The Royal Bloodline

The Royal Bloodline
Sesi Pertama


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana tiba saatnya perlombaan dalam memperkenalkan mantra baru untuk mayat-mayat, yang diselenggarakan oleh pihak kerajaan iblis Karena akan digunakan sebagai alat bantu tenaga gratis di Mega Proyek mereka.


Dari kompetisi ini, diharapkan agar mantra yang dihasilkan bisa membuat mayat tidak pada kekurangan. Mantra yang lebih sempurna akan dianggap sebagai pemenangnya. Ada 4 peserta lomba dalam keadaan seperti ini.


Situasi dalam perlombaan tersebut ada empat peserta yang bersaing untuk memperkenalkan mantra baru untuk mayat-mayat yang digunakan sebagai alat bantu yang diperlukan oleh raja Iblis untuk tenaga Mega Proyek yang semakin berkurang karena banyak yang meninggal dunia.


Tujuan dari perlombaan ini adalah untuk menemukan mantra yang paling efektif dan ampuh dalam menghidupkan kembali mayat-mayat tersebut, tanpa ada kekurangan seperti yang terjadi kemarin untuk indra pendengaran mereka yang sangat sensitif terhadap suara.


Peserta perlombaan akan diuji dengan cara melakukan beberapa tahapan pengujian, seperti menghidupkan mayat-mayat dengan menggunakan mantra masing-masing peserta, mengevaluasi keefektifan dari masing-masing mantra dengan melihat seberapa cepat dan seberapa lama mayat-mayat tersebut dapat bergerak, dan juga memperhatikan apakah ada efek samping atau risiko dalam menghidupkan kembali mayat-mayat.


Para peserta juga akan diminta untuk memberikan presentasi atau penjelasan tentang mantra yang mereka kembangkan, termasuk proses pembuatannya dan manfaat yang diharapkan dari penggunaannya. Para juri yang akan mempertimbangkan segala aspek ini sebelum memutuskan pemenangnya.


Sir Plangtoon, sebagai kepala sekolah memberikan pengumuman sebelum perlombaan dimulai.


"Dalam perlombaan kali ini, peserta diharapkan untuk berkompetisi dengan fair dan sportif, serta mengikuti aturan yang ditetapkan oleh panitia. Peserta yang menemukan mantra yang paling efektif dan ampuh dalam menghidupkan kembali mayat-mayat tersebut akan dianggap sebagai pemenang dan akan memperoleh hadiah yang ditetapkan oleh panitia dari pihak Kerajaan Iblis. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat. Jika ditemukan kecurangan maka peserta akan didiskualifikasi dari perlombaan. Jadi, keempat peserta harus tetap fokus dengan mantra sendiri tanpa meminta bantuan dari para pendukungnya."


Pengumuman yang diucapkan oleh sir Plangtoon, sangat jelas untuk dilakukan dan dipatuhi oleh keempat peserta kompetisi kali ini. Tapi untuk berjalannya nanti kita lihat saja.


Peserta satu telah maju. Dia dari ras raksasa, yang berkata dengan percaya diri.


"Saya menggunakan bahan-bahan alami dalam pembuatan mantra saya. Saya percaya ini akan membuat mayat-mayat menjadi lebih mudah untuk dihidupkan kembali dan juga aman untuk digunakan."


"Orha Bhista!"


Dia mulai memberikan beberapa contoh dan berhasil menghidupkan satu mayat yang digunakan sebagai alat percobaan.


Karena ada sepuluh paket, jadi mayat yang sudah dihidupkan disisihkan terlebih dahulu. Menunggu peserta yang lain supaya nanti bisa dilakukan bersama-sama pada saat menyempurnakan mantranya.

__ADS_1


Peserta ke dua maju. Dia meminta waktu sebentar untuk berkonsentrasi.


"Maaf, sir Plangtoon. Saya mau ambil nafas sebentar," pinta peserta ke dua yang berasal dari ras goblin.


Setelah dirasa cukup, peserta ke dua langsung memberikan penjelasan tentang mantra yang berhasil dia ciptakan.


"Saya menggunakan teknologi terbaru dalam menciptakan mantra saya. Saya yakin ini akan membuat proses hidup kembali mayat-mayat menjadi lebih cepat dan efektif."


"Dhighono Weaa!"


Setelah selesai melakukan semua yang diperlukan, dia minggir ke tepian, di mana tadi peserta pertama berdiri menunggu waktu untuk sesi kedua.


Peserta ketiga adalah Anthoni, yang berjalan ke depan dengan rasa percaya diri. Dia adalah ras Elf yang terkenal cerdas sehingga yakin bahwa dia mampu. Anthoni langsung memberikan presentasi tentang mantra yang akan dia ucapkan.


"Saya berfokus pada keseimbangan antara kekuatan dan keamanan dalam mantra saya. Saya berharap ini dapat memberikan hasil yang optimal tanpa menimbulkan risiko yang berlebihan."


"Thopho Brotho!"


"Peserta ke empat. Dia ada di kelas sihir paling rendah, dari tas manusia. Dia juga ada di kelas 0 besar. Tapi katanya dia bisa. Jadi, ayo kita lihat bagaimana caranya dia memberikan sebuah bukti atas ucapannya!"


"Huuuuu..."


"Masa sih? gak yakin aku."


"Mana ada ras manusia yang unggul? ini hanya bualan saja kah?"


"Atau karena pesertanya hanya sedikit?"

__ADS_1


Banyak sekali dari para penonton yang meragukan kemampuan william. Mereka banyak yang tidak percaya, jika William bisa melakukan inovasi mantra sehingga masuk dalam kompetisi yang cukup berat ini.


William masih diam di tempatnya. Dia bingung harus bagaimana caranya maju ke depan dan memberikan presentasi di depan begitu banyaknya jumlah penonton, guru-guru, kepala sekolah dan para juri. Ada juga beberapa urusan kerajaan iblis yang ikut melihat jalannya kompetisi ini.


Perlombaan yang dimulai dengan setiap peserta memperkenalkan diri dan mantra yang mereka kembangkan, membuat para juri harus melihat bagaimana setiap peserta menghidupkan kembali mayat-mayat dengan menggunakan mantra mereka. Juri juga akan mengevaluasi efektivitas mantra, keamanan dan risiko, serta kemudahan penggunaan dari masing-masing peserta.


Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya William maju ke depan dan memperkenalkan dirinya serta memberikan presentasi tentang mantra yang dia miliki.


"Saya William. Ras manusia dari kelas 0 besar. Saya melakukan riset yang mendalam tentang kebutuhan pengguna. Mantra saya sangat mudah digunakan dan dapat digunakan oleh siapa saja tanpa perlu keterampilan khusus. Saya berharap ini dapat menjadi kelebihan saya dalam perlombaan kali ini."


"Mandhexgho!"


"Dhishiniwei!"


"Isildu eta obeditu!"


Plokkk plokkk plokkk


Tanpa sadar semuanya bertepuk tangan karena dengan berakhirnya william yang telah menunjukkan kemampuannya, berakhir juga sesi pertama kompetisi ini.


Setelah semua peserta menampilkan keahlian mereka, Plangtoon dan dua guru yang menjadi juri akan berkumpul untuk membahas dan membandingkan kinerja setiap peserta. Mereka akan menilai setiap peserta berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, seperti kecepatan dalam menghidupkan kembali mayat, keamanan mantra, dan kemudahan penggunaannya.


Setelah evaluasi selesai, Plangtoon dan dua guru yang menjadi juri akan memutuskan pemenang perlombaan untuk sesi pertama ini. Mereka akan memberikan evaluasi dan penilaian yang terperinci kepada setiap peserta dan memberikan hadiah kepada pemenang.


Plangtoon dan para guru yang menjadi juri akan berfokus pada penilaian setiap peserta dan cara mereka mengevaluasi peserta dengan fair dan obyektif. Mereka juga membahas tentang kriteria yang dijadikan dasar penilaian dan memberikan saran untuk peningkatan di masa depan.


Tapi ini baru sesi pertama, masih ada beberapa sesi dan tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan proyek penyempurnaan mayat ini.

__ADS_1


"Saya sangat terkesan dengan keahlian William dalam menggunakan bahan-bahan alami dalam mantra yang dibuatnya. Selain itu, William juga menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam menghidupkan kembali mayat-mayat dengan cara yang efektif dan aman."


Sir Plangtoon sudah memberikan kesan yang baik dari penilaiannya di sesi pertama ini. Dia sendiri tidak pernah menyangka, jika ras manusia seperti William bisa mengatasi situasi ini.


__ADS_2