The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Kedatangan Dua Murid Berbakat


__ADS_3

William dan kedua temannya yang sudah berpengalaman dan punya ilmu sihir untuk menangkis, membuat para prajurit tidak sampai harus kembali ke kerajaan Bhojong Noghoro. Mereka bisa kembali melakukan perjalanan menuju ke kerajaan Couthel untuk perang.


"Kita sudah mengajarkannya kepada mereka saat latihan. Mereka pasti akan belajar dengan cepat dalam situasi seperti ini, yang penting ada yang mengingatkan."


William menganggukkan kepalanya paham dengan maksud perkataan Sponsored barusan. Mereka memang sudah mengajarkan beberapa mantra kepada para prajurit saat berlatih kemarin dulu.


"Kita juga perlu membuat mantra sihir untuk membantu para prajurit menyerang pasukan Couthel. Bagaimana kalau kita menggunakan mantra 'Ignis Ventus'?" Squidwored tiba-tiba memberikan usulan baru.


"Baiklah, itu ide yang bagus. 'Ignis Ventus' artinya 'Api Angin', dan bisa digunakan untuk menciptakan angin kencang yang membakar musuh dengan api." William menerjemahkan kata-kata Squidwored.


"Bagaimana dengan membuat mantra sihir yang bisa menghancurkan pertahanan mereka?" tahta Sponsored mulai memanas. Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk memulai perang dengan kerajaan Couthel, yang memiliki hubungan dengan raja iblis.


"Saya punya ide, 'Terrae Motus'."


William mengacungkan jari jempolnya ke arah Sponsored. "Bagus, itu artinya 'Gempa Bumi'. Mantra itu akan membuat tanah bergetar dan membuat pertahanan musuh runtuh."


"Tapi kita harus hati-hati, mantra itu bisa membahayakan para prajurit kita juga."


"Iya, kita harus mengajarkan mereka cara menggunakannya dengan benar agar tidak membahayakan diri mereka sendiri."


William, Sponsored dan Squidwored terus bekerja sama untuk membuat mantra sihir yang kuat dan membantu para prajurit melawan pasukan Putri Nania. Mereka sangat fokus dan berusaha semaksimal mungkin agar para prajurit mereka memiliki kekuatan yang cukup dalam pertempuran.


Situasi di Kerajaan Bhojong Noghoro terasa tegang dan panas, di saat mereka bertiga sedang membicarakan tentang sihir yang akan digunakan untuk membantu melawan Kerajaan Couthel.


William dan kedua temannya dikenal sebagai penyihir yang sangat berpengalaman dan memiliki ilmu sihir yang kuat, yang sudah mampu menaklukkan gunung Surya Kencana. Sekarang, mereka siap untuk melawan kekuatan luar biasa Putri Nania dan pasukannya yang di backing penguasa kerajaan iblis, yaitu raja iblis sendiri.


Para prajurit di Kerajaan Bhojong Noghoro sangat senang dan merasa terbantu dengan kehadiran William dan kedua temannya. Mereka tidak sabar untuk pergi ke Kerajaan Couthel dan membalas dendam atas apa yang sudah dilakukan oleh Putri Nania dan pasukannya.

__ADS_1


William dan kedua temannya segera memimpin para prajurit menuju Kerajaan Couthel. Namun, mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi kekuatan sihir yang sangat kuat dan mereka harus siap untuk menghadapinya.


William dan kedua temannya mengambil waktu untuk mempersiapkan mantra sihir yang kuat untuk melindungi para prajurit mereka dari serangan sihir yang mungkin datang dari pasukan Putri Nania. Mereka mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat mantra dan mulai mempersiapkannya.


Setelah beberapa waktu, mereka selesai membuat mantra sihir dan menguji kekuatannya. William dan kedua temannya kemudian mengajarkan mantra tersebut kepada para prajurit dan mengajarkan cara menggunakannya dengan benar.


"Omnium Protego"


Artinya: "Melindungi Semua"


Mantra ini digunakan untuk melindungi para prajurit dari serangan sihir apa pun yang mungkin datang dari pasukan Putri Nania. William dan kedua temannya mengajarkan kembali pada para prajurit, supaya mereka mengucapkan mantra ini saat mereka merasa terancam oleh serangan sihir.


Selain itu, William dan kedua temannya juga mengajarkan mantra sihir lainnya untuk membantu para prajurit dalam pertempuran. Salah satu contoh mantra sihir adalah sebagai berikut:


"Ignis Ventus"


Artinya: "Api Angin"


Mantra-mantra sihir tersebut membantu para prajurit melawan pasukan Kerajaan Couthel dan memberikan perlindungan yang kuat saat mereka menghadapi serangan sihir. Meskipun mereka menghadapi kekuatan luar biasa dari Putri Nania dan pasukannya, mantra-mantra sihir tersebut membantu para prajurit untuk tetap kuat dan berani dalam pertempuran.


***


Kedatangan Reimon dan Rose dari sekolah sihir Castello Bruxo membawa angin segar bagi William. Sebagai seorang ahli sihir, William sangat membutuhkan bantuan dari orang-orang yang juga memiliki kemampuan sihir yang hebat. Kedatangan Reimon dan Rose sangat membantu William untuk menghadapi serangan pasukan Putri Nania yang kuat.


Reimon adalah seorang murid sihir yang sangat terkenal di Castello Bruxo. Dia memiliki kemampuan sihir yang sangat hebat dan mampu menguasai berbagai jenis sihir dengan mudah. Dia juga dikenal sebagai seorang murid berbakat yang sangat baik, karena banyaknya ilmu sihir yang berhasil dia kuasai.


Rose, di sisi lain, adalah adiknya Reimon yang sangat berbakat. Dia memiliki kemampuan sihir yang sangat hebat dan mampu menangani berbagai situasi yang sulit dengan mudah. Meskipun masih muda, Rose sudah dikenal sebagai salah satu murid sihir terbaik di sekolah Castello Bruxo.

__ADS_1


"Salam, Reimon. Salam, Rose. Terima kasih sudah datang membantu saya." William menyambut kedatangan mereka di pintu istana kerajaan Bhojong Noghoro.


"Salam, William. Kami senang bisa bertemu langsung denganmu. Kami datang ke sini bermaksud untuk membantu. Bagaimana keadaanmu?" tanya Reimon sopan.


"Baik-baik saja. Terima kasih atas kedatangan. Kita harus cepat menemukan cara untuk mengalahkan pasukan Putri Nania dari kerajaan Couthel." William tidak perlu berbasa-basi lagi.


"William, saya dan Rose ingin menyampaikan salam dari Sir Plangtoon, kepala sekolah sihir Castello Bruxo." Reimon menyampaikan salam yang dia bawa dari sir Plangtoon.


"Salam dari Sir Plangtoon? Oh maaf, apa kabarnya sir Plangtoon?" tanya William terkejut saat mendengar nama kepala sekolah sihir Castello Bruxo.


"Dia baik-baik saja dan sangat prihatin dengan situasi yang sedang terjadi di kerajaan Bhojong Noghoro, terutama pada kamu dan kedua temanmu. Dia ingin membantu dengan cara apa pun yang dia bisa, dan kerena itulah kami datang."


Rose memberikan penjelasan tentang maksud kedatangannya ke kerajaan Bhojong Noghoro ini.


"Saya sangat menghargai dukungan dari Sir Plangtoon dan sekolah sihir Castello Bruxo. Terima kasih. Apa yang bisa dia bantu?" tanya William menanggapi.


"Sir Plangtoon bisa membantu dengan cara memberikan saran dan strategi dalam menghadapi pasukan Putri Nania. Dia juga bersedia mengirimkan lebih banyak ahli sihir untuk membantu dalam pertempuran jika dibutuhkan."


William tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Reimon. "Itu sangat baik dari Sir Plangtoon. Terima kasih, saya akan memikirkan bagaimana memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya."


"Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu membutuhkannya. Kami semua ahli sihir dan harus saling membantu dalam situasi seperti ini."


William kembali tersenyum sambil mengangguk mengiyakan. "Terima kasih, saya akan selalu mengingat itu. Dan terima kasih juga atas bantuan dan dukungan kalian berdua."


Rose menganggukkan kepalanya. "Benar sekali. Kami juga membawa beberapa trik baru dari Castello Bruxo yang mungkin bisa membantu kita."


"Itu sangat membantu. Kalian berdua memang ahli sihir yang sangat hebat. Saya sangat berterima kasih." William memuji keduanya.

__ADS_1


Kedatangan Reimon dan Rose sangat membantu William dalam menghadapi serangan pasukan Putri Nania. Mereka membawa banyak trik dan strategi baru yang dapat digunakan untuk melawan musuh. Mereka juga membawa banyak benda sihir yang dapat membantu William dalam pertempuran.


William sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Reimon dan Rose. Dia tahu bahwa tanpa bantuan mereka, dia tidak akan bisa mengalahkan pasukan Putri Nania yang sangat kuat. Dengan bantuan mereka, William merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi segala hal yang terjadi di medan perang.


__ADS_2