
Kerajaan iblis telah berada dalam keadaan kacau selama bertahun-tahun. Keinginan Putri Nania untuk membangun jalan lintas menuju ke kerajaan Couthel membuat keadaan semakin buruk. Banyak korban dan perekonomian kerajaan semakin tidak stabil karena proyek ini. Namun, kerajaan iblis terus melanjutkan proyek ini tanpa memperhatikan konsekuensi dari tindakan mereka, karena hanya ingin menyenangkan putri Nania saja.
Pekerja dan budak menjadi korban dari mega proyek ini. Mereka harus bekerja tanpa henti selama berhari-hari tanpa cukup istirahat dan tidak ada gaji yang memadai. Mereka juga tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi proyek yang diawasi ketat oleh pengawas.
Kondisi kerja yang buruk membuat banyak pekerja jatuh sakit atau bahkan meninggal. Beberapa pekerja mencoba melarikan diri, tetapi mereka selalu berhasil ditemukan dan dikembalikan ke lokasi proyek. Atau bisa jadi dilemparkan ke lubang api sebagai tempat sampah pembuangan, sama seperti yang terjadi pada Wiliam waktu itu.
"Pengawas, saya merasa lelah dan sakit. Bisakah saya istirahat sebentar?" seorang budak mencoba untuk meminta ijin pada pengawas proyek, karena tidak sanggup lagi melakukan pekerjaan.
"Tidak. Proyek ini harus selesai tepat waktu. Jangan mengganggu pekerjaan kita." Pengawas tidak memberikan ijin.
Pekerja masih mencoba untuk meminta belas kasih. "Tapi saya benar-benar merasa tidak enak badan. Saya memerlukan istirahat dan juga obat-obatan."
"Cuihhh! Tidak ada obat untukmu. Kamu harus bekerja terus!"
Cetar cetar
Bukannya mendapatkan ijin untuk istirahat atau obat, pekerja tersebut justru mendapatkan hukuman berupa cambuk. Hal ini membuat yang lain ketakutan.
Tapi dari arah lain, seseorang berlari-lari mencari keberadaan pengawas.
"Pengawas... pengawas... beberapa pekerja mengalami kecelakaan di sini. Bisakah kita membawanya berteduh, atau ada alat keselamatan yang lebih baik?"
Plakkk
"Kita tidak punya waktu untuk itu. Kita harus terus bekerja dan menyelesaikan proyek ini tepat waktu!" Pengawas justru menampar orang yang memanggil-manggil namanya.
"Tapi jika terus seperti ini, banyak pekerja yang bisa meninggal."
"Aku tidak peduli! Kamu bisa jadi salah satu dari mereka jika kamu tidak bekerja dengan baik. Jangan bicara banyak, kerjakan pekerjaanmu!"
Keadaan di lapangan sungguh mengenaskan. Banyak pekerja yang mati di tempat, entah itu karena penyakit, kelaparan, atau karena penyiksaan. Tapi pemimpin kerajaan Iblis tidak pernah peduli. Justru pekerja yang membangkang di hukum dan di lemparkan ke lubang api sebagai tempat sampah.
Mega Proyek ini juga mempengaruhi perekonomian kerajaan iblis. Banyak pedagang dan pengusaha yang kehilangan pelanggan karena proyek ini. Banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
__ADS_1
Pemerintah kerajaan iblis tidak memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini, malah memperburuk keadaan dengan terus melanjutkan proyek ini tanpa peduli dengan keadaan rakyatnya.
Di pasar-pasar, banyak sekali yang membicarakan tentang keadaan ini. Mereka merasa prihatin dengan kondisi rakyat biasa.
"Hai, apa kabar? Bisakah kamu membeli sesuatu dari toko saya?" tanya seorang pedagang yang melihat seseorang melintas di depan tokonya.
"Maaf, saya tidak punya uang sekarang. Proyek itu membuat saya kehilangan pekerjaan dan saya kesulitan mencari pekerjaan lain."
"Ya, saya juga kesulitan menjual barang sejak proyek dimulai. Bisakah kamu memberi tahu pemerintah agar mereka menghentikan proyek ini?"
"Saya sudah mencoba, tapi mereka tidak peduli."
"Huhfff... begini amat ya pemerintah kita. Kedamaian yang dulu ada, kini sudah tidak ada lagi. Apa perlu mencari tempat baru?"
"Aku berharap keadaan ini segera selesai."
Situasi ini membuat rakyat kerajaan iblis semakin tertekan. Kehidupan mereka semakin sulit karena pergerakan ekonomi yang buruk dan naiknya banyak pajak yang membuat harga barang semakin tinggi. Banyak orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terpaksa menjual harta benda mereka untuk membeli makanan.
Banyak warga yang mengeluhkan keadaan ini, tapi mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa.
"Saya juga mengalami hal yang sama. Ini semua karena proyek yang dilakukan oleh pemerintah kita. Mereka tidak memikirkan rakyat mereka."
"Ya, saya setuju. Mereka hanya peduli dengan keuntungan mereka sendiri dan tidak peduli dengan keadaan kita."
"Kenapa kita harus membayar pajak yang semakin tinggi setiap tahun?"
"Itu karena pemerintah kita terus membangun proyek yang tidak berguna dan membuat keadaan semakin buruk. Mereka mengambil uang dari rakyat untuk membiayai proyek-proyek mereka."
"Tapi apa yang bisa kita lakukan?"
"Kita bisa bersatu dan memberikan suara kita kepada pemerintah kita. Kita harus memaksa mereka untuk memikirkan keadaan rakyat mereka dan tidak hanya memikirkan keuntungan mereka sendiri."
"Apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan kita?"
__ADS_1
"Kita harus berjuang bersama untuk memperbaiki keadaan kita. Kita harus bersatu dan menuntut perubahan dari pemerintah kita."
"Tapi bagaimana cara kita melakukannya?"
"Kita bisa membuat petisi dan meminta bantuan dari orang-orang yang lebih kuat dan lebih berpengaruh dari kita. Kita juga bisa memperluas jaringan kita dan mencari dukungan dari kelompok-kelompok lain di kerajaan ini."
"Saya setuju. Kita tidak bisa tinggal diam dan menunggu keadaan membaik. Kita harus bergerak sekarang juga."
***
Jonathan dan Samantha duduk di ruang tamu, mereka terlihat cemas dan khawatir dengan keadaan yang terus terjadi di wilayah kerajaan Iblis ini.
"Samantha, aku sangat khawatir dengan keadaan ekonomi kita yang semakin buruk. Harga-harga barang semakin naik dan pendapatan kita tidak bisa mengimbangi biaya hidup," keluh Jonathan.
"Aku juga merasakan hal yang sama, Jonathan. Aku takut jika keadaan ini semakin buruk, bisa mempengaruhi pembayaran ke sekolah sihir anak-anak kita, Anthoni dan William."
"Ya, itu juga yang membuatku sangat khawatir. Kita harus memikirkan solusi agar keadaan kita membaik. Apa yang bisa kita lakukan?" tanya Jonathan yang kebingungan.
"Aku sudah mencoba memotong pengeluaran kita setiap hari, tapi itu tidak cukup. Kita perlu mencari cara lain untuk meningkatkan pendapatan kita."
"Tapi bagaimana caranya? Aku sudah mencari pekerjaan tambahan, tapi tidak ada yang cocok dengan jadwal kerjaku."
"Apa jika kita membuka usaha kecil-kecilan? Misalnya, kita bisa menjual makanan atau minuman di depan rumah." Samantha memberikan usulan pada suaminya.
Jonathan mengangguk setuju. "Itu ide yang bagus, Samantha. Kita bisa melakukannya pada waktu senggang kita di malam hari atau di akhir pekan. Tapi, apakah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan kita?"
"Sekarang, itu mungkin tidak cukup, tapi setidaknya kita bisa menambah penghasilan kita. Kita juga bisa mencari sumber penghasilan lain."
Jonathan kembali mengangguk saja, meskipun dia tidak yakin.
"Aku setuju denganmu. Kita harus mencari cara untuk meningkatkan pendapatan kita. Kita tidak ingin Anthoni dan William kehilangan kesempatan untuk belajar di sekolah sihir karena kondisi keuangan kita yang buruk."
"Ya, itu benar. Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi keadaan ini. Kita tidak bisa menyerah begitu saja."
__ADS_1
Samantha masih memberikan dorongan semangat untuk Jonathan, supaya tidak menyerah pada keadaan.