The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Semua Sudah Siap


__ADS_3

Raja Shawinghuno kembali mengajukan pertanyaan setelah terdiam beberapa saat. "Bagaimana dengan strategi kita? Apa rencana kita untuk menghadapi kerajaan Couthel?"


"Kami telah mengevaluasi situasi dengan cermat dan telah merencanakan strategi yang efektif untuk menghadapi musuh. Kami akan menyerang dari dua arah, menggunakan pasukan berkuda untuk menyerang dari depan dan pasukan infanteri untuk menyerang dari belakang." Terang perdana menteri kerajaan.


Raja mengangguk-angguk sambil mengelus-elus dagunya. "Baiklah, saya harap kita telah mempersiapkan diri kita dengan baik untuk perang ini. Saya percayakan nasib kerajaan ini pada tangan Anda dan para prajurit kita. Selamat bertempur untuk bulan depan!"


Perdana Menteri kembali mengangguk. "Terima kasih, Your Majesty. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menjaga kehormatan dan kejayaan kerajaan kita."


Untuk memastikan kebenaran laporan perdana menteri, raja juga memangil panglima kerajaan secara langsung untuk mendengarkan laporan di lapangan.


"Panglima, bagaimana persiapan pasukan kita untuk perang?" tanya raja pada panglima perangnya.


"Your Majesty, pasukan kita telah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi musuh. Seluruh prajurit telah melalui pelatihan yang ketat dan telah mencapai tingkat kesiapan yang optimal."


Raja mengangguk senang. "Bagaimana dengan persediaan sumber daya? Apakah kita memiliki cukup logistik untuk mendukung pasukan?" tanyanya kemudian.


Panglima kembali memberikan penjelasan. "Kami telah memastikan bahwa pasukan kita memiliki semua sumber daya yang diperlukan, dari makanan dan air hingga obat-obatan dan peralatan medis. Seluruh pasokan sudah disimpan dengan baik di tempat yang aman dan mudah diakses oleh pasukan."


"Bagaimana situasi di garis depan? Apakah prajurit kita siap untuk bertempur?" tanyanya lagi untuk memastikan persiapan di lapangan.


"Prajurit kita siap untuk bertempur, Your Majesty. Mereka telah dilengkapi dengan senjata dan perlengkapan terbaik yang tersedia, dan telah dilatih untuk bekerja sama dalam menghadapi musuh. Kami telah membangun pertahanan yang kuat untuk melindungi wilayah kita."


Raja mendengarkan penjelasan dari panglimanya dengan seksama agar tidak ketinggalan untuk mengikuti perkembangan yang ada.


"Saya ingin memastikan bahwa semua persiapan kita sudah tepat dan terlaksana dengan baik. Saya ingin Anda memberikan laporan langsung dari medan perang dan menunjukkan situasi yang sebenarnya."


"Baik, Your Majesty. Kami akan mengirimkan laporan harian dan memperbaharui situasi di medan perang secara langsung." Panglima siap menjalankan tugasnya.


"Saya menghargai dedikasi dan upaya yang telah dilakukan oleh panglima dan seluruh pasukan kerajaan. Saya percayakan nasib kerajaan ini pada tangan Anda dan pasukan kita. Selamat bertempur dan semoga sukses."

__ADS_1


Panglima: "Terima kasih, Your Majesty."


Raja menganggukkan kepalanya mengiyakan, kemudian membubarkan pertemuan mereka..


***


Di kerajaan Couthel.


Putri Nania sedang mempersiapkan prajurit buatannya dengan mengunakan sihir untuk menghalau serangan yang akan datang ke wilayah kerajaannya. Dia mengunakan debu dan pasir yang ada banyak di sekitar kerajaannya yang tandus bukan subur seperti yang dilihat di luar kerajaan. Debu dan pasir tersebut akan jadi badai yang bisa memporak-porandakan para prajurit musuh.


Pertempuran yang selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, baik itu pada masa lalu, masa kini, maupun masa depan. Dalam setiap pertempuran, strategi dan persiapan yang matang menjadi kunci untuk memenangkan pertempuran tersebut.


Tak terkecuali bagi Putri Nania yang sedang mempersiapkan prajurit buatannya untuk menghadapi serangan yang akan datang ke wilayah kerajaannya.


"Aku siap menyambut serangan musuh dari berbagai penjuru," gumam putri Nania dengan sombongnya.


Dalam persiapan ini, Putri Nania memutuskan untuk mengunakan sihir untuk menghalau serangan musuh. Dia mengambil keuntungan dari sumber daya alam yang tersedia di sekitar kerajaannya, yaitu debu dan pasir yang melimpah karena keadaan kerajaannya yang kering dan tandus.


Pertama-tama, Putri Nania harus memastikan bahwa pasir dan debu yang akan digunakan dalam sihirnya memiliki kualitas yang baik. Oleh karena itu, dia memerintahkan pasukan untuk mengumpulkan pasir dan debu dari sekitar kerajaannya dan melakukan serangkaian tes kualitas untuk memastikan bahwa bahan tersebut cocok untuk digunakan dalam sihirnya.


"Kumpulkan semua debu dan pasir terbaik di wilayah kerajaan Couthel!"


Setelah bahan yang tepat telah dipilih, Putri Nania mulai merancang sihirnya. Dia memilih untuk membuat badai dari debu dan pasir yang akan memporak-porandakan pasukan musuh. Putri Nania memutuskan untuk mengambil inspirasi dari badai pasir yang sering terjadi di daerah gurun untuk merancang sihirnya.


"Dengan ini aku tidak perlu repot-repot merekrut prajurit dengan banyak biaya."


Untuk menghasilkan badai, Putri Nania menggunakan mantra dan ritual khusus. Dia mengumpulkan pasukan buatannya dan memimpin mereka dalam sebuah upacara khusus untuk mempersiapkan sihirnya.


Selama upacara, Putri Nania menggunakan mantra khusus dan mengirimkan energi sihirnya ke dalam bahan-bahan yang telah dikumpulkan sebelumnya.

__ADS_1


Setelah sihirnya selesai, Putri Nania melakukan beberapa tes kecil untuk memastikan bahwa sihirnya bekerja dengan baik. Dia menguji kekuatan sihirnya dengan menghasilkan beberapa badai kecil yang berhasil memporak-porandakan beberapa batu besar di sekitar kerajaannya.


"Awan pasir yang terbentuk di langit gurun, dengarkan panggilan saya dan turun ke tanah di depan saya."


"Debu-debu halus, terbanglah dan berpadu menjadi badai yang menghancurkan."


"Kekuatan gurun, aku memanggil kamu, bantulah aku untuk menghancurkan musuh-musuhku."


"Angin, dengarkan suara saya dan bantu aku menciptakan badai pasir yang kuat dan mematikan."


"Dengan sihirku, aku memanggil kekuatan alam untuk membantu aku memenangkan perang ini."


Setelah yakin bahwa sihirnya berfungsi dengan baik, Putri Nania bersiap untuk menghadapi serangan musuh. Dia memimpin pasukannya ke perbatasan dan menunggu serangan musuh datang.


Setelah Putri Nania berhasil merancang dan mengucapkan sihirnya, badai debu dan pasir mulai terbentuk. Angin kencang datang menerbangkan debu dan pasir membentuk seperti kincir angin, beliung dan riak seperti ombak di lautan lepas.


Akibat dari eksperimen sihir ini, beberapa bangunan disekitar kerajaan roboh tak tersisa. Melebur menjadi debu yang berterbangan.


"Hahaha... datanglah kalian para musuhku! Aku akan menyambut kalian dengan senang hati, kemudian menjadikan kalian butiran debu yang tidak berguna. Hahaha..."


Setelah badai pasir berhenti, debu dan pasir yang tersebar di sekitar wilayah kembali seperti semula. Tidak ada tanda-tanda bertambahnya debu maupun pasir. Ini menandakan bahwa, betapa kuat dan saktinya kekuatan sihir yang berhasil dibuat oleh putri Nania.


"Aku tidak perlu takut akan serangan musuh yang datang dari segala penjuru. Hahaha..."


Tawa Putri Nania menggema di seluruh bangunan kerajaan. Dia bangga dengan apa yang dia lakukan untuk mendapatkan pertahanan untuk wilayah kerajaannya.


"Yang ingin mengusikku, maka akan mendapatkan kehancuran!" suara putri Nania ditekan dengan wajahnya yang dihiasi senyuman mengerikan.


"Putri Nania!"

__ADS_1


"Putri Nania, hamba minta maaf. Dari gerbang selatan, ada surat yang datang dari kerajaan Bhojong Noghoro. Mereka memberikan peringatan untuk takluk atau diserang?"


Putri Nania tersenyum dengan miring mendengar laporan dari prajuritnya yang baru saja datang. Auranya berubah hitam setelah prajurit menyampaikan pesan dari raja Shawinghuno.


__ADS_2