
William yang telah mengalahkan putri Nania dan raja iblis, memboyong keluarga angkatnya, keluarga Jonathan, ke kerajaan Couthel. Dia tidak mau jika keluarga angkatnya mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari raja iblis karena dendam akan kekalahan mereka. Dia juga memisahkan sekolah sihir Castello Bruxo dari wilayah kerajaan Iblis. Jadi, kerajaan iblis wilayahnya semakin menyempit hanya di sekitar istana kerajaan saja.
Dia memiliki kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga angkatnya dan memutuskan untuk membawa mereka ke Kerajaan Couthel. William ingin melindungi mereka dari kemungkinan perlakuan buruk yang dapat dilakukan oleh Raja Iblis karena dendam yang Raja Iblis miliki padanya.
William berjaga-jaga agar kekuatan perisai perlindungan tidak semakin besar sehingga menyerap energi yang semakin kuat dan tidak bisa bertahan lama, dengan para penjaga yang mempertahankan dan menghalangi kekuatan sihir dari putri Nania, Raja Iblis serta anak buahnya yang lain.
William masuk ke ruangan keluarga Jonathan, keluarga angkatnya, dengan wajah ceria. "Selamat pagi, semua! Ayah, Ibu. Bagaimana kabar kalian?" tanya William menyapa mereka berdua.
"Selamat pagi, William. Kami baik-baik saja, terima kasih. Bagaimana denganmu? Apa kabar di Kerajaan Couthel?" tanya Samanta dengan wajah haru.
Ternyata, berita tentang kemenangan William telah sampai di telinga kedua orang tua angkatnya ini.
"Semuanya baik di sini. Kerajaan Couthel juga sudah aman dan tenang. Saya sangat senang bisa membawa kalian dari sini untuk melindungi kalian dari Raja Iblis."
Akhirnya, William menyampaikan maksud kedatangannya ke rumah mereka.
"Kami sangat berterima kasih, William. Kau telah melindungi kami dengan baik. Bagaimana keadaan sekolah sihir Castello Bruxo? Apakah anak-anak di sana baik-baik saja?" tanya Jonathan yang mengkhawatirkan keadaan anaknya, Anthoni, yang masih berada di sekolah sihir Castello Bruxo.
"Sekolah sihir Castello Bruxo berjalan lancar. Siswa-siswa di sana sangat bersemangat dalam mempelajari ilmu sihir. Dan jangan khawatir, mereka aman dari pengaruh Raja Iblis. Saya telah memisahkan sekolah dari wilayah kerajaan Iblis."
Mendengar jawaban tersebut, Jonathan dan Samanta saling pandang karena merasa lega dengan berita yang disampaikan oleh William.
"Benarkah? Apakah perisai perlindungan masih baik-baik saja? Apakah itu akan bertahan lama melawan kekuatan sihir dari putri Nania dan raja iblis?" Jonathan bertanya dengan nada cemas.
__ADS_1
William akhirnya memberikan penjelasan tentang maksudnya. "Tenang, Yah. Aku telah mengawasinya dengan hati-hati, bersama dengan Sponsored dan Squidwored. Perisai perlindungan masih berfungsi dengan baik. Kami berusaha menjaga agar perisai tetap kuat sehingga tidak menyerap terlalu banyak energi dari alam semesta. Yang penting masih mampu menghalangi kekuatan sihir dari Putri Nania, Raja Iblis, dan pasukannya."
Samantha lega mendengar jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh William.
"Kami benar-benar beruntung memiliki, kamu. Terima kasih telah memperhatikan dan melindungi kami sebaik ini. Kamu adalah anugerah bagi keluarga kami."
William tersenyum hangat. "Sama-sama, Ibu. Keluarga kalian juga sangat berarti bagiku. Aku hanya ingin melihat kalian bahagia dan aman. Kita adalah keluarga, meskipun bukan keluarga sedarah."
"Kamu telah membuktikan dirimu sebagai seorang pemimpin dan pelindung, William. Kami bangga memiliki kamu sebagai anggota keluarga kami. Kami selalu bersamamu."
Jonathan merasa bersyukur dan bahagia memiliki anak angkat seperti William, yang ternyata adalah seorang pangeran terakhir dari kerajaan Couthel yang terakhir dan tidak ada yang lainnya lagi.
"Terima kasih, Ayah. Saya bersyukur memiliki kalian semua di sisiku. Kita akan terus melawan kekuatan jahat bersama-sama dan menjaga kedamaian ini. Jika kita bersatu, apapun masalahnya pasti bisa diselesaikan dengan baik."
Mereka adalah keluarga yang mengadopsi William dan menjadi keluarganya yang dekat, setelah samantha mengambilnya dari pembuangan di kerajaan Iblis. William ingin memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka, Jonathan dan Samanta. Oleh karena itu dia berniat membawa mereka ke Kerajaan Couthel supaya lebih aman.
Kerajaan Couthel adalah kerajaan yang telah dimenangkan oleh William dan sekutunya, dari kerajaan Bhojong Noghoro. Tapi kerajaan Couthel juga merupakan kerajaan leluhurnya, sebab dia adalah keturunan terakhir yang tersisa setelah semuanya di bantai oleh putri Nania saat berumur 7 tahun.
Sekolah Sihir Castello Bruxo, adalah sekolah sihir terbesar di wilayah mereka dan masuk ke dalam kerajaan Iblis. William memutuskan untuk memisahkan sekolah sihir ini dari wilayah Kerajaan Iblis. Tindakan ini bertujuan untuk membatasi pengaruh Raja Iblis dan memperlemah wilayah kekuasaannya. Ini menunjukkan bahwa William memiliki kebijaksanaan dan strategi yang cerdas dalam menghadapi kekuatan musuhnya.
Kekuasaan Raja Iblis semakin menyempit hanya di sekitar istana saja. Kemungkinan besar, kekuatan dan pengaruhnya telah terbatas dan terkonsentrasi di sekitar wilayah istana. Hal ini menunjukkan bahwa William telah berhasil membatasi pengaruh Raja Iblis dan membuatnya menjadi lebih kecil untuk bisa mempengaruhi karena adanya benteng perlindungan yang sangat kuat.
Benteng perlindungan ini dimaksudkan William untuk berjaga-jaga agar kekuatan Raja Iblis dan putri Nania mengecil. Perisai perlindungan ini membuat kekuatan mereka tidak semakin besar.
__ADS_1
Wilayah yang diperkecil ini disebabkan oleh kekhawatiran bahwa perisai yang terlalu kuat dapat menyerap energi yang semakin kuat dan tidak bisa bertahan lama. William ingin memastikan bahwa perisai tersebut menjadi hambatan bagi kekuatan sihir Putri Nania, Raja Iblis, dan anak buah mereka supaya tidak bisa bergerak dengan bebas.
William telah mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi keluarga angkatnya dan membatasi kekuasaan Raja Iblis. Dia menggunakan Kerajaan Couthel sebagai tempat perlindungan, memisahkan sekolah sihir dari wilayah Raja Iblis, dan mengawasi perisai perlindungan agar tidak menjadi penghalang bagi kekuatan sihir lawan-lawannya.
***
"Aku sangat senang dengan runtuhnya kekuasaan putri Nania. Aku juga bersyukur dan merasa lega, karena ternyata William itu adalah pangeran dari kerajaan ini."
"Ya, aku juga senang dengan itu."
"Semoga, setelah dipimpin oleh pangeran William, kerajaan Couthel kembali sejahtera dan makmur seperti dulu."
Setelah kemenangan William dan penggulingan Putri Nania yang jahat dan kejam, hiporia rakyat Kerajaan Couthel sangat terasa. Suasana penuh sukacita dan kelegaan menyelimuti kerajaan tersebut.
Rakyat Kerajaan Couthel telah menderita di bawah pemerintahan tirani Putri Nania dan merasakan beban kekejaman Raja Iblis yang telah mengendalikan wilayah tersebut.
"Hidup pangeran William!"
"Hidup kerajaan Couthel!"
"Hidup perdamaian!"
Saat berita tentang kemenangan William dan kejatuhan Putri Nania menyebar, rakyat mulai berkumpul di jalan-jalan dan alun-alun kerajaan untuk merayakan momen bersejarah ini. Mereka membawa bendera Kerajaan Couthel, berdandan dengan pakaian meriah, dan menyanyikan lagu-lagu kebebasan yang lantang. Suara sorak-sorai kebahagiaan terdengar di seluruh kerajaan, mencerminkan kelegaan dan harapan baru.
__ADS_1
Rakyat dengan penuh semangat menghias jalan-jalan dengan bunga-bunga dan lampu-lampu berwarna. Pasar kerajaan juga ramai dengan dipenuhi berbagai aktivitas yang meriah, di mana orang-orang berbelanja, bertukar cerita, dan berbagi kebahagiaan mereka. Tarian dan pertunjukan seni diadakan di alun-alun kerajaan, sebagai bentuk kegembiraan dan perayaan atas kemenangan yang luar biasa ini.