The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Canggung Dengan Perasaan


__ADS_3

William Melihat keponakan Steve dan berkata dengan kagum. "Dia terlihat sangat cantik hari ini. Bukankah penilaian ku ini tidak salah?"


Mendapat pertanyaan dari William, kedua temannya saling pandang dan tidak segera memberikan jawaban.


"Bagaimana menurut kalian?" tanya William lagi, masih memperhatikan gadis tersebut.


Sponsored akhirnya memberikan jawaban. "Ya, benar. Dia selalu terlihat menawan."


Squidwored juga ikut mengangguk mengiyakan jawaban yang diberikan oleh kembarannya. "Aku juga setuju. Tapi aku berpikir itu yang membuatnya semakin menarik, bukan?'


William tertawa dengan nervously. "Ya, ya mungkin kamu benar."


Sponsored tertawa-tawa kecil mendengar perkataan William yang sedikit gugup, dengan maksud bercanda. "Tapi tentu saja, dia tidak se-menarik kita, kan? Hahaha..."


Squidwored ikut tertawa mengejek Sponsored. "Hahaha... Ya, tentu saja."


Ada seseorang gadis yang menarik perhatian William. Dia adalah keponakan Steve yang cantik dan anggun. Tapi ternyata Sponsored dan Squidwored memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakan oleh William. Hal ini menimbulkan perasaan yang membuat mereka canggung dan tidak bisa seperti biasanya.


Keponakan Steve, Rachel, adalah seorang gadis yang cantik dan anggun. Namun, Sponsored dan Squidwored juga memiliki perasaan yang sama terhadap gadis tersebut, sehingga menciptakan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam interaksi mereka bertiga yang selalu bersama dan akrab.


William mulai menyadari ketegangan yang terjadi diantara mereka bertiga. "Jadi, bagaimana kabar kalian berdua? Apakah kalian juga tertarik dengan Rachel?" tanyanya ingin tahu.


Melihat kedua temannya yang juga memiliki perasaan terhadap Rachel, William merasa sedikit kesal tapi juga sedih. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Tapi sebagaimana perasaan nyaman, dia selalu merasa nyaman jika bisa melihat paras Rachel meskipun hanya dari jauh atau sekilas saja, namun sudah mampu membuatnya berdebar-debar.


"Baik-baik saja, terima kasih. Bagaimana dengan kamu, Squidwored?" Sponsored justru mengajukan pertanyaan yang sama pada Squidwored.


Squidwored terdiam sejenak, baru kemudian memberikan jawaban. "sama, aku baik-baik saja.Jadi, apa rencanamu akhir pekan ini, William?"


William diam memikirkan jawaban. "Aku belum tahu, mungkin aku akan pergi ke pantai atau menonton konser. Bagaimana dengan kalian berdua?"

__ADS_1


"A-ku, aku juga belum memutuskannya. Mungkin akan berkumpul dengan teman-teman."


Squidwored juga langsung memberikan jawaban tanpa perlu ditanya terlebih dahulu. "Aku mungkin akan pergi hiking atau camping. Ta-pi, tapi kalian berdua mungkin bisa pergi bersama keponakan Steve, bukan?"


William tersipu malu-malu. "Ah, aku tidak tahu apakah dia mau jalan denganku atau tidak."


Sponsored tertawa kecil. "hihihi... Ya, mungkin itu ide yang bagus, Wil."


Squidwored tersenyum tipis. "Kita bisa mengatur segala sesuatunya."


Percakapan mereka bertiga terasa canggung karena setiap orang mencoba untuk menunjukkan rasa tertarik mereka pada keponakan Steve, tetapi juga mencoba untuk tidak membuat situasi menjadi tidak nyaman. Mereka merasa sulit untuk berbicara dengan bebas dan bercanda seperti biasanya karena mereka merasa takut mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka dan mengganggu hubungan mereka dengan satu sama lain.


Di dalam kehidupan modern saat ini, mereka bertiga memang sudah memiliki kesibukan masing-masing tidak harus selalu bersama bertiga seperti biasanya. Jadi, jika mereka melihat miliki kegiatan dan kesibukan yang berbeda itu sudah menjadi hal yang biasa saat sekarang ini.


***


Kebetulan saat itu ada William, Sponsored, dan Squidwored berkumpul bersama. Pada awalnya, mereka mungkin merasa terkejut dan sedikit tidak nyaman di sekitar Rachel, karena ketertarikan yang mereka rasakan pada keponakannya Steve tersebut.


Mereka menjadi sibuk dengan pikiran mereka sendiri, mencoba untuk memikirkan cara untuk menarik perhatian Rachel dan membuat kesan yang baik. Namun, pada saat yang sama, mereka juga mencoba untuk tidak terlalu agresif atau terlalu menonjolkan diri, agar tidak terlihat terlalu banyak memperhatikan Rachel.


Ketika berbicara dengan Rachel, mereka merasa tidak yakin tentang apa yang harus dikatakan atau bagaimana untuk memulai percakapan. Mereka merasa canggung dan tidak dapat berbicara dengan lancar atau natural seperti biasanya, karena mereka ingin memastikan bahwa mereka tidak membuat kesalahan atau membuat diri mereka terlihat terlalu canggung.


Di sisi lain, mereka merasa bersaing satu sama lain untuk mendapatkan perhatian Rachel, yang dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan mereka. Namun, jika mereka bisa saling mendukung dan berbicara terbuka tentang perasaan mereka, mereka tentunya dapat mengatasi situasi tersebut dengan lebih baik dan menjaga hubungan mereka tetap baik satu sama lain.


"Halo, apa kabar kalian?" tanya Rachel akrab.


"Ha-lo, kabar a-ku baik, terima kasih. Bagaimana kabarmu?" William menjawab dan bertanya dengan gugup.


Rachel tersenyum senang mendengar jawaban yang diberikan oleh William, dengan pertanyaan juga. "Baik-baik saja, terima kasih. Saya baru saja pindah ke daerah ini, jadi saya mencoba menemukan teman baru. Aku keponakannya paman Steve."

__ADS_1


"Oh, itu bagus. Daerah ini sangat ramah dan penuh dengan kehidupan sosial. Kami adalah teman dari Steve." Sponsored memberikan penjelasan pada Rachel.


Squidwored ikut menimpali. "Ya, dan juga banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Jika kamu butuh saran, kami bisa memberikan rekomendasi."


Rachel tersenyum. "Terima kasih, saya pasti akan melakukannya."


William mencoba untuk mengajak berbincang-bincang. "Apa yang kamu lakukan untuk bersenang-senang di waktu luang mu, Rachel?"


"Saya suka bermain gitar dan menyanyi. Dan kadang-kadang saya juga senang berolahraga atau pergi ke taman."


Sponsored membelalakkan matanya. "Wow, itu sangat keren. Saya juga suka bermain musik dan berolahraga." Dia perseru dengan senang hati.


Squidwored juga memberi tahu tentang hobinya. "Ya, dan saya suka pergi ke taman atau hiking di pegunungan."


William tersenyum melihat antusias kedua temannya juga. "Jadi, mungkin kita bisa pergi bersama suatu saat?" katanya memberikan penawaran.


Rachel tertawa kecil mendengar tawaran dari mereka bertiga. " Hihihi... Tentu saja, itu akan menyenangkan."


Percakapan terasa canggung pada awalnya, tetapi mereka dapat mengatasi perasaan mereka dengan cepat dan mulai berbicara dengan lebih santai, mereka membuka diri dan terhubung dengan Rachel.


Hal yang penting mereka lakukan saat ini adalah untuk tidak terlalu fokus pada persaingan dan menghargai hubungan mereka satu sama lain. Jika mereka bisa saling mendukung dan menunjukkan ketertarikan pada Rachel dengan cara yang sopan, mereka bisa membangun hubungan yang baik satu sama lain bersama-sama.


Steve datang dan bergabung dengan mereka, berbincang-bincang tentang hal yang umum.


"Kalian sudah saling mengenal, jadi aku tidak perlu memperkenalkan keponakan cantikku ini." Steve bangga membicarakan Rachel pada mereka bertiga.


"Paman, jangan begitu." Rachel merajuk mendengar pujian yang diberikan oleh pamannya secara tidak langsung.


William, Sponsored dan Squidwored saling pandang kemudian masing-masing tersenyum tipis melihat wajah Rachel yang memerah karena malu mendapat perhatian dari mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2