertukaran budaya antara kita."
Percakapan antara seorang Iblis dengan seorang Couthelian Dwarf juga terjadi tak jauh dari kemurungan warga.
"Saya senang bisa bertemu dengan Anda di sini! Jalan ini akan memperkuat ikatan antara kerajaan kita."
Dwarf tersenyum mendengar perkataan warga. "Benar sekali! Dengan akses yang lebih mudah antara Kerajaan Iblis dan Couthel, kita bisa melakukan pertukaran keahlian dalam pekerjaan tambang. Saya yakin ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua kerajaan kita."
"Apakah Anda menyukai perayaan ini di darat?" tanyanya.
"Ya, sangat menyenangkan! Saya sangat berterima kasih atas jalan ini, karena sekarang akses ke lautan juga lebih mudah. Ini membuka peluang baru untuk pertukaran perdagangan dan penelitian kelautan antara Kerajaan Iblis dan Couthel." jawab Merfolk.
Raja Iblis dan Putri Nania muncul di atas panggung utama, dihadapkan oleh ribuan orang yang hadir. Terlihat jelas di wajah mereka kepuasan dan senyum yang lebar saat mereka melihat keramaian dan semangat yang memenuhi ruangan. Suasana yang penuh kegembiraan terasa di udara, menciptakan aura positif yang mengalir melalui setiap orang yang hadir.
Ketika kerumunan mereda dan semua mata tertuju pada mereka, Raja Iblis mengangkat gelas dan mengajak semua tamu untuk bersulang atas keberhasilan proyek jalan lintas antar kerajaan. Bunyi tepuk tangan riuh menyambut ajakan ini, dan suara riuh rendah yang dipenuhi tawa dan keceriaan mengisi ruangan.
"Mari kita resmikan jalan besar dan penghubung dari berbagai mega proyek yang dikerjakan oleh dua kerajaan kita, yaitu kerajaan Couthel dengan kerajaan iblis!"
"Saya, raja iblis dan ini, Putri Nania, menyatakan bahwa jalan lintas ini resmi dibuka."
__ADS_1
Plok plok plok
"Yeee... hore!"
"Hidup raja iblis!"
"Hidup putri Nania!"
"Jayalah kita bersama!"
Raja Iblis memimpin peresmian jalan lintas antar kerajaan dengan pidato yang mengungkapkan kebanggaannya terhadap kerja sama yang sukses antara dua kerajaan. Dia menekankan pentingnya jalan ini dalam meningkatkan konektivitas dan perdagangan, serta memperkuat hubungan baik antara Couthel dan Iblis. Raja Iblis juga menghargai dedikasi dan kerja keras semua orang yang terlibat dalam proyek ini, mengakui upaya mereka dalam mewujudkan impian bersama.
Setelah beberapa saat, suasana meriah reda sedikit, dan Putri Nania, dengan pakaian yang elegan dan mahkota yang megah, mendekati Raja Iblis di panggung. Wajahnya tampak anggun namun penuh dengan ketegangan yang tersembunyi. Mereka berdua berdiri di hadapan tamu yang masih terhanyut dalam perayaan, menciptakan momen yang penuh perhatian.
Raja Iblis, dengan suara yang jelas dan kuat, mulai berbicara, "Hari ini, kami merayakan kerja sama yang luar biasa antara Kerajaan Couthel dan Kerajaan Iblis dalam membangun jalan lintas antar kerajaan ini. Ini adalah momen yang menandai persahabatan dan kekuatan yang bersama-sama kita bangun. Jalan ini akan membuka pintu bagi kemajuan, perdagangan yang makmur, dan hubungan yang lebih erat di antara kita."
Tepuk tangan dan sorak-sorai mewarnai setiap kalimat yang diucapkan oleh Raja Iblis, memperkuat semangat dan semakin menghidupkan suasana perayaan. Namun, saat Raja Iblis menyebut kata "persahabatan", pandangan Putri Nania menyempit dan ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin dan tertutup.
Setelah Raja Iblis selesai berbicara, Putri Nania maju dengan langkah anggun. Dia menyambutnya dengan senyum tipis yang berusaha menutupi kekesalannya.
"Sangatlah indah apa yang telah kita capai bersama hari ini, Raja Iblis. Namun, jangan lupa bahwa kita memiliki tujuan bersama yang lebih besar lagi, yaitu penyatuan dua kerajaan kita."
Plok plok plok
Plok plok plok
__ADS_1