The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Exploring Early Romantic Feelings


__ADS_3

Ketegangan yang terjadi menyebabkan mereka menjadi canggung dan tidak bisa berperilaku seperti biasanya di sekitar Rachel. Mereka merasa kesulitan untuk berbicara dan bertindak normal di sekitar keponakan Steve karena takut bahwa tindakan atau kata-kata mereka akan dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan atau mengganggu.


Setelah Rachel pulang, situasi di antara William, Sponsored, dan Squidwored menjadi sangat tegang. Mereka merasa tidak nyaman dan tidak enak karena merasa bersaing satu sama lain untuk mendapatkan perhatian Rachel yang cantik dan anggun.


"Kenapa kalian selalu mencoba memenangkan persaingan ini? Apa yang sebenarnya kalian inginkan?" tanya William di saat hanya tinggal mereka bertiga saja.


Sponsored menyahut perkataan William dengan cepat. "Aku tidak mencoba untuk memenangkan persaingan, tapi kamu yang terlalu fokus pada Rachel!"


Squidwored mengangguk setuju dengan saudara kembarnya. "Aku setuju, kamu terlalu egois, William. Kamu tidak peduli dengan perasaan kami," tuduhnya.


Hal ini menyebabkan mereka bertiga merasa kecewa, sakit hati, bahkan marah satu sama lain dengan sangat tidak jelas.


Mereka saling menatap satu sama lain dengan perasaan yang tegang, mulai mempertimbangkan kata-kata mereka dengan hati-hati dan mencoba untuk menunjukkan bahwa mereka lebih baik daripada yang lain. Ini justru memicu perdebatan atau pertengkaran kecil antara mereka, di mana mereka saling menyalahkan satu sama lain dan berusaha membela diri masing-masing.


Situasi ini sangat sensitif dan sulit untuk dihadapi, karena perasaan mereka yang ada ini adalah untuk yang pertama kalinya jadi mereka belum memiliki pengalaman apapun untuk mengendalikan diri.


"Kalian berdua juga tidak memikirkan perasaanku. Aku juga tertarik dengan Rachel."


Mendengar pengakuan William, Sponsored tersenyum sinis. "Tapi kamu tidak boleh mengambil semua perhatiannya. Itu tidak adil, William."


Squidwored menimpali. "Iya, dan kita ini sudah berteman lama. Kenapa kamu tidak memikirkan perasaan kami juga?"


Pertanyaan Squidwored membuat William memandang mereka berdua secara bergantian, dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan.


"Aku memikirkannya, tapi aku juga ingin mencoba perasaan yang datang tiba-tiba tanpa aku ketahui bagaimana cara mengendalikannya. Apakah kalian tahu bagaimana caranya?"


Sponsored menggelengkan kepalanya, sebab dia juga tidak tahu. Tapi sisi egoisnya menolak untuk berdamai.


"Jangan lupa, William, bahwa kita adalah teman. Kita harus saling mendukung, bukan saling bersaing. Tapi jika sudah seperti ini aku juga tidak tahu."


Squidwored setuju dengan perkataan kembarannya. "Betul, dan sekarang Rachel mungkin merasa tidak nyaman dengan situasi ini."


William menghela nafas panjang saat mendengar perkataan kedua teman kembar sialnya itu. "Aku memahami itu. Dan aku meminta maaf jika apa yang aku lakukan membuat kalian tidak nyaman."


Akhirnya William mencoba untuk mengalah untuk kedua temannya, meskipun dia tidak tahu sejauh mana dia akan bertahan.


"Kami juga minta maaf jika terlalu agresif dan menyalahkan mu, Wil. Mari kita mencoba untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih baik."

__ADS_1


"Sepakat. Dan mungkin kita bisa mencoba untuk berbicara dengan Rachel, bersama-sama dan meminta maaf jika kita membuatnya merasa tidak nyaman saat datang ke rumah pamannya sendiri."


Situasi seperti ini sering kali dapat menjadi sulit untuk diatasi, terutama jika banyak orang terlibat. Mereka merasa tertekan untuk bersaing satu sama lain untuk mendapatkan perhatian keponakan Steve dan mendapatkan tempat di hatinya. Namun, jika mereka bisa berbicara terbuka dan jujur satu sama lain tentang perasaan mereka, mereka dapat menemukan cara untuk mengatasi situasi ini dengan damai dan menjaga hubungan baik di antara mereka seperti semula.


***


Sayangnya, apa yang dikatakan oleh mulut kadangkala berbeda dengan apa yang ada di dalam hati.


William berpendapat bahwa dia lebih baik daripada Sponsored dan Squidwored, karena dia adalah yang pertama yang mengambil langkah untuk berbicara dengan Rachel. Sedangkan Sponsored merasa bahwa dia lebih baik daripada yang lain karena dia memiliki bakat musik yang sama dengan Rachel sehingga bisa memiliki kegiatan yang sama. Sementara Squidwored juga merasa bahwa dia lebih baik karena dia memiliki hobi yang sama dengan Rachel.


Bumi Fajarrahma


William yang baru saja mengenal perasaan terhadap lawan jenis, sering melamun dan sibuk dengan urusan dengan penampilannya. Dia ingin terlihat lebih tampan dari biasanya, supaya bisa menarik perhatian Rachel. Gadis yang menarik perhatiannya. Dia juga sering melamun sendiri.


Tolong berikan gambaran tentang situasi ini


Situasi ini terlihat seperti William sedang mengalami masa-masa awal eksplorasi dan penemuan dirinya dalam hal percintaan. Dia baru mengenal perasaan terhadap lawan jenis dan tertarik pada Rachel, yang membuatnya sibuk dengan penampilannya dan berusaha terlihat lebih tampan. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa dia ingin memikat hati Rachel dan memperoleh perhatiannya.


Kemungkinan William sedang mengalami perubahan dalam kehidupannya, dan merasa gugup atau tidak pasti tentang bagaimana mengekspresikan perasaannya kepada Rachel. Hal ini bisa menjelaskan mengapa dia sering melamun sendiri.


Secara keseluruhan, situasi ini menunjukkan adanya perubahan dan pergeseran fokus dalam kehidupan William, dari kehidupan sehari-hari menjadi lebih fokus pada percintaan dan hubungan dengan orang lain.


"Jika saja aku bisa membuat Rachel tertawa, itu akan sangat menyenangkan. Apa yang bisa saya lakukan untuk membuatnya tertawa?" gumamnya tanpa sadar.


"Apa yang akan aku katakan padanya ketika kami bertemu lagi? Haruskah aku mengatakan sesuatu yang lucu atau lebih serius?"


"Aku harus memikirkan topik pembicaraan yang menarik untuk kami bicarakan nanti. Apa yang mungkin menjadi minat Rachel?"


"Aku ingin terlihat lebih menarik dan menarik perhatiannya. Mungkin aku harus memakai pakaian yang lebih bagus dan rapi ketika bertemu dengannya."


Pemikiran yang jauh dari biasanya dari seorang William. Dan dia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya saat ini.


"Bagaimana jika dia tidak tertarik padaku? Apakah aku akan merasa sangat kecewa dan terluka?"


"Apa yang akan aku lakukan jika aku merasa gugup ketika kami berbicara? Haruskah aku tetap tenang dan bersikap santai atau lebih jujur dengan perasaan saya?"


Perkataan ini terjadi pada William ketika dia sedang melamun dan membayangkan sedang berbincang dengan Rachel. Dia tersenyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana rasa senangnya jika ada di dekatnya Rachel. Gadis cantik yang pertama kalinya membuat hatinya bergetar.

__ADS_1


"Lihatlah!"


"Ya, aku titik suka."


Sponsored dan Squidwored memperhatikan william yang sedang tersenyum senyum sendiri, dan mereka tahu apa yang sedang dipikirkan William.


Mereka tidak bisa berbicara secara terbuka lagi tentang perasaan mereka, dan mencoba untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara yang baik. Mereka juga tidak bisa mengambil waktu untuk memikirkan kembali apa yang sebenarnya mereka inginkan dan apakah mereka siap untuk saling mendukung satu sama lain dalam hubungan mereka.


Ini adalah situasi yang tidak menentu untuk pertama kalinya, setelah mereka selalu bersama-sama sejak dari sekolah sihir Castello Bruxo waktu itu.


Setelah beberapa saat mereka saling diam untuk beberapa hari, lama-lama keadaan tidak nyaman dan mereka menyadari bahwa tujuan mereka di sini bukanlah untuk sesuatu yang tidak berguna. Akhirnya mereka saling mengakui kesalahan dan berbaikan.


William yang baru saja datang, duduk di dekat kedua kembar sial. "A-ku, aku rasa kita perlu mengakhiri persaingan ini dan memfokuskan pada hubungan kita sebagai teman seperti biasanya."


Sponsored melihat ke arah Squidwored, kemudian tersenyum dan menggangguk-anggukkan kepalanya setuju.


"Aku setuju. Aku menyadari bahwa kita terlalu fokus pada perasaan dan tidak memikirkan perasaan yang lainnya."


Squidwored juga mengangguk mengiyakan. "Sama dengan aku. Aku juga terlalu egois dan tidak memikirkan perasaan kalian berdua."


William tersenyum senang melihat kedua temannya sini telah kembali seperti kemarin-kemarin sebelum kedatangan Rachel. "Aku juga minta maaf jika terlalu agresif dan tidak memikirkan perasaan kalian."


Kini mereka bertiga saling berpelukan membentuk formasi segitiga, sebagaimana biasa mereka tiga sedang ada masalah dan saling menguatkan.


"Maafkan aku juga jika terlalu agresif."


"Dan maafkan aku juga. Aku tidak bermaksud membuat kalian merasa tidak nyaman."


William tersenyum dengan penuh kelegaan. "Terima kasih atas permintaan maaf kalian, dan aku juga minta maaf. Sekarang mari kita mencoba untuk berhubungan kembali dan membangun hubungan yang lebih baik."


"Betul. Dan aku rasa kita bisa mencoba untuk belajar satu sama lain dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik."


"Aku setuju. Dan aku juga berharap kita bisa kembali seperti dulu, menjadi teman yang saling mendukung dan menyenangkan."


Sekarang mereka sudah memperbaiki hubungan mereka dan menunjukkan bahwa mereka masih peduli satu sama lain.


Ketika seseorang membuat kesalahan, mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah hal yang penting. Selanjutnya, menunjukkan niat untuk memperbaiki hubungan dan bekerja sama dalam masa depan adalah cara yang baik untuk mengatasi konflik dan membangun kembali kepercayaan satu sama lain dalam hubungan pertemanan.

__ADS_1


"Sampai kapan kita ada di sini?"


Tiba-tiba Squidwored bertanya, mengingatkan pada mereka akan waktu yang biasanya sangat terbatas.


__ADS_2