
Para prajurit waspada. Mereka mencoba mengikuti suara itu, tapi mereka semakin bingung dan kebingungan. Hutan larangan itu dipenuhi dengan rintangan dan jalan setapak yang berliku-liku, dan mereka tidak bisa menemukan jalan yang benar. Mereka terus berlari ke sana ke mari, mengelilingi hutan dan mencari jejak yang hilang.
"Ini bukan jalan yang benar."
"Iya, kita tersesat!"
"Suara tadi, apakah dari makhluk yang biasanya menyesatkan?"
Prajurit-prajurit itu semakin lelah dan kebingungan. Mereka merasa tertinggal dari William dan teman-temannya, tetapi tidak bisa menemukan cara untuk mengejar mereka. Akhirnya, mereka merasa putus asa dan memutuskan untuk kembali ke istana kerajaan iblis untuk melaporkan kegagalan mereka.
"Ketiga anak kecil itu terlalu cerdik."
"Iya, mereka seperti licin. Atau jangan-jangan..."
Prajurit-prajurit itu menjadi saksi dari kekuatan dan kecerdikan William dan teman-temannya yang berhasil menghindari penangkapan mereka. Mereka juga menyadari bahwa hutan larangan adalah tempat yang sangat berbahaya dan misterius, dan kemungkinan besar mereka juga tidak akan pernah bisa menemukan jalan keluar tanpa bantuan yang tepat.
Di kerajaan Iblis.
Raja Iblis sangat marah dan kesal ketika mendengar kabar bahwa William dan teman-temannya berhasil kabur dari para prajuritnya. Dia tidak bisa mempercayai bahwa anak kecil tersebut bisa mengalahkan prajurit-prajurit terlatih dan mampu lolos dari pengawasan ilmunya.
Brakkk
"Dasar tidak berguna!"
Semua prajurit yang berhasil kembali ke kerajaan dan memberikan laporan menundukkan kepalanya dengan ketakutan.
Raja Iblis adalah seorang penguasa yang sangat kuat dan memiliki kemampuan sihir yang luar biasa. Namun, keberadaan William membuatnya merasa tertantang. Dia yakin bahwa William harus berada di tempat yang sulit dijangkau oleh siapapun, termasuk kekuatan sihirnya. Raja Iblis memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk mencari William di seluruh penjuru negeri, dan bahkan mengirim mata-mata untuk menyusup ke kerajaan manusia.
Raja Iblis memandang pasukannya dengan tatapan tajam, wajahnya yang biasanya tenang dan dingin sekarang dipenuhi oleh kemarahan yang membara. Dia merasa dipermalukan oleh seorang manusia biasa yang berhasil meloloskan diri dari kejaran pasukannya. Raja Iblis merasa malu dan tidak bisa menerima kekalahan.
__ADS_1
"DASAR KONYOL!" teriaknya dengan suara menggelegar, membuat seluruh ruangan berguncang. "BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG ANAK MANUSIA BIASA BISA MELAWAN PASUKANKU YANG TERLATIH?"
Pasukan iblis yang hadir dalam ruangan itu ketakutan dan tidak berani mengangkat kepala. Mereka tahu bahwa kemarahan raja iblis bisa sangat mematikan. Namun, raja iblis tidak peduli dengan ketakutan mereka.
"TIDAK BISA TIDAK BISA! ADA SIAPA DI ANTARA KALIAN YANG BISA MEMBERITAHU DIMANA ANAK ITU BERADA?"
Pasukan iblis saling berpandangan, takut untuk memberikan jawaban yang salah. Namun, mereka tidak memiliki informasi yang cukup untuk memberi tahu raja iblis tentang keberadaan William.
Raja iblis merasa semakin marah dan memukul meja dengan penuh kemarahan. Suaranya menggelegar seakan-akan membuat dinding-dinding istana bergoyang.
Brakkk
"KALAU BEGITU, KELUAR DAN CARI MULAI DARI HUTAN LARANGAN CARI TAHU DI MANA ANAK ITU BERADA! JANGAN KEMBALI KEPADA-KU TANPA KABAR BAIK!"
Pasukan iblis merasa lega ketika raja iblis mengijinkan mereka meninggalkan ruangan. Mereka tidak sabar untuk meninggalkan istana dan mencari keberadaan William, siapa pun yang melindungi atau menyembunyikannya akan mereka temukan. Namun, mereka tidak menyadari bahwa William dan teman-temannya telah menemukan perlindungan yang aman di gua bersama dengan raksasa yang baik hati.
Raja Iblis merasa semakin kesal ketika pasukannya tidak berhasil menangkap William. Setelah beberapa hari pencarian, raja iblis memutuskan untuk datang sendiri ke hutan larangan untuk mencari William. Dia merasa bahwa dia harus mengambil tindakan sendiri untuk memastikan bahwa William ditangkap.
"Aku akan datang dan menemukannya. Aku akan buktikan bahwa akulah penguasa yang sesungguhnya. Hahaha..."
Raja iblis mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum meninggalkan istananya. Dia mengenakan jubah hitam dengan lambang kerajaan di dadanya, dan membawa pedangnya yang tajam di pinggangnya. Dia juga membawa beberapa iblis terkuat sebagai pengawalnya, yang siap mengikuti setiap perintahnya.
Namun, setiap upaya yang dilakukan oleh Raja Iblis dan pasukannya tidak berhasil menemukan William. Mereka bahkan tidak bisa mendeteksi keberadaannya dengan sihir yang dimiliki oleh Raja Iblis. Raja Iblis merasa semakin kesal dan frustrasi karena tidak bisa menemukan William. Dia bahkan mulai meragukan kemampuan dan kekuatannya sendiri.
"Apa yang terjadi? Kenapa sihirku tidak berfungsi?" tanyanya heran.
Namun, semua upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Raja Iblis semakin merasa marah dan frustasi. Dia tidak bisa berhenti memikirkan tentang keberadaan William dan kemampuan luar biasanya untuk menghindari para prajuritnya. Dia bahkan mulai merasa takut jika William bisa mengancam kekuasaannya di masa depan.
"Inilah yang aku takutkan. Aku bahkan sudah berusaha untuk menjadikan dia anak asuhku, dan mencoret namanya di sekolah sihir Castello Bruxo. Tapi sepertinya itu tidak berguna, dengan caranya kabur yang sekarang."
__ADS_1
Saat tiba di hutan larangan, raja iblis merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang begitu berbeda dari kerajaannya. Namun, dia tetap yakin bahwa dia bisa menemukan William di sana. Dia dan pasukannya mulai mencari William di sekitar hutan larangan. Mereka melewati pepohonan yang besar, sungai yang deras, dan tebing yang curam.
"Arghhh, sial!"
"Cepat cari!"
Namun, setelah berhari-hari mencari, raja iblis tidak dapat menemukan William. Dia mulai merasa putus asa dan kesal. Dia merasa telah melakukan segala sesuatu yang bisa dia lakukan, dan merasa seperti ia kehilangan kekuasaannya sebagai raja.
Setelah beberapa waktu, raja iblis akhirnya menemukan gua tempat William dan teman-temannya bersembunyi. Dia merasa lega karena akhirnya menemukan William, dan merasa bangga dengan dirinya sendiri karena berhasil menemukannya sendiri. Namun, ketika ia mencoba memasuki gua, dia disambut oleh raksasa besar yang berdiri di depan pintu masuk. Raja iblis merasa gugup dan tidak yakin tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
"Errghh..."
"Ehhh, kamu!"
***
Beberapa jam sebelum raja Iblis datang.
"Pergilah sesuai dengan apa yang aku katakan. Ikuti jalan itu, maka kalian akan keluar dengan selamat."
Raksasa itu memberikan petunjuk kepada William dan kedua temannya agar bisa keluar dari hutan larangan. Mereka bertiga harus segera pergi sebelum para prajurit kerajaan iblis datang menangkap mereka.
"Baiklah. Terima kasih Raksasa yang baik. Aku akan ingat dengan pertolongan mu ini."
William yang merasa lebih baik dan siap untuk bergerak lagi, sudah pergi meninggalkan goa dan melanjutkan perjalanan mereka. Mereka berjalan perlahan-lahan, menghindari perhatian prajurit kerajaan iblis beberapa jam yang lalu. Mereka melewati sungai dan lembah yang terjal, tapi mereka tetap bergerak sesuai dengan petunjuk dari raksasa.
William bersama kedua temannya mencari tempat persembunyian di hutan larangan, mereka sangat berhati-hati untuk tidak terlihat oleh prajurit kerajaan iblis.
Raja Iblis sendiri mendengar kabar tentang gua yang sangat tersembunyi di hutan larangan dari prajuritnya. Gua tersebut dikatakan hanya dapat diakses oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus. Raja Iblis merasa yakin bahwa William dan teman-temannya bersembunyi di sana. Dia segera memerintahkan para prajuritnya untuk mencari gua tersebut dan menangkap William.
__ADS_1
"Cepat ke sana!"
Tapi begitu sampai di depan gua, raja iblis dan para prajuritnya sudah di hadang oleh raksasa besar yang sudah menyuruh William pergi meninggalkan gua ini.