
"Pasukan, persiapkan diri! Kita akan melancarkan serangan terhadap mereka dengan formasi taktis yang terkoordinasi. Ingat, kita memiliki keunggulan dalam jumlah dan kekuatan kita yang berkumpul. Mari kita manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya dan hancurkan musuh!"
"Serang!"
"Jangan pernah berhenti, apa pun yang terjadi harus kalah salah satu!"
Situasi ini benar-benar tidak terduga.
Serangan mendadak yang dilakukan oleh raja Shawighuno, telah membuat konfrontasi antara pasukan Couthel dengan pasukan kerajaan Bhojong Noghoro yang telah bersiap-siap di luar wilayah kerajaan Couthel.
Raja Shawighuno dan pasukannya siap menyerang Couthel jika ada kejadian yang melibatkan kerajaan Sponsored dan Squidwored.
Prajurit Bhojong Noghoro, yang merupakan pasukan dari raja Shawighuno, telah merencanakan serangan taktis yang terkoordinasi terhadap pasukan Couthel. Mereka menggunakan formasi perang yang cermat, memanfaatkan kekuatan kolektif mereka dan mencari kelemahan musuh.
Namun, pasukan kerajaan Couthel juga dikenal tangguh dan diprediksi akan memberikan perlawanan yang sengit.
Pertempuran ini diprediksi akan menjadi saling serang dan bertahan dengan tingkat keganasan yang tinggi. Kedua pasukan terus berusaha mengalahkan satu sama lain dengan strategi perang yang mereka miliki. Tindakan agresif dan pertahanan yang kuat diharapkan dari kedua belah pihak, karena mereka berusaha mempertahankan kehormatan dan kepentingan kerajaan masing-masing.
Trang slash tag bug
Crass slup dug
Aksi saling baku hantam, tendang dan pertemuan dua pedang terdengar riuh dengan suara-suara percakapan para prajurit yang sedang berperang.
Selain menggunakan senjata tradisional seperti pedang, tombak, dan busur, beberapa prajurit dari kedua belah pihak juga memiliki kekuatan magis. Serangan mantra sihir dan sihir pertahanan melengkapi pertempuran fisik, menciptakan suasana yang magis dan menambah kompleksitas pertempuran. Serangan sihir yang kuat dan perisai magis yang tangguh memberikan dimensi baru dalam pertarungan antara kedua kerajaan.
Selain pertempuran di medan terbuka, pasukan Bhojong Noghoro juga melancarkan serangan terhadap benteng-benteng dan posisi pertahanan Couthel. Prajurit menggunakan berbagai taktik penyerbuan untuk merebut benteng-benteng tersebut, termasuk menggali terowongan, memanjat tembok, dan menghancurkan gerbang.
Sementara itu, pasukan Couthel melakukan pertahanan gigih, menggunakan perangkap, tembakan panah, dan juru ledak untuk melindungi benteng mereka.
Situasi perang antara kerajaan Bhojong Noghoro dan kerajaan Couthel penuh dengan kekacauan, keganasan, dan ketegangan.
Di medan perang, suara gemuruh senjata, teriakan prajurit, dan letusan peledak mengisi udara. Ribuan pasukan bergerak dengan cepat dan bergolak di tengah kekacauan dan kebingungan. Kuda-kuda perang berlari di antara barisan prajurit, mengangkat debu dan menghasilkan suara bertalu-talu.
Luka-luka terbuka, darah yang mengalir, dan kematian menyelimuti medan perang.
Bau anyir darah dan napas terakhir prajurit yang gugur menciptakan atmosfer yang mencekam. Setiap langkah yang diambil di medan perang membawa risiko kehilangan nyawa, dan setiap pukulan yang diberikan dapat mengakibatkan cedera serius.
Prajurit menggunakan taktik dan strategi yang telah mereka pelajari selama bertahun-tahun.
__ADS_1
Pasukan Bhojong Noghoro mengambil keuntungan dari medan perang, menggunakan posisi yang strategis dan keahlian tempur mereka. Pasukan Couthel juga mencoba menghadapi serangan dengan strategi bertahan dan menyerang balik. Taktik perang seperti pengepungan, serangan mendadak, dan serangan frontal menjadi langkah kunci dalam pertempuran.
Tapi nyatanya, kedua belah pihak memiliki kekuatan dan kelemahan mereka sendiri.
Pasukan Bhojong Noghoro dikenal karena disiplin yang tinggi, keahlian tempur yang unggul, dan semangat juang yang tinggi. Mereka memiliki keunggulan dalam jumlah pasukan dan kemampuan taktis.
Di sisi lain, pasukan Couthel juga memiliki prajurit yang tangguh dan sihir yang kuat. Kelemahan-kelemahan masing-masing pihak diuji dan dimanfaatkan oleh lawan mereka.
Perang ini adalah panggung di mana kejutan dan ancaman bisa datang dari mana saja. Pasukan Bhojong Noghoro harus tetap waspada terhadap serangan mendadak, perangkap, dan penggunaan sihir oleh pasukan Couthel. Sebaliknya, pasukan Couthel juga harus menghadapi serangan balik dan strategi yang tidak terduga dari pasukan Bhojong Noghoro.
Kepemimpinan yang kuat dan inspiratif dari Raja Shawighuno dan pemimpin-pemimpin militer lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga semangat juang pasukan. Mereka memberikan instruksi yang jelas, memotivasi prajurit, dan memberikan contoh dalam pertempuran. Kepemimpinan yang baik menjadi pendorong bagi pasukan untuk melawan dengan keberanian dan ketegasan.
"Kita tidak akan menyerah begitu saja kepada mereka! Pasukan Couthel, bersiaplah untuk bertahan dengan gigih. Jangan biarkan mereka menginjak-injak tanah kita. Perlawanan kita harus sengit, dan kita harus memanfaatkan keahlian dan pengalaman kita untuk menghadapi serangan ini. Bersatu, kita bisa mengalahkan mereka!"
Raja iblis juga memberikan semangat untuk semua prajurit yang ikut berperang. Dia mengobarkan semangat pada mereka, supaya bisa menyiapkan diri melawan kerajaan Bhojong Noghoro.
Situasi ini merupakan pertempuran tak terencana, yang terjadi dengan cepat tanpa ada persiapan yang memadai dari pihak kerajaan Couthel, meskipun mereka selalu siap kapan saja. Hal ini menyebabkan tingkat ketidakpastian yang tinggi, di mana kejutan dan improvisasi menjadi faktor penting dalam perkembangan pertempuran.
"Kami tahu bahwa pasukan Couthel tangguh, tetapi kita tidak boleh goyah. Serbu mereka dengan kecepatan dan kekuatan penuh!"
"Manfaatkan lingkungan sekitar kita untuk keuntungan kita. Kami akan menggunakan serangan terencana ini untuk memecah konsentrasi mereka dan mencari celah di pertahanan mereka. Serang mereka dari segala arah!"
"Jangan lengah! Jaga barisan dan pertahankan pertahanan kita! Kita tidak boleh membiarkan mereka meloloskan diri atau menghancurkan formasi kita. Gunakan senjata dan kemampuan kita dengan bijaksana. Terus berkomunikasi, koordinasikan serangan balik kita. Jangan ada ruang untuk kesalahan!"
Teriakan-teriakan semangat diucapkan oleh panglima perang masing-masing dari dua kerajaan yang sedang berperang.
"Mereka menunjukkan perlawanan yang tangguh! Tetapi kita tidak boleh goyah. Teruslah menyerang dengan keganasan dan semangat yang tinggi."
"Jaga formasi, jangan terpisah-pisah. Pergunakan semua keahlian dan tingkatkan semangat juang. Kita akan mengatasi dan menyalahkan mereka!"
Trang slash clapp
Brukkk dug tag bug
Banyak prajurit yang jatuh dari kedua belah pihak, dan ini bukan dalam jumlah yang sedikit. Perang akan selalu membawa korban.
Dari pihak kerajaan Couthel, mereka tetap waspada dan berhati-hati. Karena pasukan kerajaan Bhojong Noghoro ternyata sudah sangat mempersiapkan diri dengan semua keperluan perang mereka kali ini.
"Pasukan kerajaan Bhojong Noghoro semakin kuat, tetapi kita tidak boleh mundur. Serang mereka dengan keberanian dan ketangguhan kita. Bersama-sama, kita bisa melawan mereka. Perkuat pertahanan dan siapkan serangan balik kita. Jangan biarkan mereka merasakan kemenangan!"
__ADS_1
Panglima perang dari kerajaan Couthel, memperingatkan pasukan. Dia juga memberikan laporan kepada Raja Iblis, situasi yang semakin mendesak keadaan mereka.
Perang besar yang tidak terduga ini, bukan hanya soal jumlah prajurit dan perlengkapan perang yang mereka gunakan untuk perang. Ada kekuatan lain yang lebih besar, memang biasa dilakukan oleh kedua belah pihak, yaitu kekuatan sihir dari masing-masing ahli sihir.
Tapi siapa yang menduga, jika William yang merupakan keturunan terakhir dari kerajaan Couthel memiliki kekuatan sihir yang paling kuat dan tidak pernah dipelajari di sekolah sihir Castello Bruxo.
Dan kekuatan dan kemampuan sihir inilah yang menjadikannya target utama Raja Iblis dulu, sewaktu dia baru saja menjadi murid di sekolah sihir Castello Bruxo 10 tahunan yang lalu sama dengan si kembar sial.
Akhirnya, untuk menghentikan perang ini, william yang sudah berhasil diselamatkan oleh Sponsored dan Squidwored, berinisiatif untuk membaca mantra sihir guna mengatasi keadaan yang dia inginkan.
Tapi sayangnya, mantra sihir ini hanya bisa diucapkan oleh Wililam sekali saja dalam hidupnya. Dia tidak bisa menggunakan mantra sihir ini lagi, karena kekuatannya telah selesai digunakan.
William mengangkat kedua tangannya dengan kepala menengadah ke atas, berkonsentrasi penuh untuk mengucapkan mantra sihir terpanjang yang pernah diucapkan olehnya.
"Di hadapan api yang berkobar, ku tuntun aliran kuasa yang berhenti,
Dengan kehendak hati yang teguh, ku ubah bencana menjadi kedamaian yang sepenuhnya.
Dengan kelembutan embun pagi, ku kumpulkan tulus kasih dalam diri,
Biarlah senyuman menggantikan senjata, perdamaian kita akan bersemi dengan indah.
Melalui cahaya yang bercahaya, ku panjangkan jembatan pengertian,
Agar semua hati terbuka dan saling memaafkan, perang kita hentikan dengan bijak.
Ku tarik kekuatan alam yang luar biasa, ku gabungkan dalam mantra ini,
Demi dunia yang damai, perubahan nyata kita wujudkan dengan suka cita.
Dengan kuasa sihirku, aku memanggil kedamaian, aku ubah perang menjadi harmoni,
Hentikan kekerasan dan pertumpahan darah, mari kita hidup dalam kedamaian yang abadi."
Mantra ini adalah mantra sihir yang kuat yang diucapkan oleh William, dengan tujuan mengubah keadaan sesuai dengan keinginannya untuk menghentikan perang.
Mantra ini adalah upaya William untuk mengubah api kebencian menjadi kedamaian, membangun pengertian dan saling memaafkan di antara kedua belah pihak yang bertikai. Ia menggunakan kekuatan alam dan kuasa sihirnya untuk menciptakan perubahan nyata, memanggil kedamaian dan mengakhiri pertumpahan darah.
Dia tidak ingin ada pertumpahan darah lagi. Dia sudah muak dengan keegoisan masing-masing.
__ADS_1
William merasa jika dirinya sudah menjadi korban keserakahan bahkan sejak berada dalam kandungan ibunya, yang harus melakukan sesuatu demi keegoisan ayahnya yang menginginkan dirinya lahir sebagai seorang Putri.