
"Kita sudah belajar banyak tentang ilmu sihir. Jadi, kita harus segera menggunakannya untuk menahan serangan sihir dari putri Nania dan raja iblis."
Squidwored mengajak saudara kembarnya dan Reimon untuk mempraktekkan apa yang sudah menikah pelajari selama ini.
Sponsored dan Reimon, mengangguk kan kepala. Mereka akan bersiap-siap untuk melakukan segala sesuatu yang digunakan untuk keperluan sihir yang akan diucapkan.
Para penyihir tersebut kini sudah lebih terampil, sehingga bisa terampil dalam elemen sihir seperti yang mereka butuhkan. Sekarang mereka mampu memanggil dan mengendalikan makhluk-makhluk elemental yang kuat. Mereka dapat memanggil api besar, membangkitkan badai petir, menggerakkan angin topan, atau mengendalikan tanah untuk menghancurkan pasukan musuh.
Sama seperti yang dilakukan oleh putri Nania dan raja iblis dulu.
"Kita tidak boleh menyerah! Pertahankan semangat kita dan terus maju! Kita harus menang dan membebaskan William serta Rose!" Raja Shawighuno, meneriakkan kata-kata semangat untuk mereka semua.
"Lihat! Pasukan musuh mulai mundur. Kita hampir mencapai kemenangan!" Sang panglima perang, menunjuk ke arah medan pertempuran.
"Jangan biarkan mereka lolos! Kejar mereka dan raih kemenangan ini!" Sponsored ikut memberikan semangat untuk prajurit-prajurit yang ada di medan perang.
"Bersiaplah untuk serangan terakhir! Kita akan mengakhiri perang ini dengan kemenangan!"
"Hiyahhh..."
Trang slash tag
Slup bug trang
Brukkk dug tag
Bommm
Semangat, koordinasi, dan ketegangan yang terjadi di medan perang terus bergejolak. Mereka saling memberikan dukungan, memberikan instruksi, dan memastikan bahwa mereka saling melindungi dalam pertempuran melawan pasukan musuh.
***
Di lain pihak, putri Nania dan raja iblis juga mempersiapkan segala sesuatunya untuk sihir mereka guna memberikan serangan dan pertahanan untuk perang besar ini.
Mereka berdua menciptakan perisai sihir yang kuat untuk melindungi pasukan mereka dari serangan musuh. Perisai ini mampu menahan serangan fisik, serangan sihir, atau bahkan serangan dari senjata canggih. Perisai semacam itu memberikan perlindungan yang vital dalam pertempuran.
"Cepat kirim pasukan guntur dan kilat!"
__ADS_1
"Alam semesta. Restui kami untuk memanggil dan memberikan perintah pada guntur serta kilat. Berikan kekuatan mereka untuk kami berperang!"
Duaarrr
Gluduk gluduk
Tar duarrr
Keduanya memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan sihir yang merusak pasukan musuh. Mereka dapat melepaskan bola api raksasa yang melahap pasukan musuh, memanggil salju yang membekukan lawan, atau bahkan melontarkan kilatan energi yang menghancurkan formasi musuh.
Serangan-serangan sihir ini dapat dengan mudah mengubah arah pertempuran.
Putri Nania dan raja iblis juga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan pasukan mereka yang terluka dalam pertempuran. Dengan sihir penyembuhan yang kuat, mereka dapat memulihkan luka-luka dan membangkitkan kembali prajurit yang terjatuh. Ini memberikan keunggulan penting dalam menjaga pasukan mereka tetap kuat dan bertahan lebih lama di medan perang.
Sayangnya mereka berdua terus menerus melakukan hal tersebut sehingga prajurit yang sebenarnya sudah mati, kelelahan sehingga tidak bisa berperang kembali. Hanya jumlahnya saja yang banyak.
"Bagaimana kalau kita buat ilusi? Buat mereka tidak melihat keberadaan para prajurit-prajurit kita."
"Ya, itu bagus. Kita harus mempertimbangkan kekuatan prajurit kita saat ini."
Mereka akhirnya mengeluarkan kemampuan sihir untuk menciptakan ilusi yang menipu musuh, mengubah penampilan medan perang, atau bahkan memanipulasi pikiran lawan. Keahlian ini dapat digunakan untuk mengacaukan pasukan musuh, mengganggu strategi musuh, atau menciptakan kebingungan yang memungkinkan serangan mendadak.
Kekuatan sihir yang sangat besar ini memberikan pengaruh yang signifikan dalam perang, dan kedua belah pihak mencoba menggunakan kekuatan sihir mereka dengan bijaksana untuk mengubah jalannya pertempuran. Sebab keduanya sama-sama memiliki ilmu sihir yang kuat.
***
Perang antara Kerajaan Bhojong Noghoro dan Kerajaan Couthel belumlah berakhir. Tapi kondisi yang terjadi di wilayah sekitar medan pertempuran sudah sangat kacau dan rusak.
Perang yang intens terjadi, menyebabkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur seperti bangunan, jembatan, jalan, dan sumber daya lainnya. Desa-desa dan kota-kota yang ada di sekitar medan pertempuran hancur dan rusak parah.
Memulihkan dan membangun kembali infrastruktur akan menjadi tantangan besar bagi kedua kerajaan, jika perang berakhir nantinya. Padahal, sepertinya pernah ini masih sangat lama, mengingat keduanya sama-sama kuat.
"Kita harus segera mencari tempat yang aman. Kita tidak mungkin terus menerus menetap di tempat perang seperti ini."
"Iya. Kita tidak bisa mengorbankan anak istri untuk kepentingan politik dan perang!"
Perang ini juga menyebabkan terjadinya pengungsian dalam jumlah besar. Penduduk yang mengalami akibat perang dan merasa terancam, akhirnya memutuskan untuk mengungsi dari rumah dan wilayah mereka. Apalagi banyak dari mereka yang kehilangan rumah, sehingga terpaksa mencari perlindungan di tempat-tempat yang dirasa lebih aman.
__ADS_1
Perang ini juga mengganggu perekonomian kedua kerajaan. Produksi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi dapat terhenti atau menurun secara signifikan selama perang. Pemulihan dan revitalisasi ekonomi akan menjadi tantangan besar, termasuk dalam menghadapi masalah pengangguran dan inflasi. Dan dampak ini juga ada pada kerajaan-kerajaan tetangga.
"Apa-apa jadi mahal karena susah untuk didapatkan. Apalagi jika perang terus berlanjut, mau makan apa kita?"
"Aku sendiri kebingungan, sedangkan anakku masih kecil sehingga sering menangis karena merasa lapar."
Akibat perang, terjadi perubahan politik di wilayah yang terlibat. Kerajaan-kerajaan tetangga yang ikut terlibat, bertekad untuk memenangkan perang dengan kerajaan yang mereka dukung supaya tidak mengalami pergantian kepemimpinan atau pembaruan kebijakan politik.
Perang besar ini benar-benar meninggalkan luka trauma yang dalam pada masyarakat sekitarnya. Banyak yang menyayangkan adanya perang ini, tapi mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa. Akhirnya, mereka hanya bisa menggerutu dengan teman atau tetangga, yang sama-sama merasakan hal yang sama seperti mereka.
***
Ternyata, yang terlibat dalam perang ini bukan hanya mereka yang menjadi prajurit ataupun jenis kelamin ke laki-laki.
Banyak wanita yang berperan sebagai tabib, memiliki peran yang sangat penting dalam merawat dan menolong para prajurit yang terluka di medan perang.
Wanita-wanita yang menjadi tabib ini terlibat secara langsung dalam memberikan perawatan medis kepada para prajurit yang terluka dalam pertempuran. Mereka tentu saja para wanita-wanita terpilih yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang pengobatan tradisional maupun modern yang mereka terapkan untuk mengobati luka-luka, menghentikan pendarahan, dan merawat kondisi medis prajurit.
Para wanita ini sudah sangat terlatih sehingga sangat membantu.
"Hai, lihat! Itu ada yang terkena panah!"
"Di sana juga ada yang terluka akibat pedang!"
"Cepat, bawa ramuannya!"
Ketika terjadi pertempuran, tabib-tabib ini dengan cekatan berada di garis depan, siap memberikan pertolongan medis pertama kepada para prajurit yang terluka. Mereka cepat tanggap dalam mengevaluasi kondisi para prajurit dan memberikan penanganan awal, seperti membersihkan luka, menutupi luka dengan perban, dan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan.
Wanita-wanita tabib ini juga terlatih dalam memberikan pelayanan trauma psikologis kepada para prajurit yang mengalami tekanan emosional atau trauma akibat pertempuran. Mereka memberikan dukungan emosional, konseling, dan bantuan psikologis untuk membantu para prajurit mengatasi pengalaman traumatis yang mereka alami.
Selain memberikan perawatan langsung kepada para prajurit, tabib-tabib ini juga terlibat dalam manajemen logistik medis. Mereka memastikan pasokan obat-obatan, perban, dan peralatan medis lainnya tetap terjaga dan tersedia untuk digunakan dalam memberikan perawatan medis.
Setelah pertempuran berakhir, pada malam harinya, para tabib wanita juga bertanggung jawab dalam proses rehabilitasi dan pemulihan para prajurit yang terluka. Mereka menyediakan program rehabilitasi fisik dan terapi yang diperlukan untuk membantu para prajurit pulih dan kembali beraktivitas normal setelah cedera.
Mereka, wanita-wanita tabib, ini juga dapat berperan sebagai penasihat kesehatan untuk prajurit. Mereka memberikan edukasi tentang kebersihan, sanitasi, dan praktik kesehatan lainnya untuk mencegah penyebaran penyakit dan memelihara kesehatan prajurit dalam kondisi perang.
Kesibukan para wanita tabib ini sangatlah penting untuk mendukung perang dan menjaga kesehatan serta kesejahteraan para prajurit. Mereka adalah garda terdepan dalam merawat dan melindungi nyawa para prajurit yang berjuang dalam pertempuran.
__ADS_1