
"Bangkitkan mayat-mayat yang ada untuk menambah kekurangan tenaga di proyek!"
Raja Iblis minta pada panglima kerajaan untuk membangkitkan mayat-mayat yang bertebaran di sepanjang proyek, untuk menambah tenaga kerja. Jadi, semua pekerja yang telah mati tetap bekerja meskipun sudah menjadi mayat.
"Baik, Raja."
Panglima kerajaan hanya patuh dan takluk pada perintah raja, tanpa bisa membantah. Akhirnya semua ahli sihir dikumpulkan untuk membantu membangunkan mayat mayat tersebut.
"Soo nooleey!"
"Soo nooleey!"
"Soo nooleey!"
Setiap penyihir mengucapkan mantra mereka di tempat-tempat lubang api yang menjadi kuburan massal para pekerja.
Dari lubang api tersebut, bangkitlah kerangka-kerangka mayat yang berjalan berduyung-duyung menuju ke Mega Proyek. Mereka akan bergabung dengan parah makhluk lain yang menjadi budak dan pekerja paksa lainnya.
Sungguh tidak berperi, karena meskipun telah menjadi mayat mereka tetap dipaksa untuk bekerja.
Cetar cetar
Plakkk
Bug bag bug
Breggg
__ADS_1
Semua pekerja kaget, begitu juga dengan para pengawas, karena pengawas yang sedang melakukan penyiksaan pada pekerja-pekerja dengan cambukan, pukulan dan tendangan membuat maya tersebut hancur lebur menjadi abu.
Para sihir bingung dengan kejadian ini. Semuanya di luar prediksi mereka.
Kerajaan iblis juga menggunakan tenaga dari mayat-mayat yang sudah dibangkitkan kembali dengan sihir mereka. Tapi kenyataannya ada kelemahan dari mayat-mayat tersebut, yaitu tidak bisa menerima bunyi keras disekitar mereka.
Ternyata, mayat-mayat yang dihidupkan kembali oleh sihir kerajaan iblis tidak dapat menerima bunyi keras, kemungkinan hal tersebut adalah sebuah kelemahan dari cara sihir tersebut bekerja. Sihir tersebut hanya dapat menghidupkan kembali tubuh mayat dan mengembalikan fungsi organ tubuh, tetapi tidak dapat memperbaiki kerusakan pada organ pendengaran yang telah terjadi pada mayat.
"Ini tidak bisa dilanjutkan. Harus ada inovasi untuk menyempurnakan mantra pembangkit."
"Iya benar. Jadi untuk sementara waktu pembangkitan dihentikan, dan yang sudah terlanjur biarkan ikut bekerja. Tapi para pengawas harus berhati-hati agar tidak ada bunyi keras di antara mereka."
Para penyihir menasehati para pengawas karena mereka membutuhkan keterampilan sihir yang lebih tinggi dan lebih kompleks, supaya mayat yang telah dibangkitkan bisa lebih efisien digunakan.
Kelemahan mayat-mayat ini bisa membuat keuntungan untuk para pekerja lain yang masih memiliki kehidupan, tapi para pengawas tidak peduli. Mereka yakin, jika semuanya ini hanya sementara waktu. Raja Iblis akan cepet memikirkan perbaikan mantra yang dibutuhkan.
Dalam hal ini, para sihir harus mencari cara lain untuk mengatasi kelemahan ini. Salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan mencari cara untuk memperbaiki organ pendengaran mayat sehingga mereka dapat menerima bunyi keras tanpa hancur menjadi debu.
Namun, para sihir harus mencari alternatif lain, seperti menciptakan pasukan atau pekerja yang tidak bergantung pada mayat-mayat yang dihidupkan kembali. Mereka dapat menciptakan makhluk-makhluk buatan yang dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan tanpa bergantung pada mayat-mayat tersebut.
Tapi nyatanya di kerajaan iblis ini semuanya sudah ada. Jadi mereka harus membicarakan ini pada raja mereka. Para sihir juga tetap mencari cara untuk memperkuat mayat-mayat yang dihidupkan kembali sehingga mereka lebih tahan terhadap suara keras atau kerusakan lainnya. Namun, hal ini mungkin membutuhkan keterampilan sihir yang lebih tinggi dan lebih kompleks, dan bisa saja memiliki risiko lain seperti mengubah karakteristik mayat dan membuat mereka tidak stabil atau berbahaya untuk keselamatan mahluk hidup yang lain.
***
Petinggi kerajaan Iblis datang bersama dengan beberapa utusan para sihir, ke sekolah sihir Castello Bruxo atas perintah dari raja Iblis.
"Salam sejahtera Kepala Sekolah Sihir Castello Bruxo. Kami membutuhkan bantuan dalam menciptakan mantra sihir yang dapat mengatasi kelemahan tenaga kerja mayat yang kami hidupkan kembali. Apakah kamu bisa membantu kami?"
__ADS_1
Kepala Sekolah Sihir Castello Bruxo menyambut kedatangan mereka dengan baik. Dia juga mendengar keluhan mereka.
"Salam sejahtera juga. Saya senang bisa membantu, tetapi saya harus mengatakan bahwa menciptakan mantra sihir untuk mengatasi kelemahan tenaga kerja mayat yang Anda hidupkan kembali mungkin tidak mungkin dilakukan."
Petinggi kerajaan Iblis menyipitkan matanya mendengar jawaban yang diberikan oleh kepala sekolah. "Mengapa begitu?" tanyanya tidak percaya dengan mudah.
Kepala Sekolah Sihir Castello Bruxo memberi jawaban yang logis, karena memang tidak pernah ada mantra sihir yang bisa digunakan untuk keperluan itu.
"Jika mayat-mayat tersebut hancur menjadi debu jika mendengar suara keras, padahal sudah bisa dibangkitkan, maka hal ini mungkin merupakan kelemahan yang sangat mendasar dari sihir yang digunakan untuk menghidupkan mereka kembali. Mungkin sulit untuk menemukan cara untuk memperbaiki atau mengatasi kelemahan ini melalui mantra sihir yang lain."
Petinggi kerajaan Iblis masih tidak percaya. "Tapi kami sangat membutuhkan tenaga kerja mayat tersebut untuk berbagai keperluan Mega Proyek kerajaan. Apa yang harus kami lakukan?"
Kepala Sekolah Sihir Castello Bruxo terdiam beberapa saat. "Ada beberapa alternatif yang bisa dicoba. Salah satunya adalah mencari cara untuk memperbaiki organ pendengaran pada mayat-mayat tersebut sehingga mereka dapat menerima bunyi keras tanpa hancur menjadi debu. Namun, cara ini mungkin membutuhkan keterampilan sihir yang lebih tinggi dan lebih kompleks. Dan itu membutuhkan waktu lama untuk eksperimen."
"Apa ada cara lain yang lebih cepat?" tanya petinggi kerajaan dengan tidak sabar.
"Hemmm... ada. Anda dapat menciptakan pasukan atau pekerja buatan yang tidak bergantung pada mayat-mayat yang dihidupkan kembali. Atau, Anda dapat mencari cara untuk memperkuat mayat-mayat tersebut sehingga mereka lebih tahan terhadap suara keras atau kerusakan lainnya. Namun, cara ini juga memiliki risiko dan membutuhkan keterampilan sihir yang lebih tinggi. Tapi, saya sendiri tidak yakin jika ada mantra sihir yang sempurna seperti itu."
Sayangnya, apa yang dikatakan oleh kepala sekolah tidak diterima oleh petinggi kerajaan. Mereka terus mendesak kepala sekolah sihir, bahkan mengancam akan menutup sekolah sihir Castello Bruxo.
"Kami beri waktu satu Minggu. Jika tidak berhasil, maka dengan terpaksa sekolah ini akan kami tutup!"
Mendengar ancaman yang diucapkan oleh petinggi kerajaan kepala sekolah sihir Castello Bruxo sedikit terkejut. Tapi begitulah mereka, yang selalu memberikan perintah tanpa memberikan kesempatan untuk bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik.
"Akan kami usahakan."
Setelah itu, petinggi kerajaan dan urusan para sihir kerajaan pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah. Mereka pergi dengan wajah sanggar, karena tidak mau jika ada yang menyepelekan kedatangan mereka hari ini.
__ADS_1
"Hemmm... apa yang harus aku lakukan?" gumam kepala sekolah bertanya-tanya tentang tugas berat yang harus diselesaikan dalam jangka waktu satu minggu.