
Pendidikan di Kerajaan Den Merk.
Di tempat lain, maksudnya di kerajaan Den Merk, wilayah kerajaannya tidak terlalu besar dan terkenal, sepasang suami istri sedang memberikan bimbingan kepada kedua anaknya, laki dan perempuan untuk belajar menulis dan berhitung.
Dalam kerajaan Den Merk, sepasang suami istri ini adalah guru yang biasa dipanggil ke sekolah kerajaan untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak pejabat kerajaan.
Saat ini mereka sedang berada di rumah dan memberikan pelajaran kepada kedua anaknya supaya rajin dan peduli terhadap pendidikan. Mereka memberikan bimbingan kepada anak-anak merek dengan mengajarkan keterampilan dasar seperti menulis dan berhitung kepada putra dan putrinya dengan penuh kesabaran dan kegigihan.
Mereka duduk bersama di ruang keluarga, yang sebenarnya menjadi satu dengan ruang tamu, dengan buku dan kertas yang ada di atas meja. Suami istri tersebut menjelaskan cara menulis huruf dan angka, serta memberikan contoh-contoh yang mudah dipahami anak-anak mereka yang masih berusia sekitar 9 tahun dan 7 tahun.
Anak-anak dengan antusias belajar dan memperhatikan setiap kata yang diucapkan orang tua mereka, kemudian mencoba menirunya dengan teliti.
Walaupun wilayah kerajaan Den Merk tidak terlalu besar atau terkenal, namun keluarga ini tetap memprioritaskan pendidikan dan berusaha memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak mereka. Dengan semangat belajar yang kuat dan bimbingan yang baik, putra dan putri mereka berpeluang untuk menjadi generasi masa depan yang berprestasi dan sukses.
Kedua orang tua tersebut memberikan penjelasan kepada kedua anaknya itu dengan pentingnya pendidikan bagi mereka untuk menjadi orang yang sukses di kehidupan selanjutnya.
"Anakku, kamu tahu tidak mengapa belajar menulis dan berhitung sangat penting?" tanya ayah Jipeer, dengan suara rendah.
"Tidak, ayah. Mengapa?" Putranya yang bernama Reimon bertanya.
Kali ini yang memberikan jawaban adalah ibunya. "Karena nanti ketika kamu sudah dewasa dan bekerja, kamu akan membutuhkan keterampilan ini untuk melakukan pekerjaanmu. Menulis sesuatu yang penting dan menghitung penghasilanmu."
Putrinya yang bernama Rose, mengangguk paham. "Oh, Rose mengerti. Jadi kalau kita belajar menulis dan berhitung dengan baik, kita akan menjadi lebih sukses nanti ya?"
Ayah dan ibunya tersenyum dengan menganggukkan kepala.
"Betul sekali, nak. Dengan belajar dan memiliki keterampilan ini, kamu akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kamu bisa menjadi apa saja yang kamu inginkan, seperti pedagang, guru ataupun pejabat negara." Sang ayah memberikan penjelasan.
__ADS_1
Tapi ibunya tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh suaminya, kemudian menambahkan keterangan yang baru saja dijelaskan oleh suaminya tadi. "Namun, tentunya tidak hanya menulis dan berhitung saja yang penting. Kamu juga harus belajar dengan tekun dan giat, serta memiliki semangat yang kuat untuk mengubah keadaan ke depan dengan usaha sendiri."
Putra dan Putri mereka mengangguk mengiyakan perkataan orang tuanya.
"Kami akan belajar dengan giat dan semangat, ayah dan ibu. Terima kasih atas nasehatnya." Reimon berkata dengan mewakili adiknya juga.
Tapi ternyata sang ayah juga memberikan pengajaran tentang bela diri dan kemampuan untuk melindungi diri sendiri dari bahaya yang datang kapan saja, tanpa ada yang tahu kapan bahaya itu akan datang.
Jipeer adalah salah satu tokoh masyarakat di kerajaan Den Merk, yang mendidik anaknya sendiri di rumah. Dia bersama dengan istrinya, Marie, tidak hanya mengajarkan anak-anaknya tentang keterampilan menulis dan berhitung, tetapi juga tentang kemampuan untuk melindungi diri sendiri.
Suatu hari, ketika mereka sedang berada di halaman belakang rumah, Jipeer mengajarkan anak-anaknya beberapa teknik dasar ilmu bela diri.
"Kamu tahu, anak-anakku, tidak selalu kita bisa mengandalkan orang lain untuk melindungi kita dari bahaya. Kita juga harus bisa melindungi diri sendiri." Jipeer memberikan petuahnya sebelum memulai pelajaran.
"Tapi, ayah, bagaimana caranya?" tanya Reimon ingin tahu.
"Kita bisa belajar bela diri, seperti misalnya teknik tinju, tendangan, atau mempertahankan diri dari serangan musuh dengan tangan kosong." Reimon memberikan penjelasan tentang dasar-dasar beladiri.
"Baiklah, sekarang ayah akan mengajarkan kepada kalian teknik dasar untuk mempertahankan diri. Pertama, kalian harus memiliki postur tubuh yang kuat dan stabil. Berdiri dengan kaki selebar bahu, dan tangan di depan dada."
Jipeer memberikan arahan dengan gerakan-gerakan contohnya, supaya bisa ditiru anak-anaknya.
"Sangat penting juga untuk tidak panik ketika dihadapkan pada situasi berbahaya. Tahan napas dan tetap tenang." Jipeer kembali memberikan arahan.
"Setelah itu, kalian bisa melancarkan serangan atau mempertahankan diri dengan tangan, kaki, atau siku. Namun, jangan pernah gunakan kekerasan jika tidak benar-benar dibutuhkan."
Rose terlihat senang bisa belajar di alam bebas atau di luar rumah, dan tidak melulu di dalam rumah. "Terima kasih, ayah. Saya akan berlatih dan berusaha menjadi lebih kuat." Rose memperlihatkan wajahnya yang berseri.
__ADS_1
"Ya, ayah! Reimon juga akan berlatih setiap hari agar bisa melindungi diri sendiri dengan baik." Reimon tidak mau kalah dengan adiknya.
Ayah dan ibu tersenyum bangga, melihat semangat belajar dan semangat juang yang tinggi pada anak-anak mereka. Mereka yakin bahwa anak-anak mereka akan menjadi lebih kuat dan lebih percaya diri setelah mempelajari teknik-teknik bela diri tersebut.
"Baiklah. Kali ini ayah akan memberikan penjelasan tentang dasar-dasar dari gerakan ilmu beladiri ini.
"Terdapat banyak ilmu bela diri yang memiliki gerakan-gerakan dasar yang berbeda, namun di sini ayah akan memberikan beberapa contoh gerakan dasar yang umum digunakan dalam beberapa jenis ilmu bela diri."
"Pertama-tama posisi dasar atau stance. Posisi ini merupakan posisi awal sebelum melakukan gerakan lainnya. Kaki di posisi selebar bahu, lutut agak ditekuk, dan berat badan di tengah."
Reimon dan Rose memposisikan dirinya seperti yang dikatakan oleh ayahnya. Mereka berdua bisa melakukan gerakan ini dengan mudah karena ayah mereka juga memberikan contohnya.
"Selanjutnya adalah siku. Gerakan siku sering digunakan untuk memukul atau menyerang musuh di dekat kita. Caranya dengan mengepalkan tangan dan memutar siku sehingga tulang siku menjadi titik pukul."
Mereka kembali melakukan gerakan sesuai dengan arahan dari ayah mereka, Jipeer.
"Sekarang lanjut ke tendangan. Ada banyak jenis tendangan dalam ilmu bela diri, seperti tendangan depan, tendangan samping, dan tendangan belakang. Tendangan digunakan untuk menyerang musuh yang berada jauh dari kita atau untuk membela diri dari serangan musuh."
Kedua anaknya menyimak dengan baik, memperhatikan setiap gerakan yang dia berikan sebagai contoh.
"Semarang kita beralih pada gerakan jepitan kaki. Gerakan ini biasanya digunakan untuk menangkis atau menahan serangan musuh yang mendekati kita. Caranya dengan melingkarkan kaki ke arah kaki musuh dan memutar tubuh untuk menjatuhkan musuh."
Reimon dan Rose kembali memperagakan gerakan yang dilakukan oleh ayahnya, dengan sangat hati-hati.
"Kita lajut ya! Yang ini adalah block atau pertahanan. Pertahanan atau block digunakan untuk menangkis serangan musuh. Gerakan dasar ini terdiri dari gerakan menangkis dengan tangan atau kaki untuk menghindari serangan lawan."
"Ingatlah bahwa gerakan-gerakan dasar ini hanya beberapa contoh umum dari berbagai macam gerakan yang terdapat dalam ilmu bela diri. Penting untuk diingat bahwa untuk mempelajari ilmu bela diri dengan benar, harus melalui latihan yang berkelanjutan dan dengan bimbingan yang baik dari seseorang. Dan untuk kalian, ayah sendiri yang akan memberikan pelatihan."
__ADS_1
"Ayo, sekarang diulang lagi gerakan-gerakan dari awal ya!"
Reimon dan Rose mengangguk setuju, kemudian mulai mengikuti gerakan yang dilakukan oleh ayahnya sesuai dengan urutan yang tadi sudah mereka peragakan satu persatu.