
Seharusnya sekolah ini menerima murid dari seluruh dunia dan jenis ras beberapa bulan yang lalu. Tapi karena yang datang mendaftarkan adalah Jipeer, salah satu guru yang menjadi teladan di kerajaan Den Merk dan rajanya adalah salah satu teman sekolah sir Plangtoon, akhirnya mereka diterima dengan baik.
"Sebenarnya penerimaan murid sudah lewat. Tapi tidak apa-apa, saya akan berusaha untuk memberikan pelajaran lebih agar mereka bisa menyesuaikan diri secepatnya." Sir Plangtoon tersenyum kepada teman lamanya, Jipeer, yang datang bersama dengan kedua anaknya.
"Terima kasih atas perhatiannya, sir Plangtoon. Saya merasa mendapatkan kehormatan atas diterimanya kedua anak saya ini," ucap Jipeer dengan mengangguk hormat kepada sir Plangtoon.
Sekolah sihir Castello Bruxo yang di pimpin oleh sir Plangtoon ini menjadi tempat di mana anak-anak yang memiliki bakat sihir dapat mengembangkan kemampuan mereka dan mengejar impian mereka.
Sebagai seorang ayah, Jipeer sangat peduli tentang pendidikan anaknya. Dia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan bakat yang unik, dan dia ingin memberikan kesempatan terbaik bagi anaknya untuk mengembangkan hobi dan minat mereka.
Ketika Jipeer mendengar perkataan anaknya yang memiliki minat dengan sihir, akhirnya dia teringat dengan sekolah sihir Castello Bruxo, dan dia langsung tertarik untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut karena yang menjadi kepala sekolah adalah teman lamanya juga.
Sebagai ayah yang bertanggung jawab, Jipeer sudah melakukan riset mendalam tentang sekolah sihir Castello Bruxo. Dia membaca semua informasi yang tersedia tentang sekolah tersebut setelah mendapatkan selembaran yang datang dari sir Plangtoon langsung, termasuk sejarahnya, kurikulumnya, dan prestasinya. Dia juga mencari informasi dari beberapa kenalannya yang pernah bersekolah di Castello Bruxo dan mendapatkan masukan dan saran dari mereka.
Setelah melakukan riset, Jipeer yakin bahwa sekolah sihir Castello Bruxo adalah tempat terbaik bagi anaknya untuk mengembangkan kemampuan sihirnya. Itulah sebabnya, dia memutuskan untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk memastikan bahwa anaknya siap untuk menghadapi tantangan di sekolah sihir tersebut, meskipun pendaftarannya telah selesai.
Sebagai persiapan, Jipeer juga sudah membeli semua perlengkapan sihir yang diperlukan untuk anaknya, termasuk tongkat sihir, jubah, dan buku pelajaran sesuai dengan arahan dari sir Plangtoon. Dia juga memperkenalkan anaknya pada beberapa mantra sihir dan membantu mereka mempelajari dasar-dasar sihir.
"Kalian harus belajar dengan baik, patuh pada sir Plangtoon, pada semua guru yang memberi kalian pelajaran dan arahan juga." Jipeer berbicara dengan kedua anaknya, dengan memberikan nasehat.
"Pasti, ayah. Kami akan belajar dengan giat dan tidak membuat malu ayah."
__ADS_1
Rose mengangguk mengiyakan perkataan kakaknya, karena dia sibuk memperhatikan ruangan sir Plangtoon yang menurutnya luar biasa. Tidak sama seperti bangunan dan ruangan di sekolah-sekolah rakyat yang ada di kerajaan Den Merk.
Jipeer kembali memberikan nasehat, sebelum dia memutuskan untuk pulang. "Ayah akan segera kembali pulang, jadi kalian harus berhati-hati dan saling menjaga satu sama lain."
"Kami akan baik-baik saja, Yah. Kami sangat senang bisa bersekolah di Castello Bruxo." Reimon mengangguk dan melihat ke arah sir Plangtoon dengan tersenyum.
"Ya, kami sangat senang bisa belajar sihir di sekolah terbaik di dunia ini, Yah." Rose ikut menimpali perkataan kakaknya.
"Bagus sekali. Jika kalian tidak mendapatkan ruangan kelas yang sama, kalian tidak boleh protes dan harus menerima keputusan sekolah dan belajar untuk mandiri."
Banyak lagi nasehat yang diberikan oleh Jipeer pada kedua anaknya, yang sebentar lagi akan dia tinggal. Selama ini dia belum pernah berpisah dalam jangka waktu yang lama dengan kedua anaknya ini. Itulah sebabnya, rasa khawatir dan juga cemas menguasai perasaannya. Karena itu juga, istrinya, Merie, tidak ikut mengantar sampai sekolah karena takut tidak tega meninggalkan mereka sendiri di sekolah yang asing.
"Itu luar biasa. Ayah berharap kalian bisa belajar dengan baik dan menyesuaikan diri dengan teman-teman yang berasal dari banyak ras." Jipeer kembali memberikan pesan-pesannya.
Sir Plangtoon hanya mengangguk-angguk saja sedari tadi, memperhatikan interaksi antara Jipeer dengan kedua anaknya.
Dia berumur tidak jauh beda dengan Jipeer. Tapi dia belum bisa memiliki keluarga seperti Jipeer, yang berasal dari ras manusia. Tapi bukannya tidak laku, sir Plangtoon hanya belum menemukan tambahkan hatinya. Dia juga masih bersemangat untuk memimpin sekolah sihir Castello Bruxo yang sudah bertahun-tahun di bawah kepemimpinannya.
Meskipun sebenarnya di kerajaan Den Merk ada klub sulap, tapi tentunya itu berbeda dengan sihir. Jadi Jipeer tidak mempermasalahkan pada saat anaknya memiliki minat untuk mempelajari tentang sihir, dan memasukkan kedua anaknya ke sekolah sihir.
***
__ADS_1
Sebenarnya Jipeer tidak tega membawa anaknya ke sekolah sihir Castello Bruxo, yang tentunya ada beberapa hal yang membuatnya khawatir. Tapi setelah berbincang-bincang dengan istrinya, membahas tentang masalah ini akhirnya dia memutuskan untuk setuju.
"Sebenarnya aku khawatir tentang keadaan Reimon dan Rose jika harus bersekolah di Castello Bruxo," kata Jipeer menyatakan keraguannya.
"Aku hanya merasa khawatir tentang apa yang mereka pelajari di sekolah sihir. Aku tidak tahu apakah itu aman atau tidak, karena di sana juga ada banyak ras yang ikut belajar. Bahkan ras manusia adalah ras terendah dan berjumlah sedikit." Jipeer memberitahu pada istrinya untuk meminta pendapat.
Merie tersenyum tipis mendengar perkataan dan rasa khawatir dari suaminya. Dia juga sebenernya merasakan hal yang sama, tapi dia berusaha untuk menenangkan pikiran dan perasaan suaminya demi kedua anaknya.
"Jangan terlalu khawatir. Sekolah sihir Castello Bruxo adalah salah satu sekolah terbaik di dunia. Mereka memiliki guru-guru yang terlatih dengan baik dan selalu memastikan keamanan siswa." Reina tersenyum melihat wajah suaminya yang tegang.
"Tapi tetap saja, sihir itu berbahaya. Aku tidak ingin anak-anak kita terlibat dalam hal-hal yang tidak diinginkan." Jipeer kembali mengatakan kekhawatirannya.
"Aku mengerti kekhawatiran mu, Reimon. Tapi kamu harus tahu bahwa sihir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya, asalkan dipelajari dengan benar dan dalam lingkungan yang aman. Lagipula, kita ini juga harus percaya dengan anak-anak kita "
Jipeer terdiam mendengar perkataan istrinya yang setelah dipikir-pikir memang benar. Tapi tetap saja, dia merasa khawatir. "Apa yang akan terjadi jika mereka terus mempelajari sihir dan akhirnya terjebak dalam dunia sihir yang berbahaya?" tanyanya ragu.
"Kita harus mempercayai anak-anak kita. Mereka tahu batas-batas mereka dan mereka juga belajar bagaimana menggunakan sihir dengan bijak di sekolah. Selain itu, kita bisa selalu mengawasi mereka dan memastikan bahwa mereka tidak terlalu jauh terlibat dalam hal-hal yang tidak diinginkan melalui sir Plangtoon."
"Hhhh..."
Jipeer menghela nafas panjang saat mendengar perkataan istrinya yang terlihat lebih tenang.
__ADS_1