
Sementara itu, di sekolah sihir Castello Bruxo, sir Plangtoon sedang banyak pikiran. Dia memikirkan William. Muridnya yang saat ini berada di kerajaan Iblis dan sedang mendapat tawaran untuk menjadi anak asuhnya raja iblis. Hal ini sebenarnya adalah sebuah keberuntungan, tapi juga malapetaka bagi William yang berasal dari ras manusia.
"Aku tidak mau jika terjadi sesuatu pada anak didikku." Sir Plangtoon merasa bertanggung jawab atas semua murid didiknya, termasuk William.
Di dunia sihir Castello Bruxo, ras dan status sosial sangatlah penting. Namun, Sir Plangtoon telah memilih untuk melihat lebih jauh dari itu dan mengajarkan semua muridnya dengan persamaan dan keadilan. Namun, keputusan yang harus diambilnya tentang William, muridnya yang berasal dari ras manusia, membuatnya berpikir dua kali tentang keyakinannya.
William adalah salah satu murid terbaik Sir Plangtoon, meskipun dia berasal dari ras manusia yang dianggap sebagai ras yang lemah dan tidak berdaya di antara makhluk sihir lainnya. Apalagi William juga masih ada di kelas sihir yang paling rendah. Namun, kemampuan magis William sangatlah kuat dan kemampuannya untuk belajar sihir sangatlah cepat. Sir Plangtoon melihat potensi besar dalam diri William, apalagi dengan kemenangannya kemarin.
"Ini adalah kesalahanku. Aku tidak memikirkan banyak hal tentang keselamatan William dan tipu daya dari raja iblis."
"Bisa jadi turnamen mantra kemarin hanyalah akal-akalan raja iblis untuk mendapatkan penyihir terbaik."
Berbagai macam pertanyaan dan praduga ada di dalam hatinya sir Plangtoon. Dia menyesali keputusannya yang mudah mengirimkan William ke kerajaan iblis.
Pada awalnya semua memang terlihat wajar saja, namun semuanya berubah ketika William mendapatkan tawaran untuk menjadi anak asuh raja iblis. Ini adalah sebuah kehormatan yang sangat besar bagi siapa pun di dunia sihir. Namun, William bingung dan takut. Sebagai seorang manusia, dia tidak tahu apakah dia akan diterima oleh makhluk sihir lainnya. Selain itu, sebagai anak asuh raja iblis, dia dipastikan harus melakukan tindakan jahat yang bertentangan dengan kepercayaannya dan Sir Plangtoon tidak ingin muridnya terjerumus pada jalan yang salah.
Sir Plangtoon bingung dan bimbang. Di satu sisi, dia tidak ingin mengecewakan William dan menghalangi peluangnya untuk berkembang dan belajar lebih lanjut. Namun, di sisi lain, dia tidak ingin membahayakan William dan membiarkannya terjerumus pada jalan yang salah.
Sir Plangtoon mengadakan rapat bersama dengan guru-guru sekolah sihir Castello Bruxo untuk meminta pendapat mereka mengenai masalah ini, supaya bisa mengurangi beban pikirannya.
__ADS_1
Sir Plangtoon memutuskan untuk mengadakan rapat dengan guru-guru sekolah sihir Castello Bruxo untuk meminta pendapat mereka tentang situasi William yang mendapatkan tawaran menjadi anak asuh raja iblis. Rapat tersebut diadakan di ruang rapat utama sekolah, dengan semua guru hadir.
"Maaf karena meminta pada kalian semua untuk bertemu dan rapat secara mendadak."
Sir-sir atau para guru saling pandang satu sama lain, karena mereka memang tidak tahu secara pasti, masalah apa yang akan dibahas pada rapat kali ini.
Akhirnya Sir Plangtoon membuka rapat dengan memberikan latar belakang tentang situasi William dan tawaran yang dia terima. Dia menjelaskan bahwa sebagai seorang manusia, William menghadapi tantangan yang berbeda dalam dunia sihir dan bahwa sebagai guru, mereka harus membantunya membuat keputusan yang terbaik untuk masa depannya.
"Sebagai guru, tugas kita adalah membantu William mempertimbangkan keputusannya dengan matang dan memberikan dukungan moral kepadanya, terlepas dari pilihan yang dia buat. Kita juga harus mengajarkan semua murid tentang persamaan dan keadilan, dan bahwa tindakan diskriminasi tidak akan ditoleransi di sekolah sihir Castello Bruxo."
Sir Caiporo membuka suara menanggapi perkataan yang diucapkan oleh sir Plangtoon.
Pendapat dari sir Petrel beda lagi.
"Saya setuju bahwa kita harus memberikan kesempatan pada William untuk mengejar mimpinya dan mengembangkan bakat magisnya. Sebagai guru, kita harus membantu murid kita mencapai potensi penuh mereka, terlepas dari ras atau latar belakang mereka. Kita harus memberikan dukungan dan bimbingan pada William agar dia bisa membuat keputusan yang terbaik untuk masa depannya."
Pendapat dari guru lainnya, juga berbeda lagi.
"Saya berpikir bahwa kita juga harus mempertimbangkan dampak dari keputusan William terhadap sekolah dan masyarakat sihir secara keseluruhan. Apakah ini akan mempengaruhi reputasi sekolah? Apakah ini akan memicu konflik atau ketegangan antar-ras? Kita perlu memikirkan dampak jangka panjang dari keputusan William dan bagaimana kita bisa mengatasi potensi masalah tersebut."
__ADS_1
Para guru mulai memberikan pendapat mereka. Beberapa guru mengatakan bahwa sebagai manusia, William tidak boleh menerima tawaran tersebut karena itu akan menimbulkan konflik dengan ras makhluk sihir lainnya. Mereka khawatir bahwa William akan sulit diterima oleh masyarakat sihir dan mungkin menjadi target diskriminasi dan bahkan serangan.
Namun, beberapa guru lainnya berpendapat bahwa William harus diberikan kesempatan untuk mengejar mimpinya dan mengembangkan bakat magisnya. Mereka mengatakan bahwa sebagai guru, mereka harus membantu muridnya mencapai potensi penuh mereka, terlepas dari ras atau latar belakang mereka.
Sir Plangtoon mendengarkan semua pendapat dan kemudian memberikan beberapa saran. Dia menyarankan agar semua guru membantu William mempertimbangkan keputusannya dengan matang dan memberikan dukungan moral kepadanya, terlepas dari pilihan yang dia buat. Dia juga menekankan pentingnya mengajarkan semua murid tentang persamaan dan keadilan, dan bahwa tindakan diskriminasi tidak akan ditoleransi di sekolah sihir Castello Bruxo.
"Itu benar. Apapun yang menjadi keputusan William, semuanya memiliki resiko."
Memang seperti itulah kenyataannya.
Para guru pun akhirnya menyambut baik saran Sir Plangtoon dan berjanji untuk membantu William dengan cara apapun yang mereka bisa. Mereka berjanji untuk menjaga nilai-nilai sekolah dan memastikan bahwa semua murid merasa aman dan dihargai.
Rapat berakhir dengan keputusan dan tekad untuk membantu William mengejar mimpinya dan meraih potensi penuhnya sebagai seorang makhluk sihir yang hebat. Para guru sepakat bahwa tugas mereka sebagai pendidik adalah membantu murid mereka berkembang dan sukses, terlepas dari ras atau latar belakang mereka.
"Kalau begitu, kita hanya perlu mendukung. Semua keputusan ada di tangan William sendiri, dengan segala resiko yang harus ditanggung juga."
"Ya, itu benar. Dan jika memang sudah menjadi takdir William, bagaimanapun caranya dia pasti akan menjadi bagian dari kerajaan iblis, terutama untuk raja iblis sendiri."
Begitulah akhirnya, para guru memberikan kebebasan kepada William untuk menentukan pilihannya sendiri, dengan mempertimbangkan beberapa hal yang akan dipertanggungjawabkan oleh William sendiri juga, dalam jangka waktu yang panjang pastinya. Mereka hanya berharap agar apapun yang menjadi keputusan William adalah sesuatu yang baik bagi semuanya.
__ADS_1