
Reimon dan Rose sangat senang dapat membantu William. Mereka merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk membantu para ahli sihir lain ketika mereka menghadapi kesulitan. Mereka berharap bahwa dengan membantu William, mereka dapat membantu memenangkan pertempuran dan mengakhiri kekuasaan Putri Nania yang jahat.
"Tidak ada yang perlu diterima kasih, William. Kami senang membantu teman-teman ahli sihir yang lain. Apalagi ini untuk melawan kejahatan." Reimon menghilangkan kepala saat william mengucapkan terima kasih.
Rose menyahuti perkataan kakaknya. "Benar, dan juga Sir Plangtoon, kepala sekolah sihir Castello Bruxo, menyampaikan salamnya dan mengatakan bahwa dia juga siap membantu jika dibutuhkan."
"Terima kasih, tolong sampaikan salam saya kepada Sir Plangtoon. Saya sangat menghargai bantuan dan dukungan dari sekolah sihir Castello Bruxo. Saya juga meminta maaf karena memang melindungi diri supaya tidak bisa terdeteksi oleh kekuatan sihir manapun."
Ternyata, selama ini William dan kedua temannya, melindungi diri mereka dengan sihir supaya tidak bisa terdeteksi oleh sihir siapapun termasuk sihir dari sir Plangtoon dan raja iblis yang tentunya sangat kuat.
William tidak mau keberadaannya diketahui oleh siapapun selain orang-orang yang memang sedang berada di sekitarnya saja.
Setelah mendapatkan restu dan bantuan dari sekolah sihir Castello Bruxo, William merasa semakin bersemangat untuk melanjutkan perang melawan kerajaan Couthel. Namun, dia juga merasa khawatir tentang kemampuan prajurit kerajaan Bhojong Noghoro yang tetap terbatas meskipun sudah diberikan pelatihan dan bantuan oleh Reimon dan Rose. Namun, situasi semakin membaik ketika mereka mendapatkan bantuan dari kerajaan Den Merk.
Ternyata, sebelum datang ke kerajaan Bhojong Noghoro, Reimon memberitahukan ayahnya tentang situasi di kerajaan Bhojong Noghoro dan meminta bantuan. Sang ayah, yang merupakan guru berpengaruh di kerajaan Den Merk, tentu saja permintaannya disetujui oleh raja. Bahkan sang raja langsung mengirim pasukannya ke kerajaan Bhojong Noghoro untuk membantu William dan para prajurit melawan kerajaan Couthel.
Pasukan dari kerajaan Den Merk datang dengan persenjataan dan kemampuan tempur yang sangat baik, sehingga membuat para prajurit kerajaan Bhojong Noghoro semakin bersemangat untuk melawan musuh mereka.
William, Reimon, Rose, dan para prajurit kerajaan Bhojong Noghoro bekerja sama dengan pasukan dari kerajaan Den Merk untuk menyerang kerajaan Couthel. Mereka semua ingin berhasil mengalahkan para prajurit dan iblis yang dipimpin oleh Putri Nania, yang selama ini menjadi penghalang bagi kerajaan Bhojong Noghoro untuk melawan kerajaan Couthel.
***
Ketika dua kerajaan yang sama-sama kuat terlibat dalam perang besar, pemandangan yang mengerikan menghiasi medan perang. Suara gemuruh meresap ke dalam telinga, seolah-olah bumi gemetar di bawah kaki para prajurit yang terus bergerak maju. Lintasan pedang berkerlipan di bawah sinar matahari, terpancar cahaya yang menakjubkan dan darah yang mengalir menjadi bagian dari lautan merah yang mengerikan.
Para prajurit terus maju ke depan, melawan pasukan lawan yang sama-sama gigih. Mereka bertarung dengan penuh semangat, tak kenal lelah, mempertaruhkan nyawa mereka untuk membela kerajaan mereka. Dari jarak jauh, suara teriakan dan erangan terdengar dari prajurit yang terluka, dan kebisingan senjata yang terus bertabrakan satu sama lain.
Trang Srett currr
__ADS_1
Dug bug tag
Bommm
Srettt
"Arghhh..."
"Awww..."
Bug bag bug
Drap drap drap
Siuuttt... brakkk
"Aaa..."
Perang ini tidak hanya menguji keberanian dan kekuatan para prajurit, tetapi juga menempatkan strategi dan taktik militer pada ujian. Para panglima perang harus memikirkan strategi yang tepat untuk mengalahkan musuh mereka, memimpin pasukan mereka dengan bijaksana dan melaksanakan taktik yang tepat pada saat yang tepat.
Perang besar antara dua kerajaan yang sama-sama kuat memperlihatkan kekuatan yang luar biasa. Para prajurit yang terlatih dengan baik dan siap tempur siap menghadapi musuh dengan senjata-senjata mematikan mereka. Dari segi jumlah, pasukan ini cukup besar dan terdiri dari beberapa jenis prajurit yang berbeda, termasuk tentara kavaleri berpengalaman, pasukan infanteri, serta pemanah yang terampil.
Tentara kavaleri, terdiri dari pasukan berkuda yang kuat dan siap untuk menyerang dengan kecepatan tinggi. Mereka adalah pasukan yang terlatih dengan baik, yang menggunakan kuda sebagai alat perang mereka, meluncur di atas kuda mereka dengan mengenakan baju besi dan perlengkapan tempur yang lengkap.
Pasukan infanteri, di sisi lain, terdiri dari prajurit tanpa kuda yang terlatih dan tangguh. Mereka menggunakan berbagai macam senjata seperti tombak, pedang, dan perisai, serta bisa melindungi diri mereka dengan baik dalam medan perang.
Selain itu, pasukan pemanah yang terampil juga sangat penting dalam perang tersebut. Dengan panah mereka yang akurat dan jarak tembak yang jauh, mereka bisa merusak barisan musuh dari jauh dan mematikan banyak prajurit musuh.
__ADS_1
Namun, kekuatan terbesar dalam perang adalah strategi yang digunakan oleh panglima perang. Dengan berbagai macam taktik, strategi, dan trik, mereka berusaha mengalahkan musuh mereka dan mengamankan kemenangan untuk kerajaan mereka.
Situasi perang itu mengerikan. Gemuruh suara senjata, langkah kaki para prajurit, dan teriakan hancur dari serangan musuh menghiasi medan perang. Semua prajurit terlihat sibuk dan fokus pada tugas mereka, mempertaruhkan nyawa mereka dalam pertarungan ini. Darah, keringat, dan air mata bercampur menjadi satu dalam kekacauan medan perang.
Prajurit satu dengan yang lain saling bertarung dengan sengit, mempertaruhkan nyawa mereka untuk membela kehormatan kerajaan mereka. Mereka saling berteriak dan mendorong satu sama lain untuk terus maju. "Untuk kehormatan kita! Maju! Maju!" teriak seorang prajurit sambil berlari ke depan untuk menyerang musuh.
Dalam situasi perang yang mencekam, terdengar percakapan antara para prajurit yang terus berperang.
"Kalian siap?" tanya seorang prajurit kepada temannya di sampingnya.
"Sudah siap! Kita bisa menang di sini!" jawab temannya.
"Pertahankan barisan! Jangan biarkan mereka melewati kita!" teriak prajurit lainnya.
Percakapan terus berlangsung saat mereka terus berjuang di medan perang yang mengerikan. Para prajurit berusaha untuk menjaga semangat mereka tetap tinggi meskipun situasi yang begitu berbahaya. Mereka memberi semangat satu sama lain dan saling menolong ketika terluka atau ketika senjata mereka rusak.
Dalam perang besar antara dua kerajaan yang sama-sama kuat, kekuatan yang luar biasa dapat dilihat dari senjata, prajurit, dan strategi yang digunakan untuk memenangkan perang tersebut. Ketika semuanya digabungkan dengan tepat, mereka bisa menjadi pasukan yang tidak terkalahkan dan mampu mengatasi musuh apapun yang muncul di hadapan mereka.
Perang besar antara dua kerajaan yang sama-sama kuat, merupakan peristiwa yang mengerikan dan tragis, di mana keberanian, ketahanan, strategi, dan kekuatan, semuanya terlibat dalam pertempuran yang seru dan mematikan.
Para pemimpin kerajaan duduk bersama di ruangan strategi, membicarakan strategi yang harus digunakan dalam pertempuran tersebut. Mereka sedang mencari cara untuk mengalahkan pasukan musuh dan mempertahankan kehormatan dan wilayah kerajaan mereka.
"Kita perlu menyerang dari arah kanan, mengelilingi barisan musuh," kata Raja Shawighuno memberikan arahan.
"Tapi saya pikir lebih baik jika kita menunggu dan membiarkan mereka menyerang terlebih dahulu," sela Jenderal.
"Kita bisa memanfaatkan serangan mereka untuk menyerang dari belakang dan mengambil keuntungan dari keadaan itu," katanya lagi.
__ADS_1