The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Belajar Obat Para Naga


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Saat William sadar, dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Luka bakar yang ada pada tubuhnya menghilang tanpa bekas. Ini membuatnya sangat tertarik.


"Bagaimana mungkin bekas lukanya menghilang dengan cepat bahkan tanpa bekas?" tanyanya bingung, tapi kagum.


William yang tertarik, jadi ingin belajar tentang cara pengobatan alami naga. Dia akan menemukan banyak hal baru dan menarik tentang dunia para naga. Dia akan mempelajari berbagai ramuan dan obat-obatan yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti daun, buah-buahan, dan mineral yang hanya dapat ditemukan di dunia para naga yang ada di pintu lainnya gunung Surya Kencana ini.


Di saat naga tabib masuk dan menemukan William telah sadar, naga tabib terseyum. "Hai, kau sudah sadar?" tanyanya dengan berkata ramah.


William mengganggukan kepalanya mendengar pertanyaan tersebut. Dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat saat ini jadi dian belum bisa berkata apa-apa.


Setelah terdiam beberapa saat hasilnya William berusaha untuk memberanikan diri untuk bertanya, "bolehkah, sa-ya belajar tentang cara pengobatan yang ada di dunia para naga. Bisakah Anda membantu sa-ya?"


Naga Tabib terseyum penuh kasih saat mendengar pertanyaan William yang gugup. "Tentu, tentu saja. Saya siap membantu Anda dengan segala yang saya tahu. Apa yang ingin Anda ketahui?"


William tertegun sejenak mendengar jawaban yang diberikan oleh naga tabib. Dia tidak menyangka jika naga tabib terseyum sangat ramah, meskipun wajahnya terlihat menyeramkan sebagimana layaknya para naga pada umumnya.


"Sa-ya, saya ingin tahu bagaimana naga menggunakan obat-obatan dan ramuan-ramuan untuk menyembuhkan penyakit. Bagaimana cara mereka mengetahui apa yang harus digunakan dan bagaimana cara membuatnya?"


"Baiklah. Jadi, pertama-tama, naga memiliki pengetahuan yang luas tentang tumbuhan dan bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kami juga menggunakan energi magis untuk memperkuat efek penyembuhan dari obat-obatan dan ramuan-ramuan tersebut."


Naga tabib memberikan penjelasan secara singkat kepada William supaya tahu dasar dari ilmu pengobatan mereka.


William kagum dengan apa yang baru saja dia dengar. "Wow, begitu menarik! Bagaimana cara saya bisa mempelajari lebih banyak tentang bahan-bahan alami dan energi magis ini Naga Tabib?" tanyanya kemudian.


"Ada beberapa buku yang dapat membantu Anda mempelajari hal-hal tersebut. Saya juga dapat memberikan Anda beberapa rekomendasi tentang tumbuhan-tumbuhan yang paling sering digunakan dalam pengobatan para naga. Dan jika Anda tertarik, saya juga bisa mengajarkan sedikit tentang energi magis."


"Ya, saya sangat tertarik untuk mempelajari semuanya. Terima kasih banyak atas bantuannya!"


Entah kenapa William berasap bahwa naga tabib begitu ramah dan sopan terhadap dirinya. Dia merasa sungkan saat berhadapan dengan naga tabib ini.


"Tidak perlu terima kasih. Saya senang bisa membantu. Ayo kita mulai!" ajak naga tabib.


***


William duduk di ruang belajar kecil yang mirip dengan sebuah perpustakaan di gue naga tabib. Dia sedang membaca buku-buku yang direkomendasikan oleh naga tabib tentang tumbuhan-tumbuhan dan ramuan-ramuan yang digunakan dalam pengobatan para naga. Dia mengambil catatan tentang setiap bahan dan efek penyembuhannya.


William berpikir dalam hati, 'ini benar-benar luar biasa! Siapa sangka bahwa tumbuhan yang kita anggap sebagai tanaman hias biasa ternyata bisa menyembuhkan penyakit. Dan cara naga memperkuat efek penyembuhan dengan energi magis juga menarik sekali!'

__ADS_1


Dia melanjutkan membaca dan mencatat selama berjam-jam, meresapi setiap kata dan kalimat dengan sungguh-sungguh. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan langka dan dia harus memanfaatkannya sebaik mungkin.


William kembali berbicara dengan dirinya sendiri. "Aku harus bersikap sabar dan tekun. Aku tidak bisa berhenti belajar hanya karena merasa sulit atau lelah. Aku harus terus melanjutkan meski sulit, karena aku tahu bahwa ilmu yang aku peroleh akan sangat berharga."


Dia mengambil nafas dalam-dalam dan kembali membaca buku. Dia memusatkan pikirannya sepenuhnya pada pengetahuan yang ingin dia peroleh dan merasa senang bahwa dia memiliki kesempatan ini.


Setelah beberapa saat kemudian, William kembali berbicara dengan dirinya sendiri. "Aku harus terus berusaha dan belajar dengan tekun. Siapa tahu suatu saat nanti, pengetahuan yang aku peroleh ini bisa membantu orang lain dalam menyembuhkan penyakit mereka."


William tersenyum puas pada dirinya sendiri. Dia tahu bahwa ini hanya awal dari perjalanan panjangnya untuk menjadi bisa mendapatkan ilmu dari pengobatan para naga, tapi dia siap menerimanya dengan sepenuh hati. Dia yakin bahwa jika dia tetap bersemangat dan berusaha keras, dia pasti bisa dengan cepat mempelajarinya sehingga bisa juga mencapai tujuannya.


William dengan tekun belajar tentang sifat dan manfaat dari berbagai bahan alami dan bagaimana cara menggunakannya untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan kondisi medis. Dia juga mempelajari teknik pijat dan terapi fisik yang berbeda yang digunakan oleh naga tabib untuk membantu memulihkan tubuh dan meredakan rasa sakit.


Saat belajar, kadang kala William merasa terkejut dengan seberapa efektif pengobatan alami naga. Dia melihat bagaimana pasien naga tabib dapat sembuh dari penyakit dan cedera yang serius dengan menggunakan obat-obatan dan teknik pengobatan alami.


Selain itu, William juga terpesona dengan keahlian naga tabib dalam mengobati pasien. Dia belajar bagaimana naga tabib dapat memperhatikan detail kecil yang sering terlewatkan oleh tabib atau dukun di dunia ras manusia dan bagaimana naga tabib memperlakukan pasien dengan kasih sayang dan perhatian yang besar.


Belajar tentang pengobatan alami naga bisa menjadi pengalaman yang menarik bagi karakter seorang William yang ingin tahu tentang banyak hal. Sedangkan kedua temannya lebih sering berada di lapangan, belajar dengan para naga bagaimana cara bertempur dan menggunakan kekuatan mereka saat merasakan ada alarm bahaya.


Saat William belajar pengobatan alami dari naga tabib, dia juga mengalami beberapa tantangan dalam proses pembelajaran. Namun, dengan bimbingan dari naga tabib, dia akan belajar banyak tentang pengobatan alami dan bagaimana cara merawat tubuh secara alami.


Setelah William selesai belajar dasar-dasar pengobatan alami naga, dia berterima kasih pada naga tabib atas bimbingannya. William berterima kasih atas kesabaran dan ketekunan naga tabib dalam mengajarkan dia tentang pengobatan alami.


"Terima kasih banyak atas bimbingan mu, tabib naga," ucap Willian pengen membungkuk kan sebagian badannya.


Anak tersebut kemudian bertanya kepada naga tabib tentang bagaimana dia bisa terus belajar lebih banyak tentang pengobatan alami naga dan mengembangkan keahliannya dalam pengobatan.


"Bagaimana saya bisa terus belajar tentang pengobatan alami naga, tabib naga?" tanya William yang masih ingin terus belajar.


"Ada banyak sumber yang bisa kamu pelajari, anak muda. Kamu bisa membaca buku-buku tentang pengobatan alami atau melakukan praktik langsung dengan pasien-pasien mu. Yang terpenting adalah kamu harus berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan keahlian mu dalam pengobatan alami naga," jawab naga tabib memberikan saran-saran.


William menganggukkan kepalanya mengiyakan. Dia merasa terinspirasi oleh kata-kata naga tabib dan merasa semakin bersemangat untuk belajar dan berkembang dalam pengobatan alami naga.


Sekarang sudah waktunya William dan dua temannya kembali ke gunung Surya Kencana dengan hati yang penuh semangat dan pengalaman baru.


Mereka telah mengalami petualangan yang luar biasa di dunia para naga, dan kini mereka kembali ke dunia nyata dengan pengetahuan dan keahlian baru yang diperoleh dari tempat mereka berpetualang yaitu dunia para naga.


"Waktunya kita pulang!"


"Yeee... aku sudah tidak sabar ingin berpetualang ke tempat yang lainnya lagi!"

__ADS_1


William tersenyum melihat tingkah laku kedua temannya itu. Tapi dalam hati dia juga membenarkan perkataan mereka berdua.


Setelah berpamitan dengan semua naga yang kini telah berdamai, mereka diantar ke pintu penghubung yang telah kembali terbuka dengan gunung Surya Kencana.


"Terima kasih."


"Sampai jumpa lagi!"


"Hati-hati dan tetaplah berdamai."


Para naga mengepakkan sayapnya pelan, seakan-akan sedang melambaikan tangan mengiringi kepergian ketiganya.


"Hiksss, kenapa aku ingin menangis?" tanya Sponsored saat berada di depan pintu penghubung yang bersinar terang.


"Huwaaaa... jangan buat aku menangis!" teriak Squidwored.


William tersenyum melihat tingkah keduanya yang sok terharu dan sedih saat meninggalkan tempat petualangan mereka.


"Mari, cepatlah masuk sebelum pintu kembali tertutup dan kalian akan berada di dunia para naga selamanya." William memperingatkan.


Setelah beberapa saat kemudian.


Cling!


"Hahhh! Kenapa rasanya berbeda?"


"Sinar matahari tidak terlalu menyengat di sini." William memberi tahu, karena di dunia pada naga matahari tampak lebih dekat sehingga sangat panas.


Mereka merasa sedikit kebingungan dalam menyesuaikan diri dengan dunia nyata setelah menghabiskan waktu yang lama di dunia para naga, namun mereka dengan cepat akan dapat kembali ke kehidupan normal mereka.


"Sungguh pengalaman yang luar biasa, tidak bisa kuduga sebelumnya," ujar William kepada teman-temannya.


"Aku setuju, rasanya seperti menemukan keberanian yang baru dan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan," kata Sponsored dengan melihat ke arah kembarannya.


"Sekarang, kita punya pengetahuan dan keahlian baru yang dapat kita manfaatkan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan," tambah Squidwored mengangguk.


Mereka kemudian berjanji untuk selalu menjaga rahasia dunia para naga, dan menghargai keberanian dan kebijaksanaan yang diberikan oleh para naga dalam petualangan mereka.


"Sekarang kita harus kembali ke kehidupan normal kita, tetapi pengalaman ini akan selalu menjadi bagian dari kita dan menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik," ucap William.

__ADS_1


Kemudian, dengan rasa syukur yang dalam, William dan kedua temannya beristirahat sejenak agar besok bisa melanjutkan kehidupan mereka, dengan harapan untuk dapat kembali berpetualang untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu yang baru untuk terus dipelajari.


Mereka bertiga beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum mereka akan melanjutkan petualangan lainnya, yang belum merdeka ketahui akan berada di mana.


__ADS_2