
Di tempatnya di tahan, William menggeliat kesakitan pada seluruh tubuhnya. Siksaan dari Putri Nania sudah tidak dia rasakan dua hari. Dan dia pun heran karena tidak biasanya Putri Nania membiarkannya tidak kesakitan setiap saat.
"Tumben sekali putri Nania tidak menyiksaku? Apa yang terjadi di luar sana?"
Tapi di saat William berkonsentrasi sebentar, dia segera sadar jika suasana di luar sana terasa panas. Dia ingin tahu apa yang terjadi, dan saat dia mengetahuinya Dia sangat terkejut karena telah terjadi perang besar akibat serangan yang dilakukan oleh kerajaan Bhojong Noghoro pada kerajaan Couthel, yang dipimpin oleh putri Nania.
"Ternyata itu alasannya. Perang telah mengacaukan konsentrasinya sehingga dia melupakan aku, yang biasanya tidak pernah lepas dari siksaan."
William senang karena itu artinya dia akan segera bebas, sebab dia adalah utusan dari kerajaan Bhojong Noghoro untuk perdamaian yang akhirnya justru ditahan oleh putri Nania.
Situasi aman ini ternyata dari serangan yang dilakukan oleh kerajaan Bhojong Noghoro, pada kerajaan Couthel. Dan William, yang sebenarnya adalah utusan dari kerajaan Bhojong Noghoro untuk misi perdamaian, terjebak dan ditahan oleh Putri Nania.
Dalam penahanannya, William mengalami siksaan fisik secara terus menerus dari Putri Nania selama ini. Namun, dua hari terakhir, siksaan itu berhenti, dan William merasa heran. Dia baru menyadari bahwa suasana di luar sel auaranya terasa panas, memberinya petunjuk bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi. Dan itu bukan hal yang biasa.
Ketika William mengetahui apa yang terjadi, dia terkejut. Terjadi perang besar antara kerajaan Bhojong Noghoro dan kerajaan Couthel yang dipimpin oleh Putri Nania.
William tentu saja merasa senang karena situasi ini berarti dia ada kemungkinan akan segera dibebaskan. Sebagai utusan perdamaian yang ditahan oleh Putri Nania, perang ini mungkin telah mengubah dinamika situasi dan memungkinkan William untuk mendapatkan kemerdekaannya kembali.
"Aku harus segera menghubungi Rose untuk kabur dengan segera!"
William mencoba mengucapkan mantra sihir untuk menghubungi Rose. Tujuannya adalah untuk bekerja sama dengan Rose agar mereka dapat melepaskan diri dari kekuatan mantra sihir yang mengunci mereka dalam tahanan di kerajaan Couthel. Mereka berdua harus melarikan diri dari tahanan tersebut, supaya bisa bebas dari pengaruh kekuatan sihir yang dimiliki oleh Putri Nania.
Konflik besar antara dua kerajaan yang sebelumnya terjadi dan berhenti karena berusaha mencapai perdamaian, nyatanya ini kembali pecah. Tidak ada jalan damai, meskipun William awalnya dikirim sebagai utusan perdamaian, tapi dia kemudian menjadi korban dari konflik tersebut.
William mulai mengucapkan mantra sihir dengan hati-hati, kemudian menyapa Rose.
__ADS_1
"Rose, apakah kamu di sana? Apakah kamu mendengar suaraku? Aku butuh bantuan."
Rose, yang berada di dalam tahanan lain mendengar suara dengan samar-samar. "Itu, itu seperti suara William. Apakah ini, William?" tanya Rose dengan berkonsentrasi, supaya terdengar dalam pikirannya William.
William akhirnya mendengar pertanyaan tersebut. "Ya, aku di sini. Apa yang terjadi? Apakah kamu, baik-baik saja?"
William akhirnya mencoba untuk mengucapkan mantra sihir guna bisa berkomunikasi dan menghubungi Rose. Dia akan mengajak Rose untuk bekerja sama melepaskan diri dari kekuatan mantra sihir yang mengunci mereka di dalam tahanan, agar mereka bisa kabur dari tahanan kerajaan Couthel, yang menggunakan kunci dari kekuatan sihir dari Putri Nania.
Ini dilakukan oleh William, karena dia berpikir jika sekarang ini Putri Nania sedang berkonsentrasi dengan perang sehingga tidak memikirkan keduanya.
"Rose. Kita harus mencoba melarikan diri dari tahanan ini. Putri Nania sedang sibuk dengan perang, jadi ini adalah kesempatan terbaik untuk kita kabur. Apakah kamu bisa?" tanya William dengan berkonsentrasi.
Dia melakukan perbincangan dengan Rose melalui mantra sihir, sehingga mereka seperti sedang berbincang sebagaimana orang biasa yang saling berhadapan.
"Tapi bagaimana caranya, William? Kekuatan sihir ini begitu kuat, dan kita terkunci dengan mantra yang sulit dipecahkan." Rose ragu.
Rose terdiam untuk mengingat-ingat kembali apa yang dimaksud oleh Will tadi.
"Ya, aku masih ingat. Tapi apakah itu cukup kuat untuk melawan kekuatan sihir Putri Nania?" tanya Rose yang masih merasa ragu dengan kekuatannya sendiri.
"Kita tidak perlu melawan kekuatannya secara langsung. Kita hanya perlu melindungi diri kita sendiri dan mencari celah untuk melarikan diri, di saat Putri Nania tidak memperhatikan kita. Kita harus bekerja sama untuk memecahkan mantra yang mengunci kita. Apakah kamu mengerti, Rose?"
Dengan penjelasan yang singkat, William meyakinkan Rose. Dia yakin jika mereka berdua mampu di saat Putri Nania lengah.
"Baiklah, aku siap mencobanya. Kita harus fokus dan bersabar. Kapan kita mulai, William?" tanya Rose pada akhirnya.
__ADS_1
William cepat menyahut untuk pertanyaan yang diajukan oleh Rose. "Sekarang. Kita akan mengucapkan mantra perlindungan secara bersama-sama. Ayo, mulai sekarang Rose! Satu... dua... tiga..."
Dengan konsentrasi dan keyakinan, William dan Rose mengucapkan mantra perlindungan dengan kuat dan tulus, membangun perisai sihir di sekitar mereka.
Perlahan-lahan, kekuatan mantra yang mengunci mereka mulai terkikis sedikit demi sedikit hingga bisa membuat pernapasan mereka lebih lega daripada tadi.
"Perisai sihir kita mulai berhasil! Teruslah fokus, Rose. Kita hampir mencapai kebebasan." William mengingatkan.
Rose mengangguk mengiyakan, meskipun dia tahu jika william tidak bisa melihatnya yang sedang mengangguk.
"Aku juga merasakan energi mantra yang terkikis. Kita hampir berhasil, William!"
Saat kekuatan mantra yang mengunci mereka semakin melemah, William dan Rose saling memberikan semangat dan tetap fokus.
Akhirnya, mantra itu pecah dan mereka berhasil melepaskan diri dari tahanan.
"Kita melakukannya, Rose! Kita berhasil Sekarang kita harus mencari jalan keluar dari kerajaan Couthel. Kita harus menghindari pasukan Putri Nania dan mencari perlindungan sementara."
William merasa sangat senang dengan keberhasilan mereka berdua saat ini. Dia akan pergi untuk mencari jalan keluar, kemudian pergi ke medan perang untuk membantu pasukan kerajaan Bhojong Noghoro.
"Aku setuju, William. Kita harus bertindak cepat dan hati-hati. Mari kita cari jalan keluar dan berusaha untuk selamat dari situasi ini." Rose juga merasa senang, tapi dia ingatkan William supaya tetap berhati-hati
Dengan tekad yang kuat, William dan Rose memulai perjalanan mereka untuk melarikan diri dari kerajaan Couthel, menjaga satu sama lain dalam upaya mereka untuk bertahan hidup dan mencari kebebasan.
Keberuntungan ada pada mereka berdua, karena saat ini Putri Nania sedang sibuk dengan perang yang sedang berlangsung. Konsentrasinya terfokus pada pertempuran dan memimpin pasukan kerajaan Couthel, sehingga dia tidak memikirkan William dan Rose yang sedang ditahan. Hal ini tentu saja memberikan peluang bagi William dan Rose untuk berusaha melarikan diri tanpa banyak gangguan dari Putri Nania.
__ADS_1
Ini adalah peluang yang sangat baik bagi William dan Rose untuk mencoba melarikan diri, ketika Putri Nania sibuk dengan perang. Meskipun mereka masih terkunci dalam tahanan dan terpengaruh oleh kekuatan mantra sihir, fokus sang Putri yang sedang teralihkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengatur rencana pelarian. Mereka berharap dapat memanfaatkan momen ini untuk melepaskan diri dan menghindari bahaya yang mengancam mereka berdua di dalam tahanan kerajaan Couthel.