The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Resting In Forbidden Forest.


__ADS_3

William, bersama kedua temannya, sedang berlari dengan cepat ke dalam hutan larangan. Mereka terus berlari, menghindari kejaran dari prajurit kerajaan iblis. Langkah mereka semakin berat, tapi mereka tidak berhenti. William yang sudah terlalu lelah meminta pada kedua temannya untuk beristirahat sejenak.


Mereka mencari tempat yang aman dan memilih sebuah pepohonan besar untuk duduk. William bersandar pada pohon tersebut dan menarik napas dalam-dalam. Dia menutup matanya sejenak dan merasakan detak jantungnya yang cepat dan napasnya yang terengah-engah. Dia merasa lelah sekali dan tidak mampu untuk berlari lebih jauh.


"Huhfff... huh... Kita harus terus berlari," kata Sponsored dengan suara terengah-engah. "Prajurit kerajaan iblis akan menemukan kita jika kita tidak bergerak lagi."


"Ta-pi a-ku sudah terlalu lelah," jawab William sambil menatap temannya dengan mata lelah, sehingga terbata-bata. "A-ku tidak bisa terus berlari. Kita butuh istirahat sejenak. Huhfff..."


Kedua temannya, Sponsored dan Squidwored mengangguk setuju dan mereka pun ikut duduk bersama di bawah pohon tersebut. Mereka terlihat lelah dan kelelahan dari berlari sejauh itu. William membuka ranselnya dan mengambil sebotol air minum. Dia membagi air tersebut dengan kedua temannya dan mereka minum bersama-sama. Air tersebut memberikan sedikit kesegaran pada mereka dan membuat mereka merasa lebih baik.


"Sekarang, apa yang kita lakukan?" tanya Squidwored. "Prajurit kerajaan iblis pasti sedang mencari kita," imbuhnya


"Ummm, Kita harus mencari tempat yang aman untuk bersembunyi," jawab William. "Tapi kita harus bergerak perlahan-lahan, agar tidak menarik perhatian mereka."


Mereka pun bangkit dari tempat duduk mereka dan mulai berjalan perlahan-lahan. Mereka mencari tempat yang aman dan tidak terlihat oleh prajurit kerajaan iblis. Mereka berjalan dalam kegelapan hutan dan mencoba untuk tetap tenang. William merasa tegang dan takut, tapi dia tidak ingin menunjukkan rasa takutnya pada kedua temannya.


Mereka berjalan selama beberapa saat, dan akhirnya menemukan sebuah goa yang tersembunyi di balik semak-semak, terletak di dalam tebing besar, dan dapat dicapai melalui jalan setapak yang sempit.


"Sepertinya gua ini cukup tersembunyi jadi pasti aman dan tidak terlihat oleh para prajurit." Sponsored dan Squidwored menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan William mengenai gua yang akan mereka masuki.


Gua yang dijadikan tempat persembunyian oleh William dan kedua temannya terletak di dalam hutan larangan yang sepi dan sunyi. Gua ini memiliki pintu masuk yang cukup besar, namun tersembunyi di antara rimbunnya pepohonan dan semak belukar.


Setelah masuk ke dalam gua, mereka menemukan sebuah ruangan yang cukup luas dengan dinding yang berbatu-batu besar. Beberapa batu besar yang jatuh dari atap gua membentuk formasi yang unik dan memberikan kesan megah pada tempat tersebut.


"Wowww..."


"Ini sungguh indah."


"Tak kusangka ada gua seindah ini."


Ketiganya justru kagum dengan keadaan gua yang memang banyak dihiasi stalaktit dan stalakmit, seperti pahatan dan mahakarya yang bernilai fantastis.


Meski terletak di dalam gua, William dan kedua temannya masih dapat melihat sekitar mereka dengan cukup jelas karena ada celah kecil di atap gua yang memungkinkan cahaya matahari masuk. Namun, ketika malam tiba, mereka harus bergantung pada api unggun untuk menerangi tempat itu.


Gua tersebut terasa dingin dan lembab, sehingga William dan kedua temannya membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Mereka juga mempergunakan batu-batu besar sebagai tempat duduk dan tidur, serta menempatkan tas mereka di sudut ruangan agar aman dari binatang yang mungkin masuk ke dalam gua.

__ADS_1


Meskipun terasa seram dan misterius, gua tersebut cukup aman untuk dijadikan tempat persembunyian karena sulit ditemukan oleh orang lain, terutama prajurit kerajaan iblis yang sedang mengejar mereka. William dan kedua temannya merasa lega telah menemukan tempat yang aman dan cukup nyaman untuk beristirahat sementara waktu.


"Sebaiknya kita beristirahat."


"Ayo, nanti kita lanjutkan perjalanan jika di rasa aman."


"Benar. Aku butuh tidur untuk memulihkan tenaga dan pikiran agar busa tetap berpikir untuk keselamatan kita."


William, bersama kedua temannya, merasa lega telah menemukan tempat persembunyian di dalam goa yang tersembunyi di hutan larangan. Namun, mereka tidak menyadari bahwa ada makhluk raksasa yang hidup di dalam gua tersebut.


"Errghh..."


"Eh, kamu bersuara?" tanya William saat mendengar ada suara yang aneh.


Sponsored dan Squidwored saling pandang kemudian mengelengkan kepalanya. Suara itu bukan mereka berdua yang sedang melakukan sesuatu.


"Lalu..."


"Errghh... siapa kalian?"


"Apa ini?"


"Maaf, kami hanya ingin beristirahat."


"Hahhh?"


William dan kedua temannya terkejut saat tahu bahwa ada raksasa yang tinggal di dalam gua.


Saat mereka sedang beristirahat dan makan, mereka mendengar suara aneh yang berasal dari dalam goa. Suara tersebut semakin lama semakin kuat dan membuat mereka merasa khawatir. Tiba-tiba, makhluk raksasa tersebut keluar dari dalam goa dan menatap mereka dengan mata yang penuh amarah.


William dan kedua temannya ketakutan melihat makhluk raksasa tersebut. Makhluk raksasa itu memiliki tubuh yang besar dan berbulu hitam, dengan cakar yang panjang dan tajam. Dia mengeluarkan suara yang mengeram dan membuat William dan kedua temannya semakin ketakutan.


"Kenapa kalian menganggu tidurku?"


"Apa kalian datang untuk menjadi menu makan malam ku?"

__ADS_1


Makhluk raksasa tersebut menganggap mereka sebagai ancaman yang mengganggu tidurnya. Dia marah dan ingin menangkap mereka bertiga. William dan kedua temannya merasa terjebak dan tidak tahu harus berbuat apa.


William kemudian mencoba untuk berbicara dengan makhluk raksasa tersebut dengan suara lembut dan menghormati. Dia meminta maaf atas ketidaksengajaan mereka dan menjelaskan bahwa mereka hanya mencari tempat persembunyian dari kejaran prajurit kerajaan iblis.


"Maaf, kami tersesat dan butuh tempat untuk beristirahat sejenak." William mencoba untuk berbicara dengan baik-baik.


"Aku tidak peduli!"


"A-ku tidak akan menyakitimu, kami bukan ancaman untukmu."


Makhluk raksasa tersebut masih terlihat marah dan tidak terima dengan kehadiran mereka. Namun, William terus menerus berbicara dengan penuh sopan santun dan mengungkapkan bahwa mereka tidak akan menyakiti makhluk raksasa tersebut. Dia juga menjanjikan bahwa mereka akan segera pergi setelah cukup beristirahat dan siap melanjutkan perjalanan.


Setelah beberapa saat, makhluk raksasa tersebut mulai mereda dan melihat bahwa William dan kedua temannya tidak berbahaya. Dia memberikan izin pada mereka untuk tinggal sementara waktu di dalam goa, namun dengan catatan agar mereka tidak mengganggunya lagi.


"Kalian boleh di sini, tapi dengan syarat."


William dan kedua temannya saling pandang satu sama lain saat mendengar suara Raksasa tersebut. Mereka harus memenuhi persyaratan tersebut seandainya ingin berada di dalam gua ini.


"Aku bisa memberikan pertolongan asalkan kalian dapat menjawab sebuah teka-teki yang sulit." Raksasa itu mengajak mereka bertiga untuk bermain-main.


Mereka merasa lega karena akhirnya ada harapan untuk keluar dari situasi buntu, meskipun tidak tahu pertanyaan apa yang akan diajukan oleh raksasa untuk persyaratannya.


"Baiklah. Kami setuju!"


Ketiganya bersamaan menjawab dengan suara lantang, penuh keyakinan.


Raksasa itu tersenyum puas dan mengeluarkan suara besar ketika William dan teman-temannya setuju untuk menjawab teka-teki. Dia memberikan teka-teki yang cukup sulit untuk dijawab.


"Apa yang bisa melihat melalui segala hal dan tidak terhalang oleh apapun?" tanya raksasa itu penuh misteri. Dia berharap mereka bertiga tidak bisa memberikan jawaban.


William, yang terkenal sebagai anak yang pintar, langsung berpikir keras untuk menjawab teka-teki itu. Setelah beberapa saat, William akhirnya menemukan jawabannya dan berkata, "Mata! Karena mata bisa melihat melalui segala hal dan tidak terhalang oleh apapun."


Raksasa itu terkejut mendengar jawaban yang tepat dari William dan memberikan senyum kecil sebagai tanda kagum. Dia berkata bahwa mereka telah menjawab teka-teki dengan benar dan memenuhi syarat untuk mendapatkan pertolongan darinya.


"Apa yang kalian butuhkan selain tempat tinggal?" tanya raksasa ingin tahu.

__ADS_1


__ADS_2