The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Mencari Jalan


__ADS_3

Squidwored kembali mengucapkan mantra, supaya mayat kambing tersebut bisa tenang dan dikendalikan.


Sponsored sendiri membantu dengan beberapa mantra supaya mayat kedua kambing tersebut tidak mengamuk ataupun melakukan kesalahan yang tidak mereka perintahkan.


"Mandhexgho!"


"Dhishiniwei!"


"Selanjutnya, kamu juga William. Berikan mantap perintah pada mayat kambing tersebut, agar dia patuh padamu. Kamu memiliki mantra yang dapat membantu kita meningkatkan konsentrasi kedua mayat kambing tersebut, kan?"


William terkejut, tapi segera berkonsentrasi. "Wow, itu terdengar hebat! Apa mantra itu?"


Dengan cepat William berpikir untuk mendapatkan mantra yang cocok dengan permintaan kedua temannya barusan.


"Isildu eta obeditu!"


Sponsored bertepuk tangan mendengar mantra yang diucapkan oleh William. Squidwored juga bersorak senang kemudian mengajak keduanya untuk kembali mencoba mantra yang mereka ucapkan tadi.


"Mari kita mencobanya sekarang, Sponsored, William!"


Ketiganya mengulangi mantra-mantra yang tadi mereka ucapkan hingga beberapa kali, sambil memperhatikan bagaimana mayat kambing tersebut takluk dengan perintah mereka dengan beberapa pekerjaan.


"Sungguh ini sangat membantu! Terima kasih telah membagikan mantra baru ini kepada saya." William mengucapkan terima kasih kepada kedua temannya.


"Tidak ada masalah, William! Kami selalu senang membantumu dan kami yakin jika kamu mampu melakukannya."


"Iya, dan kami akan mengajakmu berpetualang dengan sihir-sihir yang belum pernah ada, hehehe..."

__ADS_1


***


Setelah yakin jika mantra mereka berhasil, William didesak oleh Sponsored dan Squidwored untuk memberitahu kepala sekolah bahwa dia berhasil menciptakan mantra tersebut. Tapi William tidak percaya diri, sehingga takut untuk berhadapan langsung dengan kepala sekolah. Lagipula mantra baru ini belum diujicobakan pada mayat-mayat yang dimaksud. Mereka hanya pernah mempraktikkannya pada hewan kambing yang sudah berupa tulang belulang. William juga tidak tahu, mantra apa yang digunakan untuk menghidupkan mayat-mayat yang lain, jadi takut jika tidak bisa seimbang.


William tampak tidak percaya diri dan takut untuk berhadapan langsung dengan kepala sekolah, karena ia merasa khawatir bahwa ia tidak akan mampu memberikan informasi yang cukup atau menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan oleh kepala sekolah.


Selain itu, ia merasa bahwa mantra yang diciptakannya belum diujicobakan pada manusia, sehingga ia tidak yakin efektivitasnya dalam menghidupkan mayat-mayat manusia.


Ketidakpastian William tentang mantra tersebut juga menambah ketidakpercayaannya pada kemampuannya sendiri, sehingga dia merasa bahwa dia tidak cukup ahli dalam bidang ini. Situasi ini mengakibatkan William merasa tertekan dan cemas, membuatnya enggan untuk mengambil risiko atau mencoba hal-hal baru.


Padahal ketidakpercayaan diri William dapat menjadi hambatan bagi dirinya untuk maju dalam proses belajarnya di dunia sihir, dan memperluas kemampuan dan pengetahuannya. Untuk mengatasi hal ini, William perlu membangun kepercayaan dirinya dan belajar untuk mengatasi rasa takutnya dengan mengambil risiko yang lebih kecil dan bertanggung jawab secara bertahap.


Dalam situasi ini, Sponsored dan Squidwored terpaksa harus menggunakan mantra "kepercayaan diri" untuk membantu William mengatasi rasa takut dan ketidakpercayaan dirinya. Dengan demikian, William akan merasa lebih yakin dan termotivasi untuk mengambil langkah maju dan berbicara dengan kepala sekolah.


Sponsored dan Squidwored memberi nasehat kepada William, berisi dorongan dan motivasi positif, serta pengakuan atas kemampuan William. Mereka berdua juga mengatakan sesuatu yang bisa membuat Wiliam merasa lebih percaya diri.


Setelah kedua temannya itu menggunakan mantra kepercayaan diri, William merasa lebih yakin dan siap untuk menghadapi tantangan yang ada di depannya. Ia merasa lebih kuat dan percaya pada dirinya sendiri, dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dengan percaya diri.


Hal ini membantu William mengatasi ketakutan dan rasa tidak percaya dirinya, serta membantunya tumbuh dan berkembang dalam.


"Sir. Saya ada mantra baru yang bisa digunakan untuk mengendalikan mayat. Baik itu secara kinerjanya dalam bekerja ataupun kemampuan kerja organnya yang lain."


"Tapi, Sir Plangtoon. Saya tidak bisa melakukannya secara acak, dan saya membutuhkan media mayat yang sesuai dengan kebutuhan Mega Proyek."


Dengan mengatakan"Mega Proyek" hati William merasa teriris. Dia ingat dengan kejadian yang terjadi pada dirinya sendiri, saat masih bekerja sebagai budak di Kerajaan Iblis. Meskipun sebenarnya dia tidak tega dengan mayat-mayat yang masih harus dijadikan sebagai pekerja paksa, tapi ini adalah jalan menuju kesuksesan William agar bisa menuju gerbang istana kerajaan Iblis dengan aman.


Jika dia berhasil, Raja Iblis pasti akan mengundang dirinya untuk datang dan memperlihatkan kemampuannya. Dengan demikian, William akan bisa sekalian mencari tahu tentang siapa dirinya, identitas diri yang selama ini tidak pernah diketahui.

__ADS_1


Sejak bayi dia di rawat oleh keluarga pelayan kerajaan iblis, dan langsung diserahkan kepada pengawas Mega Proyek saat umurnya lima tahun.


Jadi dia sudah merasakan kejamnya Mega Proyek sejak balita, dan bisa bertahan hingga umur 7 tahun. Tapi karena dia melakukan kesalahan dengan memukul pengawas proyek, akhirnya dia dibuang ke lubang api sebagai tempat sampahnya para pekerja.


"William. Apakah kamu butuh media mayat manusia atau makhluk lain untuk mempraktekkan mantra-mantra baru itu?"


"Iya, sir?"


Kepala sekolah sihir, yaitu Plangtoon, akhirnya sangat tertarik dan memberikan kesempatan pada William untuk menunjukkan mantra tersebut. Tapi dia tidak memiliki media untuk mempraktikkan. Jadi kepala sekolah meminta pada salah satu petugas sekolah sihir Castello Bruxo untuk pergi ke kerajaan iblis, sebagai kurir, guna menyampaikan apa yang harus disiapkan.


Kepala sekolah menulis surat kepada raja, meminta pada raja kerajaan Iblis untuk menyiapkan satu mayat yang akan digunakan sebagai bahan percobaan-percobaan terlebih dahulu. Seandainya memang berhasil, sekolah sihir Castello Bruxo akan membuat pengumuman resmi atas mantra baru tersebut seandainya mau digunakan.


***


"Sebenarnya dia mampu, jika tahu mantra-mantra tersebut tanpa harus mendapatkan bantuan dari dua bocah-bocah tengil itu."


"Aku yakin, dia pasti bukan dari kalangan manusia biasa."


"Tapi, siapa sebenarnya dia ya?"


Penjaga sekolah sihir, yang kemarin sempat melihat keberadaan william di danau hitam, bergumam seorang diri. Dia memikirkan tentang kemampuan William dan kekuatan sihir yang dimilikinya. Dia menyadari bahwa William memiliki bakat yang luar biasa dan potensi untuk menjadi penyihir yang hebat dan kuat di masa depan.


Dia merasa senang dan bangga melihat bakat dan kemampuan William kemarin, saat berada di danau hitam dan dia tahu bahwa William akan memiliki masa depan yang cerah dan sukses di dunia sihir.


Penjaga sekolah tersebut berharap bahwa William akan terus belajar dan mengembangkan kemampuannya, dan menjadi penyihir yang hebat dan menginspirasi banyak orang.


"Aku yakin jika dia bisa."

__ADS_1


__ADS_2